I'm Not A Celebrity.

I'm Not A Celebrity.
jatuhnya Perusahaan Louis



Seperti mimpi takdir memang tidak bisa di hindari, begitu juga dengan Henry cold dia kini benar-benar sudah tidak memiliki apa-apa. Tinggal di perkampungan yang kumuh dengan rumah kecil yang bobrok, bagaimana dia bisa terima dengan semua itu.


“ma, aku juga keturunan Louis atas dasar apa aku harus hidup di tempat yang menyebalkan seperti ini?”


Henry menggerutu di depan ibunya yang tengah berusaha untuk menyesuaikan hidup dengan keadaan sekarang. dari manusia yang terbiasa dengan barang dengan brand ternama hingga saat ini tidak memiliki apa-apa.


“berhentilh mengeluh henry. Kamu masih bisa hidup sampai sekarang adalah berkah yang harus kamu syukuri. Jika mereka tega mungkin kamu akan mendekam di penjara gara-gara pencemaran nama baik.”


Ibunya berusaha dengan keras untuk menasehati Henry, sementara ayahnya sibuk mencari pekerjaan sana sini untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka namun bagaimanapun yang mereka singgung adalah pewaris tiga


keluarga besar jadi sangat sulit bagi ayahnya untuk mendapat pekerjaan sekeras apapun dia mencoba.


Di sisi lain Keith dan Kevin Louis tidak pergi ke perusahaan karena mereka benar-benar hendak memberikan pelajaran yang luar biasa kepada nenek nya yang sok berkuasa itu. Mereka ingin neneknya tahu betapa sulitnya untuk memimpin sebuah perusahaan.


“nyonya aku juga tidak memiliki kemampuan untuk mengelola perusahaan sebesar ini, alangkah baiknya jika anda menyerahkan kemballi jabatan presiden direktur kepada tuan muda. Dengan begitu anda bisa diam di rumah dan menikmati hasil dengan tenang.”


Pelayannya yang lain sudah memberikan saran yang serupa dengan pelayan yang pergi tersebut namun masih seperti biasanya wanita tua itu sangat kekeuh dengan pendiriannya dia merasa mampu untuk mengoperasikan perusahaan sebesar louis group. Walaupu pada kenyataannya baru beberapa hari dia memimpin perusahaan besar tersebut sudah mulai kocar kacir namun dia merasa sudah benar dalam mengelola perusahaan dan sialnya sampai saat itu tidak ada orang yang mau mendengarkan peraturannya dan kedua Louis bersaudara juga tidak


pemegang saham panik investor yang mulai menarik modal terus menerus dan jatuhnya harga saham Louis group dan bisa di bilang mereka sedang berada di ambang kebangkrutan. Namun saat itu pula Louis bersaudara mulai mengembangkan perusahaan nya yang terpisah dengan Louis Group.


“nyonya sebaiknya kita menelfon mereka, mungkin jika terus sepert ini hasilnya akan sangat buruk.”


Namun nenek tua itu benar benar tidak mendengarkan dia memilih untuk berpura-pura tenang demi gengsinya. Sementara itu dua Louis bersaudara itu tengan berunding untuk mempersiapka apa yang hendak dia lakukan kedepannya tidak mungkin bagi mereka untuk terus bergantung kepada Louis group karena situasi itu sangat tidak menguntungkan bagi mereka.


Memiliki kemampuan saja tidak cukup untuk melawan nenek Louis mereka harus memiliki senjata dan banyak sumberdaya kekuatan dan kekuasaan sekarang adalah segalanya.


“kakak perlukah kita menebar mata-mata di Louis group jika perlu itu akan sangat mudah karena banyak orang yang akan memihak kita,”


“Kevin semua yang kita kerjakan ini sangat berbahaya, semakin sedikit orang yang turut serta semakin aman untuk kita. Jika nanti kita sudah berhasil mendirikan TDR barulah kita melepaskan diri dari keluarga louis dengan alasan tidak ingin terus terlibat dengan pembunuhan mama. Namun jika hal itu kita harus memastikan Louis group sudah di ujung tanduk jika tidak sia-sia perjuangan kita.....”


mendengar ucapan kakaknya Kevin pun ikut merenung, memang perjuangan mereka untuk perusahan tersebut sudah sangat banyak namun neneknya tidak pernah menganggap hal itu teerjadi hingga mereka di anggap benalu yang numpang makan di rumah Louis.