
Internasional High School - Class XII IPA 1
Lexa sedang duduk di kursi sambil memainkan handphone nya. Sampai sebuah suara menyapanya.
"Hai Lexa!!" sapa seorang siswa laki - laki yang sudah berdiri tepat di depan mejanya.
Lexa menoleh dan melihat sosok siswa laki - laki yang menurutnya lumayan tampan, tapi dibanding Om Bryan sih gak ada apa - apanya. Menyadari pikiran liar di otaknya membuat Lexa merutuki dirinya. Bisa - bisanya dia memikirkan orang asing yang baru dikenalnya.
"Siapa..??!" Tanya nya cuek.
"Oh. Ya. Kenalin aku Mario, Ketua kelas XII IPA 1." ucap siswa bernama Mario itu memperkenalkan diri.
"Hm. Ada urusan apa?!"
'Sial nih cewek, cuek banget sih!!' batin Mario.
"Anu.. Itu.. Kamu kan siswi baru disini, sebagai Ketua Kelas gimana kalau aku mengenalkan sekolah ini untukmu?"
Diam. Lexa hanya memandangi Mario dengan tatapan herannya.
"Maksudku aku akan menjadi tour gaide mu di sekolah ini. Gimana?!" lanjut Mario memperjelas niatannya.
"Maaf. Itu tak perlu." jawab Lexa singkat tanpa memandang ke arah Mario dan kembali fokus pada handphone nya, membuat Mario canggung dan salah tingkah.
"Eh??! Kalau gitu aku balik ke mejaku. Kalau butuh apa - apa kasih tahu aja." ucapnya sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal. Mencoba menutupi kecanggungannya.
"Hm." jawab Lexa malas.
Dapat dilihat raut kekecewaan jelas terukir di wajah tampan Mario. Baru kali ini ada cewek yang menolaknya secara terang - terangan. Siapa sih yang gak kenal Mario di sekolah ini?! Udah ganteng, pinter, kapten tim basket, anak pengusaha sukses lagi. Tapi sepertinya dimata Lexa, Mario sangatlah biasa dan membosankan.
Tanpa disadari mereka ada sepasang mata yang memperhatikan gerak - gerik mereka dengan tatapan kemarahan dan kebencian.
Kriinnngg... Kriinnngg.... Kriinnngg...
Bel pertanda istirahat pun berbunyi, membuat para guru menyudahi jam pembelajaran mereka dan keluar dari kelas masing - masing diikuti para siswa siswi nya. Tak terkecuali Lexa yang kini berjalan hendak keluar dari kelasnya hingga sebuah suara menghentikan langkahnya.
"Hai! Namamu Lexa kan?!" seorang siswi perempuan berkacamata datang menghampirinya dengan senyuman cerah dibibirnya.
Meski berkacamata, wajahnya terlihat sangatlah manis. Apalagi dengan senyum lebar yang terus menghias bibirnya.
"Iya." jawab Lexa singkat.
"Kenalin namaku Bianca. Kamu mau ke kantin?!" ucapnya sembari mengulurkan tangan dan disambut oleh Lexa.
"Hm."
"Mulai sekarang kita berteman ya.. Yaudah. Kita ke kantin bareng yuk!!" ajak siswi bernama Bianca itu.
Dilihat sepertinya Bianca adalah anak yang baik dan ceria, karena itulah Lexa tanpa pikir panjang mengangguk menyetujuinya. Tak ada salahnya kan menambah teman di lingkungan baru, siapa tahu kehidupan sekolahnya tak akan terlalu membosankan?!
"Lex. Kamu mau pesan apa?!" tanya Bianca.
Lexa melihat ke arah layar digital yang cukup besar yang menampilkan berbagai menu yang dihidangkan di kantin hari ini.
"Lemon Juice and Spagheti aja. Thanks." ucap Lexa sembari memberikan kartu siswanya.
Kartu siswa di sekolah ini memiliki fungsi lain selain identitas dan absensi, yaitu sebagai kartu untuk pembayaran layaknya Debit Card. Bahkan kartunya bisa digunakan di Minimarket maupun beberapa pusat perbelanjaan dan restoran. Mereka hanya harus mengisi saldo di kartu yang bisa dilakukan di kantor kesiswaan.
"Ehm. Kamu tunggu bentar ya."
Bianca pun pergi dan mulai memesan makanan mereka, tak berapa lama dia kembali bersama seorang petugas kantin yang mengantarkan makanan mereka.
"Lama ya??!" tanya Bianca.
"Nggak." jawab Lexa singkat.
Mereka mulai menikmati makanan pesanan mereka dalam diam, tak jauh dari mereka Salsa and the Gank masuk ke dalam kantin. Melihat Lexa berada di kantin itu membuatnya tak pikir panjang untuk mendatanginya.
"Halo sepupuku??! Gak kusangka ya, sepupuku ini baru beberapa hari sekolah udah berhasil gaet cowok..!!" ucap Salsa sarkas. Tak ayal tindakannya itu membuat perhatian seluruh isi kantin mengarah pada mereka.
Tapi Lexa masih saja diam dan menikmati makanan nya seakan tidak mendengar dan menyadari kedatangan mereka.
"Hei!! Kau gak punya telinga ya!!" bentak Bella sembari menggebrak meja dimana Bianca dan Lexa makan, hingga membuat saus sedikit terciprat di wajah Lexa. Tapi Lexa dengan tenangnya mengambil tissu dan mengelap wajahnya.
"Hahaha... Makan aja belepotan kayak anak kecil." ejek Luna dengan suara cemprengnya.
Lexa mengarahkan pandangan ke arah tiga cewek itu dan menatap mereka tajam.
"Hahaha... Gaes.. Kayaknya mulai marah nih..?!" ledek Salsa.
"Kenapa?! Sepertinya kau sangat merindukanku?! Sampai di sekolah pun kau masih mencariku." tanya Lexa dengan nada bicaranya yang angkuh.
"Merindukanmu. Cih..! Aku hanya ingin mengingatkan mu. Jangan pernah dekati Mario!! Dia MILIKKU!!" ucap Salsa penuh penekanan.
"Mario?! Maaf saja. Aku sama sekali tak tertarik padanya. Jangan salahkan aku jika dia lebih melirikku daripada dirimu!!" balas Lexa tak mau kalah.
Mendengar balasan ucapan Lexa membuat Salsa naik pitam dan meraih gelas Lemon Juice pesanan Lexa yang baru berkurang sedikit dan hendak menyiramkannya pada Lexa. Menyadari hal itu, dengan cekatan Lexa mengambil gelas itu sebelum Salsa menggapainya dan menyiramkannya pada Salsa dan ketiga temannya. Salsa yang terkejut pun hanya mampu membulatkan mata tak percaya dengan apa yang dilakukan Lexa.
"Opps!! Sengaja!!" ucap Lexa mengejek.
Lexa langsung pergi dari kantin diikuti Bianca yang masih terkejut dengan apa yang dilakukan teman barunya ini.
Kini seluruh kantin menertawakan Salsa and the Gank. Membuat ketiga gadis itu kesal setengah mati.
"LEXA...!!!! Awas kau...!!!" teriak Salsa marah.