
"Hari ini sejuk sekali" ucap seorang gadis berambut pirang yang tak bukan dan tak lain ialah Beatrice yang kini sudah besar dna menjadi gadis yang anggun
"Benar tak menyesal aku memilih naik perahu di hari seperti ini" jawab seorang lelaki yaitu Areez
"Kau tidak ada kerjaan ya? bukan nya hari ini hari Rabu? seharusnya juga berkas-berkas masih bertumpuk" tanya Beatrice
"Ya benar, aku hanya ingin menghabiskan waktu denganmu sebentar saja karna belakangan ini aku sibuk dan tidak bisa bersama denganmu" jawab Areez
"Apaan "menghabiskan waktu sebentar"? ini bahkan sudah lebih 30 menit!" marah Beatrice memukul punggung Areez
"Iya-iya padahal 30 menit baru sebentar, lagian juga aku bisa melakukan berkas-berkas itu dilain waktu. Jika para petinggi tidak setuju maka aku akan memotong leher mereka"
"Hey! jangan begitu!"
"Baiklahh, kau marah-marah terus sepertinya itulah kenapa kau cepat tua"
Setelah sampai didekat daratan Beatrice langsung menarik tangan nya Areez dan mendorong nya
"Tch hush hush sana!" usir Beatrice
"Hem...aku pergi dulu" ucap Areez lalu mengecup dahi sang puan
"Sialan!" maki Beatrice kepada Areez walau orangnya telah pergi
"Ekhem-ekhem!" seseorang menyela Beatrice
"Kakak Ella!" kejut Beatrice
"Yo Tricey" Savella melambaikan tangan nya
"Egh jangan memanggilku seperti itu kak Ella..." Beatrice malu
"Apakah hanya Areez yang boleh?" tanya Savella
"Tch bukan!"
"Santay dong mukamu merah banget tuh! hahaha"
"Ugh diamm, ngapain kak Ella kesini? nggak punya kerjaan kah? atau pihak gereja memecat kak Ella?"
"Apaan siapa yang berani memecat putri raja"
"Lalu ngapain disini?"
"Tidak apa sih hanya mengunjungi istana saja, pihak gereja lagi tidak membutuhkanku juga"
"Oh seharusnya kalau kak Ella lagi libur berarti pacar kak Ella juga sedang libur dong, dimana dia?"
"Sial siapa yang kau maksud pacarku Tricey?"
"Yang berambut hitam itu, orang yang tidak seperti Saint suci"
"Hahahah! maksudmu Ian? aku tau itu, dia memang tidak seperti seorang Saint. Pertama kali bertemu dengan nya pun aku tidak percaya"
"Ekhem ekhem. Bisakah tidak membicarakan orang di depan orang nya langsung?" seseorang menyela pembicaraan Beatrice dan Savella Orang berambut hitam dengan warna mata merah menyala datang tiba-tiba, ialah Ian Lagrange
"Fufufu aku pergi dulu kak Ella! selamat berkencan~" goda Beatrice lalu berlari dari sana
...----------------...
"Maryn! aku ingin tidur siang, tapi sebelum itu aku ingin mandi dulu agar bersih" perintah Beatrice
"Ehm baiklah tuan putri, akan saya siapkan air dan wewangian nya" jawab Maryn
Selang beberapa menit Beatrice telah keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian tidur yang tipis dan nyaman untuk tidur
"Maryn nyanyikan aku senandung tidur dong"
"Tuan putri anda bukanlah anak kecil lagi" Maryn bersweatdrop mendengar permintaan Beatrice
"Sekali ini saja Maryn ya ya ya!" rengek Beatrice
"Baiklah, tapi janji setelah ini harus tidur dan jangan mencomot coklat di dapur lagi saat tengah malam ya" ucap Maryn terkekeh sedangkan sang lawan bicara terdiam mendengar fakta yang keluar dari mulut dayang nya
Maryn membuka suara lembut nya dan mengelus pelan pucuk rambut Beatrice
"Pejam, pejamkan matamu
Aku di sini setia menjagamu
Hangatlah dalam dekapanku
Dan senandungkan lagu tuk dirimu
Dan lelap, lelaplah tidurmu
Kan ku selimuti hingga kau bermimpi
Di sana terukir indah mahligai kasih
Tak ternilai kata-kata
Abadilah cinta putih kita"
Perlahan-lahan sang pendengar memejamkan mata akibat alunan suara lembut dari sang dayang, tak heran Maryn terkenal di kalangan atas. Ialah penyanyi dari kerajaan Yanko yang terbuang...
......................
Sekeliling putih aku tak bisa melihat semua nya hanya terdengar suara grasak grusuk semacam alat rumah sakit, mungkin
"Kau telah tertidur terlalu lama"
"Seperti nya mimpimu benar-benar indah ya"
"Aku rindu ocehan jutekmu"
"Seperti nya kau telah lelah mendengar suara berisik kelas ya, tapi jabgan begini juga cara nya... Kembalilah Tracey!"
...Apa itu?!...
......................