How To Survive As The Villainess

How To Survive As The Villainess
Chapter 5 : Basement Penjara Istana



Beatrice kini sungguh bosan. Setelah sarapan pagi tadi Beatrice langsung kembali lagi ke kamar dan membaringkan tubuh nya di kasur tercinta nya tanpa Areez di samping nya, kata nya Areez sedang latihan pedang dengan prajurit bayaran nya


"Maryn..." panggil Beatrice


"Ya, tuan putri?" sahut Maryn


"Ayo kita minum teh bersama di taman bunga yang di buatkan yang mulia permaisuri untukku!" ucap Beatrice


"H-hah?! s-sejak kapan yang mulia permaisuri memberi anda taman bunga?" kaget Maryn


"Beberapa hari yang lalu, tiba-tiba dia memberiku taman bunga kata nya buat minum teh atau mencari angin"


"Seperti nya yang mulia permaisuri tertarik dengan anda deh!"


"Siapa yang tahu Maryn, kehidupan dalam istana itu rumit"



Beatrice tak henti-henti membuka mulut nya yang menandakan ia kagum


"Ini lebih dari ekspektasi ku Maryn! aku tak bisa berkata-kata lagi taman bunga ini sungguh cantik!!! aku harus mengunjungi ibu setelah ini" ucap Beatrice girang


"Haha, baiklah-baiklah jangan lari-lari seperti itu tuan putri nanti anda bisa terjatuh" ucap Maryn memerintah


Brughh!!


"Ow sudah kubilang kan tuan putri"


"Puftt, rasa bunga nya manis!"


"Hah tuan putri jangan di makan! ayo cepat buang-buang"


"Haha, aku jadi seperti anak-anak"


"Apa maksud anda? anda kan emang anak-anak"


"Huh ah? 12 tahun itu sudah remaja kok!"


"Pfft, terserahmu saja tuan putri, omong-omong Pelayan tolong siapkan makanan nya!"


.............


"Hahh kenyangg! aku bosan sekalii!"


"Tuan putri mau ku kasih tahu satu rahasia tidak?"


"Humph? apa itu?"


Maryn mendekatkan wajah nya ketelinga ku dan membisikkan sesuatu "Di basement penjara adalah tempat latihan yang mulia pangeran berlatih dengan prajurit bayaran nya"


"Ayo tunjukkan jalan nya Maryn, kita kesana!" Beatrice langsung menarik tangan Maryn dan berlari ke arah penjara istana


"Omong-omong kenapa Maryn bisa tau tentang itu?"


"Ah itu...kekasihku adalah prajurit bayaran nya yang mulia pangeran"


"Hehe, dia cukup tampan baik dan bertanggung jawab"


"Ohh begitu ya, tidak seperti Areez" ucap Beatrice yang menimbulkan suara kekehan dari mulut Maryn


...----------------



...


"Benar yang ini? seram sekali pintu nya" ucap Beatrice...Maryn menganggukan kepala


Kriett


Whushh


Takk


Seseorang ingin memukul Beatrice dari pintu, namun dengan sigap Maryn mencegah tangan orang itu


"Tricey?" panggil Areez yang entah siapa


"Tricey?" Beatrice mengulangi perkataan nya


"Ah maksudku Beatrice, apa yang kau lakukan di sini? Maryn kau memberitahu nya?" tanya Areez


"B-benar, maafkan aku yang mulia pangeran. Hanya saja seperti nya tuan putri sungguh bosan dan mungkin dia tidak akan bosan lagi kalau bersama anda" jawab Maryn


"Hah apaan sih, pikiran dari mana itu" Areez menunjukkan datface


"Sudahlah tidak apa, aku ingin melihat apa yang kau lakukan" Beatrice menyela, Areez menjawab dengan deheman dan menepuk bangku yang ada di sebelah nya, menyuruh Beatrice duduk di sana


Maryn dan 3 prajurit bayaran yang ada di ruangan hanya bisa bersweat drop melihat tingkah laku bucin kedua bocah itu


...----------------...


Sekarang ini jam 12 siang pekerjaan Areez sudah selesai dengan Maryn dan 3 parujurit bayaran nya yang setia di sana dan tentu saja istri nya ikut di sana, Beatrice sudah bangun dari tidur nya


"Akhir nya kau bangun juga, pundakku sudah sakit buatmu" ucap Areez


"Oh maaf aku seperti sangat kecapekan tadi" ucap Beatrice yang malu karna tertidur di pundak Areez tanpa sadar


"Ekhem...bisakah jangan sekedar menganggap kami angin lewat saja?" ucap salah prajurit bayaran Areez


"Dia siapa?" tanya Beatrice dengan tatapan merendah


"Apa? tentu saja dia prajurit bayaranku nama nya Leonhart, dia itu kekasih nya pelayan kesayangan mu tuh" jawab Areez


"Sebenarnya aku tidak bertanya, tapi tidak apa. Kalau begitu yang 2 lagi itu siapa?


"Ah itu Andre, terus yang sebelah nya adalah Jack. Sudah kan? ayo kita pulang ke istana" ucap Areez lalu menarik tangan Beatrice begitu saja


Dan lagi-lagi keempat orang kepercayaan mereka berdua hanya bisa melihat kebucinan mereka