How To Survive As The Villainess

How To Survive As The Villainess
Chapter 21 : Melepasmu




Bulan menampakkan diri, bersinar terang mengarah istana Shonnet. Kedua pasangan suami istri muda itu seperti biasa bersantai di balkon menikmati angin sejuk sebelum tidur


"Tricey, kau tau..." Areez bertanya namun di sela oleh sang puan dengan cepat


"Tidak tau dan tidak mau tau" balas Beatrice menjengkelkan


Sang tuan yang kesal pun sedikit memukul kepala puan nya


"Ya kau tau, besok aku akan pergi ke medan perang kan. Jadi, kau tidak mau mengucapkan sampai jumpa sebelum aku meninggalkanmu?" ujar Areez lanjut bertanya, sang pendengar hanya membentuk mulut nya dengan abjad setelah N dan sebelum P, singkat nya Beatrice ber oh ria saja


"Berhenti bereaksi seperti itu sialan!" kesal Areez


"Hahh...baiklah selamat menikmati peperanganmu, semoga selamat sampai tujuan" ucap Beatrice membuat emosi Areez semakin naik


"Kau nampak seperti tidak menerima kenyataan ya, aku ini akan berperang bukan bermain, pantaskah kau memberikan kata-kata "Selamat menikmati peperanganmu", kau mengatakan itu seperti "Selamat bermain ya!". Kau ini kenapa sih" Areez kelewat kesal dengan perkataan Beatrice seharian ini


"Tidak bisakah kau di sini saja?" Beatrice bertanya sembari menunduk


"Tidak memungkinkan, aku tetap harus perg. Aku pasti akan kembali secepat ny, akan ku selesaikan dalam beberapa bulan saja"jawab Areez


"Itu termasuk lama!" kesal Beatrice


"Aku ikut saja bagaimana?" lanjut Beatrice bertanya


"Kau mau mati? kau saja tak bisa bela diri!" ejek Areez


"Aku bisa menggunakan sihir!"


"Tidak perlu, sudah ada pihak gereja yang ikut"


"Tch, baiklah!" kata-kata terakhir Beatrice sebelum memasuki kamar


Namun pergelengan tangan Beatrice di tarik oleh Areez membuat sang puan menubruk tuan


"Ciuman?" ucap Areez tiba-tiba


"Apa?! t-tidak aku masih ingin mulutku suci!" Beatrice kaget menutup mulut nya


"Karna setelah ini aku langsung ke ruang kerja lagi, lalu esok nya pergi ke medan perang. Siapa yang tau aku tewas di tengah medan perang?" balas Areez tanpa dosa


"Kenapa kau berkata seperti itu!" kesal Beatrice memukul dada bidang Areez


"Ayolahh~" goda Areez


"...Sekali ini saja" ucap Beatrice di iringi dengan rona merah di sekujur pipi nya


Sedikit meninjit akibat perbedaan tinggi badan yang lumayan jauh, Beatrice melilitkan tangan nya di leher Areez. Menutup mata perlahan dan


Cup


Benda kenyal itu saling menaut, Areez sedikit menekan tengkuk Beatrice memperdalam ciuman. Tak hanya sedetik, 5 detik di habiskan untuk berciuman


Melepas tautan bibir, deru nafas terdengar. Saling menatap lalu seperkian detik nya saling memeluk bak telettubies


"Apa?" tanya Areez


"Rasa nya aneh...g-geli" jawab Beatrice


"Lama-lama pasti akan terbiasa, omong-omong kau habis minum susu ya? kerasa di mulutmu" ucap Areez, Beatrice yang mendengar itu merona malu


"H-huh...Ayo selesaikan sesi peluk-pelukan ini! aku ingin tidur" ucap Beatrice lalu memaksa keluar dari dekapan Areez


Memasuki kamar lalu menutupi sekujur tubuh dengan selimut, Beatrice malu atas kejadian tadi


Areez yang mengerti itu membuka selimut yang menutupi wajah Beatrice


"Tunggu saja, pasti aku akan kembali dengan cepat" ujar Areez tersenyum manis


"Hem janji?" polos Beatrice


"Iya, janji" balas Areez lalu menautkan kelingking nya di kelingking Beatrice, terkekeh sebentar karna kelakuan mereka berdua yang seperti anak kecil. Beatrice perlahan menutup mata akibat pemandangan wajah suami nya, lalu terlelap di dunia fantasi yang ia buat sendiri. Areez mengecup dahi Beatrice sebentar sebelum beranjak dari sana


Dan tanpa di sadari Areez, Beatrice tersenyum kecil dalam tidur nya setelah di kecup ringan


...----------------...


Kota kekaisaran Castris ramai oleh sekumpulan makhluk hidup yang bersorak, sang pangeran dan antek antek nya jalan beriringan siap menghadapi lawan. Hari ini melepas kepergian pangeran dan prajurit


Areez menoleh ke arah balkon istana Dahlia, sang istri melihat nya dari kejauhan, tersenyum tulus yang hanya Areez yang dapat melihat


Areez menggerakkan mulut nya tanpa bersuara bak bisu, ia mengucapkan kata dalam diam "Tunggu aku ya, jangan berselingkuh. Paham?"


Nampak seperti mengerti apa yang di ucapkan, Beatrice tertawa lalu menunjukkan jari jempol nya, kemudian menggerakkan mulut nya tanpa bersuara juga "Hehe. Tentu aku akan menunggumu, Aku paham"


Seperti telepati, kedua pasutri itu saling tertawa lalu seperkian detik nya tersenyum dan di antara kedua nya pergi melewati gerbang kota kekaisaran Castris


...----------------...


...𝑶𝒉-𝑶𝒉,𝑶𝒐𝒉-𝑶𝒉,𝑶𝒉-𝑶𝒉,𝑶𝒐𝒉-𝑶𝒉...


...𝑰 𝑪𝒂𝒏'𝒕 𝑹𝒆𝒎𝒆𝒎𝒃𝒆𝒓 𝑻𝒐 𝑭𝒐𝒓𝒈𝒆𝒕 𝒀𝒐𝒖...


...𝑶𝒉-𝑶𝒉,𝑶𝒐𝒉-𝑶𝒉,𝑶𝒉-𝑶𝒉,𝑶𝒐𝒉-𝑶𝒉...


...𝑰 𝑲𝒆𝒆𝒑 𝑭𝒐𝒓𝒈𝒆𝒕𝒊𝒏𝒈 𝑰 𝑺𝒉𝒐𝒖𝒍𝒅 𝑳𝒆𝒕 𝒀𝒐𝒖 𝑮𝒐...


...𝑩𝒖𝒕 𝑾𝒉𝒆𝒏 𝒀𝒐𝒖 𝑳𝒐𝒐𝒌 𝑨𝒕 𝑴𝒆...


...𝑻𝒉𝒆 𝑶𝒏𝒍𝒚 𝑴𝒆𝒎𝒐𝒓𝒚...


...𝑰𝒔 𝑼𝒔 𝑲𝒊𝒔𝒔𝒊𝒏𝒈 𝑰𝒏 𝑻𝒉𝒆 𝑴𝒐𝒐𝒏𝒍𝒊𝒈𝒉𝒕...


...𝑶𝒉-𝑶𝒉,𝑶𝒐𝒉-𝑶𝒉,𝑶𝒉-𝑶𝒉,𝑶𝒐𝒉-𝑶𝒉...


...𝑰 𝑪𝒂𝒏'𝒕 𝑹𝒆𝒎𝒆𝒎𝒃𝒆𝒓 𝑻𝒐 𝑭𝒐𝒓𝒈𝒆𝒕 𝒀𝒐𝒖...


-Can't Remember To Forget You (Shakira ft.Rihanna)