
Tak ada yang menarik untuk dipikirkan sekarang, Beatrice hanya duduk di ladang bunga sambil meretapi nasib nya yang tiba-tiba masuk ke novel The Lovely Girl Dia nampak sungguh menyesal akibat menghina novel itu
"Tuan putri" Maryn memanggil
"Hng? Ada apa?" Beatrice menjawab
"Kenapa anda belakangan ini sungguh menjadi diam, aku bukan bermaksud menghina namun setelah 1 minggu pernikahan tuan putri dan yang mulia pangeran, anda menjadi lebih diam dan jarang mengunjungi yang mulia pangeran" Tanya Maryn
"Kelihatan banget ya?" Tanya Beatrice balik
"Kalo tidak kelihatan maka aku tidak akan bertanya tentang itu tuan putri" Maryn menjawab sambil bersweatdrop
"Aku hanya memikirkan sesuatu saja" Jawab Beatrice menampilkan senyum sendu
"Lagi-lagi anda menjawab seperti itu, memang nya apa sih yang anda pikirkan?"
"Kau penasaran banget sih, sudahlah ayo kita kembali ke istana"
Beatrice dan Maryn pun melangkahkan kaki dari ladang bunga itu sambil Maryn tetap mengoceh kepada Beatrice
Setelah makan siang kini Beatrice duduk mengarah ke kota kekaisaran Castris sembari menikmati semilir angin dengan di temani Leon atau Leonhart,Leon menggantikan kekasih nya (Maryn) untuk menjaga tuan putri karna dia harus mencari baju untuk ulang tahun yang mulia permaisuri
"Hey Leon, bagaimana jika kita ke kota kekaisaran Castris?" Ajak Beatrice
"Hah? anda ingin melakukan apa? nanti bisa-bisa aku di marahi oleh yang mulia pangeran, tuan putri!" tidak setuju Leon
"Aku hanya ingin jalan-jalan, Ayolah Leon! jika tidak aku tidak akan merestuimu dan menikahi Maryn saja!"
"Apa? maka aku akan mengadukan anda ke yang mulia pangeran!"
"Sial! adukan saja, memang nya aku tidak boleh menikahi Maryn! aku akan membunuh mu sebelum kau memberitahu ke Areez..." senyum jahat Beatrice
"Jangan menunjukkan senyuman mengerikan seperti itu tuan putri, anda itu adalah istri pangeran dan putri kekaisaran Castris anda harus tetap anggun dan berwibawa"
"Huh iya iya, ayo pergi!"
Whushh
"Ahhhh!!! tuan putri kau gila!!!" teriak Leon akibat ulah Beatrice, setelah Beatrice mengatakan itu ia langsung menarik Leon dan lompat dari balkon istana Shonnet
"Kita terbang!" girang Beatrice
"Kita bukan terbang tapi terjatuh tuan putri!" ucap Leon ketika tanah sudah tak jauh lagi dari mereka, tinggal siap-siap kaki mereka hancur berkeping-keping
Srakk
Namun hanya 5 cm lagi Beatrice dan Leon tinggal nama, sudah terlebih dahulu dua orang menangkap mereka menggunakan sihir
"Kenapa lagi-lagi ada saja orang bodoh di setiap kekaisaran Castris, Ella?" ucap orang berjubah putih kepada orang yang berpakaian sama namun berbeda kelamin
"Kau mengejek kekaisaranku sialan! ayo pergi" ucap wanita berjubah putih
"Tuan Saint! Nona Saintess! ayo cepat-cepat hari ini adalah hari ibadah"
"Baiklah!, lain kali jangan macam-macam lagi ya, adik ipar!" ucap wanita berjubah putih itu lalu berjalan meninggalkan kami sembari menghisap paip atau yang bisa di sebut sebagai rokok
"A-dik ipar? siapa yang dia maksud? Leon?" bingung Beatrice
"Hah? Maryn tidak mempunyai kakak apalagi kakak yang bergelar Saintess" jawab Leon
"Aku ingin jalan-jalan"
"Baiklah,aku ingin menenangkan diri dari kejadian yang tadi dulu"
"Oke aku pergi dulu Leon!" ucap Beatrice lalu berlari cepat
"Jangan jauh-jauh!"
...----------------...
Banyak yang Beatrice lakukan seperti membeli makanan, hiasan, dan menonton pengamen sampai ia lupa waktu. Langit telah berubah menjadi jingga, seharusnya Beatrice telah berkeliling beberapa jam, tidak heran karna kota kekaisaran Castris itu besar
"Ugh bagaimana inj, mana aku tidak tau jalan lagi..." resah Beatrice akibat ulah nya sendiri, mana Leon tidak mencari nya
"P-pasti Areez akan mencariku kan, aku ingin pulang"
#Disisi lain
"Leon. Aku tidak melihat Beatrice setelah makan siang ini kemana dia? bukan nya Maryn memintamu untuk menjaga nya? apakah Maryn sudah kembali?" Areez bertanya bertuntun seperti kereta membuat lawan bicara nya agak tertekan namun milidetik setelah nya Leon menampilkan wajah panik
"Y-yang mulia pangeran! tuan putri!!!" ucap Leon gagap membuat semua orang yang ada di basement penjara ikut panik apalagi Maryn yang adalah dayang Beatrice
"Hahh?!!" semua orang terkejut hanya Areez yang tidak terkejut, namun dia langsung keluar dari basement penjara untuk mencari keberadaan Beatrice
Langit mulai menggelap bulan hampir tiba untuk bergantian dengan matahari untuk menyinari bumi, Areez berlari dengan cepat di susul dengan pengawal nya lalu berpencar
Sampai ia terpengarah ke gang kecil dan seolah-olah di tarik kesana
"Tricey!" Areez menemukan Beatrice dan langsung memeluknya
"Oh? pangeran, aku kira kau tidak akan mencariku" ucap Beatrice sembari membalas pelukan Areez
"Ayo kita pulang ke istana, sebentar lagi acara ulang tahun ibu akan segera di mulai"
"Ehm baik"
Mereka pulang sembari bergandengan tangan
----------------
Malam benar-benar tiba, aula istana Dahlia sungguh ramai dengan orang-orang kalangan atas untuk merayakan ulang tahun yang mulia permaisuri
Beatrice hanya menyesap minuman wine milik nya, usia nya memang belum legal namun hanya mencicip dikit itu tidak masalah bukan lagian hanya 1 gelas kurang
Tak
Seseorang merampas wine milik Beatrice dengan tidak ramah
"Jangan meminum wine, umurmu belum cukup Tricey!" Areez berbicara
"Uhm hanya sedikit" balas Beatrice sambil memutar bola mata nya
"Tch, daripada meminum-minum seperti itu dan membosankan mending melakukan hal yang lain"
"Seperti apa?"
"Ingin berdansa untuk satu lagu?" ajak Areez sembari mengulurkan tangan nya dan membawa Beatrice ke tengah-tengah aula
"Dengan senang hati" jawab Beatrice
"Omong-omong aku tidak bisa berdansa Areez" ucap Beatrice merasa bersalah menerima ajakannya
"Tidak apa-apa, aku akan membantumu berdansa" balas Areez dengan sedikit senyuman hangat yang tampak dilihat dari dekat saja
Alunan lagu dimulai gerakan mereka menyesuaikan dengan lagu, berputar kesana kemari membuat gaun milik Beatrice mengembang dan terombang-ambing. Orang-orang yang melihat ikut gemas sendiri akibat ulah kedua pasutri bocah itu, tak berselang lama lagu itu pun selesai bersamaan dansa mereka yang selesai
Baru saja Beatrice ingin duduk pergelangan tangan nya sudah ditarik duluan oleh Areez menuju balkon
"Kenapa kau menarikku kesini? aku ingin duduk kaki ku kesleo" rengek Beatrice
"Sebentar saja" ucap Areez dan menyelipkan cincin tiba-tiba ke jari Beatrice
"Dengan begini tidak ada serangga-serangga yang bisa mendekatimu dan kita akan terhubung selamanya, dan ini adalah tanda jika kau hanya milik pangeran Areez" ucap Areez dengan senyuman yang paling tulus yang belum pernah ia tunjukkan sebelum nya
"Kau! membuatku malu saja" Beatrice menutupi muka nya akibat malu
"Pfft, berjanjilah kita akan bersama untuk selama nya, baik?"
"Hem baiklah!"
Dengan begitu Beatrice dan Areez menautkan jari kelingking mereka dengan bersamaan sebagai janji bersama
...----------------...
"Hemm aku mulai sedikit tertarik dengan anak dari keluarga Countessa itu" ucap ibu Areez atau tidak bukan dan tidak lain lagi adalah Ivella De Castris, Permaisuri kekiasaran Castris
"Benarkan! dia cantik dan lucu sekali!" ucap orang di sebelah nya
"Hem lain kali kau harus berkenalan dengan adik ipar mu Savella"
"Hem baiklah ibu..."
......................
...Beatrice 12 Y.O Pov End...