How To Survive As The Villainess

How To Survive As The Villainess
Chapter 16 : Penyihir Menara




Srak Srak


Beatrice berjalan di rerumputan tanpa menggunakan alas dan tanpa di temani pengawal ataupun Maryn, ia bersantai diam-diam pada dini hari jam 12 malam ini. Berjalan menuju pohon Sakura yang ada di luar istana Shonnet namun tak lumayan jauh jadi cepat kesana tanpa bantuan transportasi.



Pohon Sakura yang indah dan bersinar terang membuat warna pink nya terlarut di cahaya itu, Pohon Sakura itu ada di tengah-tengah danau air bening yang rendah dan bisa di injak semau pun tanpa takut tenggelam, danau itu memantulkan wujud pohon Sakura dan Bulan malam ini. Terlihat sangat indah dan cantik


Splash


Beatrice melompat ke arah danau itu sehingga air nya terciprat keatas dan membuat gaun tidur Beatrice basah, Beatrice lanjut berjalan sesampai di pohon Sakura itu. Menyentuh halus batang pohon itu dan menyerap sejuk nya angin, membuat Beatrice tenang dan duduk di sana


Berniat menutup mata sebentar, tak hanya 5 menit ada seorang penganggu yang menganggu Beatrice bertenang diri


"Hey, tak baik lho malam-malam begini duduk di bawah pohon, itu bisa membuat mu sesak nafas" ucap orang yang sedari tadi duduk di rantai pohon yang tanpa di sadari oleh Beatrice karna rambut nya yang juga berwarna putih dan bersinar


"Siapa kau? kenapa bisa ada di sana tiba-tiba?" tanya Beatrice kaget akibat kemunculan nya yang tiba-tiba


"Aku sudah ada di sini duluan, kau siapa? kenapa bisa ada di tempat persembunyianku?" tanya nya balik tanpa menjawab pertanyaan pertama Beatrice


"Kau tidak perlu tau, kau juga tidak menjawab" ujar Beatrice membalas perlakuan orang itu


"Tch berani juga kau kepadaku" ucap orang itu terkekeh


"Kenapa aku harus takut? aku juga salah satu orang yang mempunyai kasta tertinggi di kekaisaran ini" bangga Beatrice berkacak pinggang


"Ah, tentu paras mu tak asing. Ternyata engkaulah tuan putri Beatrice De Castris ya" ucap nya menekan saat menyebut nama Beatrice


"Aku? Aku adalah penyihir menara yang terhormat, aku bahkan bisa membuat mu tunduk tanpa memandang takhta" ucap nya dengan nada mengidintimidasi


"Khaiz Dhaval!" batin Beatrice panik karna orang yang di hadapan nya bukanlah orang yang sembarang


"Benar. Itu aku" ucap Khaiz tersenyum seolah-olah ia bisa membaca pikiran Beatrice


"Tunggu, kau bisa membaca pikiranku?" tanya Beatrice memasang wajah bingung yang lumayan lucu


"Benar dan hanya "Beatrice" yang bisa ku baca pikiran nya, ada apa?" ucap nya tetap tersenyum dengan aura yang dingin


"Beatrice? Beatrice yang asli..." gumam Beatrice sangat kecil dan pelan sehingga siapapun tak dapat mendengar nya


"Tch sialan. Sudah kuduga! Pantas saja yang satu ini berbeda dan paling bercahaya pada malam hari, lagian mana mungkin ada pohon Sakura di kerajaan-kerajaan yang nampak nya ada di Eropa Eropa begini" ucap Beatrice mengepalkan tangan, Khaiz yang mendengar hanya terkekeh


"Hey! Besok malam kita bertemu lagi, jangan kabur kau! Awas saja" ucap Beatrice lalu berlari dari sana


Khaiz melihat dari jauh punggung Beatrice yang perlahan lahan menghilang, tanpa ia sadari mengulurkan tangan nya berusaha menggapai Beatrice


................


Beatrice sampai dengan selamat tanpa ketahuan oleh penjaga istana maupun Areez, suami nya ini tertidur pulas tanpa gangguan


Beatrice masih berpikir tentang Khaiz, apakah Beatrice yang asli mempunyai hubungan dengan Khaiz? perkataan nya tadi membuat curiga


...----------------...