How To Survive As The Villainess

How To Survive As The Villainess
Chapter 9 : Belajar Berdansa Bersama Permaisuri?




"2 Minggu lagi adalah debutante mu lho tuan putri, tidak mau belajar berdansa kah?" ucap Maryn


"H-hah?! aku saja baru ingat Maryn! Untunglah kau memberi tahu ku" kaget Beatrice


"Gimana ini Maryn? aku kan tak bisa berdansa, mana belum memilih gaun lagi" panik Beatrice karna semua nya belum tersiapkan


"Ayo tuan putri kita ke istana Dahlia, kita butuh bantuan yang mulia permaisuri" ucap Maryn lalu menarik pergelangan tangan Beatrice, sedangkan Beatrice yang di tarik hanya pasrah


#Istana Dahlia


"Ada apa kau datang kesini Tricey?, tidak biasa nya kau datang sepagi ini" tanya Ivella melihat Beatrice mendatangi nya


"I-ibu 2 Minggu lagi adalah debutante ku, aku belum belajar berdansa bagaimana ini? aku butuh bantuan ibu bolehkah aku meminjam guru penari yang ada di istana Dahlia?" pinta Beatrice dengan puppy eyes


"Kau tak perlu meminjam guru penari dari istana Dahlia, diriku pun bisa mengajari mu Tricey. Apakah kau lupa aku ini siapa?" ucap Ivella membanggakan diri


"Ahhhh benar juga! Ivella kan dulu nya penari dari Yaman, sialan kenapa aku lupa dengan itu" batin Beatrice


......................


"Jangan kaku, lemaskan saja kaki mu seperti biasa. Benar seperti itu lalu berputar, Pas! cukup latihan nya hari ini. Kau masih kaku nanti besok kita belajar lagi" ucap Ivella mengajari Beatrice


"Uweee kaki ku kesleo tadi saat berputar!!" ucap Beatrice


"Pfft kau lucu sekali ya Tricey, mau melakukan apalagi? bagaimana jika pilih baju?" tawar Ivella


Beatrice dan Ivella menaiki kereta kuda ke kota kekaisaran Castris untuk ke butik kalangan atas yang terkenal, butik milik Denise Hills


Kring


"Selamat datang di butik Denise! apa yang bisa ku bantu wahai yang mulia permaisuri dan tuan putri yang anggun ini?" ucap seorang wanita yang kemungkinan berumur 25 tahunan, yakni Denise sendiri


"Sebentar lagi adalah debutante Beatrice, ia belum memilih gaun apa yang akan ia pakai, ia merasa semua gaun yang ia punya tak cocok dengan diri nya. Gaun nya terlalu biasa dan gaya nya terlalu pasaran, kira-kira gaun apa yang akan cocok untuk melekat di tubuh mantuku ini Denise?" tanya Ivella


"Astaga kecantikan yang tiada tara ini! tentu saja ini adalah suatu alasan kenapa gaun yang tuan putri miliki tak cocok dengan tuan putri. Rambut pirang, kulit putih pucat, serta mata Violet itu sungguhlah perpaduan yang sempurna, seperti nya aku punya gaun yang sangat cocok dengan tuan putri, sebentar ya aku cek dulu" ucap Denise panjang lebar


"NAHH INI DIA!" teriak Denise yang membuat Beatrice dan Ivella terkejut


Denise mengepaskan gaun itu di tubuh Beatrice dengan cara menempelkan gaun nya di tubuh Beatrice


"Sungguh cocok! warna ungu adalah warna yang elegan dan mahal sungguh cocok dengan tuan putri yang anggun dan elegan, dengan sedikit pola bunga-bunga warna pink yang entahlah darimana asalnya ini membuat gaun ini menjadi sederhana tapi elegan, bahan nya juga tipis jadi nyaman di pakai, ini bisa dieratkan sesuka hati seerat hubungan kita hahaha!" ucap Denise panjang lebar dengan sedikit candaan


"Ah sebentar dulu aku ingin cari yang lain, kata nya tuan putri sebentar lagi debutante kan!" Denise kembali ke ruangan nya tak berselang lama lalu membawa gaun indah


"Ini dia! gaun ini cocok sekali untuk acara-acar besar sebesar rasa sayangku kepada nya!" lanjut Denise


"Memang orangnya periang begini ya" batin Beatrice


"Ya dia memang begini jadi maklumi saja" batin Ivella, entah bagaimana mereka bisa telepati secara tiba-tiba


Ya akhir nya Beatrice dan Ivella membeli gaun itu dan sempat berkeliling untuk mencari beberapa aksesoris nanti, sampai langit sudah mulai berwarna jingga mereka pun kembali ke istana