
Ia sudah pergi ke medan perang, istana Shonnet di landa oleh keheningan. Para pelayan-pelayan canggung antar sesama
Sang tuan putri telah kesepian, jika bertanya di mana kah Maryn? ia pun sekarang sedang sakit, tak terlihat beberapa hari yang di mana penyakit nya parah. Lalu dia mengundurkan diri dan beberapa waktu kemudian di pastikan akan tewas
Maryn lah pemecah suasana canggung ini, hanya saja sekarang ia tidak ada lagi, selain Maryn juga tidak ada lagi yang bisa membuat mood tuan putri mereka naik
...----------------...
..."1 Minggu Tanpa Diri Mu"...
Suara dentingan peralatan makan terdengar, wajah yang suram dan dapat membunuh orang jika di ganggu sedikit. Beatrice melahap daging steak dengan anggun namun mematikan
Tak!
Para pelayan sedikit terkejut akibat suara itu
"Aku sudah selesai, Aruni"
"Baiklah tuan putri, sekarang anda ingin melakukan apalagi?" tanya Aruni
"Ayo ke perpustakaan" jawab Beatrice
"Ingin membaca buku?" tanya Aruni sekali lagi dengan senyuman
"Tidak, mau merawat bunga" jawab Beatrice sembari memutar bola mata nya
"Ehhh kan kalo perpustakaan itu membaca buku tuan putri" balas Aruni polos
"Itu kau tau! kenapa kau masih bertanya lagi" ucap Beatrice kesal lalu menyentil dahi Aruni
"Ehee, baiklah ayo" ujar Aruni girang lalu berlari kecil mengikuti langkah tuan putri nya
[A/N: Aruni adalah seorang pelayan pengganti Maryn, ia juga lumayan dekat dengan Beatrice. Ia dulu nya bekerja di bagian dapur namun sekarang di tetapkan sebagai pelayan pribadi Beatrice]
...----------------...
..."1 Bulan Tanpa Diri Mu"...
Serasa hampa dunia ini, Beatrice beranjak dari kasur nya dan memasuki kamar mandi yang di mana para pelayan telah menunggu
Merendam sekujur tubuh nya dengan air hangat yang di tambahkan kelopak bunga mawar. Membuat sang tuan putri bak bidadari tanpa sayap
"Aku ingin jalan-jalan ke kota" ucap Beatrice
"Tak ada orang yang dapat menolak keinginan tuan putri, saya akan menyuruh kepala pelayan untuk menyiapkan kereta kuda" ucap Aruni membalas perkataan Beatrice
#Di Kota
"Aruni, kenapa butik Denise tutup?" tanya Beatrice bingung pasal nya butik milik Denise selalu tutup akhir-akhir ini
"Ahhh kata nya sih, nyona Hills sedang ada hubungan dengan duke Delga dari kerajaan Nefathar. Mungkin mereka sibuk berkencan atau menyiapkan pernikahan mereka" jawab Aruni
"Kau tau dari mana? dan kenapa tiba-tiba ia bisa punya hubungan dengan duke gila itu?" tanya Beatrice sekali lagi
"Ehm waktu kepasar itu aku kan berbincang dengan nyona Hills lalu ia mengatakan, ia sebentar lagi akan menikah dengan duke Delga dan menjadi duchess" jawab Aruni lagi
"Berarti dia akan pindah ke kerajaan Nefathar ya, ah atau mungkin dia sudah pindah ke kerajaan Nefathar" ucap Beatrice
"Ehm iya, sebenarnya setelah mengatakan itu nyonya Hills sudah siap-siap untuk ke kerajaan Nefathar" balas Aruni
"Hemm begitu ya, pantas saja di kota tidak ada tawa dari masyarakat-masyarakat kekaisaran Castris. Ternyata pelawak mereka sudah menempuh perjalanan hidup baru" gumam Beatrice yang masih dapat di dengar oleh Aruni. Aruni yang mendengar hanya tersenyum sedih, merasa iba kepada tuan putri nya yang kesepian
...----------------...
..."1 Tahun Tanpa Diri Mu"...
"Kau berbohong...padahal kau berucap akan menyelesaikan peperangan itu hanya dalam beberapa bulan" ucap Beatrice dengan mata yang berkaca-kaca menuju ke tengah hutan
"Padahal aku masih ingin melihat wajah mu untuk terakhir kali nya aku di dunia ini" lanjut nya
Kini, pohon sakura itu tampak lebih terang. Kekuatan nya telah kembali
"Uhm aku selalu siap" jawab Beatrice
"Aku jelaskan dulu tentang pohon ini. Ini adalah pohon dunia, kenapa dia kecil? nanti dia akan membesar pada waktu nya, dia baru saja mendapatkan kekuatan nya kembali maka nya ia sekarang lebih bersinar di bandingkan yang kemarin. Tapi jujur aku lebih suka yang kemarin" ucap Khaiz yang di tanggapi oleh Beatrice dengan pukulan
"Untuk kembali ke dunia mu, kau hanya perl-"
"Tricey!!!" seseorang berteriak dari kejauhan, itu Areez yang penampilan nya sudah berbeda sekali
"Areez? kenapa kau ada di sini" Beatrice berlari ke arah Areez yang langsung di sambut oleh pelukan erat
"Aku harus nya yang bertanya, kenapa kau ada di sini? bahkan bersama lelaki lain" tanya Areez
"Aku-" jeda sedikit mengambil kepercayaan agar Beatrice dapat mengatakan kebenaran
"Aku bukanlah Beatrice! namaku adalah Tracey Walts diri ku berasal dari dimensi yang berbeda di tahun 2014. Maaf telah berbohong kepada mu" ucap Beatrice- tidak, Tracey
Areez membulatkan mata nya lebar tak percaya "Kenapa? padahal kau telah membuat hidupku lebih ceria, tapi kau malah pergi. Aku tetap akan menerima mu sebagai Tracey" balas Areez
"Inilah yang tidak di inginkan Beatrice, kau egois...kau membukakan pintu kepada orang yang merasa kasihan kepada mu, namun kau menutup pintu nya ketika Beatrice berusaha mencintai mu dengan tulus" ucap Tracey menatap Areez rendah
"Kau hanya memperdulikan kasih sayang, memang benar semua orang dapat memberikanmu rasa sayang namun hanya sedikit orang yang dapat memberikanmu rasa cinta...ini lah alasan kenapa kau mau menerima Diana begitu saja, lalu mencampakkan Beatrice di depan umum" lanjut Tracey lalu melangkah ke depan pohon dunia kembali
"Baiklah, sudah selesai drama nya?" tanya Khaiz
"Sudah, ayo lakukan ini" balas Tracey
"Sentuh perlahan pohon dunia, dan katakan kau ingin kembali. Karna itu bersangkutan dengan ruang dan waktu, memungkinkan kau tak dapat mengingat semua karna ingatanmu yang bertabrakan dengan ingatan dirimu di dimensi lain. Maka dari itu setelah memasuki pintu pohon dunia kau harus mengingat nama mu, ingat ya nama asli mu...nama di mana engkau seharusnya berada. Setelah kau kembali ke dimensi mu lagi, pasti semua orang yang ada di sini akan melupakan tentang siapa diri mu, mau kau Beatrice atau Tracey" jelas Khaiz panjang lebar
Tracey yang paham telah mengulurkan tangan nya sedikit demi sedikit, setelah di rasa menyentuh Tracey langsung membuka suara "Aku ingin kembali-"
"Beatrice!!!" teriak Areez sembari berlari berusaha menggapai Tracey namun, nihil angin kosong lah yang menyambut nya, kini hanya dua orang yang sama-sama mencintai Beatrice lah yang menetap melihat jejak Tracey terakhir kali
...----------------...
Whushhh
Angin badai kencang menubruk tubuh Tracey, namun kaki nya tetap tegap. Banyak suara-suara aneh yang memasuki pendengaran Tracey ia pun hampir lupa apa yang di katakan oleh Khaiz akibat ingatan nya yang bertabrakan dengan ingatan diri nya yang lain
...----------------...
"Aku adalah...Tracey Walts!" Tracey berteriak begitu kencang membuat suara nya terpantul
Menakjubkan nya, angin badai kencang itu telah menghilang bersih tanpa bekas apapun bak tidak ada yang terjadi, namun ruang hampa tadi tergantikan dengan lautan yang terbentang luas dan memantulkan langit. Aneh nya Tracey tak tenggelam walau menyentuh air itu padahal Tracey melihat kebawah air nya sungguh dalam
Tiba tiba arah mata Tracey di paksa melihat ke depan
"Halte bus? tunggu itu! itu aku"
"Kenapa aku ada di halte bus?"
Gadis yang di yakini adalah diri nya 4 tahun lalu itu beranjak dari kursi lalu berjalan menunduk
"Tunggu apa yang kau lakukan?! ada truk di sana!!!"
Brak!!
Tracey membulatkan mata melihat diri nya sendiri yang menabrakkan diri ke truk yang lewat, darah berceceran sekumpulan manusia berbondong-bondong melihat, sebagian dari mereka berusaha menelpon ambulan
Tracey berjalan ke halte bus dan melihat gawai nya yang masih menyala, dan dia semakin kaget di mana tanggal hari itu adalah hari setelah ia membaca buku The Lovely Girl, siapa yang mengendalikan tubuh nya? jiwa nya telah masuk ke tubuh Beatrice, lalu siapa?
...----------------...
Tiba-tiba saja ia melihat kamar rumah sakit, melihat diri nya tertidur pulas di sana. Mengenaskan sekali diri nya
Berjalan ke arah tubuh nya sendiri lalu menyentuh dada bagian kiri tepat nya jantung berada. Perlahan lahan Tracey mengantuk dan menutup mata tanpa perizinan nya