How To Survive As The Villainess

How To Survive As The Villainess
Chapter 8 : Koma




Di ruangan putih seorang gadis genap 20 tahun sedang terbaring lemah di kasur empuk rumah sakit, memejamkan mata tak kuasa untuk terbangun akibat mimpi indah nya. Ialah Tracey Walt, sang tokoh utama dalam novel ini


"Kondisi nya semakin hari semakin turun entah apakah ia masih bisa hidup, koma nya mungkin juga akan terus berlanjut. Kemungkinan besar ia seperti orang-orang koma yang lain nya, terjebak dalam dunia dan dimensi lain" ucap dokter


"Padahal ini sudah 4 tahun, apakah dunia dalam mimpi mu itu benar-benar indah sampai-sampai kau tidak ingin bangun" ucap wanita paruh baya yang diyakini adalah ibu dari Tracey


"Maap aku mengatakan ini nyona Walt tapi, bisa saja jika dia di sana terlalu lama maka dia akan mati di sini"


sang pendengar langsung terduduk lemas di sana tak yakin dengan perkataan yang ia dengar barusan


Di balik pintu ruangan itu seorang laki-laki yang juga genap 20 tahun duduk terkulai lemas setelah menguping pembicaraan ibu dari sang teman dan dokter


...----------------...



"Bunga nya cantik..." ucap Beatrice dengan wajah yang tak dapat di jelaskan


"Kenapa, tuan putri?" tanya Maryn yang melihat wajah Beatrice


"Hem? ada apa Maryn?" tanya balik Beatrice yang pura-pura tidak tau


"Anda sungguh tak pintar menyembunyikan raut wajah ya, sehingga semua orang yang di dekat tuan putri bisa tau perasaan apa yang anda rasakan sekarang ini" Maryn berucap mengelus pipi Beatrice


"Aku tidak apa-apa, wajah ku memang seperti ini jika bosan..." ucap Beatrice berbohong lagi


"Hufft yasudah lah, aku juga mengetahui banyak hal tentang tuan putri itu juga tidak boleh, itu adalah privasi jadi aku akan memaklumi tuan putri. Tapi jika anda punya masalah dan tak ada tempat curhat maka aku akan bersedia menjadi tempat curhatan tuan putri" Maryn mengelus pucuk kepala Beatrice, tak heran Beatrice selalu nyaman dengan Maryn


Beatrice hanya mengangguk dan berjalan meninggalkan taman bunga


......................


#Kamar


Beatrice berbaring di kasur king size nya bersama Areez yang membelakangi nya, sambil menutupi wajah nya dengan tangan nya. Tanpa sadar menitikkan air mata


Sebenarnya Beatrice mendengar itu, mendengar percakapan di dunia asal nya dan mendengar pembicaraan sang ibu dan sang dokter. Hal itu makin membuat dia ragu apakah ia masih bisa hidup dan apakah ia akan terjebak selama nya di dunia ini


"Tidak bisa tidur ya?" ucap Areez di samping nya yang kini tak lagi membelakangi Beatrice


"Iya, aku tak mengantuk..." Beatrice menjawab


"Bohong banget, air mata mu mengenai bantalku tuh"


"H-huh?! a-aku tak sadar jika aku menangis tau! a-air mata nya keluar sendiri tuh!"


"Pfft ada masalah apa?" tanya Areez sembari menghapus liquid bening yang ada di sekeliling mata Beatrice


"Nanti kau tau sendiri jika permaisuri tidak menjanda lagi" ucap Beatrice


"Hahahah! kau ini, sudahlah ayo tidur jangan sampai kau ingin di nyanyikan senandung tidur lagi oleh Maryn. Kau bukan anak kecil lagi" Areez berucap lalu berbalik membelakangi Beatrice seperti semula


Sang puan pun ikut membelakangi nya dan perlahan-lahan terpejam. Dan akhir nya kedua pasutri itu tidur dengan tenang