How To Survive As The Villainess

How To Survive As The Villainess
Chapter 10 : Kisah Cinta Permaisuri Dan Kaisar?



Kini tinggal 1 setengah Minggu lagi menuju hari debutante Beatrice, ia masih belum bisa berdansa namun tetap berusaha. Permaisuri juga tak lelah mengajari Beatrice walau pun umur nya sudah tua


"Langkahkan kaki, berputar dan jangan injak kakiku" Ivella berucap sembari mengajari sang mantu nya, kaki nya terinjak injak terus kala belajar berdansa bersama Beatrice


"Maaf ibu...kaki ku tidak bisa di ajak kerja sama!" ucap Beatrice menggembungkan pipi kesal


"Huff tak apa, bukankah kau pernah berdansa bersama dengan Areez waktu ulang tahun ku waktu itu?" tanya Ivella


"Hem? benar, aku memang pernah berdansa dengan Areez waktu itu aku hanya mengikuti gerakan nya saja dan lancar-lancar saja tuh" jawab Beatrice


"Hah apakah ini kekuatan pasangan suami istri? tiba-tiba bisa begitu, kalian benaran cocok yah"


"Oh apa ini? apakah aku direstui oleh mertua ku hahahah"


"Pfft, baiklah baiklah ayo lanjutkan latihan mu"


"Bosan sekali, sambil mengobrol saja bagaimana"


"Hem? boleh, tapi jangan hilang fokus ya"


"Ehm baiklah, kalau gitu...aku ingin tau kisah cinta antara ibu dan yang mulia kaisar dong"


"Oh? kau anak yang penasaran tentang hidup orang lain ya...baiklah kalau begitu aku akan menceritakan bagaimana aku bisa menjadi seorang permaisuri kekaisaran Castris dan istri dari kaisar kekaisaran Castris"


...----------------...


...Ivella And Caesar Flashback...


...>Start<...


Malam itu di kota Yaman, seorang gadis genap 20 tahun sedang di kejar oleh sekelompok preman pasar ialah Ivella sang penari terkenal di kerajaan Yaman


"T-tolong jangan bunuh saya, saya akan melunasi hutang saya. Berikan saya waktu" Ivella memohon, ia membuat kesalahan pada waktu lampau membuat diri nya terjerat kedalam permasalahan preman pasar dan anak kecil pengangguran, ia menjadi seorang penari untuk mencari uang dan melunasi hutang nya


"Tak ada kata tolong! ini sudah beberapa tahun kau malah asik-asik melayani orang-orang di kota Yaman dasar wanita murahan!" sang ketua dari preman pasar itu berniat menancapkan parang nya ke tubuh Ivella namun


Srattt


Sekelompok preman pasar itu tiba-tiba kehilangan kepala mereka, kepala mereka dipenggal oleh seseorang di hadapan Ivella


"Hah?! S-siapa?" Ivella bukan nya merasa terselamatkan ia malah makin ketakutan


Orang dengan berambut hitam, mata nya yang berwarna biru muda itu dapat bercahaya dikegelapan dengan pedang berlambangkan kekaisaran Castris tak salah lagi


"Ialah Putra Mahkota Kekaisaran Castris! Caesar De Castris" batin Ivella


"Kau tidak apa-apa nona penari?" Caesar buka suara


Ivella hanya terdiam dan mengangguk saja, mulut nya tak kuasa terbuka di hadapan putra mahkota berdarah dingin dari kekaisaran Castris


"Kembalilah ke rumah mu, jangan berkeliaran lagi malam-malam. Tak baik seorang perempuan berkeliaran malam-malam" peringat Caesar


"T-terimakasih..." Ivella berterimakasih dan pergi dengan jalan biasa lalu beralih ke berlari


Selama beberapa hari Ivella berdiam diri di rumah seolah-olah benar-benar mengikuti perintah Caesar, padahal dia takut dengan Caesar. Kerajaan Yaman dan kekaisaran Castris sedang rapat, Kerajaan Yaman akan ada di bawah kendali kekaisaran Castris dengan begitu juga Ivella akan di bawa ke kaisaran Castris


Keesokan hari nya sekumpulan penari dari Yaman harus menari untuk acara keberhasilan kerajaan Yaman bekerja sama dengan kekaisaran Castris, termasuk Ivella


#Acara Keberhasilan


Ivella merasa tak nyaman, ia di pandang lekat-lekat oleh Caesar


Setalah sesi menari nari itu Ivella langsung saja keluar dari aula menuju balkon berusaha lepas dari penglihatan Caesar


"Apaan sih putra mahkota dari kekaisaran Castris itu, aku tak suka cara ia memandangku! gila apakah dia menganggapku wanita murahan ya" Ivella kesal sendiri akibat perlakuan Caesar kepada nya


"Mengejek orang di depan orang nya langsung itu sangatlah tidak baik lho nona penari" ucap orang dengan suara berat yang pasti nya Caesar


"Sialan kenapa kau mengikuti ku terus sih!" kesal Ivella


"Kenapa seorang wanita penari yang bahkan bukan seorang bangsawan ini berani sekali memanggilku dengan sebutan KAU" ucap Caesar tersenyum mengerikan


"Siapa yang peduli mau kau putra mahkota atau apapun itu, selagi kau membuat risih orang kau patut untuk di tegur!" ucap Ivella


"Nona penari bijak sekali, seperti nya kau cocok denganku bolehkah aku mengetahui nama mu?" tawar Caesar masih dengan senyuman di wajah nya


"Siapa yang mau dicocokkan dengan breng*sek seperti mu!"


"Perempuan cantik seperti mu tidak boleh berkata kasar" Caesar senyum sambil mengelus pipi Ivella


"Tcih modus sekali!" Ivella menepis tangan Caesar


"Kau semakin menarik deh, omong-omong kau harus membalas budi perbuatanku malam lalu"


"Apa? a-aku tidak ingat!"


"Jangan berpura pura nona Ivella" ucap Caesar menekan kata-kata sembari mencengkran dagu Ivella


Tak sempat Ivella berlari tubuh nya sudah di gendong bak karung beras oleh Caesar


...----------------...


"Sialan kau Caesar! kenapa tanganku erat sekali sih, lebay banget sih pakai tutup mata pula. Tidak kau beritahu juga aku tau jika sedang diculik dasar putra mahkota bajing- hmphh!!" tak sempat Ivella menyelesaikan perkataan nya mulut nya telah di sumpal duluan dengan kain bersamaan dengan itu penutup mata Ivella di buka perlahan. Sehingga Ivella bisa melihat orang di depan nya ini dengan jelas


"Paras mu saja yang cantik tapi tidak dengan mulutmu ya nona penari" ucap orang yang tak lain dan tak bukan Caesar


"Kau harus nya berterima kasih kepadaku, aku tidak membunuhmu dan hanya mengurungmu di kamar" lanjutnya


"Sudahlah tutup saja matamu, ini jam 1 dini hari kau harus beristirahat" Caesar menyentil dahi Ivella membuat yang di sentil mengernyitkan dahi namun bersamaan dengan itu Ivella tertidur


Beberapa hari berlalu Ivella tetap terkurung namun tangan nya sudah tidak terikat lagi dia bisa seenak nya berkeliaran di kamar, selama di kamar ia di beri makanan, pakaian dan tentu saja kamar mandi. Hanya saja yang ia kesali adalah ia harus sekamar bersama Caesar


"Sekarang ini jam 10 malam, tak biasa nya Caesar pulang larut" batin Ivella memikirkan Caesar


"Sialan! ngapain aku memikirkan si putra mahkota berdarah dingin dari kekaisaran Castris itu!" ucap Ivella sembari menampar diri nya sendiri


Kriett


"Oh! Caesar akhir nya kau pulang juga!" ucap Ivella


"Hm? ternyata kau menungguku ya" Caesar tersenyum mendengar perkataan Ivella, Ivella merona


"Hey, berbaringlah di kasur..." perintah Caesar tiba-tiba


"H-hah kenapa?" tanya Ivella, namun tak sempat di jawab Caesar mendorong Ivella sehingga tubuh nya ambruk ke kasur


"Seperti nya aku mabuk...untuk sekali ini saja bantu aku ya" ucap Caesar memelas


"Tidak, aku masih mau perawan!" teriak Ivella


"Janji deh nanti aku bertanggung jawab dan menikahimu setelah ini" ucap Caesar enteng


"Mudah sekali kau bilang begitu" Ivella memukul pundak Caesar kesal


"Kau banyak omong, aku akan mulai kegiatan ini jadi siap-siap untuk teriak malam ini" smirk Caesar


...Ivella And Caesar Flashback...


...>End<...


...----------------...


"Jadi begitulah bagaimana aku bisa menjadi istri si baji*ngan itu dan lahirlah kakak iparmu" ucap Ivella


"A-aneh, tapi mungkinkah yang mulia kaisar dari pertama kali bertemu dengan ibu sudah tertarik duluan. Ibu tau kan...seperti cinta pada pandangan pertama!" ucap Beatrice


"Sudahlah jangan membahas itu lagi, nanti dia tidak tenang diatas sana hahahah!" ucap Ivella


Lalu latihan berdansa itu selesai dengan cerita panjang lebar oleh permaisuri


...----------------...


...[Omake]...


"Aku pengen anak laki-laki deh"


Dughh!


"Yang ada di perutku saja belum lahir kau sudah minta anak laki-laki pula sialan!"


......................


...Introducing Emperor Of Castris Empire...



Name:Caesar De Castris


Age:20 Y.O [Past], 46 Y.O [Now]


Skin:White (Beige)


Hair:Straight, Black


Eyes:Light Blue


Height:182 Cm


Weight:53 Kg


Status:Crown Prince Of Castris Empire [Past], Emperor Of Castris Empire [Now], Dead💀