
Seperti yang di janjikan Beatrice kepada Khaiz, ia akan datang pada jam 12 dini hari lagi untuk menemui dan membahas sesuatu. Namun sang suami yang tak lain dan tak bukan lah Areez merengek untuk di temani
Sang suami sedang demam
"Areez istirahat lah di sini minum dan obat nya bilang saja ke pelayan, aku harus mencari angin dulu. Kau tahu kan aku orang nya tak bisa tidur jika tidak menyejukkan diri dan melihat bulan pada malam hari" ucap Beatrice mengelus kepala Areez yang bersuhu di atas rata-rata yang menandakan panas
"Bohong, kau kemarin kan pergi keluar istana Shonnet" ucap Areez dengan wajah yang kesal
"Kau bertemu dengan siapa?" lanjut nya bertanya, yang di ajak bicara merasa seperti terciduk padahal tidak
"Aku sungguh hanya mencari angin, dan tak sengaja bertemu dengan nya" jawab Beatrice
" "Dengan Nya"? Siapa?" tanya Areez mengintrogasi
"Hey sudahlah kau tidak perlu tahu, ini adalah urusan wanita yang penting" ucap Beatrice bohong lalu berjalan keluar dari kamar
"Hey tunggu!" ucap Areez yang terdengar Beatrice sebelum keluar kamar
...----------------...
Beatrice melompati pagar balkon istana Shonnet dan mendarat di pembatas istana Shonnet dengan lingkungan luar, ia lompat sekali lagi untuk menyentuh tanah
Lalu berjalan ke dalam hutan gelap nan luas, menghidupkan penerangan nya menggunakan sihir penerang yang di ajarkan oleh kakak ipar nya, Savella.
Berjalan pelan mengarah ke dalam hutan, tanpa takut Beatrice hanya menunjukkan wajah datar. Pikiran yang bercampur aduk dan tak dapat di jelaskan
Seketika menjadi orang yang diam layak nya robot penuh penyesalan kehidupan
Beatrice merasakan itu teori teori bermunculan dalam isi otak nya, apakah sepatah kata yang akan di ucapkan Khaiz setelah dia sampai
Berjalan tanpa tahu arah akibat menengok ke bawah namun tetap sampai ke tempat Pohon Sakura itu, akses ke Pohon Sakura ada di seluruh penjuru hutan ini asalkan tetap berjalan ke tengah
Cahaya kuning dari Pohon Sakura perlahan terang namun ukuran nya kecil, mata Khaiz bersinar terang di bawah Pohon Sakura itu. Nyata nya warna mata Khaiz lebih terang dari Pohon Sakura dan masa depan kalian
"Kau datang, lama sekali" ucap nya tersenyum
"Sialan, ternyata kau tidak beda jauh dengan Areez" ucap Beatrice kesal sembari berjalan ke Pohon Sakura
Menendang keras batang Pohon Sakura membuat yang ada di atas sana terjatuh
Bruk!
"Gadis sialan apa yang kau lakukan! Kau ingin kubunuh?!" kesal Khaiz memukul kepala Beatrice
"Uh, lagian juga batang indah ini tak perlu di naiki oleh penyihir menara kegelapan" ucap Beatrice
"Tch, baiklah. Apa yang ingin kau bicarakan denganku" tanya Khaiz
"Kenapa kau harus tahu?"
"Bukan kah kau tahu jika aku bukan Beatrice, seharusnya kau juga tahu kenapa aku bisa ada di sini"
"Aku memang tau tentang kau bukan Beatrice, tapi aku tak tau kenapa kau tiba-tiba bisa masuk ke dalam tubuh Beatrice"
"Sialan, aku perlu kembali ke dunia ku"
"Kenapa? bukankah kau masih bisa di sini bersama pangeran manja mu itu"
"T-tidak aku harus kembali, tubuh ini bukan hak ku"
"Kau tidak perlu, lagian juga Beatrice Countessa telah mati bunuh diri beberapa jam setelah pernikahan nya dengan pangeran manja itu, menggunakan racun berdosis tinggi" ucap Khaiz santai padahal sang lawan bicara terkejut setengah mati
"Apa?! Itu tidak mungkin, bukankah Beatrice menyukai Areez mana mungkin dia bunuh diri" kaget Beatrice
"Sialan! Jangan sebut nama pangeran manja itu! Beatrice tak pernah menyukai nya. Beatrice hanya milikku dia telah terikat denganku tak ada yang bisa merebutnya dariku sekalipun engkau yang memiliki jiwa yang sama dengan nya!" murka Khaiz tiba-tiba
"Tunggu apa!? bisa ulangi perkataanmu yang setelah kau bilang kau terikat dengan Beatrice?" tanya Beatrice
"Sekalipun engkau yang memiliki jiwa yang sama dengan nya?" jawab Khaiz
"Itu dia! Pasti karna itu aku dapat masuk ke dalam tubuh Beatrice" ucap Beatrice
"Kan emang benar" ujar Khaiz yang membuat Beatrice kesal
"Kata mu kau tidak tau kenapa aku bisa masuk kedalam tubuh Beatice!"
"Kan kau bilang kenapa ada di sini bukan kenapa ada di tubuh Beatrice, lagian juga kalau kau kesini aku tidak tau tapi jika masuk ke dalam tubuh Beatrice memang alasan nya begitu"
"Sialan juga penyihir menara yang satu ini"
Khaiz hanya membalas dengan senyuman psikopat
Hening melanda beberapa menit sebelum Beatrice membuka suara
"Aku heran deh, kenapa kau dan Ian sangat keterbalikkan dengan peran kalian. Padahal Ian adalah saint tapi penampilan nya menunjukkan dia sebagai penyihir menara kegelapan, kau juga penyihir menara tapi lebih cocok jadi saint" ucap Beatrice tak berniat bertanya namun sang pendengar merespon perkataan itu
"Aku bertukar kekuatan dengan Ian, aku tidak ingin menjadi orang yang terkekang oleh pihak gereja. Aku ingin bebas dan menjadi penjahat yang di hormati. Ian pun sebalik nya" jawab Khaiz, Beatrice hanya menyimak dengan tenang
"Hanya Beatrice lah yang mendukungku mau di kehidupan sebelum nya maupun kehidupan sekarang dia selalu menyamangatiku, satu-satu nya orang yang mendorongku untuk berusaha. Ia membantu ke mencari informasi tentang Ian dia bilang mungkin menggunakan cara bertukar kekuatan akan membuat bertukar peran juga. Dan itu berhasil kami berdua dinobatkan ulang karna bantuan Beatrice, aku berjanji kepada nya jika dia telah besar nanti aku akan menjadikan nya nona penyihir...Tapi belum sempat ia tumbuh besar diri nya meninggalkanku dengan pangeran baji*ngan itu!" lanjut nya panjang lebar
"Dan bahkan ujung-ujung nya ia berselingkuh dengan gadis adopsian keluarga Baron Hovelly" Beatrice memotong sekaligus melanjutkan perkataan Khaiz
"Aku akan membantu mu kembali ke dunia mu, mungkin aku akan mencari sesuatu yang dapat digunakan untuk menerobos ruang dan waktu. Kau tetaplah satu jiwa dengan orang yang kusukai walau yang satu ini agak lain jadi aku akan bersimpati pada mu" ucap Khaiz
"Mungkin aku akan mengurungkan tanda terimakasih ku akibat perkataan mu di akhir, dan juga kau belum menemukan sesuatu yang dapat mengembalikanku ke dunia asalku. Siapa yang tau ternyata kau tidak menemukan nya" Beatrice berucap dengan senyuman kesal
"Yah doakan saja, aku pergi dulu!" ujar Khaiz tiba-tiba dan melayang cepat ke atas yang membuat Beatrice ternganga sendirian tanpa pendamping Ia pun ikut meninggalkan tempat itu dan menggunakan sihir penerang seperti semula ia masuk ke hutan ini
...----------------...