
Semilir angin yang sejuk menyentuh permukaan kulit halus milik Beatrice, duduk bersandar di bawah pohon besar berwarna merah jambu dan bersinar terang
"Ngapain kau berada di sini?" tanya seorang laki-laki berambut putih yang di yakini adalah Khaiz
"Tidak apa apa, sedang menikmati hari libur saja. Bosan sekali, Areez sibuk jadi tak bisa menemaniku" jawab Beatrice dengan wajah murung
Khaiz memutar bola mata nya jengkel "Kau nampak nya hanya menjadikan Areez pelampiasan ya" ujar Khaiz yang berpikir tidak-tidak, pasal nya Beatrice hanya bermanja manja kepada Areez saat bosan dan resah saja
Beatrice menyintil dahi Khaiz kesal karna mulut Khaiz yang menyebalkan "Jangan berkata yang tidak tidak ya sialan!" ujar Beatrice kesal
Hening melanda setelah percakapan yang baru saja di bicarakan, menikmati waktu sendiri namun keheningan di halang oleh suara perempuan dari belakang pohon
"Hei penyihir gila kenapa kau berbicara send-" henti wanita yang di temui oleh Beatrice kemarin, Beatrix.
"Kenapa dia ada di sini?!" tanya Beatrix kepada Khaiz karna kaget
"Memang nya tidak boleh?" yang bukan di tanya malah menjawab dengan polos
"Apa?! tunggu, t-tidak! Maksudku bukankah biasa nya kau datang pada dini hari, dan sekarang kau datang pada jam jam segini? ini baru jam 9" ucap Beatrix panjang lebar, entah apa yang di permasalahkan
"Baiklah aku akan kembali" jawab Beatrice dengan muka yang sok tak suka
"H-hey a-aku tidak bermaksud untuk mengusirmu sialan!" panggil Beatrix ketika melihat Beatrice beranjak dari duduk santai nya dan melangkahkan kaki nya dari sana
"Tch tentu aku tau kau adalah putri kekaisaran Castris! Yang mulia putri terhormat" balas Beatrix dengan nada tertekan karna emosi nya yang meluap
"Kau salah! aku adalah istri dari pangeran Areez, calon putri mahkota kekaisaran Castris, serta calon ratu kekaisaran Castris di masa depan nanti" jawab Beatrice dengan sombong nya sembari menunjuk diri nya dengan telapak tangan nya, kedua orang di hadapan nya yang melihat itu hanya dapat bersweat drop dengan tingkah laku tuan putri mereka
Cukup dengan tingkah laku kekanak-kanakkan mereka, Beatrice kembali lagi ke bawah dahan pohon dan duduk kembali
"Tapi, kau kenapa ada di sini Beatrix? aku tak pernah melihat mu pada malam hari" tanya Beatrice bingung
"Tentu saja karna kau datang ke sini pada dini hari, sedangkan aku datang kesini pada jam 7 malam sampai 10 malam. Waktu nya berbeda 2 sampai 3 jam lebih" jawab Beatrix
Beatrix mengeluarkan isi tas yang ia bawa, terdapat benda bulat berwarna merah yang bernama Apel itu terlihat dari genggaman Beatrix
"Kalian mau?" tanya Beatrix polos
"Seperti nya kau benar-benar suka dengan buah Apel ya" Beatrice berujar yang di angguki Khaiz
"Yah tentu aku suka, satu-satu nya makanan yang membuatku bertahan hidup" jawab Beatrix dengan menggenggam erat buah Apel itu
"Terlihat perjuangan yang sangat keras ya" ucap Khaiz terkekeh mengejek, Beatrix yang melihat itupun langsung memukul Khaiz
"Aku kembali ke istana dulu, seperti nya Areez telah kembali" ujar Beatrice lalu beranjak dan berlari kecil dari sana