How To Survive As The Villainess

How To Survive As The Villainess
Chapter 11 : Hanya Malam Biasa




Beatrice menikmati pemandangan bulan dan bintang di malam hari, ketika ia tidak bisa tidur maka ia akan melihat bulan dan bintang


Tukk


Beatrice terjengit kaget, sangking santai nya ia melihat pemandangan sampai lupa jika suami nya sedang bersama nya


Areez menolehkan kepala nya dan membuka suara "Sudah selesai belum bersantai nya? aku lelah menemani mu" dengan mata yang terlihat kantuk


"Ehm, sudah selesai ayo masuk kedalam" Beatrice berkata


Brak!!


Beatrice tiba-tiba berdiri, membuat kepala Areez yang bersandar di pundak nya terjatuh dan mengenai kursi


"Ah, maaf aku lupa dengan kepalamu" Beatrice berucap enteng tanpa dosa


"Sialan kau, bisa bisa nya kau berkata tanpa merasa bersalah" kesal Areez


"Memang bukan salahku kok" ucap Beatrice lalu berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu kamar membuat Areez menubruk pintu kamar


...----------------...


Dengkuran halus terdengar di kamar kedua pasutri ini namun sang puan tetap tak terlelap seperti biasa nya. Betarice menyentuh pelan Areez, berniat membangunkan nya sebentar saja


Tak mendengar sahutan dari orang yang di bangunkan Beatrice mencoba membangunkan nya lagi dan buka suara


"Areez.." panggil Beatrice dan mengguncang guncang tubuh Areez


Areez menepis tangan Beatrice dan bertanya "Kenapa lagi? ini sudah malan Tricey..."


"Uhm kau mau menemani ku latihan berdansa tidak?"


"Tidak, aku ingin tidur"


"Aku butuh pasangan tau!"


"Baiklah baiklah, ayo cepat aku sudah lelah dan ngantuk sekali" ucap Areez beranjak dari kasur nya lalu menarik pergalangan tangan Beatrice menuju balkon


"Tch santai dong, pergelangan tanganku sakit tau" kesal Beatrice kepada Areez


"Sebentar lagi debutante mu ya?" tanya Areez sembari menggerakan kaki dan memegang tangan Beatrice


"Aku terlalu sibuk jadi tidak tau tentang itu, maaf..."


"Semua nya sudah siap?" tanya Areez


"Sudah, kata nya ibu yang akan mengatur acara nya" jawab Beatrice


"Nanti kau harus datang ya, aku ingin kau menjadi orang yang pertama berdansa denganku" lanjut Beatrice


"Akan ku usahakan kalau tidak sibuk" ucap Areez


"Sial seperti nya aku harus memenggal kepala para petinggi kekaisaran" gumam Beatrice yang masih dapat di dengar oleh Areez


"Kenapa kau malah jadi seperti diriku?!" bingung Areez dengan tingkah laku istri nya


"Hem tidak apa apa... Kenapa ya kalau berdansa denganmu aku dengan lancar nya bisa begitu saja" bingung Beatrice namun beberapa detik setelah itu ia tak sengaja menginjak kaki Areez


"Seperti nya kau terlalu percaya diri mengucapkan perkataan itu sampai-sampai tuhan menyesal memberikan keuntungan untuk mu" ucap Areez sembari menunjukkan wajah yang seperti menahan sakit


"J-jangan berlebihan, aku sedang tidak memakai high heels jadi mana mungkin kaki mu sesakit itu!" malu Beatrice karna tingkat kepercayaan diri nya


"Aku tidak berlebihan, mungkinkah kaki mu terbuat dari batu bata? aku jadi takut berdansa dengan mu ketika kau memakai high heels" ucap Areez membayangkan


"H-hei jangan seperti itu" ucap Beatrice kesal dan memukul kepala Areez


"Ayolah yang benar latihan nya, hentikan membahas tentang kaki ku!" lanjut nya


"Sudahlah ngapain juga, palingan nanti kau bisa sendiri kalau bersama ku nanti" hela nafas Areez


"Kan jika ada orang yang mau mengajakku berdansa" bangga Beatrice


"Akan kubunuh mereka duluan sebelum membuka suara di hadapan mu" ucap Areez dingin


"K-kalau begitu biar tidak memalukan ku ketika berdansa dengan mu, bagaimana jika aku tak sengaja menginjak kaki mu lagi?" ucap Beatrice


"Jangan membahas itu, aku jadi takut" ucap Areez sok takut membuat Beatrice kesal dan memukul kepala nya lagi


......................


5 Menit telah berlalu setelah pembicaraan terakhir, Areez berniat menyudahi nya. Sudah jam 10 malam di mana semua orang harus tidur


Beatrice dan Areez kembali berbaring ke kasur memeluk sesama lain, pasangan yang indah walau trial...