How To Survive As The Villainess

How To Survive As The Villainess
Chapter 18 : Panti Asuhan




Kehidupan yang membosankan terus berlanjut di dunia yang sedang di tempati oleh Beatrice ini, jarang kata seru Beatrice ucapkan selama ia masuk ke dunia novel klise yang ia baca


Beatrice beranjak dari kasur yang hanya ia tiduri sendiri, sang suami telah pergi lebih dulu dari kamar.


Ruang makan sepi, hanya dentingan peralatan makan yang terdengar. Para pelayan-pelayan enggan menganggu acara makan-makan sang tuan putri


Maryn merasa suasana suram, mencoba membisikkan sesuatu ke majikan nya    "Yang mulia tuan putri...yang mulia saintess Savella ingin pergi ke desa untuk melihat panti asuhan lho, anda tidak mau ikut?" Maryn berbisik dengan suara lembut, yang mendengar hanya terdiam dan hilang dalam beberapa detik


#Gereja Kekaisaran Castris



Beatrice berjalan pelan dan diam memasuki gereja, prajurit prajurit menunduk hormat kepada nya. Tak melihat sang kakak ipar Beatrice langsung bertanya "Dimana kak Ella?" tanya Beatrice datar


"Ah anu tuan putri, yang mulia Savella belum datang kemungkinan ia akan datang sebentar lagi" jawab salah satu dari mereka


Beatrice membuka pintu gereja mengarah keluar menunggu kedatangan sang kakak ipar tercinta, baru saja ia melangkahkan satu kaki ada saja kereta kuda yang melaju cepat dan berakhir oleng lalu terjatuh, orang yang ada di dalam kereta kuda itu keluar


"Yo! maaf aku telat, ada halangan tadi. Ada apa wahai adik ipar tercintaku ini kemari?" tanya Savella, yang baru saja keluar dari kereta kuda dengan santai walau badan nya penuh dengan lecet


"A...aku rindu pada kak Ella!" rengek Beatrice lalu berlari ke arah Savella dan beralih memeluk nya


Bersamaan dengan sesi pelukan antara Beatrice dan Savella, satu orang lagi keluar dari kereta kuda yang baru saja di naiki Savella


"Tch, jangan langsung menerobos dan mengambil alih kemudi Savella!" marah orang yang bersama Savella dalam perjalanan yang tak lain dan tak bukan Ian


"K-kalian pergi bersama? D-dalam satu kereta kuda?" tanya Beatrice dengan nada kaget


"Iya ada apa?" tanya Savella santai


"B-beneran pacaran?!" kaget Beatrice


"H-hah?! Apa-apaan!!! Mana mungkin aku mau dengan ini anak!" kesal Savella berujar dengan nada ngegas namun pipi nya merona


"Hem benar juga, pasal nya kak Ella adalah seorang saintess tapi ia suka merokok, tidak anggun, suka semena-mena, bahkan kemunculan nya juga selalu mengangetkan orang dengan cara yang tidak ramah seperti hal yang terjadi beberapa menit yang lalu" lanjut Beatrice dengan gaya berpikir padahal tidak


"Kenapa kalian malah mengkroyok ku dengan kata hinaan kalian!" kesal Savella


"Sudahlah! ayo cepat masuk Ella" Ian berucap lalu menarik pergelangan tangan Savella, Beatrice yang melihat itu hanya bersweatdrop melihat tingkah laku kedua calon pasangan itu


...----------------...


Benar yang di katakan Maryn, Savella memang ke desa untuk memberi berkat kepada anak-anak panti asuhan. Namun kenapa Ian selalu mengikuti nya?! kan Beatrice ingin berduaan dengan kakak ipar tercinta nya. Pikir Beatrice


Beatrice memukul kepala Ian sedikit keras dan berkata "Kenapa kau selalu nemplok dan nempel dengan kak Ella sih! Bukan nya kau harus nya bekerja di gereja sana?!" ujar Beatrice


"Memang nya kenapa? itu terserah ku!" balas Ian. Memang Ian tidak pernah akur dengan kedua iparan ini


"Sudahlah jangan beradu mulut terus, aku pusing mendengar nya" ucap Savella malas, nampak nya ia juga lelah


#Sesampai nya di desa


#Panti Asuhan


Anak anak berlari mendekat kepada Savella berniat memeluk nya, Beatrice tersenyum tulus dari jauh melihat interaksi antara kakak ipar nya dengan anak anak yatim piatu


Fakta nya kakak ipar nya memang sangatlah baik, tak heran dia di pilih sebagai Saintess walau sedikit lain dengan saintess saintess pada umum nya


..........


Siang hampir menyambut hari Minggu ini. Tak menyia-nyiakan waktu, Beatrice berjalan-jalan sebentar karna sudah lama tak jalan-jalan apalagi melihat desa seperti ini


Berjalan sebentar saja membuat Beatrice bertemu dengan pohon besar yang memiliki ayunan tersangkut di dahan nya,mendekati perlahan akibat seseorang berjubah yang ada di ayunan itu. Tak lucu juga ia mati karna serangan jantung akibat melihat hantu


Baru saja Beatrice ingin menepuk bahu orang yang berjubah ia telah menolehkan kepala nya duluan               Beatrice terbelalak melihat paras sang orang berjubah, tak sempai ia membuka suara nya orang itu telah pergi duluan.