How To Survive As The Villainess

How To Survive As The Villainess
Chapter 23 : Akhir Dari Kisah



Tracey membuka mata perlahan, di sambut oleh cahaya terang. Mengubah posisi menjadi duduk melihat sekeliling, ruangan yang bernuansa putih dan bau obat-obatan yang menyengat, infus yang masih menempel di tangan


Pintu putih itu terbuka menampilkan perawat yang bekerja di rumah sakit, membulatkan mata melihat sosok yang terlelap bertahun-tahun telah membuka mata


"Dokter!!!" perawat itu berteriak berlari kesana kemari mencari dokter yang mengobati sang pasien


Dokter dan beberapa perawat memasuki ruangan yang di tempati Tracey, sang dokter pun ikut terkejut melihat Tracey. Tracey hanya menatap polos beberapa orang di sana bak tak terjadi apa-apa. Sang dokter mendekat lalu bertanya "Apa kah ada yang sakit, nona Walts?" tanya dokter itu mengecek keadaan Tracey


"E-eh, hanya pusing sedikit" jawab Tracey kebingungan


Benar, dia lupa semua kejadian yang telah terjadi di dunia novel The Lovely Princess begitupun dengan orang-orang yang ada di dalam novel. Tidak ada Beatrice Countessa ataupun Beatrice De Castris. Novel itu seperti tak pernah ada, dilupakan akibat zaman yang terus berjalan tertimbun dengan novel online


"Hanya pusing saja, Nona Walts?" tanya dokter sekali lagi


"Iya hanya pusing tidak ada yang lain" jawab Tracey


"Baguslah tidak ada kendala yang lain, saya akan memanggil orang tua anda dulu ya" ucap dokter itu, sang pendengar hanya mengangguk


...----------------...


"Tracey!" seorang wanita yang cukup berumur berlari ke arah Tracey lalu memeluk nya erat, air mata mengalir deras membuat Tracey yang melihat itu ikut menitikkan air mata


"H-hiks...ibu, aku merindukan ibu" Tracey membalas pelukan ibu nya dengan erat


"Ibu kira kau tidak akan bangun lagi, ibu khawatir kau sudah koma 8 tahun lebih. Bahkan dokter pun bilang tak ada harapan" ujar ibu Tracey


"Benarkah? selama itu?" tanya Tracey tak percaya


"Kenapa ibu harus berbohong padamu? kau ingin tau ini tanggal berapa? ini tanggal 12 Juli 2022" ucap ibu Tracey


"Ternyata selama itu, pasti kota Chicago sekarang sudah benar-benar berubah" gumam Tracey yang masih dapat ibu nya dengar


"Hem benar, tunggu kau sudah dapat berjalan ibu akan menyuruh Alvaro untuk mengajakmu jalan. Kalau sekarang kau kan tidak bisa berjalan karna tubuh mu yang masih melemah habis bangun dari tidur lama, nanti juga otot otot kakimu terkejut akibat dipaksakan bergerak" ucap ibu Tracey


...----------------...


Terlihat seorang wanita berumur 20 an ke atas duduk di taman rumah sakit, kepala nya masih saja sakit entah memikirkan apa


"Tuan Jun! tuan Jun beneran nolak kencan buta itu? kalau anda menerima nya pasti perusahaan kita semakin terkenal lho bos" suara seorang lelaki menggelegar di lobby rumah sakit


"Bisakah kau tidak teriak, aku sudah kaya tidak perlu bekerja sama dengan orang lain lagi"


"Bagaimana jika bangkrut"


"Kau mau mati ya berbicara seperti itu!"


"Beneran nolak nih? padahal dia cantik dan artis papan atas"


"Tidak, sudah ada yang aku cintai sekarang ini"


"Siapa?"


"Orang yang akan ku kunjungi sekarang ini"


Tracey menoleh ke arah sekumpulan makhluk hidup itu, apa yang mereka lihat? seorang lelaki keluar dari dari kumpulan manusia itu, bersinar bagaikan mentari tampang dan pakaian nya yang tidak sederhana membuat orang tau jika dia bukanlah rakyat jelata


Lelaki itu berlari ke arah Tracey, entah apa niat nya


"Tracey!" ia memeluk erat Tracey


"Kau siapa?" tanya Tracey polos bak orang amnesia


"Kau? lupa ingatan?! Tracey ini aku teman sebangkumu waktu SMA, aku Alvaro Jun, yang sering kau panggil Varo" ucap Alvaro panik


"Oh! kau Varo yang sering membanting tas itu ya!" ucap Tracey girang


"Ahahah benar" Alvaro menggenggam tangan Tracey "Tracey ayo berkencan" ucap nya tersenyum, semburat merah terlihat di sekujur pipi gembul milik Tracey ia mengangguk pelan


...----------------



...


"Cuaca nya cerah sekali, mataku tak sanggup melihat" ucap Tracey berbicara sendiri


"Hem ayo masuk ke mobilku, panas jika berdiri lama-lama di sini" ucap Alvaro lalu menggandeng tangan Tracey



Tracey membuka mulut nya besar akibat kaget dengan pemandangan di depan nya


"Ini beneran mobil mu? kau mencuri ya?" tanya Tracey


"Kenapa aku harus mencuri? ayo masuk saja" Alvaro mendorong Tracey masuk kedalam mobil di samping pengemudi


Brak!


"Mau kemana?" tanya Alvaro


"A-aku tidak tau, tapi kau benar-benar ingin mengajakku berkencan dengan berpakaian seperti ini? aku yakin 100% kau akan di anggap orang yang berusaha membawa pasien rumah sakit kabur" ucap Tracey berdatface


Alvaro membalas dengan datface juga lalu mengeluarkan baju dari kolong mobil lalu memberikannya kepada Tracey


"Baiklah, lalu alas kaki? kau tidak sadar aku berjalan daritadi tidak memakai alas kaki?" tanya Tracey sekali lagi, sang lawan bicara langsung membuka kolong mobil sekali lagi lalu memberikan sepatu. Bagaimana itu bisa muat, dan kenapa tiba-tiba ada baju dan sepatu di sana?


"Apalagi? cepat pakai" suruh Alvaro


"Kau ingin melihat aku ganti pakaian?" tanya Tracey sweat drop, sang tuan pun langsung keluar dari mobil lalu membanting pintu mobil, menutup muka nya yang merah dengan telapak tangan




...[Tracey Outfits]...


...----------------...


"Kau cantik ya" gumam Alvaro yang masih dapat di dengar


"Terimakasih kau juga semakin tampan sampai-sampai aku lupa dengan wajahmu waktu SMA" balas Tracey


"Aku juga heran padahal kau tertidur bertahun tahun tapi malah semakin cantik" ucap Alvaro membalas perkataan Tracey


"Omong-omong apa pekerjaan mu? seperti nya kau sangat kaya" tanya Tracey


"Aku yaa, hanya seorang direktur muda" ucap Alvaro


"Ah- aku ingin terkejut tapi aku teringat fakta bahwa kau adalah anak konglomerat" ucap Tracey tertekan mempunyai teman kaya seperti Alvaro


Alvaro berbelok ke toko cincin sembari menarik pergelangan tangan Tracey


"Aku mau lihat-lihat dulu boleh?" tanya Alvaro ke wanita kasir


"Tentu" jawab wanita itu


Alvaro memasangkan cincin itu ke jari Tracey dengan perlahan


"Cocok gak?" tanya Alvaro ke Tracey


"Ah iya, bagus" jawab Tracey seadanya


"Baiklah, saya bungkus yang ini"


Lalu mereka keluar dari toko cincin itu


"Itu buat siapa? kau mau menikah dengan siapa?" tanya Tracey


"Tracey Walts" jawab Alvaro, Tracey yang mendengar itu berhenti berjalan dan merona


"Kyaaa!" teriak Tracey namun kedap akibat tertutup oleh tangan nya


"Kenapa? ayo berdiri jangan memalu-malukan ku, seorang calon istri direktur tak boleh merakyat" ucap Alvaro menarik tangan Tracey lagi


"Kau mau membuat ku mati? aku baru saja bangun dari koma dan tiba-tiba kau melamarku, itu membuatku jantungan" ucap Tracey malu


"Kenapa memangnya? daripada ku pendam bertahun-tahun aku tidak mau kehilanganmu lagi, kenapa kau lama sekali tertidur aku jadi tak bisa melamarmu! tapi untung saja karna koma inipun saingan ku jadi berkurang" balas Alvaro tersenyum menyentuh pipi Tracey


"Kau mau kan menjadi pendampingku, Tracey?" tanya Alvaro tersenyum tulus, Tracey dengan berkaca-kaca menjawab iya dan memeluk Alvaro dengan erat


...----------------...


"Di hadapan imam dan para saksi saya, Alvaro Jun, menyatakan dengan tulus ikhlas, bahwa, Tracey Walts. Saya memilih engkau menjadi istri saya. Saya berjanji setia kepadamu dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit, dan saya mau mencintai dan menghormati engkau seumur hidup.” - Alvaro



...----------------...


...>Introduction<...



Name:Tracey Walts - Tracey Jun


Age:24 Y.O


Skin:Pale White (Ivory)


Hair:Straight, Charcoal


Eyes:Apphire


Height:164 Cm


Weight:45 Kg


Status:The Main Character, Miss Jun Family



Name:Alvaro Jun


Age:25 Y.O


Skin :White (Beige)


Hair:Curly, Black Chestnut


Eyes:Black Ban


Height:182 Cm


Weight:51 Kg


Status:Director Of Jun Company


...----------------...


"Dengan begini berakhir sudah kisah mereka, kini tinggal menyaksikan kisah baru" Seorang berambut putih berucap, menoleh kebelakang. Tunggu dia melihat apa? melihatmu?



"Terimakasih, sudah setia bersamaku..."


Tak!