How To Survive As The Villainess

How To Survive As The Villainess
Chapter 14 : Debutante




Grasak Grusuk terdengar di istana Shonnet, pelayan-pelayan wanita berlari kesana kemari sembari membawa perlengkapan untuk tuan putri mereka yang dalam beberapa jam akan ber debutante


"Tuan Putri!" Pelayan berteriak membangunkan Beatrice, namun Beatrice tak kunjung bangun


"Hey Maryn sedari tadi Tuan Putri tidak mau bangun! Pakai cara apa nih?" tanya Pelayan itu ke Maryn sembari berteriak karna jarak pelayan dengan Maryn lumayan jauh


"Sebentar! Aku akan kesana!" Maryn menjawab


Maryn menarik nafas dalam dalam di samping Beatrice lalu


"TUAN PUTRIII!!!" Maryn berteriak keras membuat suara nya menggelegar sampai keluar istana Shonnet


Beatrice yang mendengar itu reflek membuka mata nya dan terjatuh dari kasur akibat terlonjak kaget


"Akh! Ada apa Maryn!" tanya Beatrice dengan nada ketus


"Tch Tuan Putri jika anda tidak ingin debutante ngomong dong jangan diam saia" Maryn ikut kesal sendiri dengan tingkah laku Beatrice yang semakin hari semakin melunjak


"Ah! Aku lupa hari ini adalah hari debutante ku! Ayo cepat siap-siap!" teriak Beatrice panik sembari menarik rambut nya


Beatrice sedang berendam di bath up mewah dengan kedua mentimun di mata nya, pelayan tetap sibuk sana sini seperti mencari sisir, menambahkan kelopak bunga, sabun maupun lain-lain


"Aghh tambahkan kelopak bunga mawar nya, ini kurang! Kita harus membuat tuan putri yang tercantik di istana utama nanti karna tuan putri adalah tokoh utama nya sekarang" Maryn berucap sembari kesana kemari mencari sisir


Pelayan-pelayan menyisiri rambut Beatrice yang panjang dan ikal serta basah yang membuat susah di sisir


"Akhh rambutku! santai saja menyisiri nya!" teriak Beatrice kesakitan


1 Setengah Jam berlalu tinggal mencari-cari aksesoris lain


"Tuan Putri ayo pakai anting-anting nya!" ucap pelayan


"H-hah? Aku tidak suka memakai anting-anting! singkirkan benda keramat itu" Beatrice berlari


"Sial. Maryn tuan putri kabur tidak mau memakai anting-anting nya!" adu pelayan itu


Maryn yang mendengar itu langsung menatap nyalang lorong istana


Seperti di kejar hantu, Beatrice ketakutan setengah mati dengan aura Maryn yang membara di sekitar nya. Beatrice melihat 3 prajurit bayaran milik Areez yang tak lain dan tak bukan adalah Leon, Jack dan Andre ia bersembunyi di balik punggung Andre


"Andre gigit Maryn!" tunjuk Beatrice ke Maryn


"Hah! Apaan bocah biadab ini" Leon tak terima lalu memukul kepala Beatrice


"Sialan kau Leon! Singkirkan benda yang ada di tangan kekasihmu!" Beatrice ketakutan melihat anting-anting itu


"Ah...Maryn seperti nya tuan putri tak ingin memakai anting-anting, mungkin ia tak nyaman jadi jangan di paksakan" ucap Andre membela Beatrice, sedangkan yang di bela hanya menjulurkan lidah nya ke Maryn


"Ugh yasudah ayo!" ucap Maryn menarik Beatrice menjauh dari mereka


Tak Tak Tak


Suara sepatu hak tinggi itu nyaring, sang pemakai berharap tak kesleo ataupun jatuh nanti


Beatrice menuruni tangga istana Shonnet menuju Areez yang telah menunggu. Setelah ada di hadapan Areez, Beatrice menutup mulut nya kaget


"Kau...hari ini tampan sekali, tapi hari hari lain nya juga kau tetap tampan" Beatrice memuji Areez sembari memegang pundak nya dan menangis sok kagum, Areez yang nendengar itu hanya membelalakkan mata nya sedikit Areez mengulurkan tangan nya kepada Beatrice, Beatrice pun dengan senang hati menerima uluran tangan nya memasuki kereta kuda


"Kau juga cantik sekali hari ini" gumam Areez pelan membuat Beatrice tak mendengar gumaman nya


...----------------...


"Tuan Putri Beatrice De Castris Memasuki Ruangan!" teriak penjaga membuat suara nya menggelegar di aula istana Veldivanty



"Kenapa nama ku di sebutkan pakai marga De Castris?" tanya Beatrice bisik ke Areez


"Ingat, setelah kau memasuki istana Veldivanty beberapa menit yang lalu kau telah resmi menjadi anggota kerajaan dan berhak memakai marga De Castris" jawab Areez bisik


Mereka berdua menuruni tangga aula dan menuju lantai dansa. Jantung Beatrice sudah panik takut memalukan keluarga kerajaan,apalagi ia tau sang mertua dan kakak ipar nya memandangi nya


Kedua pasutri itu melangkahkan kaki beriringan berputar-putar di lantai dansa penampakan itu membuat orang-orang yang melihat nya sungguh gemas kepada kedua pasutri di hadapan mereka


"Aku merasakan deja vu!!!" batin Beatrice


Sibuk berbicara dalam hati sehingga Beatrice tak melihat langkah nya dan meninjak kaki Areez


"Akhhhh!!!" Beatrice berteriak dalam hati


"Ah ternyata ketakutan ku menjadi kenyataan" ucap Areez berbisik


"Jangan mengejek!" ucap Beatrice bisik


Agak lama berdiam daripada di curigai Areez memutar badan Beatrice dan mengangkat nya tinggi-tinggi


Tak sampai 10 detik Areez telah menurunkan Beatrice, padahal ia masih ingin terbang. Pikir Beatrice


Sesi berdansa itu telah selesai, sekarang sesi berdansa anak-anak perempuan namun Beatrice tak ingin mengikuti sesi itu dan duduk di dekat Ivella dan Savella


"Lucu sekali kau meninjak kaki Areez! Lain kali injak keras-keras ya" ucap Savella tiba-tiba, Beatrice merona malu


"Tak ada perubahan, tapi selamat atas resmi nya menjadi anggota keluarga kerajaan. Tricey" ucap Ivella menepuk pundak Beatrice


Beberapa jam telah berlalu acara bubar, Beatrice kelelahan dengan acara ini tiba-tiba saja Areez muncul dari belakang Beatrice dan menggendong nya ala bridal style. Dan mereka pun kembali ke istana Shonnet


...[Omake]...


"Kaki ku bengkak karna memakai high heels itu, saat berjalan di depan pintu istana Veldivanty tadi aku kesleo sialan! malu sekali"


"Obati dulu agar bengkak nya tidak membesar"


"Aghh sakit gila!"


Cup!


"Ap-apa yang kau lakukan?!"


"Agar rasa sakit nya hilang"


...----------------...


...>Beatrice Outfit<...







...>Areez Outfit<



...