
Seorang pelayan memasuki ruang tamu istana, membisikkan perkataan kepada yang mulia permaisuri, Sang pendengar hanya menganggukkan kepala sebentar lalu mengucap sesuatu juga
Sementara itu di koridor istana Veldivanty
"Sialan! tidak usah menarik-narik tanganku, berani nya kalian memegang tangan seorang tuan putri!!!" sang gadis berteriak keras tak terima tangan nya ternodai, tak salah lagi itu adalah Beatrice
Suara keras nya melengking membuat yang ada di ruangan khusus tamu penting di istana Veldivanty dapat mendengar nya
Sang permaisuri dan pangeran hanya dapat menghela nafas kala menanggapi tingkah laku calon anggota kerajaan mereka di masa depan
"T-tuan putri jangan berteriak begitu...Suara anda keras sekali, ini bisa memalukan kita tuan putri" Maryn panik setelah mendengar suara Beatrice
"Tidak apa-apa! biarkan saja mereka mendengar agar mereka tidak mau mendudukkan pantat mereka di kursi ruang tamu lagi dan pergi dari sini!" Beatrice semakin menguatkan suara nya, Maryn dan penjaga istana yang ada di samping nya terjengit kaget mendengar suara tuan putri mereka
Kembali ke ruang tamu khusus tamu penting
"Ah...itu...tuan putri kalian ya? ah menakjubkan, berbeda dengan putri putri kerajaan kerajaan yang lain ya..." ucap seorang yang di yakini sebagai raja dari kerajaan Nefathar sembari tersenyum tertekan namun tetap manis
Brak!
"Huwaa tuan putri pintu nya jangan di tendang! pintu nya mahal! a-astaga apakah kau baik-baik saja pintu?" suara Maryn sedikit keras sangking kaget nya dengan perlakuan Beatrice kepada pintu mahal yang bahkan lebih mahal daripada harga diri wanita rendahan
Ivella yang melihat itu agak kesal namun ingin tertawa atas sifat lawak Beatrice, Areez hanya diam memandangi istri nya...mungkin ia terpana dengan kecantikan si gadis
Sedangkan Raja dan Duke dari kerajaan Nefathar hanya terkekeh pelan melihat Beatrice yang dapat di anggap muka nya yang imut akibat pipi yang menggembung dan tatapan nyalang yang sok
"Salam kenal kepada tuan putri kekaisaran Castris, saya Yersha Al Nefathar sungguh kehormatan bisa bertemu dengan anda" ucap Yersha lembut dan membungkukkan badan sedikit serta menaruh tangan nya di depan dada
Yang melihat interaksi antara mereka hanya bisa ber sweatdrop
"Omong-omong aku tidak pernah menyangka ternyata raja nya lebih muda dari yang kupikirkan, berapa umurmu" ucap Beatrice sembari menepuk-nepuk pucuk kepala Yersha, sungguh tak sopan padahal kasta Yersha lebih tinggi dari nya
"Ah umurku baru 19 tahun tuan putri" namun tetap Yersha jawab dengan lembut, ia terlalu baik hati
"Baiklah! setelah ini pulang sana ke kerajaanmu ya!" usir Beatrice lalu duduk di antara Ivella dan Areez yang tampak nya tertekan dan ingin mengkroyok Beatrice sembari membawa pasukan mereka masing-masing
"Ah lalu ini siapa bapak tua ini?" tanya Beatrice sekali lagi setelah melihat orang yang ada di hadapan nya
"Saya Khalid Delga saya adalah Duke dari kerajaan Nefathar. Dan saya belum tua, umur saya masih 27 tahun tuan putri" ucap Khalid sedikit menundukkan kepala nya yang nampak nya tak ikhlas
"Di atas 25 tahun itu tua ya pak ubanan" balas Beatrice dengan senyuman kesal
"Ekhem-ekhem" Ivella berdehem sedikit keras menyela pembicaraan panas antara Beatrice dan Khalid takut nya anak yang ada di sebelah nya ini mengamuk melihat interaksi mereka berdua
"Bisa kita mulai rapat nya? mungkin yang lain telah menunggu" tanya Ivella, ya benar mereka hanya menyambut sebentar tamu kerajaan Nefathar. Tentang kerajaan Nefathar yang ingin di ambil oleh Kekaisaran Castris perlu persetujuan dengan petinggi petinggi kekaisaran yang lain
"Uhm baiklah yang mulia permaisuri, kita tak boleh membuat para petinggi menunggu lama kan" jawab Yersha lalu beranjak dari kursi
Lalu 4 orang,Ralat. 5 orang yang ada di ruangan itu menuju pintu keluar
"Beatrice kau pergi saja sana bermain, anak kecil tak boleh mengikuti rapat orang tua" ucap Beatrice sebelum ia melanjuti perjalanan nya
Beatrice yang mendengar itu hanya menggembungkan pipi nya lalu membaringkan tubuh nya di sofa empuk dan perlahan-lahan menutup mata