Haunted Doll'S

Haunted Doll'S
Chapter - 20



Laura tersenyum memandangi dirinya di depan cermin yang tengah menjajal salah satu dari tiga buah gaun pernikahannya, gaun berwarna biru pastel dengan detail brokat yang memukau serta memiliki beberapa lapis rok bak princess.


Gaun tersebut dapat menyala dalam gelap atau glow in the dark karena dilengkapi dengan lampu-lampu kecil yang dapat menyala. Gaun tersebut rencananya akan dipakai Laura untuk sesi berdansa bersama Nathan di resepsi pernikahannya.


Laura memutar kemudian memiringkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri secara bergantian untuk melihat detail gaun tersebut. "Sempurna!!" Laura sangat puas dengan gaun impian yang selama ini ia idam-idamkan, pasalnya pesta pernikahannya yang terdahulu bersama Yoseph hanya berlangsung secara sederhana, mengingat kondisi keuangan Yoseph yang saat itu masih belum stabil.


Pasalnya Yoseph baru saja pindah dan menetap di Indonesia demi hidup bersama wanita pujaannya, sehingga ia baru merintis karirnya di Indonesia.


Untuk melihat nyala gaun yang di kenakannya, Laura meminta sang pegawai butik untuk mematikan lampu ruangan.


"Sebentar Nyonya," ucap sang pegawai, kemudian ia keluar dari ruangan untuk mematikan lampu ruangan karena saklar ruangan tersebut berada di luar ruangan bergabung dengan saklar fitting room yang di sebelahnya.


Begitu lampu di matikan, Laura begitu takjub dengan gaun yang di gunakannya, ia terus mengembangkan senyum kebahagiaanya. 'Thank you Yoseph, uang asuransimu cair di saat yang tepat' batin Laura.


Dalam kegelepan ruangan, tiba-tiba saja Laura seperti melihat bayangan hitam melintas dengan cepat di belakang tubuhnya.


"Hah?"


Laura terkejut, ia pun langsung meminta sang pegawai untuk kembali meyalakan kambali lampu ruangannya "Mba Win, tolong nyalakan kembali lampunya," pinta Laura.


Namun tak ada jawaban dari Windy, untuk ke dua kalinya Laura kembali memanggil Windy. "Mba Win, bisa tolong nyalakan kembali lampunya? aku mau mengganti pakaianku," ucap Laura sekali lagi.


Namun lagi-lagi tak ada jawaban dari Windy, dan bayangan hitam itu kembali melintas di hadapannya dengan begitu cepat.


"Si-siapa itu," tanya Laura ketakutan.


Jantungnya mulai berdegup dengan kencang, keringat dingin mulai bercucuran di dahi dan telapak tangannya. Lagi dan lagi bayangan itu terus mengitari Laura dengan begitu cepatnya, membuat Laura semakin ketakutan.


Hanya ada nyala lampu dari gaunnya dan juga cahaya rembulan yang masuk melalui celah-celah jendela sehingga laura tak dapat melihat dengan jelas bayangan apa yang terus mengganggu dirinya.


"Hei siapa di situ? jangan main-main!!!"


Krreek...


Seketika Laura langsung menolehkan pandangannya ke arah jendela ruangan yang tiba-tiba saja terbuka dengan sendirinya, di tengah sorot cahaya rembulan, Lilly duduk di atas jendela sambil membawa sebuah gunting di tangannya.


Dengan rambut yang berkibar terkena angin, Lilly tersenyum ke arah Laura.


Laura sungguh terkejut dan semakin ketakutan, ia mundur beberapa langkah menjauh dari Lilly.


"Laura, ikutlah denganku" uacap Lilly dalam suara Yoseph.


Laura menggeleng-gelengkan kepalanya, ia berharap jika ini hanyalah mimpi buruknya "Tidak Yoseph, kau sudah mati. Pergi kamu dari sini!!!" teriak Laura dengan gemetar.


"Ikutlah denganku sayang" Lilly turun dari jendela mendekat ke arah Laura.


Lilly terus berjalan mendekatnke arah Laura "Aku sangat mencintaimu Laura..."


Flashback on


Diam-diam Yoseph mengikuti Laura terbang UK (United Kingdom), ia menaruh curiga akan seringnya Laura meminta izin untuk mengunjungi mommynya seorang diri.


Ya, dugaan Yoseph terbukti. Sampai di sana Laura bukan mengunjungi orang tuanya melainkan untuk bertemu dengan Nathan yang masih menempuh pendidikan di sana. Rasa kagumnya pada Laura yang di nilainya begitu perhatian dan menyayangi mommynya seketika hilang begitu saja, mendapati fakta jika ke sana hanya untuk Nathan.


Meski ia memergoki Laura masuk ke dalam kamar hotel bersama dengan Nathan, Yoseph tak lantas langsung melabrak Laura dan Nathan, ia lebih memilih untuk kembali pulang ke Indonesia menemani anak-anaknya, ia tak ingin terlalu lama meninggalkkan anak-anaknya.


Sambil berpura-pura tidak terjadi apa-apa, dan terus mengikuti permainan Laura, diam-diam Yoseph mencari tahu sudah sejauh apa hubungan istrinya dengan adik kandungnya.


Hingga pada suatu hari, ia menemukan hasil tes DNA yang menyatakan jika Sarah merupakan anak kandung Nathan.


"Kamu boleh pergi bersamanya, tapi Sarah akan tetap menjadi anakku!!" ucap Yoseph menatap tajam ke arah Laura, ia memberi tahukan kepada Laura jika dalam waktu dekat Yoseph akan mengguat cerai dirinya.


Laura panik ketika Yoseph akan mengguat cerai dirinya, karena jika hal itu terjadi maka ia akan kehilangan harta, hak asuh anak-anaknya dan nama baiknya. Karena poin alasan pengajuan gugatan perceraian tersebut adalah perselingkuhan Laura dengan Nathan, yang tentu nantinya akan menimbulkan masalah keluarga yang cukup rumit dan Laura akan sulit memiliki Nathan.


"Tidak, aku tidak ingin bercerai darimu. Kita bisa perbaiki semuanya dari awal," pinta Laura.


"Untuk apa? jika di sini tidak pernah ada aku?" Yoseph menunjuk ke arah dada Laura, ia sudah mantap dengan keputusannya untuk melepaskan wanita yang sangat ia cintai.


Satu hari sebelum Yoseph mengajukan gugatan perceraian itu, yang kebetulan ia sedang ada pekerjaan di luar kota, Laura melancarkan aksinya untuk menyingkirkan Yoseph. Jika ia berhasil menyingkirkan Yoseph, maka ia akan mendapatkan seluruh harta yang di miliki Yoseph, hak asuh anak, nama baiknya akan tetap terjaga dan peluang untuk bersama Nathan akan terbuka lebih lebar.


Setelah kepergian Yoseph, Laura sengaja tak mengusut kasus kecelakaan suaminya dengan alasan jika mobil tua yang di pakai oleh suaminya itu memang sering bermasalah.


Caroline, ibunda Yoseph sempat tak setuju jika kasus kecelakaan putra sulungnya di tutup namun Laura dan Nathan terus meyakinkan Caroline dan menunjukan bukti-bukti bahwa kecelakaan tersebut di sebabkan oleh mobil Yoseph yang sudah tak layak untuk perjalanan jauh.


Salah seorang dari kepolisinan menyerahkan seluruh barang-barang Yoseph yang tertinggal di dalam mobilnya pada saat kecelakaan terjadi. Namun Laura enggan menyimpannya, ia langsung membuangnya ke dalam kotak sampah di sebelah rumahnya yang tengah di bangun dan ia tutupi dengan reruntuhan bangunan.


Yang tanpa Laura sadari di dalam kotak kardus yang ia buang itu terdapat Lilly.


Ya, Lilly merupakan hadiah juara kelas yang akan Yoseph berikan untuk Latisha.


Flashback off


"Tidak, semuanya sudah berlalu Yoseph. Kamu sudah meninggal, jangan ganggu aku!!" teriak Laura histeris.


Lilly terus melangkah mendekat ke arah Laura sambil mengakat tangannya yang menggengam sebuah gunting, ia hendak menacapkan gunting itu di tubuh Laura. "Kau harus ikut denganku Laura" ucap Lilly sambil tersenyum.


"Tidaaaakkk....!"