Haunted Doll'S

Haunted Doll'S
Chapter - 15



Sementara itu di tempat berbeda, tanpa sepengetahuan mommynya, diam-diam Latisha datang mengunjungi manajemen Mrs. Susan dengan di temani oleh Mike teman satu bangkunya di sekolah.


'Sorry Mom, aku berhak menentukan jalan hidupku sendiri' batin Latisha, ia merasa jika tidak ada yang salah dengan passionnya, sehingga mommynya tidak berhak untuk melarangnya tampil di TV bersama Mrs. Susan. Baginya ini adalah ke sempatan emas yang tak boleh ia lewatkan.


Pihak manajemen Mrs. Susan menyambut gembira kedatangan Latisha ke kantornya. "Aku sudah menduga, kau akan datang kemari," ucap Anne menjabat tangan Latisha dan Mike, kemudian ia mempersilahkan keduanya untuk duduk di sofa tamu yang telah di sediakan.


"Aku sengaja memberikan kartu namaku pada guru senimu, karena aku yakin kau pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini," lanjutnya. "Bagaimana susah cari alamatnya?" tanya Anne, karena Latisha dan Mike datang di saat ia dan staff lainnya hampir saja bersiap untuk pulang.


"Tidak, sama sekali tidak. Ini tidak jauh dari kantor Uncleku," jawab Latisha.


"Okay, kalu begitu langsung saja." Anne menjelaskan detail kontrak kerja sama mereka, di mana untuk tahap awal Latisha akan tampil dua episode bertutut-turut.


Di episode pertama Latisha akan tampil bersama Mrs. Susan dan salah seorang dalang yang cukup terkernal di wilayah Jawa Tengah untuk memperingati hari Wayang Nasional sebagai bentuk kecintaan kita terhadap Budaya Indonesia.


"Jadi di episode pertama ini aku tidak tampil bersama Lilly?" tanya Latisha.


Anne menggelengkan kepalanya "Aku dengar kau cukup mahir memainkan wayang, aku ingin melihat ratting tertinggimu ada pada episode wayang atau Lilly, kemudian nanti kita akan evaluasi untuk kontrak selanjutnya" ucap Anne.


"Jika rattingmu tinggi, maka bersiaplah untuk kontrak panjang yang akan kau jalani." terang Anne.


"Tapi aku masih sekolah," ucap Latisha.


Ada perasaan khawatir dalam diri Latisha, jika ia menerima tawaran tersebut akan mengganggu sekolahnya dan mommynya akan semakin marah padanya.


"Ya aku tahu, tenang saja ini buka acara live jadi kau bisa syuting setelah kau pulang sekolah." ucap Anne.


"Baiklah kalau begitu, aku setuju!" tanpa ragu Latisha menandatangani kontrak pertamanya.


"Apa kamu sudah memiliki buku tabungan sendiri?" tanya Anne.


"Sudah" jawabnya sambil membaca sekali lagi semua kontrak yang telah ia tanda tangani tadi.


"Bagus, kalau begitu kamu jangan lupa isi nomor rekeningmu. Nanti kita akan transfer honor pertamamu."


Latisha menganggukan kepalanya, ia mengisi semua data diri pada formulir yang di berikan oleh Anne.


"Kami sering mencari bibit-bibit muda yang berbakat sepertimu, jangan pernah untuk takut mencoba sesuatu hal yang baru jika kamu ingin bersiar!!" Anne memberikan nasehat kepada Latisha.


"Thank you, Aunty." Latisha mengembalikan formulir yang telah selsai ia isi.


"Ini, kontrak kerja samanya, kamu simpan baik-baik ya. Kabari aku jika ada hal yang ingin jau tanyakan" Anne memberikannya kepada Latisha.


"Sekali lagi terima kasih Aunty Anne" Latisha pamit, ia tak biaa berlama-lama berada di kantor manajemen Mrs. Susan karena takut mommy atau unclenya mencarinya.


"Thank you, jangan bilang-bilang sama Mommyku ya Nes" pinta Latisha.


"Tentu saja, aku akan menyimpan rahasia ini. Biarkan Mommymu terkejut dengan penampilamu yang memukau di TV"


Keduanya berjalan ke arah trotoar mencari taxi untuk mengantar mereka berdua pulang ke rumah.



Saat makan malam Latisha dan Sarah di kejutkan dengan kabar rencana pernikahan mommynya dan Nathan.


"Hah?"


Latisha terkejut namun cenderung sedih, meski Nathan sangat baik terhadapnya, namun ia masih belum rela posisi daddynya di gantikan oleh siapa pun termasuk Nathan, duka yang ia rasakan masih belum hilang. "Jika itu membuat Mommy bahagia, silahkan!" Latisha merasa tak memiliki hak untuk mencegah kebahagiaan mommynya.


Sementara Sarah terkejut bercampur bingung dan bertanya-tanya mengenai siapa ayah kandungnya, mengapa mommynya malah menikah dengan Nathan jika memang ayah kandungnya masih hidup, bukankah mommy berjanji akan memberi tahu siapa ayah kandungnya.


"Sarah.." panggil Nathan membuyarkan lamunan Sarah.


"Mommy tidak lupa kan, dengan janji Mommy semalam?" tanya Sarah kepada Laura.


"Janji? Janji apa?" Latisha menoleh ke arah Laura dan Sarah "Apa yang Mommy dan Sarah rahasiakan?" tanya Latisha.


"Tidak ada, sudahlah lebih baik kita membahas gaun untuk kalian kenakan saat pesta pernikahan Mommy dan Uncle. Mommy sudah pilihkan beberapa model keluaran terbaru yang kini sedang hits," Laura mengambil handphonenya kemudian menunjukan kepada kedua anak-anaknya.


"Terserah Mommy saja, aku akan pakai apa pun yang Mommy pilihkan," ucap Latisha. "Maaf Mommy, Uncle. Aku duluan, aku harus mempersiapkan diri untuk try out hari senin nanti," Latisha beranjak dari tempat duduknya sambil membawa piring makannya untuk ia bersihkan, setelah itu ia naik ke atas, masuk ke dalam kamarnya.


"Dad... hiks"


Latisha menangis sambil memeluk foto Alm.Yoseph, ia teramat merindukan sosok daddynya. "I really miss you," ucapnya lirih.


Tiba-tiba saja ia teringat dengan foto kebersamaan mommy dan unclenya yang pernah ia temukan di laci meja rias mommynya. 'Kalau tidak salah, model rambut yang Mommy kenakan di foto itu, waktu usiaku sekitar enam atau tujuh tahun' gumamnya. 'Apa jangan-jangan...?" ingin sekali rasanya ia menyingkirkan pikiran buruknya terhadap mommy dan unclenya, namun foto tersebut terbilang sangat mesra untuk ukuran saudara ipar.


"Ini buku catatan matematikamu" Sarah masuk ke dalam kamar dan membuyarkan lamunan Latisha, ia memberikan sebuah buku catatatan matematika kepada Latisha. "Tadi Agnes ke rumah, memberikan bukumu yang tertinggal di sekolah. Memangnya tadi ke mana dulu, kok tumben tidak bareng sama temanmu yang menyebalkan itu?" tanya Sarah.


"Jangan menghina teman kelasku," Latisha melirik sinis ke arah Sarah, ia sangat tidak suka Sarah menghina teman-temannya. "Aku dan Mike pergi ke toko buku membeli buku soal persiapan ujian nasional" lanjutnya.


Latisha membalikkan tubuhnya menghadap Sarah "Menurutmu, bagaimana dengan pernikahan Mommy dan Uncle?" tanya Latisha dengan nada serius.


"Aku tidak peduli, dan aku tidak ingin membahasnya!!" jawab Sarah dengan ketus kemdian ia mengalihkan perhatiannya dengan membongkar paket koleksi manik-maniknya yang baru saja datang, beberapa hari lalu ia memesannya secara online.