Girl & Boy Mafia

Girl & Boy Mafia
Eps 4



" Dan satu lagi karena usia kamu udah 18 tahun kamu akan diberi tatto lambang keluarga Felix serta lambang dari Black Devil. Karena kamu adalah penerus satu²nya jadi ini wajib dijalankan. " jelas Gio membuat Anis terkejut.


" Apaa ta.. tatto? Apa itu diharuskan? " tanya Anis.


" Yahhhh... Ini adalah tradisi keluarga Felix. Kamu akan diberi tatto dengan lambang Black Devil dibagian belakang bahu sebelah kanan mu serta lambang keluarga Felix dibelakang kedua telinga mu dengan lambang diamond warna merah seperti kalung yg kamu pakai. " jelas Gio membuat Anis melongo.


" Hais... Kenapa banyak sekali pasti akan terasa sakit. " ucap Anis.


" Memang sakit dek tapi ini wajib dilakukan. " ucap Bisma tegas.


" Badan ku akan penuh dengan tatto semua org akan menganggap ku bajingan kak." ucap Anis cemberut membuat Bisma gemas mencubit pipi gembul Anis.


" Kenapa kau imut sekali sihh? " tanya Bisma sambil mencubit pipi Anis.


" Hahaha... tidak, tatto mu hanya berukuran kecil dan itu tidak akan terlalu dilihat tapi untuk dibagian belakang bahu mu mungkin agak besar seperti kita. " jelas Gio


" Haiss... baiklah kapan aku akan diberi tanda pengenal seperti itu? " tanya Anis


" Besok, besok akan ada orang kepercayaan keluarga mu untuk datang kesini. " ucap Bisma membuat Anis terkejut.


*Skip esok harinya.


Anis baru bangun dari tidurnya dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi. Ia bergegas bangun dan langsung membersihkan diri. 30 menit kemudian Anis sudah selesai mandi, ia keluar dengan handuk yg melilit di tubuhnya. Ia menuju ke lemari pakaiannya dan mengambil baju santai, ia bertegs memakai pakaiannya dan menuju meja rias. Anis memoles sedikit bedak dan memakai liptint agar nampak sedikit fresh. Seusai merias diri ia bergegas menuju meja makan.


*Skip meja makan.


Sesampainya di meja makan ia tak melihat kehadiran Bisma, ia melihat ke arah Gio hendak menanyakannya tapi malah diberi tatapan tajamnya membuat Anis menunduk dan memulai acara sarapan paginya. Selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga.


" Uncle dimana kak Bisma? " tanya Anis.


" Dia sedang menjemput Diah. " Jawab Bisma.


" Diah? siapa dia apa aku mengenalnya? " tanya Anis.


" Dia orang yg akan membantu mu utk membuat tanda keluarga ( tatto) yg kemarin uncle jelaskan. " jawab Bisma.


Anis hanya mengangguk dan memainkan hadphonenya. Sekitar 1 jam menunggu akhirnya Bisma datang dengan seorang wanita, badan berotot dan dipenuhi tatto. Membuat Anis merinding menatapnya.


Gio yg mengerti arti tatapan Anis pun menjelaskan kalau Diah adalah salah satu mafioso Black Devil hanya saja dia berada di kota New York dan bertugas utk menjaga markas inti.


" Tidak usah takut, Diah adalah salah satu anggota mafioso kita. Dia bertugas di New York utk menjaga markas inti. " jelas Gio.


" Benarkah? " tanya Anis memastikan.


" Beneran gausah takut gitu!! anak mafia kok takut'an. " ledek Gio membuat Anis kesal.


" Huhhh... siapa yg takut? aku hanya bertanya bukan takut. " ketus Anis.


" Puffftt " tawa Bisma dan Diah tertahan.


" Apa yg kalian berdua tertawakan hahh? " tanya Anis ngegas membuat mereka tertawa terbahak².


" Hahahahah.... kau sangat lucu jika kesal nona. " ucap Diah membuat Anis membulatkan matanya.


" Hahaha... baiklah sudahi perkelahian ini, aahh Diah ini Anis putri dari king ." ucap Gio memberi tahu Diah.


" Hmm.. salam kenal nona aku Diah salah satu mafioso Black Devil. Selain sebagai mafioso aku juga memiliki studio tatto di kota New York . ucap Diah menjelaskan.


" Ohhh baiklah kak Diah, mari kita ke atas utk mulai. " ucap Anis lalu pergi sambil menggandeng tangan Diah.


" Kakak kalian berdua bawalah perlengkapannya ke kamarku. " ucap Anis.


" Baiklah kau mengobrollah mengakrabkan diri. " jelas Bisma.


Sesampainya di kamar Anis duduk di sofa dan mengobrol dengan Diah. Mereka asyik mengobrol tentang kehidupan mereka dan Anis juga menanyakan tentang peristiwa kecelakaan yg dialami keluarganya.


Saat tengah asyik mengobrol mereka dikagetkan dengan suara tegas Gio.


" Ekhem... lain kali saja kalian mengobrolnya sekarang Diah kau mulai lah. " ucap Gio membuat mereka diam.


" Hmm.. baiklah. " ketus Diah.


Setelah selesai mempersiapkan semua peralatannya, Gio dan Bisma keluar dari kamar Anis. Karena tadi Diah menjelaskan kalau Anis akan memakai pakaian yg agak terbuka utk membuat tatto di belakang bahu Anis.


" Kak apa akan terasa sakit ? " tanya Anis membuat Diah terkekeh geli.


" Hmm.. mungkin sedikit sakit nona, tapi nona jgn khawatir setelah beberapa minggu semua akan kembali normal. " jelas Diah.


" Baiklah kak ayo kita mulai. " ucap Anis membuat Diah tersenyum.


" Tidak kak aku akan menahannya lagi pula ini sudah kewajiban keluarga kami. Kedepannya aku juga harus kuat menahan sakit kan? karena aku juga akan meneruskan mafia Black Devil. " jelas Anis tersenyum .


" Kau benar nona, kau harus menjadi wanita kuat agar kau bisa menjaga semua anggota Black Devil nantinya. " jelas Diah.


" Hmm ayo kita mulai. " ucap Anis


Diah pun mulai membuat sket tatto lambang Black Devil , lambang keluarga Felix dan nama Anis.


Saat Diah mulai menatto Anis, Anis sedikit kaget dengan rasa sakitnya tapi lama-kelamaan Anis mulai terbiasa. Diah juga mengajak Anis mengobrol agar tidak terlalu merasakan sakit.


Setelah beberapa jam berkutat dengan mesin akhirnya Diah selesai. Anis sedikit susah menggerakkan badan dan tangannya karena bengkak akibat tusukkan jarum.


Hari terus berganti dengan cepat, tak terasa sudah 2 minggu Anis istirahat setelah pembuatan tatto hari sebelumnya.


Kini Anis sudah sembuh total, ia juga sudah bebas menggerakkan tubuhnya.


Saat ini Anis, Bisma, Gio dan Diah sedang berkumpul di ruang keluarga utk membicarakan kepindahan mereka ke New York.


" Emmm Nis gimana kalo besok kita pindah ke New York? " tanya Gio pada Anis.


" Hmmm gimana ya? " bingung Anis.


"Bagaimana ini aku ingin tinggal disini tanpa gangguan dari seseorang dan disini aku juga merasa nyaman tapi kalau aku tidak pergi ke New York aku akan kesulitan utk mencari siapa pembunuh keluarga ku . " batin Anis.


" Gimana dek? setuju atau nggk? " tanya Bisma.


" Mmm... baiklah besok kita berangkat jam berapa? tanya Anis.


" Besok pagi jam 7 uncle juga sudah menyiapkan tiketnya. " ucap Gio.


" Baiklah kalau begitu aku akan ke kamar menyiapkan keperluan ku. " ucap Anis berdiri dari sofa menuju ke kamar.


Setibanya Anis di kamar ia langsung membereskan pakaiannya dan barang²nya. Sedangkan di bawah mereka sedang berdiskusi mengenai pembunuhan yg dialami keluarga Anis.


" Bagaimana apa ada petunjuk atau hasil dari penyelidikan kita? " tanya Gio pada Diah.


" Ada sedikit petunjuk dari hasil pencarian kami di tkp selama ini, aku menemukan kancing baju mereka dan dari hasil pengamatan ku ini tertuju pada tuan David Daraffian." jelas Diah membuat Gio dan Bisma terkejut.


" Sudah kuduga. " jawab Anis membuat Gio, Bisma dan Diah terkejut.


" Dek ke.. kenapa kau ada disini? apa kau sudah selesai mengemasi barang mu? " tanya Bisma gugup.


" Kalian tidak perlu menyembunyikan ini semua dari ku karna aku sudah mengetahui semuanya. " jawab Anis menyeringai.


" Bagaimana kau bisa tau? " tanya Diah


" Tentu saja aku tau, apa kalian kira aku selama ini berdiam diri? " tanya Anis menatap mereka bertiga.


Glekkk...


Bisma,Gio dan Diah susah menelan ludah karena mendapatkan tatapan membunuh dari Anis.


" Kenapa kalian menyembunyikan ini semua? " tanya Anis dengan ketusnya.


" Emm... kami.. kami hanya tidak ingin kamu bersedih sayang karena terus mengingat peristiwa yg menimpa keluargamu. " jawab Gio menunduk.


" Huhh... kalian tidak perlu menyembunyikan ini semua, ini adalah urusan keluarga ku jadi aku harus mengetahuinya. Lagipula aku sekarang akan memimpin Black Devil jadi kalian semua harus memberi tau ku apapun yg bersangkutan dengan keluargaku dan Black Devil. " jelas Anis tegas.


" Baiklah kami minta maaf nona. " jawab Diah menunduk.


" Hmm.. tidak masalah lain kali jgn begini lagi. " ucap Anis hendak pergi namun ditahan Bisma.


" Dek kamu tau darimana kalau tuan David yg telah melenyapkan keluarga mu? " tanya Bisma membuat Gio dan Diah menatap Anis.


" Apa kalian lupa siapa aku? aku putri dari Jack Felix apapun yg ingin ku tahu pasti bisa kudapat dengan sekali jentikan jari. " jawab Anis dengan senyum menyeringainya.


" Apa jangan² kamu....


Bersambung.


Hayyy guyss 😘


Jgn lupa kasii like, komen serta vote kalian yaa 😁💗


Semoga kalian seneng ngebaca kisah inii.... jika ada kekurangan atau kesalahan mohon kasik saran kalian 💜**