Girl & Boy Mafia

Girl & Boy Mafia
Eps 11



Ana menarik tangan gadis itu membawa nya ke pintu sebelah kemudi.


" Nis muat berdua nggak tempatnya ? " tanya Ana.


" Emang kenapa kak ? " tanya Anism


" Ntar di mobil kakak jelasin, sekarang bisa duduk berdua nggak ? " tanya Ana kembali.


" Hmm bisa kak kalo seukuran Anis badannya. " ucap Anis.


" Dek kamu duduk deket jendela ya biar gadis ini di tengah. " ucap Ana.


Anis hanya menggangguk, ia melihat wajah serius kakaknya itu. Ia segera turun dari mobil dan mempersilahkan gadis itu masuk duluan, lalu Anis menyusul di samping gadis tadi. Ana berlari cepat menuju kursi kemudi dan mulai menancap cepat gas mobil.


Saat mobil Anis dan Ana sudah jauh terlihat beberapa pria yang berpakaian serba hitam.


" Sial cepat cari gadis itu sebelum bos marah!! " ucap pria itu.


" Baik tuan. " ucap bawahannya.


Sedangkan di lain tempat terlihat seorang pria paruh baya yang sedang menahan amarahnya.


" Sial berani sekali dia menipuku, apa dia belum tau siapa aku disini hahh. " teriaknya.


" Cepat cari gadis itu dan cari wanita yg telah menjualnya !! " perintahnya.


" Baik bos. " ucap bawahannya serempak.


" Al siapa yg menolong gadis itu tadi ? " tanya pria paruh baya itu.


" Saya belum sempat melihat wajahnya tuan karena pria tersebut memakai topeng dan ada mobil dari arah lain membawanya pergi. " jawab bawahannya.


" Kau sudah salah mencari lawan wanita tua, berani sekali kau membawa uang ku sedangkan gadis yg kau jual lari entah kemana. Akan ku habiskan kau malam ini juga, dan siapa pria tadi? " ucap pria paruh baya itu.


Sedangkan Anis dan Ana telah sampai di mansion tidak lupa dengan gadis yg ia tolong di jalan tadi. Kini mereka tengah berkumpul di ruang keluarga untuk menanyakan asal gadis yang mereka tolong tadi dan segera membawanya pulang pada keluarganya, sebelumnya Anis sudah memberikan baju ganti pada gadis tadi.


" Siapa namamu nak? " tanya Gio.


" Sa... saya Audrey, Audrey Laysen. " jawab gadis itu.


" Mengapa kau tadi menangis dan meminta tolong pada kami." tanya Ana.


" Tadi saya sedang dikejar oleh beberapa pria. " ucap Audrey.


" Bagaimana kau tidak dikejar pria jika pakaian mu terbuka seperti tadi. Jangan salahkan orang jika penampilan mu yg membuat mereka menginginkan dirimu. " ucap Anis ketus.


" Ussttt dek jangan gitu. " ucap Bisma yg duduk di samping Anis.


" Itu.. itu bukan saya yang menginginkan memakai pakaian seperti itu ta... tapii ibu tiri saya. " ucap Audrey menunduk.


" Kenapa ? " tanya Ana.


" Dia hendak menjual saya pada pria yang sudah menikah dan memiliki putri. " jawab Audrey.


" Bagaimana bisa? " tanya Bisma serius.


Audrey menarik nafas dalam² menetralkan rasa gugupnya. Ia akan mengingat kejadian pahit yg selama ini ia alami, ia mulai menceritakan semua kisah hidupnya.


* Flashbak on.


Sore hari Audrey yg habis pulang sekolah tengah asik berbincang dengan ibunya. Ia menceritakan kegiatannya di sekolah dan prestasi yg ia raih. Perbincangan mereka berhenti saat mendengar teriakan sosok pria paruh baya yang masih terlihat tampan walaupun sudah berumur , ia adalah ayah Audrey yg bernama Anton. Sontak Audrey dan ibunya menoleh ke arah pintu yg terbuka, nampaklah sosok pria yang sedang menuntun seorang wanita cantik.


" Sayang kenalkan dia adalah sekretaris pribadi ku yg baru namanya Nela. Nela kenalkan ini istri ku namanya Indah." ucap Anton.


" Kenalkan saya Nela sekretaris baru tuan Anton. " ucap Nela mengulurkan tangan.


" Saya Indah istrinya. " jawab Indah membalas uluran tangan Nela.


" Ahh yaa dan ini putri ku namanya Audrey. " ucap Anton.


" Hayy Audrey. " sapa Nela tapi Audrey hanya mengacuhkannya.


" Maaf putri ku memang agak keras kepala. " ucap Anton.


" Tidak apa tuan mungkin belum terbiasa. " jawab Nela.


Yaa.. Anton adalah salah satu pemilik mini market di kota New York, Mini market nya sudah memiliki beberapa cabang. Audrey yg melihat kedekatan ayahnya dengan sekretaris itu merasa risih ia memilih pergi ke kamarnya.


1 bulan telah berlalu dari kejadian pengenalan Nela, ia selalu bebas keluar masuk rumah Anton dengan alasan pekerjaan. Dan 1 bulan itu sifat Anton berubah, Ia lebih suka pulang larut malam dan selalu bertengkar dengan Indah. Tapi Indah tetap bertahan dengan perubahan suaminya, Indah tau jika suaminya itu memiliki hubungan gelap dengan sekretaris pribadinya tapi Indah hanya diam.


Beberapa jam telah berlalu tapi mereka masih belum menemukan Indah.


" Ayah hikss... bagaimana ini, dimana mama hikss... " tangis Audrey.


" Sayang tenang oke mama pasti baik²saja. " ucap Anton menenangkan Audrey.


" Tuan kita sudah memeriksa seluruh ruangan bahkan taman tapi tidak ada nyonya. " ucap pelayan.


" Ahh yaa kita belum memeriksa gudang." ucap Anton.


" Sebaiknya kita bergegas kesana tuan. " ucap pelayan.


Anton, Audrey dan beberapa pelayan berlari menuju gudang, saat sampai di gudang pintunya di kunci. Anton mendobrak pintu itu dan terkejut melihat Indah.


" Indahh!!! " teriak Anton.


" Mama hikss... " teriak Audrey.


" Nyonya..!! " teriak pelayan.


Mereka semua melihat Indah dengan banyak darah serta pisau yg tertancap tepat di jantungnya.


Keesokan harinya Indah dimakamkam, Nela yg mendengar kabar itu senang karena ia akan segera menyuruh Anton untuk menikahinya.


Yaa dalang dibalik pembunuhan Indah adalah Nela, Ia menyewa seorang pembunuh bayaran untuk melenyapkan Indah agar bisa merebut semua harta Anton.


Setelah beberapa bulan meninggalnya Indah, Anton menikah dengan Nela. Audrey juga tidak bisa melawan keputusan ayahnya, ia hanya pasrah dengan keputusan ayahnya. 7 bulan pernikahan Nela dan Anton berjalan dengan penuh lika - liku, Nela selalu meminta uang pada Anton untuk bersenang - senang.


Hingga kebangkrutan melanda perusahaan Anton karena beberapa pegawainya korupsi uang perusahaan dan mereka kabur membawa uang perusahaan. Anton telah menjual semua aset miliknya untuk memulihkan perusahaan tapi tetap saja tidak bisa memulihkan perusahaan.


Nela sudah bosan dengan Anton karena tidak pernah memberikannya uang lagi, ia memutuskan untuk mencari aset yang masih tersisa dan menyembunyikannya. Ia juga berencana untuk menyewa pembunuh bayaran untuk mencelakai Anton ketika pulang kerja nanti dan dia akan menjual Audrey pada pemilik club ternama di New York serta rumah yang sekarang ia tempati akan ia jual dan segera pergi dari kota ini.


Sore hari saat Anton tengah di perjalanan pulang ia merasa ada yg mengikutinya. Saat di perempatan mobil yg Anton kendarai berhenti sejenak karena lampu merah. Saat lampu hijau Anton melajukan mobilnya perlahan tapi di lawan arah terlihat truk yg sedang melaju kencang tepat menabrak mobil milik Anton. Anton tidak bisa mengelak dan pasrah akan nasibnya, Anton dinyatakan meninggal di tempat.


Keesokkan harinya Anton dimakamkan di samping makam mantan istrinya Indah. Audrey yg menyaksikan ayahnya di kubur menangis tersedu - sedu.


Malam harinya saat Audrey sedang menangis memikirkan orang tuanya, tiba² ibu tirinya ( Nela ) menghampirinya dan memberikannya baju minim untuk dikenakan. Audrey sempat menolak tapi ia dipaksa dan diseret keluar oleh Nela.


" Hiksss... mengapa aku harus ikut dengan mu wanita pembunuh. " teriak Audrey.


" Hahaha kau tau uang itu adalah segalanya bagiku. Dan kau harus ikuti perintah ku sekarang pakai ini!! " bentak Nela.


" Tidak aku tidak akan mau. " teriak Audrey.


Plakk


" Jika kau berani menentang ku, nyawamu taruhannya. " bentak Nela.


Audrey hanya pasrah dan mengikuti kemauan Nela, saat ia sudah memakai pakaian yg diberikan Nela ia merias wajahnya sedikit.


Saat Audrey selesai merias wajahnya Nela menarik tangan Audrey dan membawanya pergi ke club terkenal di New York .


Selama perjalanan Audrey terus menanyakan kepada Nela kemana mereka akan pergi tapi Nela hanya diam.


" Apa kau tuli hahh ?? aku daritadi bertanya kau membawa ku kemana ." bentak Audrey.


" Tenanglah kau cukup diam dan nikmati perjalanan ini. " ucap Bela tersenyum.


Saat sudah sampai di depan club, Audrey mengernyit heran. Mengapa ia di bawa ke tempat terkutuk seperti ini, saat sudah sampai di dalam Nela melihat sekitar club dan seorang pria tampan memakai jas hitam menghampirinya


" Dengan nyonya Nela? " tanya seorang pria berjas hitam.


" Iya saya. " jawab Nela.


" Dimana perempuan yg anda katakan? " tanya pria itu.


" Ahh ini dia anak tiriku, silahkan nikmati tubuhnya sesuka kalian. " ucap Nela tersenyum.


" Ap.. apa ini kau mau menjualku dasar wanita licik." teriak Audrey.


" Mana uangnya? " tanya Nela.


Pria berjas hitam itu memberikan uang 500 juta untuk Nela. Lalu Nela memberikan Audrey pada pria tersebut. Nela keluar meninggalkan Audrey yg menangis disana, ia tk peduli dengan gadis itu yg terpenting uang sudah ditangannya.


Bersambung....