
" Ok, kita teman. Jadi sekarang gue mau balik karena ada urusan penting. " ucap Anis beranjak dari duduknya.
" Hati - hati di jalan dan besok kenalin gue sama kedua temen lo. " ucap William memasukkan bukunya.
" Ok. Byee. " jawab Anis berlalu dari kelas.
William mengambil ponselnya dan menghubungi Livian. Ia menceritakan jika ia sekelas dengan wanita yang kakak sepupunya itu sukai. Tentu saja Livian kaget bagaimana bisa ia kalah cepat dengan adik sepupunya. Ia terburu - buru menuju kampus untuk meminta penjelasan lebih lanjut dari adik laknatnya itu.
Anis mengendarai mobil sportnya dengan kecepatan sedang, ia akan menuju markas sedari tadi Justin sudah menelfonnya.
Disisi lain kini Livian sudah menjemput adik sepupunya dari kampus, ia terus bertanya tentang Anis pada William tapi William diam hingga membuat Livian geram.
" Ayolah Will beritahu aku kenapa kau bisa kenal dengannya. " tanya Livian sekian kalinya, pasalnya William tidak menjawab pertanyaannya sedari tadi. Entah rencana apa yang difikirkannya saat ini.
" Kak Liv apa kau berfikir sama denganku tentang gadis yang kau sukai? " tanya William.
" Tentang apa ? " kini Livian bertanya santai karena tahu adik sepupunya ini sedang dalam mode serius.
" Tentang Anis, sepertinya dia bukan orang biasa. " ucap William.
" Kau baru sehari melihatnya Will, jangan berfikir yang buruk tentangnya. " ucap Livian dingin.
" Kau benar aku baru pertama kali melihatnya tadi, tapi apa kau masih meragukan fikiranku? " tanya William.
Livian terdiam, adik sepupunya ini memang handal dalam mengamati seseorang bahkan dia hacker terbaik yang Livian miliki. Semua siasatnya tidak pernah salah bahkan kemampuan dia mencari informasi sangat cepat. Ia melirik William dan kembali fokus pada jalan.
" Apa yang kau fikirkan tentangnya ? " tanya Livian.
" Kau tidak merasa aneh dengannya ? " tanya William.
" Hmm aku pernah menyelidiki siapa dia tapi tidak bisa, bahkan Layri sampai sekarang belum mendapatkan informasi sedikitpun tentangnya. " jawab Livian.
" Semua identitasnya tertutup rapi dan mengenai keluarganya juga tidak dapat aku temukan. " lanjut Livian.
" Apa kakak pernah bertatapan langsung dengannya ? " tanya William.
" Tidak. " jawab Livian.
William menghembuskan nafasnya kasar, kakak sepupunya ini sangat kaku dengan wanita. Banyak wanita yang datang padanya dengan sukarela tapi tidak pernah ia respon, menatap wanitapun tidak. Dan sekarang sekalinya suka dengan wanita tidak pernah ia dekati. Entah apa isi otak pria ini, dia pintar dalam segala bidang tapi untuk urusan percintaan ia sangat bodoh.
" Pantas saja. " ucap William setengah berbisik.
" Aku menemukan sesuatu yang bisa membuat rasa penasaran mu itu menjadi makin penasaran kak. " ucap William.
" Apa maksud mu ? " tanya Livian heran.
" Huh... apa kau tidak curiga dengannya kak ? " tanya William pada Livian.
" Tadi saat kita sampai kampus dia memainkn pistol ditangannya dengan santai, terbukti dari sana ia ahli memainkannya kak. Lalu kau bilang tidak bisa menyelidiki identitas dari gadis itu walaupun kau sudah turun tangan tapi tidak bisa menemukan secuil informasipun, siapa yang bisa menyembunyikan identitas serapi itu kalau bukan bantuan dari ahli IT di dunia. Dan tadi aku melihat sesuatu yang mengejutkan dari dirinya, aku melihat tatto Red Diamond di belakang telinganya dan di tangannya terdapat tatto tulisan namanya "ANIS'F" . lanjut William dengan tatapan lurus kedepan.
" Dan tadi aku mengatakan kalau aku tahu dia seorang mafia, balasannya cukup mengejutkan. Dia hanya tersenyum manis padaku tanpa membalas ucapan ku. " Lanjutnya.
Livian yang mendengar penjelasan dari adiknya terkejut. Red Diamond adalah lambang keturunan dari keluarga Felix. Berarti gadis yang ia sukai adalah anak dari tuan John pemimpin mafia Black Devil. Pantas saja ia tidak mendapatkan informasi mengenai gadis itu.
" Untuk itu kita belum bisa buktikan kalau ia adalah anak dari tuan John. Kita harus mencari bukti mengenai itu. " ucap Livian.
Kini Anis sudah berada di markas miliknya. Semua anggota mafia sudah berkumpul di lapangan, mereka semua tidak sabar ingin melihat wajah pemimpin mereka. 3 tahun mereka hanya dilatih di markas mereka tanpa menyerang mafia lain. Beberapa dari mereka sempat heran, mereka tidak yakin bahwa mereka akan menjadi mafia. Saat suasana bising terdengar seorang gadis sedang berjalan dengan riang sambil bersenandung. Semua mata menatap gadis itu, suasana yang tadinya bising kini hening.
Gadis itu adalah Anis, ia berjalan santai menuju kedepan. Pakaian yang serba hitam serta topinya, tak lupa dengan headset yang selalu ia pakai. Tangan kirinya sibuk memutar pistol seperti memutar mainan sedangkan tangan kanannya memegang lollipop kecil dengan perlahan melahapnya dan kembali menariknya. Ia berdiri tegak dihadapan beribu anggota pasukan mafia yang akan ia resmikan hari ini. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku memandang lurus kedepan, memperhatikan setiap anggotanya.
" Justin !!! " teriak Anis lantang membuat semua anggota terkejut begitupun Justin yang sedang menuju lapangan.
" JUSTIN !!!!!! " teriak Anis lagi hingga para anggota menutup telinga mereka.
" Kenapa anda berteriak boss, anda membuat semua orang jantungan. " ucap Justin dengan nafas yang tersengal - sengal.
Anis memperhatikan beberapa anggotanya, banyak yang dari mereka masih menutup telinga. Ia kembali melihat Justin dan tersenyum menampilkan gigi rapinya.
" Baiklah ayo kita mulai sekarang. " ucap Justin serius.
Anis hanya menganggukkan kepalanya dan membiarkan Justin memulai acaranya. Anis memperhatikan sekitar sepertinya sudah sesuai seperti apa yang ia perintahkan. Semua aman dan terjaga dengan ketat, keamanan di markas ini pun sudah ia atur sedemikian rupa. Walaupun ia memimpin semua lewat handphone dan hanya mengandalkan Justin untuk mengurus semua mansion ini.
" Untuk para mafioso semua, kalian pasti bertanya - tanya kenapa saya mengumpulkan kalian semua di lapangan. " ucap Justin menarik nafasnya dan melanjutkan perkataannya.
" Jadi mulai hari ini kita akan meresmikan anggota kita, dan hari ini pemimpin yang selalu kalian nantikan telah hadir di samping saya. " ucap Justin membuat semua mafioso terkejut.
Pasalnya Anis terlihat seperti gadis remaja bagimana bisa mereka dipimpin oleh seorang gadis. Anis maju selangkah dan menatap semua mafioso dengan tajam. Seketika semua mafioso diam dan menunduk, Anis memperhatikan mereka seperti ingin memangsa mereka hidup - hidup.
" Angkat kepala kalian semua. " teriak Anis dengn tegasnya.
Semua mafioso mengangkat kepalanya dan menatap Anis. Walaupun ia gadis remaja tapi jiwa kepemimpinannya sangat terlihat ketika ia berdiri tegak.
" Saya disini adalah pemimpin kalian, maaf selama 3 tahun saya tidak pernah terlihat. Selama 3 tahun saya ingin kalian semua fokus berlatih dan menguatkan fisik serta kemampuan kalian hingga sampai pada titik ini. Mulai sekarang kalian semua yang ada disini adalah keluarga, jangan pernah saling membunuh dan jangan pernah terbunuh oleh orang lain. Jaga semua saudara kita disini dan jangan pernah berani untuk berkhianat. " ucap Anis lantang.
" Mulai sekarang grup mafia kita akan bernama " DESTROYER " seperti namanya grup kita adalah perusak. Bukan merusak negara ataupun orang melainkan kita akan merusak rencana orang yang merugikan negara. Kita akan membantu negara dan orang yang membutuhkan pertolongan serta pembelaan dari kita. Jangan pernah sekalipun kalian melukai atau menyiksa orang yang lebih lemah dari kalian dan orang yang tidak bersalah !!! jangan sombong atau angkuh saat kalian menjadi gelar anggota mafia. MENGERTI ?! " teriak Anis panjang.
" Mengerti boss. " ucap serempak mafioso.
" Dan untuk kalian semua disini Justin akan menjadi tangan kanan dari Destroyer. Jadi kalian harus menghormati Justin sebagaimana kalian menghormati saya. " ucap Anis dingin.
" Apa ada yang keberatan dengan ini ? " tanya Anis pada semua mafioso.
" Tidak boss. " ucap semua mafioso.
" Dari kalian semua apa ada yang ingin keluar dari Destroyer ? saya tidak memaksa kalian untuk ikut disini dan malah merasa tertekan jika berada dibawah kungkungan Destroyer. " tanya Anis pada semua mafioso.
Semua orang diam dan saling memandang, tiba - tiba ada seorang pria yang masih remaja mengangkat tangannya dan menatap Anis.
" Silahkan maju kedepan !! " ucap Anis.
Pria tersebut maju dan berdiri di hadapan Anis, sedangkan Anis memandang mafioso yang lainnya apakah ada yang ingin keluar lagi.
" Apa ada lagi ? " tanya Anis.
Ada 3 remaja dan 1 pria paruh baya mengangkat tangan mereka. Diantara ketiga remaja tersebut ada seorang gadis. Mereka maju kedepan dan berbaris dihadapan Anis.
" Jelaskan alasan kalian mengapa ingin keluar dari Destroyer ." ucap Anis tegas.
Salah satu dari mereka maju selangkah kedepan dan bertatapan dengan Anis. Sebenarnya ia gugup untuk menjelaskan pada pemimpinnya tapi ia harus melakukan ini.
Anis menatap pria remaja tersebut dengan tajam, mengamati wajah remaja tersebut. Sepertinya sedang ketakutan. Tiba - tiba remaja tersebut bersimpuh dihadapan Anis dan menangis. Membuat Anis terkejut, Anis tahu pria remaja ini sedang dalam masalah maka dari itu Anis ingin mendengar penjelasannya.
**Hayy guyss... maaf baru update hehe 😁
Jadi gimana ceritanya?
Seru?
Terima kasih atas semua like dan comment kalian, author sangat bahagia bisa memberikan kalian hiburan dengan menulis novel ini.
Mohon like, vote, comment serta favoritkan cerita ini.
Maaf jika ada unsur salah penulisan dalam cerita 🙏
Ditunggu koment kalian lagiiii guyss**..