
Mobil Anis sudah sampai di area parkiran mall, banyak orang memandang kagum pemilik mobil sport hitam tersebut.
" Wuahh pasti kaya nihh orang moga²aja cowok dalemnya. " ucap si A (salah satu pengunjung mall.)
" Aaa... semoga pangeran ganteng yg keluar. " ucap si B
" Wiiihhh semoga dalemnya bidadari. " ucap pria C.
Saat sudah pintu mobil terbuka, beberapa pria melongo melihat kehadiran 2 bidadari tersebut. Siapa lagi kalau bukan Anis dan Ana, banyak pasang mata yg mengagumi mereka bahkan beberapa perempuan mencibirnya karena merasa tersaingi.
" Cihh jal*ng." ucap si A.
" Alahh paling jadi simpanan om² kaya " ucap si B.
" Wihh cantik bener tuhh.. " ucap si C.
" Wahh bening nihh... " ucap si D.
Anis dan Ana hanya mengacuhkan mereka semua dan berjalan masuk menuju mall.
Sesampai di dalam mall masih banyak yg mengagumi mereka dan ada beberapa pria yg menggoda Anis dan Ana tapi mereka hanya cuek. 1 jam mereka mengelilingi mall utk membeli keperluan kampus mereka.
" Ehh udah semua ni dekk, makan yuk perut kakak udah laper nih. " ucap Ana.
" Hm ayo kak, Anis juga udah laper. " ucap Anis.
Mereka berdua menuju restaurant yg berada di lantai atas mall, sebelumnya mereka sudah keparkiran mobil utk menaruh semua barang belanjaannya.
Sesampainya di restaurant Anis dan Ana memilih duduk di ujung dekat jendela agar bisa lebih rileks dan tidak banyak orang yang menatap mereka karena duduk diujung. Saat sudah duduk Anis melambaikan tangannya untuk memanggil pelayan.
" Selamat siang nona, silahkan ini menunya. " ucap pelayan ramah menyerahkan menu, Anis hanya membalas dengan anggukkan kepala sambil sedikit tersenyum.
" Mau pesen apa kak ? " tanya Anis.
" Emm.. kakak pesen pasta sama kentang goreng aja dek minumnya orange jus aja. " ucap ana.
" Yaudah samain deh. " ucap Anis.
" Berarti 2 pasta, 2 kentang goreng dan 2 orange jus ya nona. Apa ada tambahan menu lainnya ? " tanya pelayan sopan.
" Hmm tambah ice cream coklatnya ya mbak." ucap Anis.
" Kakak juga mau? " tanya Anis.
" Kakak vanila aja dek. " jawab Ana.
" 1 ice cream coklat dan 1 ice cream vanila. " ucap Anis.
" Baiklah nona mohon tunggu pesanan anda sebentar. " ucap pelayan membungkukkan badannya lalu pergi.
" Kak habis ini mau langsung pulang atau jalan lagi ? " tanya Anis.
" Pulang aja dek, kakak capek keliling mall tadi mana gerah lagi liat tatapan cewek²yg lewat. " ucap Ana kesal.
" Hahaha... baiklah kak. " jawab Ana tertawa.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya makanan mereka datang, mereka memulai makannya dengan sedikit obrolan.
" Aakhh akhirnya kenyang." ucap Anis bersandar pada kursi.
" Huhhh... mau langsung pulang sekarang dek? " tanya Ana.
" Hmm ayok kak biar ntar gak keburu sore pulangnya. " jawab Anis.
Ana menganggukkan kepalanya tanda setuju, Anis memanggil pelayan untuk meminta bill. Setelah membayarnya mereka bergegas ke parkiran mall untuk pulang ke mansion.
" Ehhh kak kita mampir ke pantai yok liat sunset? " tanya Anis.
" Hmm ayokk!! kemana adek kakak, kakak akan selalu jagain. " ucap Ana mengacak rambut Anis.
" Okee letss goooo!!! " teriak Anis dalam mobil.
Ana hanya bisa geleng²kepala melihat tingkah adiknya yang manja dengan semua kakaknya. Sifatnya saat bersama keluarganya berbanding terbalik saat diluar, diluar Anis akan bersifat dingin, datar dan cuek pada orang.
Saat sudah sampai di pantai, Anis berlari menuju bibir pantai. Ia asik bermain air hingga senja, Ana hanya memantau adiknya itu sambil duduk di pasir. Sunset sudah mulai menampakkan sinar jingganya, Anis berlari menghampiri Ana dan duduk bersama menikmati indah dan tenangnya pesona pantai.
" Kak... " panggil Anis.
" Hmm " jawab Ana.
" Makasi udah mau nemenin Anis. " ucap Anis tersenyum menatap Ana.
" Apapun yang buat kamu bahagia dek, selagi kakak bisa lakuin itu pasti kakak lakukan. " jawab Ana mengelus kepala Anis.
📞 Halo kak " ucap Ana.
📞 Halo Na, kalian dimana udah malam kok belum balik mansion ? " tanya Bisma.
📞 Masih di pantai kak sama Anis sambil nikmatin angin malam. " jawab Ana.
📞 Yaudah inget balik ya jangan sampe larut malam pulangnya. " ucap Bisma.
📞 Hmm... Apa kakak mau bicara juga sama Anis ? " tanya Ana.
📞 Gausah Na nikmati aja santai kalian, ingat jangan pulang terlalu larut!! " ucap Bisma tegas.
📞 Iya kak " jawab Ana.
📞 Dan jika ada apa² sama kalian jangan lupa kabarin kakak secepatnya, kakak gamau kedua bidadari kakak sampe lecet sampai rumah!! " ucap Bisma.
📞 Iyaa kak Bisma bawel. " jawab Ana.
📞 Yaudah kakak tutup telfonnya. " ucap Bisma menutup telfon sepihak.
Ana merasa senang ia dikhawatirkan oleh keluarga barunya sekarang, ia berfikir mengapa keluarga Anis mau menerimanya yg hanya orang asing? sedangkan keluarga nya sendiri malah membuangnya dan tidak menginginkan kehadiran Ana.
Saat sedang asik dengan fikirannya, lamunam Ana buyar ketika Anis memegang pundak nya.
" Ehh kenapa dek? " tanya Ana.
" Kakak yang kenapa ? daritadi Anis panggil malah ngelamun gak nyaut. " jawab Anis.
" Hehe gak apa kok. " jawab Ana cengengesan.
" Yaudah balik yok kak ? lagian udah malam juga nihh. " ucap Anis.
" Oke. " jawab Ana.
Kini mereka tengah diperjalanan pulang menuju mansion, jam sudah menunjukkan pukul 21.00 malam. Ana yg giliran menyetir memutar lagu di mobil agar suasana tidak sunyi, mereka asik bernyanyi sepanjang perjalan. Hingga saat memasuki jalanan yang cukup sepi Ana sedikit menambah kecepatan mobilnya.
Saat tengah fokus menyetir Ana hampir menabrak seorang perempuan yang menyebrang mendadak.
Ckiittt...
Mobil berhenti mendadak hingga kepala Ana sedikit terbentur stir mobil, Anis yg tengah fokus dengan ponselnya mendadak menjatuhkan ponselnya karena Ana berhenti mendadak.
" Akkhhh kenapa berhenti mendadak kak ? Kakak gak apa²kan? tadi kepala kakak kebentur stir mobil. " tanya Anis panik pada Ana.
Ana yang melihat kepanikan Anis merasa bahagia karena dikhawatirkan, ia beruaha menenangkan kepanikan Anis.
" Dek kayaknya nabrak deh, bentar ya kakak cek dulu. " ucap Ana keluar mobil.
Saat Ana keluar ia melihat wanita dengan pakaian minim yg berjongkok di depan mobilnya sambil menangis. Ia menghampiri wanita itu dan bertanya.
" Maaf apa nona terluka ? " tanya Ana.
Gadis yg ketakutan itu berlari menghampiri Ana yg berdiri di samping mobil.
" To.. tolong saya.".ucap gadis itu.
Ana yg melihat penampilan gadis itu dengan lengan baju yang sedikit sobek, mata sembab dan wajahnya yang panik mengernyit heran. Gadis yang lebih muda dari nya mungkin seumuran Anis fikirnya.
" Hikss... mbak tolong saya, saya mohon. " ucap gadis itu.
Ana menarik tangan gadis itu membawa nya ke pintu sebelah kemudi.
" Nis muat berdua nggak tempatnya ? " tanya Ana.
" Emang kenapa kak ? " tanya Anism
" Ntar di mobil kakak jelasin, sekarang bisa duduk berdua nggak ? " tanya Ana kembali.
" Hmm bisa kak kalo seukuran Anis badannya. " ucap Anis.
" Dek kamu duduk deket jendela ya biar gadis ini di tengah. " ucap Ana.
Anis hanya menggangguk, ia melihat wajah serius kakaknya itu. Ia segera turun dari mobil dan mempersilahkan gadis itu masuk duluan, lalu Anis menyusul di samping gadis tadi. Ana berlari cepat menuju kursi kemudi dan mulai menancap cepat gas mobil.
Saat mobil Anis dan Ana sudah jauh terlihat beberapa pria yang berpakaian serba hitam.
" Sial cepat cari gadis itu sebelum bos marah!! " ucap pria itu.
Bersambung....