
Saat sudah sampai di depan club, Audrey mengernyit heran. Mengapa ia di bawa ke tempat terkutuk seperti ini, saat sudah sampai di dalam Nela melihat sekitar club dan seorang pria tampan memakai jas hitam menghampirinya.
" Dengan nyonya Nela? " tanya seorang pria berjas hitam.
" Iya saya. " jawab Nela.
" Dimana perempuan yg anda katakan? " tanya pria itu.
" Ahh ini dia anak tiriku, silahkan nikmati tubuhnya sesuka kalian. " ucap Nela tersenyum.
" Ap.. apa ini kau mau menjualku dasar wanita licik." teriak Audrey.
" Mana uangnya? " tanya Nela pada pria tersebut dan mengacuhkan perkataan Audrey.
" Dasar kau wanita licik !! kau sudah membunuh orang tuaku dan sekarang kau menjualku. Akan ku balas kau. " teriak Audrey.
Pria berjas hitam itu memberikan uang 500 juta untuk Nela. Lalu Nela memberikan Audrey pada pria tersebut. Nela keluar meninggalkan Audrey yg menangis disana, ia tk peduli dengan gadis itu yg terpenting uang sudah ditangannya.
Audrey dibawa keruangan VIP yg ada di club itu, Audrey sempat memberontak tapi tubuhnya sudah dicekal oleh seorang pria berjas hitam tersebut.
" Jangan memberontak nona kau akan baik²saja jika kau diam. " ucap pria itu.
" Lepaskan saya tuan hikss... saya mohon. " ucap Audrey menangis.
" Tenanglah kau aman dalam genggaman ku. " ucap pria itu tersenyum.
" Kauu... kauu benar tuan ?? " tanya Audrey berbinar.
" Ya dan kau turuti saja semua yg ku bicarakan, sekarang kau ikut aku keluar dari sini. Beberapa anak buahku sudah mengalihkan perhatian penjaga pria yg ingin membeli mu. " ucap pria tersebut.
" Baik. " jawab Audrey.
Pria tersebut membawa Audrey keluar lewat pintu belakang club, setengah jalan mereka menyamar tanpa sepengetahuan anak buah dari pemilik club tersebut. Tapi rencana mereka tidak begitu mulus, saat akan sampai di parkiran penyamaran mereka dilihat oleh anak buah pemilik club itu.
" Itu dia tangkap gadis serta pria itu." teriak pria A.
" Ayo cepat sebelum mereka kabur. " ucap pria B.
Tangan Audrey ditarik untuk bersembunyi di semak²pria itu melepas gelang yg dipakai di tangannya dan memakaikannya ke tangan Audrey.
" Ingat kata²ku ini, berlari lah terus dan jangan melihat ke belakang, dan jangan lepaskan gelang ini suatu saat aku akan menemukan mu lagi dan akan selalu menjaga mu. " ucap pria tersebut.
" Hikss.. hikss terima kasih, aku akan mengingat mu selamanya di hatiku. Kau pria yg baik ku harap kau tidak apa², jaga dirimu jangan sampai kau terluka hikss. " ucap Audrey terisak.
" Hmm cepatlah selagi mereka belum kesini." ucap pria tersebut mengelus kepala Audrey.
Audrey menatap lekat manik mata pria yg menolongnya, mengelus pelan pipi pria itu.
Cupp...
Audrey mencium sekilas bibir pria tersebut lalu berlari sekuat tenaga, sedangkan pria tersebut tersenyum mendapat kecupan singkat itu.
Saat Audrey sudah jauh dari club ia bernafas lega, akhirnya dia bebas dari tempat terkutuk itu. Saat ia hendak melanjutkan perjalanan tiba - tiba tangannya dicekal oleh seorang pria.
" Tak semudah itu kau kabur nona, tuan besar ku sedang menunggu mu. " ucap pria tersebut.
Audrey memberontak saat tangannya diseret pria kekar itu. Ia melepas sepatu hak tingginya dan memukul kepala pria tersebut hingga berdarah, ia lalu berlari sekuat tenaga menjauh dari kerumunan pria yg sedang mengejarnya. Saat akan menyeberang jalan ia hampir tertabrak, ia menunduk dan menutup kepalanya dengan kedua tangannya. Saat ditengah kepanikannya keluar seorang wanita dari mobil dan menolongnya membawa Audrey pergi dari tempat kejadian tersebut.
* Flashback off.
Mendengar cerita dari Audrey membuat mereka tak tega, begitupun Anis. Ia tadi sempat curiga bahwa gadis yg mereka tolong adalah gadis pelayan di club² malam.
" Maafkan aku. " ucap Anis.
" Tidak apa nona, dan terima kasih telah menolong ku tadi. Jika saja tidak ada nona dan teman nona mungkin saya sudah tertangkap. " jawab Audrey.
" Tidak perlu nona, pasti akan merepotkan. " jawab Audrey.
" Tidak.. tidak kau akan tinggal disini mulai sekarang dan anggap kami keluargamu. Jika kau keluar sekarang kau akan menjadi incaran pemilik club itu kalau disini kau akan aman karena ada banyak yg menjaga mu. " jelas Anis.
" Hikss... hikss terima kasih kalian semua sangat baik. Aku akan membalas perbuatan kalian dengan menjadi pelayan disini saja. " ucap Audrey.
" Tidak kau akan menjadi keluarga kami semua nak. " ucap Gio.
" Dan berhenti memanggil ku nona panggil saja aku adikk atau Anis. " ucap Anis.
" Baiklah. " jawab Audrey.
" Ahh yaa aku akan ke kamar sebentar kalian berbincanglah. " ucap Anis beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar.
" Audrey uncle hanya memberi tahu mu bahwa kami disini keluarga mafia, dan jika kau keberatan kami tidak akan memaksa mu untuk ikut atau terpaksa tinggal di rumah ini. " ucap Gio menatap Audrey.
Seketika Audrey terkejut dan berfikir, jika ia ikut dalam mafia dia akan bisa menjaga dirinya dari pria bahaya dan juga bisa membalas kematian orang tuanya pada Nela.
" Tidak apa uncle, saya juga ingin bergabung ke dunia mafia untuk bisa menjaga diri dari bahaya. " ucap Audrey.
" Apa kau serius ? " tanya Gio memastikan.
" Ya uncle lagipula mafia tidak selalu jahat. " jawab Audrey tersenyum.
" Baiklah mulai besok kau dan Ana akan berlatih bela diri. " ucap Gio membuat mereka senang.
" Yeyy... akhirnya Ana bisa latihan senjata. " ucap Ana.
Semua menggelengkan kepala melihat tingkah Ana, wanita umumnya lebih memilih untuk belanja atau jalan² keluar menghabiskan waktu mereka tapi lain dengan Ana yg malah ingin berlatih senjata.
Sedangkan di kamar Anis masih sibuk mengotak - atik komputernya. Ia merencanakan akan membangun perusahaan miliknya sendiri walaupun dia masih memiliki beberapa perusahaan milik dady nya. Saat tengah fokus pada komputer tiba - tiba handphone miliknya berdering.
Ddrtt... Ddrrttt...
" 📞 Hmm. " ucap Anis.
" 📞 Aiishhh berhentilah bersikap dingin padaku, kapan kau akan ke markas semua sudah selesai. " ucap pria tersebut.
" 📞 Hmm besok aku akan kesana, dan aku ada tugas untuk mu akan ku jelaskan besok. " ucap Anis.
"📞 Baiklah, besok kau janji akan kesini ? " tanya pria tersebut memastikan.
"📞 Aishh kenapa kau bawel sekali Justin, aku bahkan sudah di New York sejak kemarin. " ucap Anis.
"📞 Lalu kenapa kau tak memberi tahu ku hahh ? kau tau selama 3 tahun aku tidak pernah melihat wajahmu secara langsung dan selama itu aku hanya melihat mu lewat ponsel. Bahkan para mafioso lainnya ingin melihat mu. " jelas Justin.
"📞 Baiklah - baiklah besok aku akan kesana setelah pulang kampus. " ucap Anis.
"📞 Kenapa kau ke kampus ? bukankah kau sudah lulus S-3 di Bali ? " tanya Justin.
"📞 Besok akan ku jelaskan. " ucap Anis mematikan telfonnya.
" Dasar kauu awas saja besok akan ku cincang karna mematikan ponselmu sebelum aku menjawab huhh. " ucap Justin kesal.
* For your info guyss!!
Justin adalah tangan kanan Anis di mafia miliknya yaitu Demon Queen. 3 tahun ia mendirikan mafia miliknya tanpa sepengetahuan orang tuanya serta orang lain bahkan semua mafia tidak mengetahuinya. Karena mafia milik Anis hanya membantu para pemerintah atau pihak kepolisian yg sedang membutuhkan bantuan. Jika tidak ada misi mereka akan membuat senjata dan menjualnya di berbagai negara.
Bahkan markas mereka tidak pernah bisa ditemukan oleh siapapun kecuali para mafioso dan anggota Demon Queen karena markas mereka terlihat seperti hotel pada umumnya dan tidak menimbulkan rasa curiga pada pihak yang ingin menjatuhkan mereka.
Bersambung....