
" Astaga kenapa ini... kenapa bisa seperti ini . " ucap Alice cemas.
" Tenanglah sayang. " ucap Jack menenangkan istrinya.
" Grandma tenang ok, kita pasti bakal baik² saja. " ucap Johan menenangkan neneknya.
" Grandpa juga tenanglah kita berdoa agar tidak terjadi sesuatu. " ucap Johan menenangkan kakeknya.
Tiba² terdengar suara ledakan kecil dari arah belakang sontak mereka semua menoleh kebelakangan dan tiba² saja.
DUARRRRRR
DUARRRRRR
DUARRRRRR
DUARRRRRR
Dan....
BOOMMMMM
Pesawat yg mereka tumpangi meledak dengan dahsyat. Tidak hanya sekali tapi 5 kali, ledakan terakhir sampai mengeluarkan kilatan api yg besar. Hingga pesawat tersebut tidak lagi terbentuk dan puing² pesawat jatuh ke lautan dalam. Semua keluarga Felix tiada dan ikut hancur dalam ledakan pesawat tersebut.
Berita tentang pesawat yg ditumpangi keluarga Felix tersebar sangat cepat di kota New York. Semua kasihan dengan tuan Jack, pembisnis yg terkenal dan sangat ramah serta sifatnya yg tak pernah curang dalam dunia bisnis.
Para anggota mafioso Black Devil serta para pekerja yg di perusahaan sangat terpukul mendengar kabar bahwa bos mereka meninggal dengan tragis dalam ledakan pesawat. Para polisi juga sedang menyelidiki dan menelusuri tempat kejadian begitupun juga para mafioso Black Devil.
Yang mereka temukan hanya puing²pesawat yg sudah habis terbakar begitu juga kulit² manusia yg mengambang di atas air laut yg terlihat gosong. Hingga salah satu anggota mafioso menemukan kepala tuan Jack yg terhimpit karang di tengah laut yg sudah sedikit hangus dan terpisah dari anggota tubuhnya.
* Flashback Off.
Mendengar cerita dari uncle Gio, Anis menangis histeris ia tidak menyangka akan kehilangan sosok keluarga secepat ini. Bisma memeluk Anis berusaha utk menenangkannya, sungguh ia tidak sanggup melihat Anis dalam keadaan terpuruk seperti ini.
" Hikss... hikss ke.. kenapa secepat ini hikss... " tangis Anis sesegukan.
" Kamu yg sabar dek, kamu harus kuat. " ucap Bisma menenangkan Anis.
" Uncle turut berduka sayang, maafkan uncle tidak bisa melindungi dady dan momy mu. " ucap Gio memeluk Anis.
" Aku akan menyelidiki ini semua, aku tidak akan pernah membiarkan org yg membunuh keluarga ku hidup dengan damai di dunia ini. Aku bersumpah akan membunuh semua keturunannya dengan tangan ku sendiri. " ucap Anis lantang dengan amarahnya.
Gio dan Bisma kaget melihat perubahan pada diri Anis, dari sekian tahun sisi jahatnya atau Vivi altar egonya tidak pernah menampakkan diri lagi tapi kini semua yg melihat Anis akan terkejut.
Mata yg berwarna biru laut itu kini telah berubah menjadi warna merah darah, tatapan yg dulunya lembut kini berubah dengan penuh kebencian dan kemarahan. Jika Vivi sudah mengambil alih tubuh Anis maka tidak akan ada yg bisa menenangkannya sekalipun itu keluarganya.
Sontak Gio dan Bisma serta beberapa mafioso lainnya melangkah pergi, karena jika menghalangi langkah kaki Vivi maka mereka akan mati sia². Gio serta Bisma memilih utk memantau Anis dari jarak jauh, mereka tau jika terjadi seperti ini Vivi akan ke tempat latihan atau hutan utk melampiaskan marahnya. Vivi akan terus berlatih atau membunuh apa yg ada di depannya, jika ia sudah lelah maka ia akan pergi dan Anis akan pingsan hingga seharian.
* Skip ruang latihan.
Bbruuukkk
Brruukkkk
Praanggg
Bruukkkk
Bruukkkk
Vivi terus menendang samsak dihadapannya hingga samsak itu tak terbentuk lagi tak hanya itu ia juga sesekali melemparkan pisau hingga tertancap di dinding.
Ssrriinnggggg
Ssrriinnggggg
Ssrraakkkkkk
Ssraakkkkkk
Ssrriinngggg
Vivi melemparkan pedangnya yg sudah patah, kini ia memukul pohon dan sesekali menendangnya. Darah terus bercucuran di tubuh Anis, tapi Vivi masih enggan keluar dari tubuh Anis.
Ia terus berteriak histeris di tengah hutan sampai lelah datang di tubuhnya.
Gio, Bisma serta mafioso lainnya yg melihat kejadian itu merasa sedih mereka tidak dapat berbuat apa²ketika sesuatu seperti ini terjadi. Mereka hanya bisa menunggu Vivi lelah.
2 jam sudah berlalu tapi Vivi masih enggan keluar dalam tubuh Anis. Mereka semua masih setia mengawasi nona muda mereka, mereka takut jika Vivi akan melukai tubuh Anis. 3 jam berlalu Vivi mulai lelah ia diam mematung menghadap danau yg ada di tengah hutan itu dan tiba²
BRUKKK...
Anis pingsan disertai darah yg mengalir deras di sekujur tubuhnya Bisma,Gionserta mafioso yg memantau Anis dari jauh terkejut dan langsung berlari menghampiri Anis.
Bisma mengangkat tubuh Anis ia langsung berlari ke mansion. Ia khawatir melihat darah deras yg terus mengalir di tubuh Anis. Gio menyuruh para mafioso membereskan kegaduhan di sekitar hutan dan mansion. Sesampainya di mansion Anis langsung dibaringkan di kamarnya, Bisma langsung menghubungi dokter pribadi serta pembantu rumah tangga utk mengganti pakaian Anis.
Keesokan harinya Anis bangun dari tidurnya, ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Ia mengingat kejadian kemarin dan mulai menangis histeris di kamar. Sesudahnya lega ia memilih utk membersihkan diri. Tak butuh waktu lama Anis sudah selesai membersihkan diri serta mengganti pakaiannya. Kini ia menuju bawah utk sarapan.
* Skip meja makan.
Saat di meja makan ia tak banyak bicara, seusai makan ia langsung beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya. Gio serta Bisma melihat sifat Anis yg pendiam menjadi sedih.
" Hhmmm... lihatlah dad Anis sudah berubah menjadi pendiam. " ucap Bisma sedih.
" Yahh kau benar, ia pasti sedih dan tertekan kehilangan anggota keluarganya. " ucap Gio lesu.
" Ahh.. ya dady lupa sesuatu ." ucap Gio beranjak dan berlari menuju kamarnya.
" Yaaakk dady kau meninggalkanku sendiri, beritahu aku apa yg kau sembunyikan. " ucap Bisma berteriak sambil menyusul dady nya.
Sesampainya di kamar Gio langsung mencari benda yg diberikan Jack utk hadiah ulang tahun Anis.
" Akhirnya aku menemukan nya. " ucap Gio bernafas lega.
" Apa itu dad ? " tanya Bisma pada Gio.
" Kau akan tau nanti, ayo ikut dady. " ucap Gio meninggalkan Bisma.
Bisma hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah absurd dady nya. Entah kenapa dia bisa punya dady seperti itu untungnya tampan.
* Skip kamar Anis.
Tok
Tok
Tok
" Sayang ini uncle apa kau sibuk ?" tanya Gio
" Masuk saja uncle pintu tidak dikunci. " jawab Anis.
Gio serta Bisma masuk ke dalam dilihatnya Anis sedang menonton televisi sambil merebahkan badannya. Mereka menghampiri Anis dan duduk disisi ranjang.
" Ada perlu apa uncle kemari ? " tanya Anis dingin.
" Uncle mau ngasih ini ke kamu. " ucao Gio sambil menyodorkan kotak kecil.
Tanpa basa - basi Anis membuka kotak itu dan ia melihat kalung dengan diamond merah. Ia menatap Gio sambil meminta penjelasan.
" Ini hadiah dari dady kamu sayang, kemarin dady kamu sempet bilang kalau dia punya firasat buruk entah apa itu. Ia menyerahkan kalung ini ke uncle utk memberikannya ke kamu sayang. " ucap Gio tersenyum.
" Terima kasih uncle. " ucap Anis sambil memeluk Gio lalu beralih memeluk Bisma.
" Dan Satu lagi karena usia kamu udah 18 tahun kamu akan diberi tatto lambang keluarga Felix serta lambang dari Black Devil. Karena kamu adalah penerus satu²nya jadi ini wajib dijalankan. " jelas Gio membuat Anis terkejut.
Bersambung....