Girl & Boy Mafia

Girl & Boy Mafia
Eps 9



" Tuan bagaimana pengajuan kerja sama dengan FEL'S Company ? Apa kita akan membatalkannya? " tanya Layri.


" Haiss Lay sudah ku bilang jangan memanggil ku seperti itu jika kita sedang berdua. " ucap Livian.


" Hahaha baiklah² aku sangat senang menggoda mu, melihat wajah kesal mu itu. " ucap Liyran sambil tertawa.


" Sudahlah kita bahas yg tadi saja tentang perusahaan FEL'S Company ku dengar tuan Felix sudah tiada lalu siapa yg menjalankan perusahaan nya? " tanya Livian.


" Emm mungkin tuan Gio yg menghandle nya utk sementara. " ucap Liyran.


" Tapi kudengar Tuan Felix masih memiliki putri yg ia sembunyikan sejak dulu dan sekarang gadis itu sedang diincar oleh mafia Blue Dragon. " jelas Livian.


" Yaahh kudengar begitu gadis itu menjadi misteri karena tidak pernah muncul disini bahkan lokasi persembunyiannya saja tidak diketahui oleh siapapun. " jelas Liyran.


" Tapi mengapa Blue Dragon mengincar putri dari tuan Felix ? Apa kematian keluarga Felix ada kaitannya dengan Blue Dragon. " pikir Livian.


" Hmm mungkin saja, karena jika kita lihat Blue Dragon memang sedikit licik. Apa kau ingat saat dia hampir membuat perusahaan bangkrut karena cara licik nya itu? bahkan kita hampir tertipu olehnya " jelas Layri.


" Kau benar kurasa kali ini dia yg akan mengalami segala bencana yg dia buat, dia sudah kalah telak diawal permainannya sendiri. " ucap Livian menyeringai.


" Apa maksud mu Li? " tanya Layri.


" Ohh ayolahh Lay, kenapa kau tidak mengerti? " ucap Livian malas.


" Jangan² yg kau maksud putri dari tuan Felix ? " tanya Layri menaikkan alisnya.


" Yahh akhirnya kau tau." ucap Livian.


" Kau benar, jika tuan Felix saja sudah cerdas seperti itu apalagi putrinya kan? sungguh dia masuk ke kandang singa yg kelaparan sekarang. " jelas Layri.


" Tentu saja, berarti kemungkinan keluarga Felix masih hidup bukan? Tidak mungkin tuan Jack Felix bisa mati semudah itu. " jelas Livian tersenyum.


" Tapi berita yg kudengar pihak kepolisian menemukan kepala tuan Jack terhimpit kerang tanpa anggota tubuh lainnya. " ucap Layri serius.


" Apa kau bodoh Lay ? kau kira keluarga Felix tidak menyiapkan rencana saat akan keluar kandang ? Mungkin ketua mafia Blue Dragon dapat dibodohi olehnya tapi tidak denganku. " ucap Livian tersenyum.


" Kau benar, ledakan pesawat itu terjadi 5 kali sekaligus kemungkinan besar semua orang yg ada disana akan hancur kandas tak berbentuk. Tapi anehnya hanya kepala tuan Jack yg didapat dan itupun sudah tak berbentuk, serta kulit² manusia yg sudah berkelupas dari tulangnya . Kalau begitu mungkin tuan Jack sudah mengetahui ini semua akan terjadi dan dia menukar orang suruhan Mafia Blue Dragon dengan orang yang berada dalam pesawat. " jelas Layri.


" Hahaha kau cukup pintar Lay tapi anggapan ku bukan seperti mu. " ucap Livian tertawa.


" Lalu bagaimana menurut mu? " tanya Layri.


" Kau ingat saat aku berada di Korea ? " tanya Livian.


" Yaa saat kau meeting dengan wanita badut itu ppuufftt... " ucap Layri menahan tawa.


" Jangan menertawai ku seperti itu. " ketus Livian.


Di mansion mewah bak istana, terlihat 3 sosok wanita cantik siapa lagi kalau buka Anis, Ana dan Diah. Mereka sedang mengobrol santai sesekali mereka tertawa mendengar obrolan dari salah satu pembicara.


" Kak Anis bosen niihh... gimana kalau kita jalan² ? " usul Anis.


" Ehh kakak gabisa temenin yahh soalnya mau ke markas disuruh uncle Gio. Mending sama Ana aja sekalian kalian beli peralatan kampus. " ucap Diah.


" Ngapain beli peralatan kampus kak ? Anis kan udh S-3 dan kak Ana juga udah lulus S-2. " ucap Anis.


Diah menepuk jidatnya sambil memijit pelipisnya, bagaimana mungkin kedua adik cantiknya ini melupakan rencana yg telah mereka bicarakan tadi malam.


Cantik² tapi somplak 🤣


" Apa kalian Lupa dengan rencananya ? " tanya Diah pada Anis dan Ana.


Sesaat Anis dan Ana saling pandang lalu beralih menatap Diah. Mereka kembali berfikir dan mengingat hal yg mereka bicarakan tadi malam.


5 detik...


10 detik...


20 detik...


30 detik....


" Lahh kan lu yg bikin naskahnya tul*ul !!! " jawab Anis.


" Oohh iyaa yak lupa cuy 😅." Author.


" Aelahh gak author gak tokohnya sama² og*b 😒." Ana .


" Woee lu juga tokohnya tolol !! " Anis.


" Udehh diem lu padaa ntar gua pecat lu di naskah gua. " Author.


" Lahh jangan donkk thorr... 😭 " Anis, Ana.


Ahh udahh lahh gaje bgt 😒 mending lanjut bacanya guys 😘


* Back to story!!


" Whatt !!! " teriak Anis, Ana.


" Lahh kok sampek kelupaan sihh yaudah ayok kita prepare dulu . " ucap Anis menarik Ana.


Diah hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah absurd kedua adik cantiknya itu. Untung cantik kalo nggak udah gua buang jauh² ke lautan dalam dahh 😅


Mereka ( Anis, Ana) bersiap berangkat menggunakan mobil sport warna hitam milik Anis. Mobil yg diberikan hadiah dari ayahnya dulu saat Anis berusia 17 tahun.


Selama di perjalanan mereka asyik bernyanyi sambil tertawa ria, sungguh kedekatan seperti seorang saudara kandung. Banyak orang yg melihat mereka dari mobil terpesona karena Anis membuka kaca mobilnya agar lebih nyaman dan sejuk.


Di perempatan rambu lalu lintas terlihat jalur yang dilintasi Anis mendapat lampu merah. Anis memberhentikan mobilnya di tengah² barisan, banyak orang yg menatap Anis dan Ana tapi mereka tak begitu peduli pada orang yg menatapnya kagum, itu hal biasa menurutnya.


Tapi tidak dengan pria yg berada di samping mobil Anis, ia terus menatap Anis intens.


" Cantik " gumam pria tersebut.


Anis yg ditatap seperti itu merasa risih, ia menaikkan kaca mobilnya agar tak dilihat pria disampingya. Lampu sudah berubah warna menjadi hijau Anis melajukan mobilnya perlahan sedangkan pria tadi berbelok karena tujuan mereka berbeda.


" Lay aku ingin kau menyelidiki gadis tadi. " ucap Livian tersenyum.


" Baiklah. " jawab Layri.


Yaa pria yg menatap Anis tadi adalah Livian, sungguh ia terpesona dengan kecantikkan Anis yg sederhana.


" Aku akan mendapatkan mu baby. " batinnya.


Layri yg melihat tuannya yg terus tersenyum bergidik ngeri, lebih baik ia melihat tuannya membunuh musuhnya secara kejam daripada melihat senyum manis tuannya itu.


Serasa seperti orang kesurupan fikirnya.


Mobil Anis sudah sampai di area parkiran mall, banyak orang memandang kagum pemilik mobil sport hitam tersebut.


" Wuahh pasti kaya nihh orang moga²aja cowok dalemnya. " ucap si A (salah satu pengunjung mall.)


" Aaa... semoga pangeran ganteng yg keluar. " ucap si B


" Wiiihhh semoga dalemnya bidadari. " ucap pria C.


Saat sudah pintu mobil terbuka, beberapa pria melongo melihat kehadiran 2 bidadari tersebut. Siapa lagi kalau bukan Anis dan Ana, banyak pasang mata yg mengangumi mereka bahkan beberapa perempuan mencibirnya karena merasa tersaingi.


" Cihh jal*ng." ucap si A.


" Alahh paling jadi simpanan om² kaya " ucap si B.


" Wihh cantik bener tuhh.. " ucap si C.


" Wahh bening nihh... " ucap si D.


Anis dan Ana hanya mengacuhkan mereka semua dan berjalan masuk menuju mall.


Bersambung....