Girl & Boy Mafia

Girl & Boy Mafia
Eps 15



Malam hari pun tiba, Bisma sedang menerima telepon dari pihak kampus Anis. Ia memijit pelipisnya dan membuang nafas kasar.


" Uhh... Baru sehari dia disana dan sudah ada kejadian patah tulang." ucap Bisma.


Ia turun kebawah menuju meja makan, disana sudah nampak 3A beserta ayahnya sedang makan malam.


Ia duduk dan ikut makan malam bersama, tidak ada pembicaraan sedikit pun dalam acara makan malam hanya terdengar bunyi dentingan sendok dan piring. Seusai makan Bisma menatap ke3 adik perempuannya itu dengan tajam sedangkan yg ditatap sudah was - was akan takut potongan uang jajan 😂


Anis, Ana dan Audrey hendak berdiri menuju kamarnya tapi terhenti akan suara bass milik Bisma.


" Duduk!! " titah Bisma.


Gio menatap putranya heran, ia merasa ada sesuatu yang telah dibuat oleh keponakan perempuannya itu.


" Ini sudah malam kak kita belum mengerjakan tugas. " ucap Ana pada Bisma.


" Emm.. Benar kak, tugas kita banyak sekali. Baru pertama ke kampus sudah diberikan banyak tugas. " keluh Audrey.


" Iya kak, kalau begitu Anis dan yang lainnya mau ke kamar duluan ya. Malam uncle, ma- " belum selesai Anis bicara Bisma sudah memotong.


" Duduk!! " perintah Bisma dengan suara yang agak tinggi.


Anis, Ana dan Audrey langsung duduk tanpa berkutik sedikitpun. Mereka sudah takut ketika nada bicara Bisma sudah naik 1 oktaf. Gio yang tidak mengerti mengapa putranya bisa semarah ini, ia hanya diam dan menonton.


" Ceritakan kenapa bisa kalian mematahkan tangan seseorang di kampus. " ucap Bisma penuh dengan penekanan.


Gio terkejut mendengar perkataan Bisma, ia mulai menatap heran pada 3 gadis yang sudah ia anggap anaknya sendiri ini. Baru seminggu ia tinggal dengan 3 gadis ini ia sudah diberi kejutan apalagi Anis, setaunya Anis tidak pernah main fisik walaupun ia diejek maka dia akan tetap diam dan menghindar.


Anis menghembuskan nafasnya kasar, Ana dan Audrey menatap Anis. Bisma yang mengerti jika Anis yang melakukannya menatap Anis tajam meminta penjelasan.


" Mereka yang mulai duluan kak, gadis itu datang tiba²dan menggebrak meja ku. Ia juga yg duluan menjambak rambutku karena aku tidak menjawab bentak'an nya. " jelas Anis.


" Lalu kenapa kamu mematahkan tangannya ? Harusnya kamu patahkan lehernya sayang. " jawab Gio nimbrug.


Anis, Bisma, Ana serta Audrey melongo mendengar jawaban unclenya. Bisma menggelengkan kepala melihat respon sang ayah tercinta.


" Dad aku sedang serius, Anis kamu ingat nasihat ayahmu? Jangan melukai orang berlebihan itu akan mengakibatkan dendam. Kakak tidak mau kamu dilukai oleh orang diluar sana jika tidak ada yang sedang melindungi mu. Kakak tahu kamu pandai bersenjata dan melawan mereka bahkan menghabisi nyawa mereka tapi kakak tetap khawatir jika terjadi sesuatu dengan kamu termasuk kalian berdua. " jelas Bisma, ia menjeda ucapannya dan menarik nafasnya agar lebih tenang memberikan penjelasan pada ketiga adik perempuannya ini.


" Dan lagi satu, kalian bertiga perempuan akan sangat bahaya jika kalian teledor. Kakak percaya kalian bisa menjaga diri tapi tetap saja tidak akan ada yang tau takdir bagaimana kedepannya. " jelas Bisma.


Gio kagum dengan kedewasaan putranya memberi nasihat pada 3 adik perempuannya ini. Walaupun mereka bukan adik kandung tapi Bisma selalu mengawasi mereka setiap detik dari kejauhan.


Anis, Ana dan Audrey mendengar penjelasan Bisma menunduk. Mereka memang salah memberikan pelajaran pada wanita sialan itu berlebihan hingga mematahkan tangannya. Mereka bertiga menatap Bisma dan uncle Gio secara bergantian dan meminta maaf.


" Maaf kak, maaf juga uncle Gio. " ucap mereka bertiga.


" Tidak usah meminta maaf sayang, kalian masih remaja wajar jika emosian. Lain kali jangan berlebihan ok ?


Tapi jika mereka melewati batasan kalian bisa mengambil tindakan. " jelas Gio.


" Baik uncle. " jawab mereka bertiga.


" Lalu siapa yang mematahkan tangan gadis itu? " tanya Bisma.


" Anis kak." jawab Anis menunduk.


" Kenapa hmm? " tanya Bisma lembut sambil mengelus rambut Anis.


" Mereka menjelekkan dady dan momy di depan ku, aku bisa menerima jika mereka mengejek diriku seorang tapi mereka membawa nama dady dan momy. " jelas Anis menunduk, matanya sudah mulai meneteskan air.


" Sabar yaa... Tenangkan hatimu jangan dengarkan omongan mereka. Mereka hanya iri dengan adik² kakak ini yang lebih cantik dari mereka. " jelas Bisma membuat Anis, Ana dan Audrey tersenyum kembali.


Akhirnya mereka semua kembali ke kamar masing²untuk mengistirahatkan badan mereka. Entah hal apa yang akan terjadi besok pada mereka.


" Aku berjanji akan mendapatkan mu gadis manis. " ucap Livian tersenyum.


Seumur hidup baru kali ini Livian merasakan jatuh hati pada sosok perempuan. Biasanya banyak perempuan yang mendekatinya hanya karena kekayaan dan kekuasaan yang ia miliki. Bahkan mereka melempar tubuhnya dengan sukarela pada Livian, tentu saja Livian jijik melihat wanita seperti itu.


Tapi kali ini lain, Livian lah yang akan mengejar sosok gadis manis yang membuatnya tidak bisa tidur karena terus mengingat senyuman manis itu.


Pagi telah menampakkan sinarnya membangunkan seisi penghuni mansion besar nan megah itu. Anis mulai membuka matanya perlahan karena diusik oleh sinar mentari yang menembus dinding kacanya.


Ia mulai bangun dan menuju kamar mandi untuk memulai ritual mandi paginya.


Begitupun sosok gadis yang masih berada dalam selimut ini, ia merasa terganggu oleh sinar matahari yang mulai menyengat matanya. Ana mengerjapkan matanya dan mulai duduk di atas ranjang, ia mengumpulkan nyawanya yang baru bangkit setengah karena tidur nyenyak yg ia rasakan. Setelah merasa lebih baik ia turun dari ranjang dan mulai berjalan menuju toilet untuk memulai ritual mandinya.


Lain dengan sosok gadis yang masih betah di atas ranjangnya, ia masih memejamkan matanya tak peduli dengan sinar matahari yang sudah menusuk kulitnya. Ia adalah Audrey sosok gadis yang lebih dewasa dari Anis dan Ana tapi entah sifatnya terbalik dengan saudaranya itu dia sangat menyukai ranjangnya.


Hingga datang sosok lelaki kekar yang sedang menenteng panci dan spatula. Ia sudah mengetuk pintu Audrey beberapa kali tapi tidak juga bangun terpaksa ia menerobos masuk dan terkejut melihat gadis itu tidur sambil ngorok.


" Dasar gadis pemalas!! kedua adikmu sudah selesai bersiap dan kakak tertuanya masih tidur sambil ngorok. " kesal Bisma.


" Akan ku beri pelajaran kau gadis pemalas. " ucap Bisma.


Ia melangkah mendekat ke ranjang dan mulai mendekatkan panci yang ia genggam ke telinga Audrey.


" Rasakan ini hihihi... " ucap Bisma sambil cekikikan.


Trangg... Trang... Trang.... Trangg...


" Aakkhh... ampun..ampun " ucap Audrey sambil bersujud di atas kasur.


" Buahahaha... " tawa Bisma sambil memegang perutnya. Air mata Bisma sampai menetes karena tertawa hingga sakit perut.


" Kak Bismaa!! ihh iseng banget sih.. " teriak Audrey.


Bisma berlari keluar dan dikejar oleh Audrey. Anis, Gio serta Ana sudah terbiasa melihat pemandangan pagi seperti ini. Mereka bertiga cuek saja nanti setelah lelah lari keliling mansion mereka akan tergesa - gesa untuk bersiap.


" Huh... dasar kekanakan. " ucap Gio sambil menggelengkan kepala.


" Kapan mereka akan dewasa ? " ucap Anis menatap Bisma dan Audrey dengan malas.


" Huhh... selalu saja rempong setiap pagi. " keluh Ana menatap Bisma dan Ana yang saling kejar seperti serial Tom&Jerry di televisi.


Bersambung...


**Guyss!! maaf baru update 🙏


Saya baru selesai masa pemulihan dari kecelakaan yg lalu jadi baru bisa update.


Jangan lupa kasii...


- Like


- Comment


- Vote


dan jgn lupa favoritkan yaa guyss...


Maaf kalo ada salah penulisan atau latar yang sama.. jgn lupa selalu kasii saran agar saya bisa selalu mengembangkan bakat dan belajar dari kalian semua.


Terima Kasih 💜🙏**