Four Husband'S From Different Clan'S

Four Husband'S From Different Clan'S
Part 1



"Huft.... Lagi-lagi aku kesiangan, ya Tuhan semoga Mr.Lamont belum tiba di kelas." Gumamku sambil berlari menuju kelas. Tinggal satu belokan lagi menuju kelasku, dan tanpa sengaja aku menabrak seseorang di belokan terakhir.


     "Aduh... Maaf aku terburu-buru karena sudah terlambat." Kataku pada orang itu sambil bergegas membantunya memunguti buku-bukunya yang terjatuh karena ulahku.


     "Hmm...." Gumamnya sambil ikut memunguti buku-bukunya.


Aku tersentak dan meliriknya saat ku dengar gumaman sinis darinya. "Ehh, apaan sih nie cowok, sinis banget padahal aku sudah minta maaf." Pikirku sambil sesekali meliriknya lagi.


     "Ini buku-bukumu, sekali lagi aku minta maaf atas kecerobohanku sehingga menabrakmu." Kataku sembari mengembalikan buku-bukunya yang berhasil aku kumpulkan.


     "It's okay, no problem." Sahutnya sembari berlalu meninggalkanku. Aku menghela nafas lega dan tanpa membuang waktu lagi, aku segera melanjutkan langkahku menuju kelas yang sudah terlihat. Saat tiba di depan kelas, aku dapat bernafas lega karena Mr.Lamont belum tiba di kelas. Segera aku  melangkahkan kakiku menuju mejaku, dimana Siera sahabatku yang selalu duduk di sebelahku telah melambaikan tangannya ke arahku.


     "Ya ampun Lova, ada apa denganmu, hampir seminggu ini kau selalu datang terlambat? Untungnya Mr.Lamont sedang menjemput mahasiswa pindahan di ruang Rektor." Sapa dan penjelasan Siera saat aku telah tiba dan duduk di kursiku.


     "Aku tidak bisa tidur lagi semalam, biasalah ulah tetangga baruku itu. Jadilah aku bangun kesiangan lagi." Jawabku sedikit kesal karena mengingat ulah tetangga baruku yang selalu berisik saat malam hari.


     "Apa lagi yang dilakukan tetangga barumu yang tampan itu?" Tanya Siera lagi sambil memasang senyuman jahilnya.


     "Tampan dari sisi mananya? Dia cowok yang menyebalkan yang pernah aku temui." Sahutku lagi.


     "Oh ayolah Lova, jangan terlalu sinis dan kasar gitu menilainya. Apakah kamu sudah berkenalan dan mengetahui namanya?" Tanya Siera lagi yang tampak begitu penasaran.


Ya, kami pernah melihat pria itu saat baru tiba dan memasuki rumah tetanggaku yang sudah lama dijual itu, kebetulan saat itu Siera sedang menginap di rumahku.


     Belum sempat aku menjawab Siera, Mr.Lamont sudah tiba dan berdiri di depan pintu kelas sehingga suasana kelas langsung hening seketika.


     "Selamat pagi semuanya. Hari ini kita kedatangan teman baru." Kata Mr.Lamont mengawali sapaan paginya sambil melihat ke arah pintu kelas.


     Ku dengar desahan tertahan dan bisik-bisik dari teman-teman di sekitarku saat aku sedang mengeluarkan buku materi pelajaran hari ini dari dalam tasku. Reflek aku menoleh ke depan kelas, tepatnya ke seorang mahasiswa yang berdiri di sisi Mr.Lamont.


     "Ehh... Itu khan..." Aku bergumam kecil dan tidak meneruskan kata-kataku.


     "Kau mengenalnya?" Tanya Siera yang mendengar gumamanku.


     "Emm... Tidak, hanya saja tadi aku tak sengaja  menabraknya di belokan saat menuju kelas." Jawabku sedikit acuh.


     "OMG... Dia tampan sekali." Celetuk Siera dengan raut wajahnya yang berbinar-binar.


Aku hanya memutar bola mataku malas menanggapi celotehan sahabatku ini.


     "Silahkan perkenalkan dirimu pada teman-temanmu." Kata Mr.Lamont kepada pemuda yang berwajah datar dan dingin itu.


Pemuda itu hanya mengangguk kecil, mengiyakan kata Mr.Lamont.


     "Selamat pagi, Perkenalkan namaku Steven Lakeswara Raynar. Kalian dapat memanggilku Steve atau Steven. Senang dapat berkenalan dengan kalian." Kata Steven memperkenalkan dirinya sambil menatapku tajam.


     Aku hanya melirik teman-teman di sekitarku yang mulai berbisik-bisik, oh jangan lupakan tatapan memuja dari teman-teman mahasiswi di sekitarku yang tertuju pada Steven. Dan lagi-lagi aku hanya memutar bola mataku saat melihat reaksi teman-teman sekelasku yang begitu antusias dengan kehadiran Steven di kelas kami.


     "Baiklah Steven, kau dapat mengambil kursimu sendiri, silahkan." Kata Mr.Lamont mempersilahkan mahasiswa barunya.


     "Ok and Thank you Mr.Lamont." Sahut Steven singkat sambil melangkah menuju barisan kursiku.


     Segera aku mengalihkan perhatianku kepada buku materi yang telah aku letakkan di mejaku. Aku tidak memperdulikan lagi kemana dan dimana pria itu ingin menempati kursinya.               Tiba-tiba Siera menyenggol lenganku, sontak aku pun menoleh kearahnya sambil menaikkan alisku seolah bertanya "ada apa?"


Siera melirik ke arah kursi di belakangku, seolah mengisyaratkan dan menjawabku. Aku pun akhirnya menoleh ke belakang dan mendapati tatapan dingin dan datar dari pemuda itu. Reflek aku segera memalingkan wajahku ke depan kelas kembali, dan tak lama setelah itu Mr.Lamont telah berbicara dan memulai kelas pagi ini.


Steven POV


Brugh....


     "Aduh... Maaf aku terburu-buru karena sudah terlambat." Kata seorang gadis yang baru saja tak sengaja menabrakku. Gadis itu segera berjongkok dan memunguti buku-bukuku yang terjatuh karena ulahnya yang tergesa-gesa.


     "Hmm..." gumamku sambil ikut memunguti buku-bukuku.


     "Cantik, tapi sayang ceroboh. Siapa gadis ini?" Pikirku sambil sesekali melirik gadis itu.


     "Ini bbuku-bukumu, sekali lagi aku minta maaf atas kecerobohanku sehingga menabrakmu." Kata gadis itu lagi sembari mengembalikan buku-bukuku yang di kumpulkannya.


     "It's okay, no problem." Jawabku singkat sambil berlalu meninggalkan gadis itu yang masih terpaku di tempatnya.


Aku kembali menelusuri koridor kampus dan akhirnya menemukan ruangan Rektor.


Tok..Tok...Tok....


     "Masuk..." Sahut seorang pria dari dalam ruangan.


     "Morning Sir..." Sapaku saat memasuki ruangan itu.


     "Oh... Mr.Raynar, right?" Sahut Mr.Gundam sang Rektor sembari berdiri dan beranjak menyambutku.


     Aku sedikit tersenyum dan mengangguk serta menyambut uluran tangan Mr.Gundam. Sekilas aku melihat seorang pria paruh baya yang juga berdiri dan tersenyum ke arahku di dekat sofa di ruangan itu.


      "Ah... Perkenalkan ini Mr.Lamont, dosen yang akan mengantarkanmu ke kelas pertamamu pagi ini." Kata Mr.Gundam saat menyadari tatapanku yang melihat ke arah sofa.


     "Mr.Lamont, perkenalkan ini Steven Lakeswara Raynar mahasiswa pindahan yang akan menjadi mahasiswa di kelas anda pagi ini." Kata Mr.Gundam lagi memperkenalkan kami.


     Kami pun berjabat tangan dan saling memperkenalkan diri kami masing-masing.


Setelah perkenalan singkat itu, Mr.Lamont pun segera pamit pada Mr.Gundam seraya membimbingku menuju kelasnya.


     Saat aku memasuki kelas, tanpa sengaja aku melihat gadis yang menabrakku di belokan koridor dekat kelas ini. Ku lihat gadis itu pun sedikit terkejut akan kehadiranku di kelas ini. Pandanganku tak lepas dari setiap gerak gerik gadis itu bersama teman di sebelahnya.


     "Huh... Gadis itu mengapa begitu cuek sih?" Pikirku yang masih tak lepas memperhatikan gadis itu.


     Sekilas aku melihat sekeliling ruangan kelas ini, dan aku lihat tatapan para gadis-gadis lainnya yang terpesona melihatku. Aku sudah terbiasa dengan tatapan gadis-gadis yang seperti mereka, hanya sedikit heran dengan reaksi gadis yang tadi bertabrakan denganku.


      Mr.Lamont memintaku memperkenalkan diriku, dan setelah aku memperkenalkan diri, aku di persilahkan mencari kursiku sendiri. Aku sudah memperhatikan sejak tadi kursi kosong di belakang gadis itu, dan aku pun melangkah ke arah barisan kursi dan duduk persis di belakang gadis itu.


     Tiba-tiba gadis itu menoleh padaku dan sedikit terkejut mendapati aku yang berada di belakangnya, dan dia pun segera memalingkan wajahnya lagi saat Mr.Lamont akan memulai kelas pagi ini.


      "Hmm... Gadis yang menarik." Pikirku dengan sedikit tersenyum kecil.


     Aku bukan orang yang mudah tersenyum atau menebar pesona pada para gadis. Entah kenapa hari ini setelah bertemu dengan gadis ini, aku menjadi mudah tersenyum walau hampir tak terlihat jika aku tersenyum.


Selama Mr.Lamont menjelaskan materi pelajaran pagi ini, aku tak berhenti memperhatikan gerak gerik gadis di depanku ini.


     "Aku akan segera mencari tahu tentangmu, manis." Gumamku dalam hati.


     Kelas pagi ini pun akhirnya selesai juga. Ku lihat gadis itu telah beranjak keluar kelas bersama dengan teman yang di sebelahnya.


     "Akh... Hilang kesempatanku untuk berkenalan dengannya. Biarlah masih ada lain waktu." Pikirku lagi. Entah kenapa aku begitu antusias untuk mengetahui siapa gadis itu.