Falling In Love With My Coach

Falling In Love With My Coach
lukisan anna



Hari ini sabtu itu berarti hari ini adalah jadwal untuk para murid dari jurusan seni untuk melakukan praktek di laboratorium seni.


Beno, anna, dan alin sedang berada di laboratorium seni mareka bertiga sedang duduk di depan papan kanvas tak hanya mereka semua siswa dan siswi pun duduk di depan papan kanvas. Mereka semua menggerakkan kuas yang ada di tangan mereka kekiri, kekanan, keatas, dan kebawah dengan wajah yang serius karena mereka semua sedang diawasi sama ibu amel wali kelas mereka.


"sumpah ya kalo kayak gini gue seperti ngelukis di rumah horor." kata beno berbicara dengan dirinya sendiri dengan suara kecil.


"lo ngomong apa barusan ben." sahut anna yang duduk di dekat beno dan mendengar ocehan beno.


"nggak gue nggak apa-apa lo salah denger kali." kata beno memberitahu anna kalau dia tidak sedang berbicara apa-apa sambil menatap anna.


Bu amel yang sedang berdiri di depan ruang laboratorium melihat beno dan anna sedang berbicara lalu menegur mereka berdua.


"beno!anna! Apa yang sedang kalian bicarakan." panggil bu amel dengan suara tingginya.


"eh.....eh......eh..... Nggak ada apa-apa bu." kata beno dengan nada yang terbata-bata.


"iya bu nggak ada apa-apa kok bu." sambung anna membela diri.


"kalo begitu kalian lanjutkan membuat tugas kalian." kata bu amel kepada beno dan anna.


"baik bu." beno dan anna menjawab bu amel.


Anna dan beno seketika diam saat sudah di


tegur sama bu amel dan melanjutkan membuat tugas mereka masing-masing. Anna sedang fokus melukis dia menyapukan kuasnya di atas papan kanvas kekanan dan kekiri dan seketika berhenti menyapukan kuasnya dan memandang lukisan yang sudah dia lukis sambil tersenyum.


"an lo kenapa senyum-senyum sendiri." ucap alin yang duduk di depannya.


"nggak gue lagi lihat hasil lukisan gue." ucap anna


"ohhhh lo ngelukis apa emangnya." ucap alin.


"iya lo lagi ngelukis apa sih an kayaknya sumringah banget ngelihatnya." sahut beno yang duduk di sebelah anna.


"kepo banget sih kalian." ucap anna sama beno dan alin.


"ihhhhh biarin, namanya juga manusia kalo nggak kepo nggak update." ucap beno


"gue lihat lukisan lo." ucap alin yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan langsung menghampiri anna.


"yaelah gue kira lo ngelukis yang astetik gitu rupanya lo ngelukis ini." ucap alin sambil menggelang-gelengkan kepalanya dan menghela napasnya.


"lukisan gue ini astetik kali." ucap anna tentang lukisannya.


"emangnya lo ngelukis apa sih an." ucap beno dengan penasaran.


"coba deh lo lihat sini ben." ucap alin.


"mana sini coba gue lihat." ucap beno sambil berdiri dan menghampiri anna dan alin.


Saat beno melihat lukisan anna dia menganga dan bengong karena melihat lukisan yang sudah di lukis sama sahabatnya itu.


"kenapa ben lo pasti terpesona kan sama lukisan gue." ucap alin ke beno.


"an sebenarnya saat lo ngelukis apa eih inspirasi lo.." ucap beno.


"emangnya kenapa kan tadi sebelum kita ngelukis bu amel bilang kalo kita harus ngelukis tentang apa cita-cita atau keinginan kita." jelas anna.


"iya gue tau, terus kalo lukisan lo ini apa dong cita-cita sama keinginan lo." tanya beno.


"ya ini cita-cita sama keinginan gue." ucap alin sambil menunjukkan hasil lukisannya.


"maksud lo an." ucap beno bingung.


"iya maksud lo apa an." ucap alin yang juga bingung.


"maksud gue cita-cita gue, gue mau nanam saham di bighit dan keinginan gue, gue ingin jadi istrinya park jimin." jelas anna sambil menunjukkan lukisannya.


"an sadar an." ucap alin sambil menggoyang-goyangkan badan anna.


" an lo waras kan."ucap beno sambil menempelkan tangannya ke kening anna.


"an halu lo itu ketinggian tau an." ucap alin.


"biarin aja namanya juga halu ya harus tinggi-tinggi lah masa udah halu tali halunya cetek." ucap anna


"serah lo lah an." ucap alin yang sudah lelah melihat kehaluan sahabatnya yang tinggi itu.


"anna anna untung lo sahabat gue kalo nggak udah gue pites lo." ucap beno.


"heeeee." anna terkekeh.


Beno dan alin hanya bisa terdiam dan geleng-geleng kepala saat melihat lukisan yang di lukis anna, ia melukis idolanya park jimin salah satu member boyband bts asal korea selatan.


Kring...........


Bel pulang sekolah berbunyi.


"anak-anak apakah kalian sudah selesai membuat lukisan kalian." tanya bu amel ke seluruh murid.


"sudah bu." jawab seluruh murid.


"kalau begitu kumpulkan lukisan kalian di depan lalu ketua kelas dan wakil ketua kelas harus mengatantarkan semua lukisan ke ruangan saya." ucap bu amel.


"baik bu." sahut seluruh murid.


"oh ya ibu mau mengingatkan kembali bahwa malam ini kalian akan ada acara pertemuan dengan para alumni, ibu harap kalian semua yang ada disini bisa menghadiri acara yang sudah dibuat oleh sekolah, kalau begitu ibu akhiri pembelajaran kita hari ini dan sampai bertemu lagi minggu depan ."ucap bu amel


Bu amel yang sudah menutup pembelajaran hari ini langsung pergi meninggalkan laboratorium seni.


"aryo.....devi...... kalian berdua butuh bantuan nggak." ucap beno menawarkan bantuan ke aryo ketua kelas dan devi wakil ketua kelas.


"nggak perlu ben kita bisa kok."ucap aryo.


"iya ben nggak usah." ucap devi.


"yaudah kalo gitu kalian hati-hati ya bawa lukisannya." ucap beno.


"


iya ben makasih ya udah mau nawarin bantuan." ucap aryo.


"iya santai aja kali." ucap beno.


"kalo gitu gue sama devi mau ngantar lukisannya ke ruangan bua amel dulu ya." ucap aryo.


"iya." sahut beno singkat.


Aryo dan devi pergi membawa hasil lukisan semua murid me ruangan bu amel.


"guys btw malam ini kita pergi bareng yuk ke acara pertemuan itu, gue males soalnya kalo pergi sendiri." ucap beno ke alin dan anna.


"boleh." sahut alin.


"good idea jadi kan gue nggak perlu tu bawa mobil sendiri." ucap anna.


"ok kalo gitu fiks ya nanti gue jemput kalian berdua jam 7 jangan sampai ada yang belum siap lo." ucap beno.


"okey." ucap alin.


"siap bos!" ucap alin dengan suara keras.


"ingat ya kalau misalkan kalian jam 7 belum siap juga gue tinggal kalian." ucap beno.


"iya santai aja." ucap anna


"yaudah kita pulang yuk." ucap alin.


"ayok let's go." ucap anna.


Beno, anna, dan alin dan seluruh murid jurusan seni pulang masing-masing mereka pulang dengan perasaan yang tidak sabar untuk menyambut malam minggu dengan menghadiri acara pertemuan dengan para alumni itu. Mereka tidak sabar siapa yang akan menjadi pembimbing atau pelatih mereka untuk menyelesaikan tugas akhir mereka.