
Disaat fathur aksara dirgantara sang primadona smk cakrawala dari jurusan seni pergi meninggalkan acara pertemuan para alumni dan murid-murid dari jurusan seni smk cakrawala.
Anna yang sedari tadi ada di toilet melakukan ritual panggilan alamnya baru datang setelah menyelesaikan urusan mendesaknya itu, anna yang baru dari toilet bingung melihat semua teman wanitanya yang ada di cafe sedang senyum-senyum kesemsem.
"mereka semua kenapa sih." guman anna dengan wajah yang bingung.
Anna melihat beno yang sedang duduk sambil menikmati makanan dan minuman langsung menghampirinya dan duduk disebelah beno.
"ben ni kenapa cewek-cewek pada senyum-senyum sendiri." tanya anna.
"eh lo an? Mereka semua kayak gitu tu dari sang primadona datang sampai sang primadona pergi pada senyum-senyum sendiri kayak yang lo lihat sekarang." jawab beno.
"sang primadona? Siapa?" wajah anna bingung dan bertanya-tanya.
"masa, lo nggak tau sih? Siapa primadona kita?"
"nggak? Gue nggak tau ben." anna ngegas.
"oh ya lo kan dari tadi lagi ritual panggilan alam ya, jadi lo
nggak lihat primadona kita tadi." jelas beno sambil ngeledek anna.
"ritual panggilan alam lo kira gue nyai blorong!" anna kesal
"lo bukan nyai blorong tapi nyai pelet dari gua hantu." ledek beno sambil ketawa.
"itu si buta dari gua hantu begok!" anna menepuk kepala beno.
"hehehe." beno terkekeh.
"hehehe." anna mengikuti beno.
"udah jangan bahas yang lain ahhh? Gue sekarang tuh pengen tau siapa primadona kita yang datang tadi kesini!" anna ngegas.
"iya ya gue jelasin tapi jangan ngegas juga kali, nanti darah tinggi loh."
"ishhh biarin aja darah tinggi gue naik! Udah cepetan kasih tau siapa tuh si primadona kita." anna mulai kesal hampir menuju marah.
"okey okey sabar sabar sabar? Sekarang gue jelasin okey?" ucap beno sambil mencoba menenangkan anna.
"sempet lo ngomong yang lain lagi gue timpuk lo ama ni gelas." anna melihat beno dengan mata tajam sambil memegang gelas bersiap untuk melempar.
"okey-okey santai? Jadi primadona kita itu namanya fathur aksara dirgantara dia itu famous-nya jurusan seni dan smk cakrawala?" jelas beno.
"fathur aksara dirgantara? Dia itu murid memenangkan perlombaan ngelukis tingkat nasional dan lukisannya dengan nama no name itu sekarang diabadikan dan dia juga dapat membuat patung dengan tema yang diluar nalarkan." ucap anna.
"iya bener tuh dan yang gue denger juga dia tuh legenda jurusan seni dan juga yang gue denger lagi sekarang dia itu sudah menjadi ceo galeri seni miliknya sendiri."
"oh ya diusia dia yang masih muda?"
"he eh."
"wah daebak? Kalo misalkan kak fathur yang jadi pembimbing gue pasti nilai gue akan sempurna." anna membuat gambar pelangi dengan kedua tangannya.
"heh jangan halu lo! Masa kerjaan halu mulu sih." beno menoyor kepala anna.
"apaan sih lo, kan siapa tau."
"serah lo dah." beno menggelengkan kepalanya.
"BTW nih si alin kemana nih kok nggak kelihatan." anna melihat kesekeliling.
"ohhh si alin tuh dia ada di dekat kak aditya alumni kita." beno menunjuk dimana posisi alin.
"emang bener-bener tuh si alin ya?" anna mengelengkan kepalanya.
"itulah alin."
"ben gue samperin alin ya."
"hmmmm"
Anna berdiri dari duduknya dan langsung menghampiri alin yang sedang duduk dan bersenda gurau bersama para alumni.
"lin alin." anna memanggil alin.
Alin tidak menghiraukan panggilan dari anna.
"alinnnnnnnnn!" anna teriak sambil menepuk punggung alin.
Teriakan anna seketika membuat semua orang gang ada didalam cafe terkejut dan sontak semua pandangan semua orang tertuju pada anna.
"an lo kenapa sih teriak-teriak." alin menoleh dan menepuk anna.
"lo sih gue panggil nggak denger."
"alin dia siapa?" tanya aditya.
"eh dia anna kak murid jurusan seni juga." jawab alin.
"ohhhhhh........kok nggak kelihatan dari tadi?" aditya bertanya kepada anna.
"eh.....ini kak tadi saya lagi menunaikan panggilan alam." jawab anna.
"panggilan alam?" aditya bingung.
"ini kak maksuda teman saya tadi dia di toilet habis buang air kak." jelas alin.
"ohhhhhhhh.."
"oh ya kalau gitu kita belum saling kenal dong?"
"iya kak."
"kalau gitu kita kenalan dulu dong biar kita saling mengenal kan kata pepatah tak kenal maka tak sayang."
"tak sayang maka ta'aruf."
"kamu bilang apa barusan." aditya bertanya kepada anna apa yang dia katakan karena aditya tidak mendengarnya.
"nggak ada kok kak." anna mengeles.
"perkenalkan nama kakak aditya dan ini teman kakak namanya siska."
"halo kak siska nama saya anna."
"halo anna."
"nah kalo yang itu namanya jojo."
"halo kak saya anna."
"hai anna."
"dan yang itu namanya carren."
"halo kak carren saya anna."
"halo anna."
"oh ya ngomon-ngomong kamu kenapa tadi manggil alin kenceng banget." tanya aditya.
"iya kak maaf ya kalau misalkan menganggu tadi soalnya saya mau bicara sama teman saya kak." jelas anna.
"oh ya? Silakan kalau mau bicara."
"makasih kak."
"sama-sama."
"lin ayok berdiri." anna menarik tangan alin.
"bentar dikit kenapa si an."
Anna membawa alin ke meja tempat dia dan beno tadi.
"duduk!" anna mendudukkan alin paksa.
"lo kenapa sih an." alin bingung.
"lo kenap an lagi sakit." tanya beno.
"enggak gue nggak sakit, gue mau nanya sama kalian nih kira-kira kita pulangnya jam berapa ya?" anna bertanya dengan wajah cemas.
"nggak tau gue?emangnya kenapa lo nanya kapan kita pulang?" beno masih bingung.
"lo lihat sekarang sudah jam berapa?"
"jam 10 malam." ucap alin.
"baru jam 10 an besok kan juga hari minggu an jadi lo santai aja kalo misalkan kita pulang malem." ucap beno.
"masalahnya bukan kita bisa pulang malem apa nggak yang jadi masalahnya tu besok beno.....alin....." ucap anna.
"emangnya besok ada apa sih an kak besok hari minggu anna." ucap beno.
"lo berdua lupa besok kita ngapai?"
"emangnya besok kita ngapai an?" alin bingung.
"iya emangnya besok kita ngapain?" beno juga bingung.
"hari minggu besok kita bertiga kan disuruh bu amel ke sekolahan untuk mempersiapkan perlombaan seni antar sekolah? Kalian berdua lupa."
"ya ampun gue lupa an." beno nepuk keningnya.
"sama gue juga an." alin mengaruk kepala bagian belakangnya.
"hmmmm angel....angel....angel." anna menggeleng-gelengkan kepalanya.
"ya sorry an namanya juga lupa." ucap beno.
"kerjaan kok lupa." ucap anna.
"lupa kan nggak bisa di kontrol an." ucap beno.
"udahlah sekarang tu yang paling penting kita bertiga harus pulang dan gimana caranya kita minta izin pulang!" ucap anna.
"biar gue aja yang minta izin." beno menawarkan dirinya untuk meminta izin.
"yaudah sana pergi!" anna mendorong beno.
"iya ya ni mau jalan nih." beno berdiri dan menghampiri aditya seniornya.
"permisi kak." beno memanggil aditya.
"kenapa ben?" aditya menoleh mendengar panggilan dari beno.
"i...ni kak." beno gugup.
"ini apa beno? Kalo ngomong tu yang jelas dong." aditya bingung.
"hmmmm.......ini kak saya sama dua teman saya alin dan anna, kami bertiga mau izin pulang duluan kak." beno menjelaskan maksud dan tujuannya.
"kenapa kalian bertiga kok pulangnya cepet banget sih kan acaranya belum selesai."
"iya kak maaf ya soalnya kita bertiga besok harus datang ke sekolahan untuk mempersiapkan perlombaan seni antar sekolah kak."
"ohhhh yaudah kalo begitu kalian bertiga boleh pulang."
"terima kasih ya kak." beno menundukkan kepalanya.
"kalau begitu saya pergi ya kak."
"iya ya silakan."
Setelah beno mendapat izin dia lalu menghampiri anna dan alin ditempat duduknya tadi.
"an........lin........" beno memanggil kedua sahabatnya.
"gimana dapat nggak izinnya." tanya anna.
"dapat dong."
"asikkk........kalau begitu kita pulang yok." alin berteriak gembira.
Saat alin dan anna bahagia karena
mendapat izin pulang cepat beno mendapat telepon dari mamanya.
"guys bentar dulu ya nyokap gue nelpon nih." beno mengangkat telepon dari mamanya.
"oh okey okey." anna mengangguk-ganggukkan kepalanya.
Beno menjawab telepon dari mamanya dan berbicara serius dengan mamanya lewat telepon tak lama kemudian beno selesai menjawab telepon dari mamanya beno kembali menemui anna dan alin.
"nyokap lo kenapa ben." tanya anna.
"ini nyokap gue minta jemput dirumah temannya."
"yaudah kalo gitu lo jemput aja." ucap alin.
"gue sih pengennya gitu tapi nanti kalian berdua pulangnya gimana."
"amanlah kalo kita berdua nanti bisa pulang naik taxi?" ucap alin.
"iya lo jemput aja nyokap lo." ucap alin.
"beneran nih?"
"iya bener, udah sana pergi." ucap anna.
"yaudah kalo gitu gue pergi dulu ya? Kalian berdua hati-hati ya dijalan sampai ketemu besok disekolah." beno pergi sambil melambaikan tangan.
"an kita kedepan aja yok siapa tau didepan ada taxi."
"iya ayok lin."
Anna dan alin keluar dari cafe dan berjalan kepinggir jalan untuk mencari taxi.
"lin disitu ada halte kkta nunggu taxi disana aja yuk?"
"ayok!"
Anna dan alin berjalan kearah halte bis
untuk menunggu taxi yang lewat.
"kira-kira ada taxi nggak ya yang lewat." anna melihat ke kiri dan ke kanan
"semoga aja ada an."
Saat anna dan alin sedang duduk dihalte bis menunggu taxi tiba-tiba ada seseorang yang mengendarai sepeda motor menghampiri mereka berdua.
"alin! Kamu ngapai disini." tanya pemotor itu.
"lo arif lo darimana." sahut alin.
"gue baru pulang dari kampus."
"ohhh....."
"lo ngapain disini lin." tanya arif.
"gue lagi nunggu taxi rif."
"ohhh gimana kalo lo bareng gue aja." arif menawarkan tumpangan kepada alin.
"hmmm nggak usah deh rif soalnya gue kan lagi sama sahabat gue."
"kalo gitu nanti lo gue antar dulu udah tu gue gantian jemput sahabat lo."
"nggak usah deh ntar ngerepotin lagi."
"nggak kok lin santai aja."
"nggak nggak usah repot-repot kak kalo mau ngantar, antar alin aja kak." anna menyerobot percakapan antara alin dan arif.
"apaan sih lo an." alin mencolek tangan anna.
"udah lin santai aja nanti gue pulangnya naik taxi." ucap anna.
"lo yakin?"
"iya gue yakin? Udah sana pergi!"
"bener ya gue tinggal nih?"
"iya pergi sana."
"an see you." alin naik keatas motor sambil melambaikan tangannya.
"see you." anna membalas lambaian tanga dari alin.
Anna duduk dihalte bis menunggu taxi tapi sudah cukup lama anna menunggu tetapi tidak ada satupun taxi yang lewat. Anna yang sedang melamun tiba-tiba terkejut karena mendengar suara guntur yang mengelegar dilangit.
Duarrrrrrrrrrrrr
"astagfirullah." anna terkejut.
"kayaknya mau hujan lebat nih, gawat! Mana taxi belum ada yang lewat lagi." anna khawatir dan was-was.
Setelah suara guntur yang mengelegar dilangit malam tak lama kemudia hujan pun turun denga lebatnya. Hujan yang turun dengan lebat membuat anna makin khawatir dan makin was-was.
"mama pasti khawatir nih rumah." muka anna cemas dan khawatir.
"taxi mana sih kalo lagi dibutuhin kok nggak lewat-lewat." anna melihat kekiri dan kekanan.
Dari kejauhan ada mobil yang berhenti tak jauh dari halte bis dimana anna duduk menunggu taxi.
Didalam mobil ternyata ada pak indra yang sedang mengkemudikan mobilnya sedangkan yang duduk di kursi belakang ada fathur aksara dirgantara.
Pak indra melihat kearah halte bis dan melihat anna yang sedang duduk dengan wajah yang cemas.
"maaf tuan muda bukankan gadis yang ada dihalte bis itu adalah murid yang menghentikan mobil kita digerbang sekolah smk cakrawala." ucap pak indra.
"sepertinya iya pak." fathur menoleh dan melihat kearah halte bis.
"gadis itu kenapa ada disitu? Dan sedang apa dia disana? sepertinya dia sedang mencemaskan sesuatu." ucap fathur didalam hatinya.
"tuan muda sepertinya gadis itu sedang menunggu taxi." tebak pak indra.
"sepertinya begitu."
"kasian banget bagaimana kalau kita kasih tumpangan tuan."
"nggak!" fathur menolak.
"kenapa tuan?" pak indra bingung.
"nggak papa."
Fathur mencoba mencari cara lain tanpa harus memberikan tumpangan kepada anna.
"gue punya ide." fathur mengambil ponsel yang ada disaku bajunya.
"halo pak dengan kantor layanan taxi." pak indra menelepon kantor taxi.
"iya pak ini dengan kantor layanan taxi blue bird pak, ada yang bisa saya bantu?" ucap seseorang dari telepon.
"begini pak apakah bapak bisa menjemput seseorang dan mengirimi mobil taxi pak." tanya fathur.
"bisa pak, dimana kami harus menjemput." jawab seseorang dari telepon.
"di halte bis dekat cafe wolfes pak."
"baiklah pak."
"oh ya pak kalau bisa jangan beritahu kalau saya yang menyuruh ya pak."
"baik pak."
Fathur langsung mematikan teleponnya fathur melihat anna yang sedang duduk kedinginan karena mengenakan dress selutut.
Fathur melihat ada anak kecil memakai jas hujan di sebelah mobilnya dan ia mempunyai ide, fathur membuka kaca pintu mobil dan memanggil anak itu.
"permisi dek."
"iya kenapa kak."
"boleh minta tolong nggak nanti kakak kasih kamu uang."
"boleh kak, minta tolong apa kak."
"tolong kamu kasih jaket ini ke kakak yang ada disana ya dan jangan bilang kalo kakak yang ngasih jaket ini." fathur memberikan jaket dan menunjuk ke arah halte bis tempat anna duduk.
"iya kak."
Anak kecil itu langsung pergi ke halte bis tempat anna duduk.
"kak."
"iya kenapa dek?"
"ini untuk kakak." anak kecil itu memberikan jaket.
"untuk kakak dari siapa?"
Sebelum menjawab pertanyaan dari anna anak kecil itu langsung pergi lari dan membuat anna bingung.
"siapa sih yang ngasih jaket?" anna bertanya tanya.
"nggak tau lah mungkin aja orang baik?
Lumayan bisa ngageti badan gue." anna memakai jaket itu
Anak kecil yang memberikan jaket itu kembali lagi kemobil fathur.
"terima kasih ya dek." fathur memberikan uang yang sudah ia janjikan.
"iya kak."
Fathur tersenyum saat melihat anna memakai jaket yang ia berikan tak berselang lama ada taxi yang menghampiri halte bis tempat anna menunggu.
"taxi!" anna memanggil taxi itu.
Taxi itu langsung berhenti tepat dihadapan anna dan saat taxi itu sudah berhenti anna lalu masuk kedalam taxi dengan wajah yang bahagia.
Melihat anna yang senang fathur yang ada didalam mobilnya ikut tersenyum anna sudah pergi dengan taxi itu tetapi pandangan fathur masih tertuju kearah taxi yang ditumpangi anna.