Falling In Love With My Coach

Falling In Love With My Coach
pengumuman acara pertemuan dengan para alumni



Hari jum'at pagi yang cerah dan juga berkah ini anna dan dua sahabatnya sudah datang ke sekolah anna datang ke sekolah pagi-pagi sekali dia takut terlambat lagi datang ke sekolah, anna dan dua sahabatnya itu sedang membersihkan halaman sekolah yang ada di depan kelasnya karena setiap hari jum'at akan diadakan penilaian kelas kebersihan mereka bertiga dan seluruh teman kelasnya membersihkan kelas bersama-sama ada yang menyapu halaman depan kelas, menyapu ruangan dalam kelas, membersihkan jendela dan masih banyak lagi.


"an lin habis bersih-bersih kita makan ke kantin yok, katanya mbak neneng punya menu baru hari ini." beno mengajak anna dan alin makan ke kantin setelah bersih-bersih.


"boleh juga tuh." kata alin yang setuju dengan beno.


"kalo lo an gimana mau ikut nggak kita makan nanti." beno bertanya kepada anna.


"kalo gue sih ayok soal makanan anna mana bisa nolak." anna mengangkat kedua alisnya ke atas.


"jadi fiks habis ini kita harus go ke kantin." kata beno dengan jari telunjuk tangan kananya ke atas.


Anna, alin, dan beno bersemangat membersihkan kelasnya biar cepat selesai biar mereka bisa makan di kantin sebelum jam masuk sekolah di mulai. tak berselang lama bersih-bersih kelas pun sudah selesai anna, alin ,dan beno pergi ke kantin untuk makan sesuai dengan rencananya tadi, setelah sampai di kantin mereka duduk di meja kantin.


"guys kalian mau pesen apa nih." beno tanya sama alin dan anna mereka mau pesen menu apa.


"menu barunya mbak neneng apa kata lo tadi mbak neneng punya menu baru." tanya anna kelada beno soal menu.baru mbak neneng.


Saat mereka sedang menentukan menu apa yang akan mereka pesan mbak neneng menghampiri ketempat mereka bertiga duduk.


"Aa-nya nengnya mau pesen apa nih dari mbak neneng yang ceutar membuahana." kata mbak neneng dengan centilnya.


"kita mau pesen menu barunya mbak neneng." beno mengatakan menu yang akan di pesan.


"oh ya mbak kalo anna boleh tau mbak neneng tu orang bandung apa bukan sih." anna bertanya kepada mbak neneng.


"sebenarnya mbak neneng ini orang surabaya tapi karena udah sekitar 5 tahun lah tinggal di bandung jadinya kayak orang bandung asli kan." mbak neneng menjawab pertanyaan dari anna.


"ohh sama dong kayak kuta bertiga kita juga bukan orang bandung asli." kata anna kepada mbak neneng.


"oh ya terus kalian bertiga ini darimana aja." mbak neneng duduk di samping beno.


"kalo anna dari semarang mbak." kata anna.


"alin dari makassar." kata alin.


"kalo Aa ben dari mana." kata mbak neneng sambil mencolek dagu dan pipi beno.


"hehhh kalo beno dari surabaya mbak." beno menjawab dengan ekpsresi wajah yang risih karena di colek-colek sama mbak neneng.


"berarti kita sama dong Aa ben ehh maksud saya mas beno." mbak neneng tertawa manja sambil merangkul beno.


"Mbak neneng terus pesenan kita mana mbak kita udah laper nih." beno melepas rangkulan dari mbak neneng dan duduk menjauh dari mbak neneng.


"oh ya sampai lupa mbak bentar ya." mbak neneng berdiri dan melemparkan ciuman ke beno.


"cieee beno kayaknya akan dapat cem-cemman nih di sekolah." anna ngegoda beno.


"idihhhh cem-cemman apaan sihh." beno dengan wajah risihnya.


"udah lah ben terima aja yang ada di depan mata." kata alin yang juga menggoda beno.


"terima terima ogah gue mbak neneng dandananya aja udah kayak boneka gitu ogah gue." kata beno tentang mbak neneng kepada anna dan alin.


"hemmm jangan bilang kayak gitu ntar kepincut loh."kata anna sambil mencolek dagu beno.


"idihhhh apaan sih." beno menyingkirkan tangan anna.


"udah ahh sambil nungvu pesenan kita jadi gimana kalo kita nyanyi aja." kata beno yang mengajak kedua sahabatnya itu untuk bernyanyi sambil menunggu pesenan.


"boleh tu ben good idea." alin setuju dengan ide beno.


"sat pinjem dong gitarnya gue mau main nih." beno memanggil temannya yang sedang pegang gitar.


"okey bro, ini bro gitarny." teman beno menghampiri beno dan memberikan gitarnya.


"okey everybody mana suaranya!" beno berteriak di kantin dengan suara yang keras.


"huuuuuuuuuuuuuuuuu." seluruh murid yang ada di kantin menyerukan suaranya.


"okey kita nyanyi bareng ya." beno mengajak seluruh murid yang ada di kantin.


Beno mulai memetik metikkan senar gitarny.


"okey kalian siap kita mulai sekarang!" kata beno yany memeberikan intruksi kepada seluruh murid yang ada di kantin.


"wong ko ngene kok di banding banding ke" beno mulai bernyanyi dan bermain gitar.


"yo mesti kalah..... Ta oya o aku yo ora mampu wong sekuat ku mencintai mu." beno dan seluruh murid bernyanyi bersama.


"ku berharap engkau mengerti di hati ini hanya ada kamu." beno dan seluruh murid di kantin bernyanyi bersama ada yang memakai meja sebagai gendang dan memukul mukul piring atau gelas menggunakan sendok.


"okey udah dulu ya guys besok kita sambung lagi." kata beno kepada seluruh murid yang ada di kantin dan menghentikan nyanyiannya.


"duhh duhh duhhh mas beno suaranya tuh merdu banget kayak kaya suara hati wanita." mbak neneng yang tiba tiba datang memuji suara beno.


"ehh iya mbak makasih." beno membalas pujian mbak neneng dengan senyuman.


"aduhhh senyuman mas beno adem banget kayak ubin mesjid." mbak neneng memuji senyuman dari beno.


"ya kali ubin mesjid mbak." kata beno kepada mbak neneng.


"mbak mana nih makanan kita, gue udah laper nih cacing di perut gue udah rusuh nih kayak demo minyak sayur." anna mengeprak meja dan bertanya kepada mbak neneng dimana makanannya.


"iya ya mbak anna nggak sabaran banget nih ni makananya." mbak neneng memberikan makanan yang dia bawa dengan nampannya.


"katanya menu baru ini mah nasi goreng mbak." kata anna saat melihat makanan yang di hidangkan sama mbak neneng.


"iya mbak ini mah nasi goreng." kata alin yang juga heran.


"beda dong mbak kalo nasi goreng yang biasa itu di bikin pakai tenaga kalo yang ini dibikin pakai cinta." jelas mbak neneng.


"cinta...ngaduk nasi di wajan pakai tenaga mbak." kata anna.


"menu nasi goreng ini tuh namanya nasi goreng senyuman manisnya mas beno." mbak neneng senyum malu lalu menempelkan badannya ke arah beno.


"serah mbak deh." kata anna saat melihat mbak neneng malu-malu ke beno.


"mbak saya makan dulu ya mbak, oh ya ini sekalian saya bayar semua makananya mbak." beno mencoba menjauhkan tubuh mbak neneng menjauh darinya.


"iya mas beno makannya pelan-pelan ya, neneng pergi dulu ke dapur dadahhhhh muachhhh." mbak neneng pergi mlalu melambaikan tangannya dan melemparkan ciuman ke arah beno.


"idihhhh." beno menangkap lemparan ciuman dari mbak neneng lalu melemparnya ke lantai lau menginjaknya.


"cieeeee lama-lama nyaman nih." alin mulai menggoda beno.


"udah udah kita makan aja bentar lagi jam masuk sekolah mulai loh dan katanya bu amel punya informasi penting nanti." kata beno.


Anna, alin, dan beno memakan makananya dengan lahap tanpa ada perlawanan apapun saat mereka selesai makan mereka langsung pergi meninggalkan kantin dan masuk kedalam karena bel sekolah sudah berbunyi, saat sampai di dalam kelas mereka duduk di bangku masing-masing karena tak lama kemudian bu amel wali kelas 12 jurusan seni masuk kedalam kelas dengan wajah yang serius. Bu amel berdiri di depan kelas sambil membawa tongkat saktinya yang sepanjang 50 cm dan sering dia bawa kemana-mana.


"anak-anak ibu, ibu tadi baru selesai rapat dengan para wali kelas lain dan juga bersama kepala sekolah bahwa kita akan mengadakan acara pertemuan dengan para alumni smk cakrawala sesuai dengan jurusannya masing-masing." kata bu amel memberikan informasi tentang rapat yang dia dan wali kelas lakukan.


"apa pertemuan dengan para alumni." kata salah satu murid dan seisi kelas menjadi ricuh dengan pemberitahuan dari bu amel.


"anak-anak dengar." bu amel mengetok-ngetok tongkatnya di papan tulis.


"acara ini di lakukan agar kalian bisa menemukan pembimbing dan pelatih disana karena kalian sudah kelas 12 kalian harus membuat projek besar untuk nilai kelulusan kalian, apakah kalian mengerti acara ini akan dilakukan di malam minggu jadi kalian harus mempersiapkan diri kalian." bu amel memberikan informasi kepada murid-muridnya.


"mengerti bu." seluruh murid menjawab penjelasan dari bu amel.


"baiklah ibu pergi dulu dan kalian boleh langsung pulang karena sesi pembelajaran akan di hentikan sampai hari sabtu." bu amel pamit kepada anak muridnya lalu pergi meninggalkan kelas.


Semua murid keluar kelas mereka pulang kerumah mereka masing-masing.


"oh ya guys gimana untuk hadiri acara pertemuan itu kita belanja baju baru." beno memberikan saran kepada anna dan alin.


"boleh tu gimana kalo kita perginya besok pagi aja mumpumng libur." anna yang setuju dengan saran dari beno.


"iya besok pagi aja." kata alin.


"okey besok pagi kita ketemuan di mall padang bintang jam 9 pagi gimana setuju nggak kalian." anna memberi tau dimana mereka akan ketemua dan jam berapa mereka akan bertemu.


"boleh tu." beno mengangukkan kepalanya.


"iya an." alin juga mengangukkan kepalanya.


"kalo gitu see you ya guys." anna pergi melambaikan tangganya.


"okey see you juga." kata beno dan alin.


Anna, alin, dan beno pulang ke rumah mereka masing-masing tetapi mereka janjian untuk mencari baju baru untuk di pakai di acara pertemuan dengan para alumni.