
Malam minggu memang identik dengan malamnya orang yang berpacaran atau memiliki seorang kekasih setiap malam minggu pasti tempat-tempat seperti taman, bioskop, mall, restoran, bahkan tempat hiburan di penuhi oleh pasangan-pasangan yang sedang kasmaran. Di malam minggu ini anna mempunyai janji dengan dua sahabatnya yaitu beno dan alin mereka janjian untuk jalan-jalan dan nonton konser musik bersama, terlihat anna sedang duduk di bangku taman sendirian anna sedang menunggu dua sahabatnya yang belum juga datang.
"kemana sih ini dua kurcaci kok belum datang juga, janjiannya jam 8 tapi ini udah jam 8.05." celoteh anna kepada dua temannya yang belum juga kunjung datang.
Padahal anna baru menunggu sekitar 5 menitan tetapi dia sudah mengeluh, anna yang bosan menunggu dua sahabatnya belum juga datang dia mencoba menghibur dirinya sendiri dengan melihat acara ragam run bts idolanya tak hanya itu dia juga mendengarkan lagu favoritnya life goes on dari bts. Disaat di menunggu kedua sahabatnya datang dengan duduk di salah satu bangku taman anna yang menggenakan dress sebatas dengkul dengan lengan baju yang panjang karena dressnya hanya sebatas dengkul kaki anna digigitin oleh nyamuk.
"ihhhh sialan banget sih ni nyamuk gigitin kaki gue yang mulus ini." celoteh anna kepada nyamuk-nyamuk yang menggigit kakinya sambil menepuki nyamuk yang hinggap di kakinya.
Tak lama setelah anna bergulat dengan para nyamuk kedua temannya datang bersama.
"an anna..." beno dan alin memanggil anna dan menghampiri anna yang sedang duduk di bangku taman.
"yaaaa." sahut anna yang masih sibuk bergulat sama nyamuk.
"lo kenapa an, nepukin kaki lo ha." alin bertanya kepada anna saat melihat anna nepukin kakinya.
"ini nih banyak banget nyamuk yang gigitin kaki gue yang mulus semulus buaya darat melancarkan aksinya." jawab anna terhadap pertanyaan alin.
"ohhhhhh gue kira apaan tadi." kata alin yang singkat atas jawaban yang diberikan anna.
"gue kirain kaki lo semutan tadi an." kata beno kepada anna.
"semutan, kalo semutan gue manis banget berarti semut aja bisa nempel apa lagi yang lain ya nggak." anna menjawab beno dan memuji dirinya sendiri.
"yang lain? Maksud lo dedemit gitu yang nempel." kata beno sambil ngeledek perkataan dari anna.
"dedemit sembarangan lo." anna menepuk beno dengan tangannya.
"udah udah udah ayo kita cepat pergi sebelum konser musiknya dimulai." alin melerai anna dan beno yang lagi ledek-ledekan.
"iyaudah ayok." anna berdiri dari duduknya.
"ayok lah, gassskeunnn." kata beno.
Anna, alin, dan beno mereka bertiga pergi dari taman dan bergegas untuk melihat konser musik yang diadakan tidak jauh dari taman tersebut. sesampainya disana mereka bertiga berdiri dan berbaris di depan pintu masuk tempat konser musik tersebut.
"guys.....kita baris disini dulu buat antri sudah itu kalian tunjukin tiket konser kalian sama satpam yang ada di depan pintu masuk itu." beno menjelaskan apa yang harus dilakukan sama kedua sahabatnya itu dan menunjuk bapak satpam yang sedang berdiri di depan pintu masuk tempat konser.
"okey okey okey." jawab anna dan alin sambil menganggukkan kepalanya.
"tapi kalian bawa tiket konsernya kan." beno bertanya kepada anna dan alin tentang tiket konsernya.
"bawa kok gue." jawab alin sambil mengeluarkan dan menunjukkan tiket konsernya kepada beno.
"kalo lo an bawa nggak." beno bertanya kepada anna yang belum menunjukkan tiket konsernya kepada dirinya.
"bawa kok ini ada, ehhh tunggu dulu mana nih tiket konsernya perasaan tadi sudah gue masukin deh kedalam tas." kata alena sambil tangannya mencari-cari tiket didalam tasnya dengan memasang wajah yang cemas.
"yang bener aja lo an masa iya ketinggalan sih." kata alin yang khawatir kalau tiket konser anna ketinggalan.
"iya an jangan bercanda lo." beno melihat anna dengan wajah cemas.
Melihat kedua sahabatnya apalagi beno dengan wajah cemas dan khawatir anna tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
"an serius ketinggalan tiket konser lo." tanya beno sekali lagi sama anna tentang tikat konsernya.
"hmmmmm, ini dia....." anna mengeluarkan tiket konser dari dalam tasnya dan mengangkat tiket konse itu keatas.
"lo bener-bener ya gue udah was-was tadi." kata alin sambil menepuk tangan anna.
"hahahahhhh, tapi ekspresi kalian tadi tu lucu banget kaya gorila lagi keilangan ayangnya. Haahahahaha." anna tertawa dan menertawakan ekspresi kedua sahabatnya yang khawatir.
"gorila nggak sekalian aja beruk aja." kata beno yang kesal.
"iya bener-bener lo ya ann." alin memeluk sahabatnya itu sambil mencubit tangan sahabatnya dan pipinya yang cabi.
"iya ya sorry, maafin gue ya." anna meminta maaf kepada alin dan beno karena sudah ngerjain mereka dan anna juga memeluk alin dan beno.
"pelukan aja kita lama-lama kita udah kayak teletabius aja, dikit-diki5 berpelukan." kata beno saat di peluk sama anna.
"iya nggak papa dong kan kita bestian." kata anna menjawab perkataan dari beno.
"iya deh ya yany bestian." balas beno.
"eh eh eh udah giliran kita tu." kata alin saat melihat antriannya udah mau abis.
"eh iya udah ah pelukannya jijik gue." kata beno lalu ngelepas pelukannya dan balik ke barisan antriannya.
"gue nggak sabaran banget mau lihat unity tampil, ya walaupun gue belum bisa nonton konser bts, nct, seventeen, enhypen, txt, straykids, treasure, astro, nuest, super junior, sf9, monsta x, tvxq, btob, exo, knk, chinese aktor, sama gmmtv gue tetep bisa lihat unity tampil kan." kata anna sambip berkhayal di antriannya tentang konser dan yang lainnya.
"banyak banget yang lo idolain." kata alin yang bingung saat anna menyebutkan tentant idolanya.
"ya ka gue sashimo." kata anna sambil tersenyum.
"terserah lo dah." kata alin kepada sahabatnya itu.
"hustttttt kalian berdua ini berisik banget sih bisa diam nggak." kata beno kepada kedua sahabatnya yang berisik dibelakangnya sambil menaruh satu jarinya di bibirnya.
"iya ya maaf tua sesepuh." kata anna dan menuruti kata dari beno.
Setelah menunggu dan mengantrin lama akhirnya giliran mereka tiba juga.
"maaf a, Aa-nya kesini sendirian, sama pacarnya atau sama teman-teman mas." tanya bapak yang ada di depan pintu masuk konser kepada beno.
"saya kesini sama dayang-dayang saya pak." jawab b3no sambil tersenyum.
"dayang-dayang?" tanya bapak itu dengan wajah bingung.
"ehhh maksud saya sama dua sahabat saya pak." jawab beno sambil menunjuk ke arah belakang badannya.
"ohhh sama neng berdua itu ya A." tanya bapak itu saat melihat kearah yang ditunjuk sama beno.
"iya pak." jawab beno sambil mengangguk.
"kalo begitu panggil temannya ya A kesini." kata bapak itu kepada beno.
"siap pak." jawab beno singkat.
"ehhhh barudak kadiek." kata beno dengan bahasa sundanya memanggil anna dan alin.
"siapa ben kita berdua." tanya anna sambil menunjuk dirinya dan alin.
"iya lah kalian berdua masa nenek yang ada disana." kata beno.
"ouhhh okey." jawab anna.
"ayo lin." anna mengajak alin
"ayo." alin mengikuti anna.
Anna dan alin berjalan kearah beno dan bapak-bapak yang ada di depan pintu masuk tempat konser.
"kenapa ben." tanya alin kepada beno.
"nggak nih tadi si bapak nanya gue datang kesini sama siapa gue bilang gue kesini sama sahabat gue, terus bapak ini suruh manggil kalian kesini." jelas beno kepada anna dan alin kenapa mereka di panggil.
"ohhhhhhhhhh." jawab anna dan alin.
"pak ini kedua teman saya pak." kata beno kepada bapak itu.
" ohhh jadi neng berdua ini temannya si Aa ini ya." tanya bapak itu kepada anna dan alin.
"iya pak kita berdua temannya dia." jawab anna kepada bapak itu.
"emangnya kenapa pak." tanya alin kepada bapak itu.
"nggak saya mau nanya aja." kata bapak itu.
"ohhhh kirain kenapa tadi." kata alin.
"kalau begitu Aa sama neng berdua boleh masuk silakan atuhhhh masuk." kata bapak itu kepada beno, anna, dan alin yang mempersilahkan mereka masuk.
"tapi pak ini tiketnya." kata anna sambil menunjukkan tiketnya.
"nggak usah neng tadi Aa-nya sudah ngasih tiketnya." kata bapak itu kepada anna.
"ohhhh iya pak, makasih ya pak." kata alin yang masih bingung kenapa tiketnya nggak di tanyai.
"udah lah an yang penting kan kita bisa masuk." kata alin kepada anna.
"iya juga sih." kata anna lagi.
Anna, alin, dan beno sudah masuk ke dalam tempat konser dimana konser musik saat itu di meriahkan oleh unity boyband asal indonesia idola dari anna. Maka dari itu anna bersemangat sekali untuk menontonn konser musik tersebut. Mereka bertiga sangat menikmati konser tersebut mereka ikut bernyanyi saat unity bernyanyi dan mereka juga melompat-lompat saat musik berdentum dengan keras dan anna berteriak menyebutkan nama biasnya atau nama idolanya di unity dengan keras. Mereka bertiga menikmati konser musik tersebut dengan bahagia dan melupakan beban hidup mereka seperti mengerjakan tugas sekolah.