Falling In Love With My Coach

Falling In Love With My Coach
pertemuan alumni dan siswa smk cakrawala



Anna dalam perjalanan pulang dari sekolah kerumah dengan menaiki taxi didalam perjalanan anna terjebak macet dan sesekali anna melihat jam di layar ponselnya.


"pak masih lama lagi ya pak." anna bertanya ke sopir taxi.


"sepertinya masih lama neng soalnya macetnya panjang banget neng." jawab sopir taxi.


"duhhh gimana nih bisa-bisa aku pulang kerumah malam nih dan bisa-bisa aku telat datang keacara." guman anna.


Dengan perasaan cemas dan khawatir anna melihat kemacetan jalan raha dari jendela pintu mobil, anna khawatir kalau dia akan datang terlambat menghadiri acara pertemuan dengan para alumni.


"gawat sekarang udah jam 5 sore dan gue masih terjebak di dalam kemacetan yang padat ini." guman anna kesal saat melihat jam yang ada dilayar ponselnya dan melihat kemacetan jalan raya.


Waktu telah berjalan cukup lama anna yang tadinya terjebak macet kini taxi yang ia tumpangi sudah lagi tidak terjebak macet, anna yang lega karena dia sudah tidak terjebak macet lagi.


"akhirnya bebas juga dari macet." ucap anna yang merasa lega.


"tapi tunggu bentar sekarang sudah jam berapa ya." ucap anna.


Anna mengambil ponsel yang ada di dalam tas sekolahnya dan menyalakan ponselnya dan melihat jam yang ada di layar ponselnya, jam menunjukkan pukul 18.30 wib.


"itu berarti gue kejebak macet hampir 2 jam." ucap anna.


"dan kurang lebih sejam lagi acara pertemuan akan di mulai dan gue sekarang masih di jalan, dan kalo gue telat beno lasti ninggalin gue." sambung anna.


"nggak nggak nggak pokoknya gue harus bisa nyampe kerumah 15 menit lagi." ucap anna.


"pak bisa nggak bawa mobilnya ngebut pak." tanya anna ke sopir taxi.


"duhhh neng nanti kalo bapak bawa mobilnya ngebut terus nanti kecelakaan kan gawat neng." ucap sopir taxi.


"pak tolong dong, kan bisa bawa mobilnya ngebut tapi hati-hati pak tolong dong pak."ucap anna.


"duhhh gimana atuh neng bapak disuruh ngebut tapi harus hati-hati liyer bapak neng."ucap sopir taxi.


"pak tolong lah pak." ucap anna.


"emangnya ada apa sih neng kok sepertinya neng buru-buru banget." tanya sopir taxi.


"ehhhh gue ngarang aja cerita biar bapak sopir taxinya ngebut." ucap anna didalam hati.


"neng neng bapak nanya kok malah senyum-senyum sendiri."ucap sopir taxi.


"ehhh ini pak ini tu masalah hati pak."ucap anna dengan memasang wajah melas.


"masalah hati maksudnya neng punya penyakit di hatinya neng, parah nggak neng sakitnya."ucap sopir taxi.


"maksud saya bukan saya punya penyakit hati tapi masalah hati yang lain pak." jelas anna.


"maksudnya neng bapak nggak paham maksyd neng itu teh naon." ucap sopir taxi.


"maksud saya masalah hati itu tentang cinta pak." ucap anna.


"owalah neng saya kira apaan." ucap sopir taxi.


"iya pak saya tuh tadi lagi berantem sama pacar saya gegara tempe goreng pak."ucap anna.


"masa cuman masalah tempe goreng doang neng sama pacar neng berantem sih."ucap sopir taxi.


"iya pak soalnya pacar saya kesedak tempe goreng pas kami berdua lagi makan bareng pak."ucap anna.


"terus pacar neng nggak papa." tanya sopir taxi.


"pacar saya lagi kena masalah besar pak." ucap anna.


"masalah besar apa neng." tanya sopir taxi.


"tempe gorengnya nyangkut di tengorokan pacar saya pak, dia bilang tempe gorengnya nggak akan keluar kalo saya nggak cepet-cepet datang kesana pak."ucap anna.


"aduhhhh gawat juga ya neng." ucap sopir taxi.


"iya pak, makanya saya minta bapak nyetirnya ngebut biar saya nyampe lebih cepet kalo nggak datang tepat waktu nanti pacar saya koid pak."ucap anna.


"iya deh neng bapak ngebut sekarang nanti kalo acar neng kenapa-kenapa bapak lagi yang kena." ucap sopir taxi.


Bapak sopir taxi lalu menginjak pedal gas mobilnya dan melajukan mobil taxi dengan kecepatan penuh.


"akhirnya, alasan yang bagus anna emang lo pinter banget anna."ucap anna didalam hatinya.


Mobil taxi yang anna kendarai melaju dengan cepat, tak butuh waktu lama anna sudah sampai kerumahnya dengan selamat.


"neng udah sampai ini neng." ucap sopir taxi.


"ohh iya makasih ya pak, ini uangnya pak."ucap anna.


"neng bapak do'ain semoga pacar neng nggak kenapa-kenapa ya neng." ucap sopir taxi.


"iya pak maksih ya do'anya, bapak juga hati-hati di jalan ya pak." ucap anna.


"iya neng." ucap sopir taxi.


Anna keluar dari taxi dan melihat ada mobil jeep hitam yang terparkir di depan rumahnya.


"ini kayaknya mobil beno deh."ucap anna.


Anna melihat mobil jeep hitam itu lalu ia masuk kedalam rumah, diruang tamunya anna melihat beno dan alin sedang duduk di sofa sambil bermain ponsel.


"assalamualaikum anna pulang ma." anna mengucapkan salam.


"waalaikumsalam."sahut beno dan alin.


"waalaikumsalam ya ampun sayang kamu kok lama banget sih pulangnya."ucap mama anna yang keluar dari arah dalam.


"iya ma maaf ya tadi tuh taxi yang anna tumpangi kejebak macet ma."jelas anna akan kondisinya.


"kamu ini bikin mama khawatir aja."ucap mama anna.


"an udah cepet sana siap-siap bentar lagi acaranya mulai loh." ucap beno.


"iya an kalo kita telat kan bisa berabe urusannya." ucap alin.


"oh iya kalo gitu gue siap-siap dulu ya." ucap anna.


"okey yang cepet ya telat dikit gue tinggal." ucap beno.


"aman gue cepet kok gue mandinya mandi bebek." ucap anna.


"ma aku siap-siap dulu ya ma." ucap anna.


"iya sayang." ucap mama anna.


Anna lalu berlari menuju kamarnya dengan kecepatan kilat anna mengambil handuk ya g tergantung di kamarnya dan masuk ke dalam kamar mandinya. Tak butuh waktu lama anna sudah selesai mandi dan langsung berjalan ke arah lemari bajunya. Anna mengambil dress selutut berwarna biru muda yang tergantung didalam lemarinya.


"okey gue pakai dress ini aja, gue kan pakai apa aja juga cakep." ucap anna.


Anna lalu memakai dressnya dan lalu mulai duduk didepan meja rias untuk memulai berdandan.


"gue pakai make up yang natural aja deh kayak eonni-eonni korea gitu gue kan cakep jadi kalo gue pakai make up natural gue juga masih cakep." ucap anna.


Anna mulai merias wajahnya dengan beberapa kosmetik tak lama kemudian anna sudah selesai bersiap-siap.


Anna keluar dari kamarnya dan langsung menghampiri alin dan beno yang ada diruang tamu.


"guys gue udah siap nih ayok kita berangkat."ucap anna.


"ya ampun an lo cantik banget."ucap alin.


"ahhh nggak usah kayak gitu lo juga cantik lin." ucap anna.


"nggak kok lo lebih cantik dari pada gue." ucap alin.


"nggak lin lo yang lebih cantik." ucap anna.


"ehhhh kok malah ribut sih."ucap beno.


"apa sih lo ben lo irikan." ucap anna.


"apaansih gue iri sama kalian nggak banget."ucap beno


"udah udah lo berdua nggak cantik yang cantik gue puas." ucap beno sambil menunjuk anna dan alin.


"iya deh yang cantik."ucap anna.


"ayok cepet kita pergi nanti telat lagi kita." ucap beno.


"okey ayo let's go."ucap anna.


Mereka bertiga langsung berjalan menuju kearah mobil beno yang terparkir didepan rumah anna. Mereka langsung naik ke mobil dan beno langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Mareka bertiga di dalam mobil hening tidak ada keributan yang ditimbulkan oleh anna, alin, maupun beno.


Tak berselang lama mereka sudah sampai di depan cafe tempat acara pertemuan para alumni dengan murid-murid smk cakrawala jurusan seni. Beno memparkirkan mobilnya di parkiran cafe setelah memparkirkan mobilnya beno, anna, dan alin keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam cafe.


Di dalam cafe sudah di penuhi oleh murid-murid smk cakrawala jurusan seni dan terlihat juga ada beberapa alumni yang sudah datang ke cafe.


"gila banyak banget yang udah datang kayaknya kita deh yang datangnya telat." ucap beno.


"iya banyak banget mana ada cowok-cowok ganteng lagi disini." ucap alin.


"ehh lo malah ngelihatin cowok ganteng, gue juga nyari ah siapa tau ada gitu alumni kita yang speknya kayak oppa-oppa korea." ucap anna.


"ehhh kalian berdua malah salfok sama cowok ganteng."ucap beno.


"ngga papa kali daripada kita tiap hari cuman lihat lo aja bosen kita." ucap anna.


"iya bosen kita." sambung alin.


"idihhh jangan sok bosen kalian orang gue tampan rupawan gini kok." ucap beno.


"kepedean banget lo." ucap anna.


"beno, anna, alin ayok duduk sini." aryo memanggil beno, anna, dan alin.


"siap pak ketua."ucap beno.


Mereka bertiga lalu menghampiri meja yang dipenuhi dengan murid jurusan seni. Mereka bertiga duduk di antara murid jurusan seni lainnya sedangkan para alumni duduk di meja yang berbeda dengan mereka.


Ting ting ting


Salah seorang cowok yang berada di meja para alumni mengetuk-ngetuk gelas dengan sendok.


"dengar-dengar apakah para murid jurusan seni sudah kumpul semua."ucap cowok tersebut.


"semuanya sudah kumpul kak." ucap aryo selaku ketua kelas.


"baiklah kalo begitu saya akan memperkenalkan diri saya, nama saya adalah aditya dan saya alumni ke-20 jurusan seni dan sekarang saya bekerja di museum punya sahabat saya yang juga alumni jurusan seni dari smk cakrawala juga."ucap aditya.


"oh ya kak ngomong-ngomong sahabat kakak datang nggak ke acara ini." tanya leora teman sekelas anna.


"dia akan datang tapi kayaknya dia akan telat datang."ucap aditya.


"ohhhh."reslon leora.


"baiklah karena sahabat saya akan datang terlambat saya akan memperkenalkannya terlebih dahulu." ucap aditya.


"duh dit dit lo tu emang bener-bener ya nanti kalo dia marah gimana coba." ucap siska teman aditya.


"tenang dia nggak akan marah sama gue."ucap aditya.


"serah lo lah." ucap siska.


"ok saya akan memperkenalkannya nama dia fathur aksara dirgantara dia adalah famousnya jurusan seni angkatan 20 sekarang dia memiliki galeri seni yang terkenal di surabaya dan dia memiliki wajah yang tampan seperti saya."ucap aditya.


"kak dia adalah legenda angkatan 20 jurusan seni kebanggaan smk cakrawala dan yang menjadi primadona di kalangan cewek-cewek kan kak." ucap leora.


"iya sepertinya kalian tau semua tentang dia." ucap aditya.


"oh my god oh my god kok dia lama banget ya datangnya." ucap alin histeris.


"apaan sih lo lebay banget emangnya dia itu seganteng apa sih."ucap anna.


"dia itu bukan hanya sekedar ganteng tapi tajir, menawan menggoda dan segala-galanya deh." ucap alin


"emang iya gue jadinya penasaran." ucap anna.


"okey sambil menunggu idola kalian gimana kalo kita nyanyi-nyanyi bareng biar gue yang main gitarnya dan siapa yang mau nyanyi." ucap aditya.


"saya kak saya." teriak beno sambil mengangkat tangannya.


"okey kalo gitu maju kedepan." ucap aditya.


"kak saya boleh nggak main drum kak." ucap rio teman sekelas beno.


"boleh."ucap aditya.


"kak saya main keyboardnya ya kak." ucap aryo.


"oh tentu saja boleh."ucap aditya.


Mereka yang mengajukan dirinya langsung kedepan tempat diman live musik di gelar.


"okey one two three four."ucap rio sambil mengetukkan stick drumnya.


"apakah kalian siap semua." teriak beno.


"siap!!!" sahut seluruh murid dan alumni.


Beno mengangguk-ganggukkan kepalanya mengikuti iringan musik yang di mainkan dan beno mulai bernyanyi.


"ku bukan dokter cinta ku bukan dukun cinta." bait pertama dinyanyikan beno.


"jangan kau tanya tanya tentang cinta."bait kedua dinyanyikan semua orang.


"di putusin pacarmu di tinggalin pacarmu jangan curhat denganku no comment aku." beno dan semua orang bernyanyi bersama.


"no comment itu sih derita lo masa bodoh nggak mau tau." beno bernyanyi sambil bernyanyi.


Semua orang di cafe bernyanyi dan menari dengan bahagia sambil menunggu sang primadona jurusan seni yaitu fathur aksara dirgantara mereka semua bersenang-senang dan menikmati acara yang telah diselenggarakan sama sekolahan.