Falling In Love With My Coach

Falling In Love With My Coach
Apa itu cinta?



Kringggggg............


Suara alarm yang berdering mengisi seluruh ruangan kamar, di atas ranjang tidur terbaring seorang gadis kecil yang berambut pendek dan pipi cabi yang masih tertidur lelap suara alarm yang berbunyi tidak membuat dia terbangun dari tidurnya.


"Anna ayo banguj nak sudah jam berapa ini kamu harus berangkat sekolah loh nanti telat." seorang wanita yang masuk ke kamar anna menggunakan celemek mencoba membangunkan anna.


"Iya ma, ini anna sudah bangun kok cuman belum melek aja soalnya masih ngumpulin nyawa anna yang masih kececeran ma." sahut anna terhadap wanita itu yang ternyata mamanya.


"Ya sudah kalau kamu sudah selesai ngumpulin nyawa kamu, kamu cepat pergi mandi lalu siap-siap untuk pergi sekolah." mama anna memerintahkan anna untuk mandidan bersiap-siap pergi kesekolah.


"Siap mama bos" tangan kanan anna dalam posisi hormat.


"Kalau begitu mama pergi kedapur ya." mama anna lalu pergi keluar kamar anna.


"Iya ma." sahut anna.


Setelah selesai melakukan ritual pengumpulan nyawa anna lalu beranjak dari ranjang tempat tidurnya lalu mengambil handuk yang tergantung dikamarnya setelah itu dia masuk kedalam kamar mandi dan bergegas mandi dengan kecepatan kilat. Setelah mandi anna bersiap-siap memakai seragam sekolahnya karena hari ini hari senin dia harus memakai pakaian yang rapi seperti memakai dasi, almamater dan juga topi karena setiap hari senin akan melakukan upacara bendera. Setelah selesai berpakaian anna lalu memakai sepatu dan menggendong tasnya di pundaknya dia lalu bergegas keluar kamar dan menghampiri orang tuanya yang sedang menunggunya dimeja makan.


"Pagiku cerahku matahari bersinar kegendongtas merahku di pundak" anna yang berjapan kearah meja makan sambil menyenandungkan lagu.


"Selamat pagi semua ku nyanyikan selalu di depan kelasku." sambung anna dihadapan orang tuanya yang sedang duduk di meja makan.


"Sudah jangan nyanyi terus, ayo duduk makan." perintah mama anna kepada dirinya.


"Okey mamaku yang paling cantik sedunia." anna duduk di kursi depan meja makan sambil memuji mamanya.


"Jadi mama aja ni yang dipuji papa nggak dipuji." sahut papanya yang duduk di sebelahnya.


"Hmmmm mulai ni ngambeknya, ya nggak lah papa juga papa yang paling ganteng sedunia." kata anna yang memuji papanya itu.


"Sudah, sudah anna ayo cepat makan nanti kamu telat lagi pergi kesekolahannya." mama menyuruh anna untuk cepat makan.


Anna dan keluarganya sedang menikmati makananya dengan lahab setelah selesai makan anna bersiap-siap untuk pergi sekolah diantar sama papanya.


"Anna ayo cepat kita pergi takutnya nanti kamu telat loh pergi sekolahnya, papa tunggu didepan ya." papa anna beranjak dari tempat duduknya dan pergi keluar rumah.


"Iya pa." sahut anna.


"Ma, anna pergi sekolah dulu ya." anna beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri ibunya dan mencium tangan ibunya.


"Iya sayang kamu yang baik ya disekolah " mama anna memberi wejangan kepada anna sebelum berangkat sekolah.


"Iya mama aku ini kan anak mama yang paling baik." kata anna.


Anna lalu keluar dari rumah dan menghampiri ayahnya yang sudah menunggu di dalam mobil, anna lalu masuk kedalam mobil.


"Kamu sudah siap sayang." tanya papa anna kepada anna saat dia sudah masuk kedalam mobil.


"Sudah pa semuanya sudah siap kendali anna sudah pakai sabuk pengaman jadi kita tinggal berangkat aja pa, come on let's go kapten." anna mengepalkan jarinya dan mengangkat tangannya keatas.


"Let's go." kata papa anna sambil menginjak gas mobilnya.


Papa anna mengantar anna kesekolahannya dengan penuh kasih sayang, anna bersekolah di sekolahan kejurusan yang ada di bandung nama sekolahannya adalah Smk cakrawala. Smk cakrawala adalah Smk swasta yang elit dibandung. Anna sudah sampai disekolahannya papa anna selalu mengantar anna tepat didepan gerbang sekolahannya.


"pa anna pergi sekolah dulu ya pa." anna berpamitan kepada papanya sambil mencium tangan papanya.


"iya sayang, baik-baik ya disekolah." kata papa anna sambil mengusap kepala anna.


"iya pa." anna lalu keluar dari mobil.


"dadah pa." anna melambaikan tangannya ke arah papanya yang ada di dalam mobil.


"dah sayang." papanya juga melambaikan tangannya sambil menginjak gas mobilnya.


"semoga hari ini tidak ada masalah yang nyamperin." alena berdo'a saat memasuki gerbang sekolah.


Saat anna berjalan menuju kelas kejurusannya tiba-tiba dari arah belakang ada yang memanggil namanya.


"anna my bestie tunggu aku dong." teriakan seorang gadis dari arah belakany memanggil anna.


"hmmmm roman-romannya saya mencium aroma aroma kebucinan nih." kata anna saat mendengar teriakan itu.


"anna lo gimana aih kalau di panghil tu moleh bukannya malah nunduk." gadis itu merangkul anna.


"bu amel kalau bu amel mah pagi-pagi gini palingan langganan pergi ke wc na." kata alin yang tidak terima dengan perkataan anna.


"sembarangan aja gue kasih tau bu amel loh nanti." anna mengancam alin.


"duhhh jangan dong anna bestieku yang pualing cuantik." alin merayu anna.


"ya ya ya udah ah ayo kita pergi kekelas." anna melanjutkan langkahnya menuju kekelas.


Anna dan alin adalah teman dari tk mareka selalu bersama dan tidak terpisahkan. Anna dan alin berjalan menuju kedalam kelas saat masuk kedalam kelas mereka mendapati ada seorang anak laki-laki yang sedang duduk di kursi depan meja sekolahnya sedang tertunduk.


"na itu si beno kan ngapai dia nunduk kayak gitu." kata alin yang bertanya kepada anna saat melihat anak laki-laki yang ternyata beno sahabat mereka.


"nggak tau lin mungkin lagi nyari duit koin kali." jawab anna dengan wajah bingung.


" mana mungkin, kita kejutin yuk." kata alin kepada anna.


"aaaaayoo." jawab anna yang setuju.


Anna dan alin berjalan perlahan-lahan supaya tidak meninggalkan suara langkahnya dan menghampiri beno yang sedang menundukkan kepalanya di bawah meja.


"1 2 3" anna menghitung tanpa mengeluarkan suaranya.


"happy birthday to you." anna dan alin yang mengejutkan beno dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun.


"siape yang ulang tuhan." beno yang terkejut lalu memukul anna dan alin menggunakan buku.


"makanya pagi-pagi tu yang semangat dong bukannya malah nunduk aja gitu, tu leher kalo pagi-pagi udah nunduk kata mak gue nanti gak balik lurus loh." alin duduk di kursinya.


"iya bener tuh ben lo itu sebagai generasi muda itu harus semangat bukannya loyo gitu kayak tempe mendoan." anna yany juga duduk dikursinya sambil mengatai beno.


"sembarangan kalian ini aku nih lagi galau tau." kata beno dihadapan anna dan alin.


"lo lagi galau kalau gue lagi happy bahagia giti." kata alin dengan senyum sumringah.


"hmmmm kayaknya akan buka sesi curhat nih." kata anna dengan perasaan yang curiga.


"na gue mau curhat ya lo tinggal dengerin aja gitu, kan kita bestie ya an, ya an ya." kata beno yang memohon sambil pegang tangan anna.


"yaudah mau curhat apa, anggap ajague ini mamah dedeh curhat dong mah." kata anna.


"gini na gue kan tadi malam ketemuan sama cewek gue dan gue ngasih dia hadia kalung kan tapi setelah gue ngasih dia hadiah ehhh malah dia balikin lagi hadiahnya lalu dia minta putus sama gue an, gue nggak tau kesalahan gue apa." curhat beno kepada anna sambil menangis.


"seng sabar atuhhh ini itu adalah ujian dalam hidup." anna menepuk-nepuk punggung beno.


"na na na sekarang gue, ghe juga mau cerita." alin yang tiba-tiba nyamber.


"lo nyamber aja belum juga gue kelar ngomong." kata beno yang kesal sama alin karena tiba-tiba nyamber saat dia lagi curhat sama anna.


"iya mau curhat apa." tanya anna kepada alin.


"jadi malam minggu kemarin kan aku di ajak sama crush aku jalan-jalan ehhh tau-taunya pas kita nyampe taman di nembak aku aku seneng banget terus tanoa beroikir panjang lagi aku langsung terima cintanya itu an, aku seneng banget." alin mengatakam kegembiraannya.


"ahhhhjh gitu nggak heran sih." anna menjawabnya dengan singkat.


"gue pusing banget punya dua bestie yanh satu lagi putus yang satunya lagi baru jadian dan yang paling bikin gue puaing dua-duanya curhat sama aku." keluh anna karena selalu menjadi tempat curhat bagi dua sahabatnya itu.


"lo sih an nggak mau cari pacar padahal kan lo banyak yang naksir disekolahan ini." kata alin kepad anna.


"iya yang naksir gue emang banyak tapi kan gue nggak naksir sama mereka." kata anna.


"emangnya lo nggak pernah gitu cinta sama seorang laki-laki yang gagah nan tampan." kata beno kepada anna.


"cinta, gue aja nggak tau cinta itu apa dan gue juga nggak tau gimana aih rasa cinta." kata anna sambil menggerak-gerakan tangannya.


"an cinta itu indah saat kita mencintai seseorang kita akan berharap untuk bersamanya." kata alin dengan suara yang manis.


"ahhh bodoh amat lah gue nggak peduli apa lah itu cinta dan bagaimana cinta itu datang." kata anna


"gue yakin suata saat nanti lo pasti akan tau apa itu cinta." kata alin kepada anna.


Anna selalu pusing saat dua sahabatnya membahas tentang cinta karena anna sama sekali tidak bisa memahami apa sih itu cinta dan bagaimana cinta itu bisa datang, anna sama sekali tidak bisa memahaminya.