Falling In Love With My Coach

Falling In Love With My Coach
Jamkos



Pagi hari suasana smk cakrawala masih sepi belum ada murid atau guru yang hadir begitu pula dengan kelas jurusan seni belum ada murid yang kelihatan didalam kelas.


Jam masuk sekolah sebentar lagi satu persatu murid dan guru mulai hadir memenuhi sekolahan.


Terlihat dari luar gerbang sekolah ada anna yang berjalan sambil bernyanyi-bernyanyi.


Di belakangnya ada beno yang berjalan mengikutinya dengan wajah jailnya.


Beno berjalan menggendap perlahan dibelakang anna dengan wajah jailnya.


"dorrrrrrrrrrr!" teriak beno mengejutkan anna.


"apaan sih lo nggak lucu tau!" anna yang terkejut mulai marah.


"hahahahahaha." beno tertawa puas.


"kalo misalkan gue kena serangan jantung gimana." anna marah sambil memukul-mukul beno dengan tangan kecilnya.


"nggak mungkin, lo nggak akan mungkin kena serangan jantung." beno berlari menghindari amarah dari anna.


"maksud lo apa!" anna mengejar beno.


"ya lo kan monster jadi nggak mungkin kalo lo bisa kena serangan jantung." beno berlari mengelilingi tiang penyangga gedung sekolah.


"benooooo!!!!! Lo bener-bener ya." anna makin marah.


"wek wek wek wek." beno mulai mengejek anna dengan menjulurkan lidahnya.


"BENO!!!!!!"teriak murka anna.


Alin dan aryo yang juga sudah datang kesekolah dan melihat beno dan anna yang sedang kejar-kejaran didalam sekolah.


Alin yang sudah merasa tidak asing lagi dengan tingkah laku mereka berasa biasa saja.


Tetapi aryo yang baru melihat tingkah laku mereka merasa aneh dan bingung.


"yo lo pasti bingung kan, dengan tingkah laku mereka." alin menunjuk beno dan anna yang sedang kejar-kejaran.


"iya." aryo mengangukkan kepalanya.


"lo harus terbiasa yo, lo akan sering lihat mereka berantem nggak jelas gitu." ucap alin.


"iya." aryo mengangukkan kepalanya lagi.


"kita samperin mereka yok."


"ayok."


Aryo dan alin menghampiri beno dan anna yang sedang bertengkar dan kejar-kejaran.


"BENO! ANNA! Udah cukup berhenti nggak." alin mencoba melerai beno dan anna.


Tetapi beno dan anna tidak mendengarkan panggilan dari alin.


"BENO! ANNA! kalo misalkan lo berdua nggak berhenti gue akan panggil bu amel." ucap alin dengan kencang.


Beno dan anna langsung berhenti karena mendengar ucapan dari alin ingin memanggil bu amel jika mereka tidak berhenti.


"apaan sih lo lin." anna kesal.


"ya lo berdua berantem aja mulu tiap hari, nggak capek apa berantem terus."


"malu dong beno.......anna......"


"iya sorry, ini semua tuh gara-gara nih si beno." anna memukul beno.


"kok gue sih yang salah lo tuh yang salah." beno ngegas.


"kok lo nyolot sih." anna juga menaikkan nada suaranya.


"siapa yang nyolot." beno ngeles.


"hadeuhhhh ngeles aja."


"udah udah udah kok berantem lagi, malu nih diliatin sama aryo." alin menunjuk aryo yang berdiri di sebelahnya.


"lo disitu dari tadi yo." beno melihat aryo.


"iya." aryo menganggukkan kepala."


"kok lo diem aja dari tadi."


"iya........gimana dia nggak diam aja orang dari tadi lo sama anna berantem terus." alin menjelaskan dengan nada kesal.


"kok lo sih yang jawab."


"biarin aja emang kenapa."


"ko malah kalian berdua yang berantem." ucap aryo.


"ehh iya kok malah gue sih yang berantem sama beno."


"udah ayo kita masuk ke kelas sebentar lagi bel loh." ucap aryo.


"ayo kita kelas aja, lo berdua jangan berantem lagi ya." ucap alin sambil menunjuk anna dan beno.


"iya! Ayo jalan." ucap beno.


Aryo mengelengkan kepala melihat tingkah ketiga temannya itu.


Mereka berempat berjalan dan pergi menuju kekelas didalam kelas jurusan seni sudah dipenuhi oleh murid jurusan seni lainnya.


Mareka berempat masuk ke kelas dan beno yang berjalan terlebih dahulu menyapa teman-temannya yang ada di kelas.


"morning guys...." sapa beno dengan suara keras.


"morning Aa' beno." sahut leora.


"morning ben." sahut seluruh murid.


"morning beno......." sahut anna yang berjalan dibelakang beno.


"lo apa-apaan sih." beno menoyor kepala anna yang berjalan melewatinya.


"tadi gue bilang apa beno!anna." ucap alin yang berdiri tepat dibelakang beno dan anna.


Beno dan anna seketika langsung berhenti berantem.


Mereka berempat lalu masuk kedalam kelas.


Aryo sebagai ketua kelas duduk di urutan paling depan, anna dan alin duduk tepat dibarisan ketiga dan beno duduk dibagian belakang.


"semuanya hari ini bukanya ada pelajaran dari bu amel ya." ucap rio kepada seluruh temannya.


"iya ya kan hari ini ada pelajaran sama bu amel, gimana nih mana gue belum paham lagi materi pelajaran minggu lalu." leora memegang kepalanya.


"lin bukanya bu amel sakit ya?" anna bertanya ke alin dengan suara pelan.


"bu amel kan sakit dua hari yang lalu an, siapa tau sudah sembuh." jawab alin.


"siapa tau juga masih sakit." ucap anna.


"sembarangan lo kalo ngomong." alin menepuk anna.


"coba aja lo tanya sama aryo, siapa tau di tau tentang bua amel."


"iya juga ya."


"yo.....aryo...." anna memanggil aryo yang duduk didepannya.


"kenapa an." aryo langsung menoleh kebelakang.


"gue mau nanya."


"nanya apa?" aryo bingung.


"bu amel hari ini masuk nggak?"


"nggak tau gue bu amel nggak ngasih tau soalnya."


"ohhhhh, lo nggak tau ya."


"iya." aryo mengangguk.


Saat sebagian murid panik karena hari ini ada pelajaran sama bu amel dan sebagian murid yaitu anna, alin, dan aryo yang bingung apakah bu amel sudah sembuh dari sakitnya apa belum.


Pak budi guru pendamping bu amel datng masuk kedalam kelas.


"selamat pagi anak-anak." pak budi menyapa seluruh murid jurusan seni.


"pagi pak." sahut seluruh murid.


"hari ini kalian ada pelajaran sama bu amel kan?"


"iya pak." jawab seluruh murid.


"bapak mau kasih tau kalau hari ini bu amel nggak masuk dikarenakan bu amel sakit." ucap pak budi.


"bu amel sakit apa pak?" tanya aryo.


"bapak tidak tau pasti bu amel sakit apa aryo.


" ucap pak budi.


"pak budi! Jadi hari ini kita nggak belajar dong pak?"tanya leora.


"nggak leora, untuk jam mapel bu amel hari ini kosong ya anak-anak semua." ucap pak budi ke seluruh murid jurusan seni.


"baik pak." jawab seluruh murid jurusan seni.


"tapi ada tugas dari bu amel yang harus kalian kerjakan." ucap pak budi.


"tugas pak!" teriak beno dari tempat duduknya.


"iya beno, ada tugas dari bu amel."


"apa pak tugasnya."


"tugasnya akan saya kirimkan digrup whatsaap kelas kalian."


"baik pak." ucap seluruh murid.


"bapak sudah menyampaikan amanah dari bu amel, bapak permisi ya anak-anak, jangan lupa untuk mengerjakan tugas yang sudah diberikan." pak budi keluar dari kelas setelah selesai menyampaikan amanah dari bu amel.


"iya pak." sahut seluruh murid.


"bu amel kira-kira sakit apa ya." ucap leora.


"iya ya, yo lo tau nggak bu amel sakit apa." tanya devi.


"gue nggak tau bu amel sakit apa." jawab aryo.


"guys gimana kalo kita nyanyi aja." ucap leora ke seluruh teman-temannya.


"boleh tuh." ucap rio.


"tarek ra." ucap bagas.


"wong ko ngene kok di banding-banding ke." nyanyian yang dimulai oleh bagas si pembuat onar dikelas.


"saing-saing ke......" lanjut diva.


"yo.....mesti kalah....." nyanyian dilanjutkan oleh bagas.


"tak oya o......aku yo ora mampu." lanjut bagas sambil memukul-mukul meja.


"wong sakuat ku mencintaimu......" beno pun tak kalah hebohnya mengikuti lagu itu.


"ku berharap engkau mengerti....." nyanyian anna tak kalah hebohnya.


"di hati ini hanya ada kamu........." anak jurusan seni bernyanyi dengan hebohnya.


Seluruh anak jurusan seni bernyanyi dengan heboh yang diiringi dengan bagas yang memukul-mukul meja sebagai gendangnya.


Kehebohan yang terjadi dikelas jurusan seni karena untuk mengisi kekosongan jam pelajaran sekolah.