Falling In Love With My Coach

Falling In Love With My Coach
Shopping day



Anna, alin, dan beno yang sudah janjian untuk pergi berbelanja baju baru yang akan di pakai untuk acara pertemuan dengan para alumni, terlihat di depan mall padang bintang anna sudah berdiri di depan pintu utama mall anna menunggu dua sahabatnya.


"dimana nih alin sama beno kok belum datang juga sih." anna yang melihat ke kanan dan ke kiri.


Tak lama kemudian terlihat alin yang datang dan tak berselang lama beno pun juga datang melihat temannya datang terlambat anna mulai ngomel-ngomel.


"kalian tuh gimana sih kan sudah gue bilang tadi kalo.kita tuh janjiannya jam 9 pagi disini kalian malah datang jam 10." anna mulai mengomeli dua sahabatnya yang datang terlambat.


"iya ya maaf tuan putri." alin meminta maaf kepada anna karena sudah datang terlambat.


"iya maaf ya an soalnya tadi jalanan dari rumah gue macet banget, sorry ya." beno nuga meminta maaf sama anna karena sudah datng terlambat.


"iya ya gue maafin, yaudah kita masuk yok." kata anna sambil mengajak dua sahabatnya untuk masuk ke dalam mall.


Mereka bertiga masuk kedalam mall dan mereka berjalan menuju lantai dua mall yang dimana di lantai dua mall tempat menjual berbagai pakaian dan penunjang outfit.


"guys kalian mau nyari baju yang kayak gimana nih." beno bertanya baju apa yang akan di beli sama anna dan alin.


"kalo gue sih bajunya korean style gitu biar gue kayak eonni-eonni cucokk gitu kan." kata anna sambil menghempas rambutnya dengan tangan kanannya.


"gue sih pakai dress aja." kata alin sambil melihat ke seluruh tubuhnya.


"kalo lo ben mau pakai baju apa." alin bertanya ke beno baju apa yang akan dia pakai.


"kalo gue sih karena gue udag cakep dari lahir jadi gue pakai apa aja udah cakep." kata beno sambil mengusap rambutnya dengan tangan kanannya.


"hadeuhhhhh pede banget sih lo." anna mengusap muka beno dengan tangan kanannya.


"iya sok ganteng banget sih lo ben." kata alin kepada beno.


"idihhhh memang udah dari orok gue mah gantengnya." kata beno dengan menaruh dua jari yaitu jari telunjuk dan jempolnya di bawah dagunya.


"serah lo lah." kata anna.


Mereka bertiga berjalan jalan di depan toko-toko yang menjual outfit sambil melihat-lihat toko manakh yang menjual pakaian yang sesuai dengan selera mereka.


"beno anna gue mau ke toko itu kayaknya dressnya di sana bagus-bagus." alin memanggil beno dan anna dan menunjuk ke satu toko yang menjual dress yang diinginkan alin.


"yaudah kita ke sana aja dulu, kita nemenin lo nyari dress yang lo suka gue juga mau lihat-lihat siapa tau ada dress kkrean style yang gue suka." kata anna sambil menengok ke arah toko yang di tunjuk sama alin.


"iya gue juga nemenin kaliay deh." beno juga mau nemenin dua sahabat wanitanya itu untuk mencari baju.


"lo yakin ben, kita kalo nyari baju lama loh." kata alin yang bertanya ke beno apakah dia yakin mau nemenin dia sama anna untuk nyari baju.


"iya gue yakin gue tunggu kalian sampe selesai." kata beno yang yakin mau nemenin dua sahabatnya itu untuk mencari baju.


"kalo gitu kita ke toko itu sekarang ayok." kata anna sambil menarik tangan beno dan alin.


Mereka bertiga masuk ke dalam toko di dalam toko anna dan alin langsung menuju ke tempat gantungan-gantungan dress yang berbagai macam model dan memiliki berbagai macam motit, sedangkan beno duduk di sofa yang ada di dalam toko. Anna dan alin mencari-cari dress mana yang cocok sama selera mereka. Mereka membalikkan dress yang tergantung satu persatu agar mereka bisa melihat apakah dressnya cocok atau tidak.


"an dress ini cocok nggak sama gue." alin bertanya kepada anna tentang dressnya.


"kalo menurut gue ya dressnya bagus tapi warna unggunya terlalu cerah banget lo harus nyari warna unggu yang nggak terlalu cerah gitu kayak warna lilac contohnya." anna memberikan sarannya atas dress yang ditunjukin sama alin


"kalo gitu gue cari dress yang lain dulu ya." alin menerima saran dari anna dan mencari lagi dress yang lain.


Saat anna dan alin asik berbelanja beno mulai bosen menunggu dua sahabatnya yang berbelanja lama banget dia mulai mencari kesibukan untuk dirinya sendiri agar dia tidak merasa bosan saat menunggu dua sahabatnya itu berbelanja.


Anna dan alin mencoba semua dress yang tersedia di dalam toko. Saat mencari dan mencoba-coba semua dress yang ada mata alin tertuju ke arah dress berwarna lilac.


"an." alin memanggil anna.


"kenapa lin." anna menoleh kearah alin yang sedang berdiri membelakanginya.


"an kayaknya gue sudah jatuh hati sama dress ini." alin berbalik badan dan menunjukkan dress yang dia dapatkan.


"iya bagus tu lin, kalo lo suka lo ambil aja dress yang itu kayaknya bagus di pakai sama lo." kata anna saat melihat dress yang di tunjukkan sama alin.


"benerkan bagus kan gue yakin banget kalo gue pakai dress ini semua orang di acara itu pasti nanti tersepona sama gue." kata alin sambil menjinjing dress tersebut.


"iya deh iya lo yang pualing cuantik dan mempesona." kata anna sambil memberikan jempol ke alin.


"yaudah kalo gitu kita ke kasir dan bayar dress lo." anna mengajak alin ke kasir untuk membayar dress yang sudah di pilih.


"lo nggak beli dress an." alin bertanya ke anna apakah dia membeli dress ataukan tidak.


"nggak, nggak ada dress yang sesuai dengan style gue di toko ini." jawab anna sambil memberikan alasan kenapa dia tidak membeli dress.


"ohhhhh ya udah kalo gitu kita ke kasir ya gue mau bayar dress gue." kata alin.


"ayok sekalian kita temui beno pasti dia bosen banget karena udah nunguin kita lama." kata anna.


Alin dan anna pergi ke kasir toko untuk membayar dress pilihan alin.


"permisi mbak." alin memanggil mbak kasir yang sedang menyusun tumpukkan uang di dalam mesin kasir.


"iya ada yang bisa saya bantu mbak." sahut mbak kasir dengan lembut dan senyum lebar.


"ini mbak saya mau bayar belanjaan saya." kata alin sambil memberikan dressnya ke kasir.


"satu aja mbak, mbaknya nggak mau nambah satu dress lagi atau baju yang lain mbak." mbak kasir mengambil dress dari alin dan menanyakan apakah mau nambah belanjaan lagi atau tidak.


"nggak mbak satu itu aja." kata alin sambil menunjuk ke arah dressnya.


"baiklah mbak." kata mbak kasir sambil mengarahkan barcode harga yang ada di dress tersebut.


"oh ya mbak untuk dress produk ini kalau mbak beli dua ada diskonnya mbak, apakah mbak mau membeli lagi dress dengan produk yang sama." mbak kasir memberitahu ke alin bahwa dress yang dia pilih ada diskonnya.


"ada diskonnya mbak." kata alin ke mbak kasir.


"iya mbak." mbak kasir mengiyakan.


"kalo boleh tau diskonnya berapa mbak." alin bertanya ke mbak kasir tentqng diskon yang di berikan.


"diskonnya 30% mbak." mbak kasir memberitahu diskon yang akan di berikan.


"an an lo yakin nggak mau nyari dress di toko ini an." alin bertanya kepada anna apakah dia yakin untuk tidak membeli baju atau dress di toko itu.


"nggak lin." jawab anna.


"lo yakin an coba lo lihat-lihat lagi siapa tau ada yang lo suka." kata alin yang meyakinkan anna.


"nggak ada gue udah keliling toko ini tapi nggak ada dress yang gue suka." kata anna ke alin.


"lo kan belum coba nanya ke penjaga tokonya coba lo nanya dan kasih tau ke mbaknya dress apa yang lo suka siapa tau ada." alin masih berusaha meyakinkan anna.


"nggak ada lin gue udah tanya ke mbak penjaga tokonya tapi nggak ada." kata anna sekali lagi.


"yaudah deh kalo gitu." kata alin sambil memajukan bibirnya.


"lo kenapa sih nanya-nanya begitu." anna bertanya tentang tingkah alin.


"ngvak itu tadi kata mbaknya kalo misalkan beli dua dress bisa dapat diskon 30%, makanya gue nanya ama lo." jelas alin atas pertanyaan-pertanyaan yang sudah dia ajukan.


"ohhh karena itu gue kira ada apa." respon anna.


"yaudah deh gue bayar dulu ya." kata alin lalu kembali lagi ke meja kasir.


"mbak itu saja yang saya beli berapa mbak semuanya." katq alin dan bertanya berapa harga dress tersebut.


"semuanya 675.000.00 mbak, mbaknya mau bayar uang cas atau pakai credit card mbak." kata mbak kasir ke alin.


"saya bayar pakai credit card mbak." kata alin sambil mengeluarkan dompet di dalqm tasnya dan mengambil credit card-nya.


"ini mbak belanjaannya dan credit card-nya mbak." mbwk kasir memberikan kantong belanjaannya dan credit card-nya ke alin.


"makasih ya mbak." qlin mengucapkan terima kasih ke mbak kasir.


"sama-sama mbak, jangan lupa untuk datang kembali ke toko kami." kata mbak kasir sambil menyatukan ke dua telapak tangannya.


Alin lalu menghampiri anna yang masih awik bermain handphone.


"an." alin memanggil anna sambil menepuk punggung anna.


"sudah selesai lin." anna bertanya kepada alin.


"sudah." jawab alin singkat.


"yaudah kalo gitu kita samperin beno yuk." kata anna ke alin.


"iya ayok." jawab alin.


Anna dan alin lalu pergi untuk menghampiri beno yang sedang menunggu mereka di ruang tunggu toko, saat mereka sampai mereka melihat beno yang tertidur pulas di sofa toko.


"tu orang bener" ya di tempat ramai kayak gini aja bisa tidur." kata alin saat melihat beno yang tertidur pulas.


"dasar si beno emang bener sih kalo julukan dia itu belor." kata anna juga saat melihat beno yang tertidur di atas sofa toko.


"belor apaan tu belor an." alin bertanya tentang julukan beno.


"belor tu singkatan dari beno ***** atau beno molor." jelas anna.


"ohhhhhhh." respon alin.


"ayok kita bangunin si belor itu." alin mengajak anna untuk membangunkan beno.


"ayok." sahut anna.


Anna dan alin lalu menghampiri beno yang lagi tertidur pulas di atas sofa dan membangunkan beno.


"beno!beno!beno! ayo cepat bangun." anna dan alin teriak bersama di telinga beno.


Karena teriakqn dua sahabatnga itu beno lalu bengh dqri tidur pulasnya.


"kalian udah selesai belanjanya." kata beno sambil banguj dari tidurnya.


"udah." jawab anna dan alin bersama.


"kalo gitu kita pulang yok." beno mengajak pulang anna dan alin.


"ayok." kata anna.


"tunggu dulu kalian berdua nggak jadi beli baju." alin bertanya ke anna dan beno.


"gue udah beli baju di online shop tadi." kata beno.


"kalo gue, gue pakai baju yang kemarin di beliin nyokap gue aja deh." kata anna.


"jadi yang beli baju cuman gue doang nih." kata alin tentang dirinya.


"iya yaudah deh ayok kita pulang gue masih ngantuk nih." kata beno.


"tapi gue kan jadinya nggak enak." kata alin ke anna dan beno.


"kalo lo nggak enak lo enakin aja." kata anna kepada alin.


"intinya sekarang kita pulang aja yok sumpah gue ngantuk banget ini." kata beno sambil berdiri dari duduknya.


"iya ayo kita pulang." kata anna sambil menarik tqngan alin.


Mereka lalu pergi dari toko tersebut dan turun dari lantai dua ke lobi lantai satu. Mereka lalu keluar dari dalam mall dan menunggu jemputan mereka masing-masing luar depan mall.


"guys kalo gitu besok kita ketemuan lagi pas acara pertemuan dengan para alumni ya gus." kata anna kepada alin beno.


"ok." jawab alin dan beno.


"see you guys." anna pergi dan melambaikan tangannya ke alin dan beno.


Anna pergi dengan naik taxi alin pergi mengendarai motor dqn beno pergi mengendarai mobil. Mereka bertiga pergi dari mall tersebut dan berjanji untuk bertemu lagi saat acara pertemuan dengan para alumni.