
Hujan deras masih mengguyur jalanan kota, anna yang baru pulang kerumah dari acara pertemuan alumni dan murid jurusan seni smk cakrawala menggunakan taxi sudah sampai didepan rumah tetapi hujan yang deras masih belum juga berhenti.
Anna turun dari dalam taxi disambut dengan guyuran hujan langsung berlari sekuat tenaga kedepan teras rumahnya.
"makasih ya pak!" teriak anna.
Tin tin tin...
Pak sopir taxi menyahut teriakan anna dengan suara klakson mobil.
"assalamualaikum! Ma......pa......anna pulang!" anna mengetuk pintu rumahnya sambil memanggil-manggil orang tuanya.
"waalaikumsala, sebentar sayang." mama anna menyahut panggilannya dari dalam rumah.
Mama anna membuka pintu dan mendapati baju anaknya yang basah kuyup karena diguyur hujan.
"ya ampun anna kok baju kamu basah kayak gini sih?" mama anna histeris.
"ma yang basah ini bukan baju anna kok tapi jaket ini yang basah." anna membuka jaket yang membalut tubuhnya.
"tuh nggak basah kan ma."
"perasaan mama tadi kamu pergi nggak bawa jaket? Ini jaket siapa?" wajah mama anna curiga.
"mama nggak usah yang aneh-aneh deh, jaket ini tu tadi dikasih sama anak kecil pas anna lagi nunggu taxi di halte bis." jelas anna.
"ohhhhh....mama kira siapa tadi yang ngasih kamu jaket, tapi benar jaket ini dari anak kecil?"
"iya ma, mama nggak nyuruh aku masuk nih aku kedinginan loh ma."
"ya ampun mama sampai lupa, maaf ya sayang ayo masuk, kamu mau dibikinin teh hangat atau makanan yang hangat-hangat gitu?" mama membawa anna masuk kedalam rumah.
"nggak usah ma, ngomong-ngomong papa dimana ma?" anna menanyakan keberadaan papanya.
"papa kamu masih dikantor."
"ohhhh anna masuk kekamar ya ma? Anna mau tidur ngantuk."
"iya yaudah sana masuk, tidur yang nyenyak ya sayang." mama mengecup kening anna.
Anna masuk kedalam kamarnya saat didalam kamar anna mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi, saat dikamar mandi tiba-tiba anna teringat kejadian yang ada dihalte bis.
"apa bener ya anak kecil itu yang ngasih gue jaket." guman anna didepan cermin dikamar mandi.
"anna! Lo mikir apa sih!" anna memukul-mukul kepalanya.
"nggak mungkin kan ada cowok yang nyuruh ngasih jaket itu dan nyuruh anak kecil itu, nggak.....nggak mungkin anna." anna menggelengkan kepalanya.
Anna membuka dress yang membalut tubuhnya lalu mengeraikan rambutnya yang sudah basah karena diguyur air hujan.
Anna membuka kran air dan air keluar dari libang-lubang sower yang ada di atas kepala anna, air itu mulai mengalir kesela-sela ketubuh anna dan mulai membasahinya.
Anna mengambil sabun cair yang ada disebelahnya dan mulai mengusap-ngusapnya keseluruh tubuhnya, lalu anna mengambil shampo dan juga mulai mengusapkannya kerambutnya yang panjang dan hitam.
Anna membilas tubuhnya yang dipenuhi dengan sabun yang sudah berubah menjadi busa dan tidak lupa juga membilas rambutnya.
Setelah selesai anna mengambil handuk yang ia gantung didekat cermin, anna membalut tubuhnya dengan sehelai handuk yang hanya menutupi dari bagian dada sampai bagian atas lutut.
Anna bercermin dan melihat wajahnya yang berkilau saat sudah selesai mandi.
"dilihat-lihat gue cakep juga kalo baru habis mandi." anna mengedipkan satu matanya.
"gue harus tidur cepet nih biar besok gue nggak telat pergi kesekolah."
Anna keluar dari kamar mandi dan mengambil baju tidur dilemari bajunya, anna memakai baju tidur yang berwarna putih dan transparan.
"nggak papa kali ya gue makai baju tidur kayak gini so gue kan sendirian didalam kamar." ucap anna saat memakai baju tidurnya.
Anna naik keatas ranjang tidurnya dan bersiap untuk tidur sebelum tidur dia mengoceh-ngoceh sendiri terlebih dahulu.
"padahal kan besok hari minggu aturannya gue itu healing karena sudah 6 hari sekolah, ini malah disuruh bu amel kesekolah, kalo bukan karena persiapan untuk lomba gue males banget datang kesekolah!" ocehan anna sebelum tidur.
"huhhhhhhhhhhh" anna menghembuskan napas panjang.
"anna rileks.....rileks lebih baik lo mikirin yang indah-indah aja contohnya lo nikah sama jimin." anna menutup matanya.
Tak lama kemudian anna tertidur lelap dan didalam tidurnya anna mendengkur cukup keras.
Tit...tit...tit.....
Suara alarm dari ponsel anna berbunyi dengan keras, anna langsung terbangun dari tidurnya dan mematikan alarm yang berbunyi dengan kerasnya.
"kalo bukan disuruh bu amel kesekolah gue nggak akan bangun pagi banget ini." anna mengoceh dengan suara khas bangun tidurnya.
Anna mengeliat diatas tempat tidurnya sambil menguap setelah itu baru dia beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas pergi mandi.
Setelah selesai mandi anna bersiap-siap secepat kilat dan siap untuk pergi kesekolah menemui bu amel sambil membawa barang-barang yang diperlukan.
Anna keluar dari dalam kamar dan langsung menemui ibunya yang ada di dapur.
"ma......ma!" anna berteriak memanggil mamanya.
"iya kenapa sayang." mama menyahut panggilan anna.
"ma.....anna izin pergi ya ma?" anna mengambil roti yang ada dimeja makan.
"kamu mau pergi kemana anna?" tanya mama.
"anna mau kesekolah ma, disuruh sama bu amel."
"ohhhh yaudah kamu hati-hati dijalan ya sayang."
"iya ma!"
"anna pergi ya ma."
"iya."
Anna lalu pergi keluar rumah dan pergi ke bagasi rumahnya dan menaiki motor matic yang terparkir di bagasi rumah.
Anna lalu melajukan motornya dengan kecepatan standar, anna melewati jalanan kota yang macet untuk sampai kesekolahnya butuh waktu yang cukup lama dikarenakan jalanan kota yang macet.
Anna sudah sampai disekolah lalu memarkirkan motornya diparkiran motor sekolah lalu ia bergegas berlari ke laboratorium seni.
Di laboratorium seni sudah ada beno, alin, dan aryo tetapi belum ada bu amel.
"iya nggak papa an soalnya bu amel juga belum datang." ucap aryo.
"tumben banget bu amel belum datang? Biasanya bu amel on time." anna duduk di sebelah beno.
"nggak tahu an gue dari pagi tadi datang tapi bu amel belum datang juga." ucap alin.
"lin lo datang pagi? Tumben amat lin."
"ye.....lo mah orang temen lagi ada perubahan tu aturannya lo dukung."
"iya ya gue dukung nih."
"kok bu amel belum datang juga ya padahal udah jam 10 loh, kemaren kan bu amel janjinya kita kumpul jam 8 ini udah 2 jam tapi bu amel belum datang juga." ucap beno.
"iya ya ini udah telat banget nih." ucap anna.
"mana kita nggak tau lagi apa yang harus kita lakuin untuk perlombaan?" ucap alin.
"iya? Tema untuk perlombaan seni kan ada di bu amel." ucap aryo.
"gimana dong ini masa kita duduk doang kayak gini, yo coba deh lo hubungi bu amel." anna menyuruh aryo untuk menghubungi bu amel.
"iya bentar ga gue hubungi bu amel dulu." aryo mengambil ponselya disaku celana untuk menghubungi bu amel.
"nggak aktif nomor bu amel." kata aryo setelah mecoba menghubungi bu amel.
"kenapa ya kira-kira bu amel." ucap beno.
"mungkin aja bu amel kejebak macet." tebak alin.
"ya mungkin saja sih, kita tunggu aja lah siapa tau nanti bu amel datang." ucap anna.
Beno, alin, dan aryo mengangukkan kepalanya.
Mereka berempat hanya bisa duduk sambil
bermain ponsel masing-masing sembari menunggu kedatangan bu amel, hari sudah siang tetapi bu amel belum juga kunjung datang dan membuat anna, alin, beno, dan aryo bertanya-tanya kenapa bu amel belum juga kunjung datang.
"guys sekarang udah jam 12 siang loh tapi bu amel kok belum datang juga ya?" ucap beno sambil menunjukkan jam yang ada di tangannya.
"iya mana gue laper banget lagi." ucap anna dengan nada lemas.
"yo lo beneran udah hubungi bu amel." tanya anna.
"udah an udah gue coba dari tadi tapi nomor bu amel nggak aktif juga." jawab aryo.
"aduhhhh gimana dong nih?" alin menaruh kepalanya diatas meja.
"kita makan dulu kali ya?" saran anna.
"boleh tu." beno setuju.
"nanti kalo bu amel tiba-tiba datang gimana." ucap aryo.
"kita tinggal kasih alesan aja lah." ucap anna
"iya bener yang penting sekarang kita makan aja dulu." ucap alin.
"ya udah deh ayok." aryo juga setuju.
Mereka berempat setuju untuk pergi makan sebelum mereka berempat keluar dari laboratorium ada seseorang yang menghampiri mereka.
"permisi anak-anak jurusan seni." sapa orang tersebut.
"iya ada apa pak budi kesini." jawab mereka berempat bersama.
Pak budi adalah guru seni pendamping.
"begini bapak mau kasih tau kalian kalau bu amel nggak bisa datang dikarenakan bu amel sedang sakit saat ini." ucap pak budi.
"bu amel sakit pak, sakit apa? Tanya aryo.
"bapak juga tidak tau aryo."
"bapak juga mau kasih tau untuk persiapan lomba seni antar sekolah bapak yang akan membimbing kalian untuk menggantikan bu amel yang sedang sakit." ucap pak budi.
"siap pak." jawab mereka berempat.
"baiklah kalau begitu bapak pergi dulu untuk persiapan lomba akan kita bicarakan saat hari sekolah."
"baik pak." jawab mereka berempat.
Pak budi pergi meninggalkan mereka berempat dilaboratorium.
"ternyata bu amel lagi sakit toh." ucap beno.
"pantesan dari tadi belum datang." ucap aryo.
"bu amel ternyata bisa sakit juga ya." ucap anna.
"ya bisa lah kan bu amel juga manusia." ucap aryo.
"iya juga sih."
"guys kita makan aja yuk, gue laper banget nih." ucap alin.
"ayok lah." ucap anna.
"ayok" sahut beno.
"yo lo ikut juga kan." tanya alin.
"ikut kemana?"
"ya makan lah."
"boleh."
Setelah semua setuju mereka berempat lalu pergi dari laboratorium seni ke parkiran sekolah.
Mereka semua membawa kendaraan bermotor semua lalu satu persatu dari mereka menyalakan motornya dan melajukan motornya menuju ketempat makan dekat sekolah.