Falling In Love With My Coach

Falling In Love With My Coach
telat sekolah 2 : cara masuk kedalam sekolah



Setelah laki-laki asing itu melajukan motornya dan meninggalkan anna sendirian di depan gerbang sekolah yang terkunci rapat. Anna melihat-lihat ke sekeliling tapi tidak sekolahan sangat sepi tidak ada satu pun murid yang lalu lalang dikarenakan jam masuk sekolah sudah mulai dari tadi, anna kebingungan apa yang harus dia lakukan agar dia bisa melewati gerbang yang tertutup dan dijaga oleh pak satpam agar anna bisa masuk kedalam sekolah.


"duhhh gimana nih caranya gue bisa masuk kedalam." anna yang kebingungan mengusak-ngusak kepalanya dengan kedua tangannya.


Anna yang kebingungan bagaimana caranya agar dia bisa masuk ke dalam sekolah tanpa ketahuan sama pak satpam sekolah mencoba mencari cara bagaimana dia bisa masuk ke dalam sekolah tanpa harus bertemu dengan pak satpam.


" gimana ya caranya agar gue bisa masuk tanpa ketahuan, anna lo harus berpikir gunain otak lo anna." kata anna sambil mengetuk-ngetuk jari telunjuk tangan kanannya di keningnya.


Anna yang jongkok di samping gerbang luar sekolah sambil berpikir untuk mencari cara bagaimana bisa masuk kedalam sekolah tanpa ketahuan sama satpam sekolah.


"gimana kalo gue cari jalan lain aja untuk masuk ke dalam sekolah." kata anna yang sedang jongkok.


Anna bingung kira-kira jalan lain apa yang harus dia lewati karena ini pertama kalinya anna terlambat datang ke sekolah.


"gimana kalo gue manjat pagar sekolah aja." kata anna sambil berdiri dari jongkoknya.


"tapi gue kan nggak bisa manjat ya." sambung anna dengan semua kebingungannya.


"gue coba aja dulu siapa tau kalo mendesak gue jadinya bisa manjat." kata anna yang lagi bertarung dengan dirinya sendiri.


"gue ke tempat agar yang sering di panjati sama murid yang lain dulu ahhhhh." kata anna sambil pergi dari depan gerbang sekolah.


Anna pergi mencari pagar tempat yang biasa di panjati sama mhrid-murid yang terlambat datang ke sekolah dan untuk pergi bolos sekolah. Anna berhenti di depan pagar sekolah yang sering di panjati sama murid-murid lain anna melihat pagar sekolah yang di depanya sangat tinggi itu.


"ini ni pagar yang sering di panjati sama anak-anak yang lain, tapi kok tinggi amat ni pagar ya kayak halu gue jari istrinya jimin." kata anna yang terkejut melihat pagarnya sangat tinggi.


"gue coba dulu aja deh, gue cari pijakan dulu biar gue bisa naik ke atas pagar udah tu turunnya gue lompat." anna menyusun idenya bagaimana caranya agar dia bisa melewati pagar yang tinggi itu.


"nah itu ada tangga tu pas banget semesta memang dukung gue untuk nyusup ke dalam sekolah." kata anna sambil menunjuk tangga yang ada di sebelah kiri pagar sekolah.


Anna mengambil tangga yang tergeletak di sebelah kiri pagar sekolah dan menaruhnya di pagar tempat anna akan lewati.


"nah ini baru pas, semoga di seberang pagar nggak ada guru piket deh." kata anna yang bersiap-siap untuk menaiki tangga.


Anna menaiki tangga yang sudah dia taruh di pagar sekolah dan anna sudah bersiap-siap untuk menaiki tangga itu, anna menaiki tangga itu perlahan-lahan agar tidak jatuh saat anna sudah sampai di atas pagar dia melihat bu amel wali kelasnya yang sedang berdiri berpaku pinggang, saat melihat bu amel wali kelasnya sedang berdiri di lapangan dekat pagar yang sedang di panjat.


"duhhhh gawat kenapa ada bu amel di situ, bisa bisa gue ketahuan ini." kata anna yang cemas saat melihat bu amel berdiri di lapangan dekat pagar yang dia panjat.


"anak-anak jangan kalian pikir kalian bisa lolos dari ibu saat kalian bisa melewati pagar itu." teriak bu amel yang memberi peringatan kepada murid-murid yang masuk ke dalam sekolah memanjat pagar.


Saat mendengar peringatan dari bu amel anna khawatir, takut, dan cemas bercampur aduk dalam dirinya dia takut bahwa dia akan ketahuan sama bu amel wali kelasnya sendiri saat dia memanjat pagar.


"duhhhh gimqna nih kalo gue ketahuan bisa-bisa gue di geprek nih sama bu amel, gue turun aja deh nanti kalo udah aman gue naik lagi." anna yang takut ketahuan sama bu amel turun dari pagar menggunakan tangga.


Anna mengurungkan niatnya untuk memanjat pagar karena ada bu amel yang menunggu di seberang pagar tersebut. Anna yang tidak jadi memanjat pagar dia kembali lagi ke depan gerbang utama sekolahannya dia mencoba menunggu keadaannya aman dan mencari jalan lain agar dia bisa masuk ke dalam sekolah. Saat anna jongkok kembali seperti posisi awal dia sebelum memanjat pagar tiba-tiba ada mobil yang datang dan mau masuk ke dalam sekolah.


"ada mobil yang datang tapi kayaknya bukan mobil punya salah satu guru disini dehhhhh, lalu mobil siapa itu?" kata anna yang bingung siapa pemilik mobil yang datang ke sekolahannya itu.


Mobil itu berhenti tepat di depan gerbang utama sekolah dan di samping anna yang sedang berjongkok, anna yang melihat mobil itu tiba-tiba terlintas ide yang tidak terduga dari pikirannya itu.


"gue punya ide nih gimana caranya biar gue bisa masuk ke dalam sekolah tanpa ketahuan." kata anna dengan wajah yang senang tapi masih dalam posisi jongkok.


Anna lalu berdiri dan menghampiri mobil itu mencoba untuk meminta bantuan kepada Orang yang ada di dalamnya agar mau memberi dia tumpangan dengan mobilnya.


"pak bu permisi hallo sepada bisa buka pintunya sebentar." kata anna dari luar mobil sambil mengetuk-ngetuk kaca pintu mobil.


Di dalam mobil ada dua orang laki-laki, laki-laki pertama duduk di depan kemudi mobil dengan pakaian berjas rapi tetapi memiliki wajah yang sudah berumur sedangkan laki-laki yang kedua duduk di kursi belakang dia menggunakan jas yang bermerk dan memiliki wajah yang rupawan seperti oppa-oppa korea tapi juga seperti gege china atau phi-phi thailang yang jelas laki-laki itu sangat perfect. Laki-laki yang duduk di depan kemudi mobil melihat apa yang sedang terjadi di luar memberi tau kepada laki-laki yang duduk di kursi belakang.


Tidak ada jawaban dari laki-laki yang sepertinya bos dari laki-laki yang sedang duduk di depan kemudi mobil.


"tuan muda tuan muda tuan muda!" laki-laki yang duduk di depan kemudi mobil memanggil bosnya yang sedang memakai earpod di telinganya.


"iya kenapa pak indra." setelah di panggil berkali-kali laki-laki yang duduk di kursi belakang mobil menjawab panggilan dari pak indra laki-laki yang duduk di depan kemudi mobil.


"itu tuan muda ada gadis yang pakai seragam sekolah sedang mengetuk-ngetuk kaca pintu mobil." pak indra menunjuk gadis yang sedang mengetuk-ngetuk kaca pintu mobil.


"itu kan gadis yang saya tadi kenapa dia belum masuk ke dalam sekolah." kata tuan muda itu saat melihat gadis yang diluar itu adalah gadis yang dia antar tadi.


Tuan muda yang ada di dalam mobil itu ternyata laki-laki yang tadi mengantar anna menggunakan motor. Tuan muda yang melihat anna di luar mobilnya dia cepat-cepat memakai masker dan kacamata hitam yang ada di mobilnya.


"pak buka saja kaca mobilnya pak dan tanyakan apa yang dia mau pak." kata tuan muda kepada pak indra.


"siap tuan muda, loh kenapa tuan muda pakai masker sama kacamata hitam segala." pak indra terkejut saat melihat tuan mudanya itu menutupi wajahnya dengan masker dan kacamata hitam.


"ini pak nanti kan keluar mobil jadi takut kena radiasi matahari pak, ya sudah cepat buka tu kaca mobilnya pak." jelas tuan muda kepada pak indra tentang kenapa dia pakai masker dan kaca.ata hitam.


"iya ya tuan muda." pak indra mengiyakan saja perkataan dari tuan mudanya itu.


Pak indra lalu membuka kaca mobil dan menanyakan anna apa yang sebenarnya dia inginkan.


"ada apa neng ada yang bisa saya bantu." pak indra bertanya kepada anna.


"ini pak saya boleh minta tolong nggak saya mau numpang naik mobilnya untuk masuk ke dalam sekolah pak boleh kan pak." anna menjelaskan tujuannya kepada pak indra.


"nengnya terlambat masuk ke sekolah ya kalau begitu neng masuk aja maaf bapak tidak bisa bantu." kata pak indra kepada anna.


"pak tolong saya dong pak please tolong ya pak saya tidak mau dihukum saya bu amel pak." anna terus memohon agar dia di beri tumpangan agar dia bisa masuk ke dalam sekolah.


"bu amel bu amel kan guru killer di sini." kata tuan muda saat mendengar perkataan anna di luar mobil.


"bentar ya saya tanya sama tuan muda saya dulu." kata pak indra.


"iya pak." jawab anna.


"tuan muda gimana apakah kita kasih tumpangan tuan." pak indra bertanya kepada tuan muda.


"yaudah lah pak kita kasih aja tumpangan." kata tuan muda.


"tapi pak dia kan terlambat masuk sekolah." kata pak indra.


"nggak papa pak suruh aja dia masuk." kata tuan muda sekali lagi.


"silakan masuk neng." pak indra menyuruh anna masuk ke dalam mobil.


"iya pak makasih ya pak." kata anna dengan senang.


Anna lalu masum kedalam mobil dan duduk di kursi depan mobil sebelah pak indra. Pak indra lalu menginjak gas mobilnya saat gerbang sekolah di buka sesampainya di dalam sekolah anna pamit sama pak indra dan tuan muda untuk pergi ke kelasnya.


"makasih ya pak sudah kasih saya tumpangan pak." kata anna menucapkan terima kasih kepada pak indra dan tuan muda.


"iya sama-sama neng" kata pak indra


Anna lalu keluar dari dalam mobil dan berlari dengan kencang ke arah kelasnya agar tidak ketahuan sama bu amel wali kelasnya sedangkan pak indra dan tuan muda juga turun dari dalam mobil dan berjalan kearah ruang guru. Apa yang di lakukan sama tuan muda di smk cakrawala dan siapa tuan muda itu.