Falling In Love With My Coach

Falling In Love With My Coach
hilangnya asep



Pagi hari diguyur hujan yang rintik-rintik anna yang sedang duduk didalam kelasnya dan menatap kearah keluar jendela kelas, dia melihat rintik air hujan yang membasahi semua tanaman yang ada disekolahannya dan melihat lapangan yang basah karena diguyur air hujan semalaman dia juga melihat murid-murid lain yang sedang berlari-lari dan memakai tasnya sebagai pelindung dari air hujan. Anna melihatnya dengan penuh kehangatan walaupun cuacanya sedang dingin.


"hujan pagi hari ini membawakan kehangatan yang tiada tara." anna menngambarkan tentang hujan dengan puitis.


"sehat lo an." kata alin sambil menempelkan tangan kanannya dikening anna.


"ya sehat lah, kalau nggak sehat gue nggak sekolah kali." kata anna sambil membuang tangan alin yang ada dikeningnya.


"iya lo ada-ada aja orang lagi hujan gini masa dibilang membawa kehangatan, aneh lo." alin yang heran dengan kepuitisan sahabatnya itu.


"kok aneh sih ya nggak aneh lah, sekarang gue nanya sama sekarang lagi apa." anna bertanya kepada alin yang duduk di sebelahnya tentang yang sedang terjadi saat itu.


"lagi hujan." alin menjawab tanpa ada beban.


"kalo hujan apa yang lo rasain." tanya alin sekali lagi.


"yang gue rasain ya dingin lah." alin menjawab lagi pertanyaan dari anna.


"kalo dingin lo butuh apa." tanya anna yang kesekian kali sama alin.


"yang gue butuhin kalo dingin itu ya selimut, pakaian hangat, dan makanan atau minuman hangat biar tubuh gue hangat." jawab alin lagi tapi dengan nada yang kesal.


"nah itu tu jadi kan bener kata gue tadi kalo hujan itu membawa kehangatan." jelas anna soal kata-kata yang dia ucapkan tadi tentang hujan.


"tunggu dulu kan hujan kan dingin dari mana bisa membawa kehangatan anna suryana." kata alin yang bingung tentang penjelasan anna soal kata-kata hujan yang dia katakan tadi.


"gini gini gue jelasin tadi kan gue nanya sama lo kalo lagi hujan lo butuh selimut, pakaian hangat, dan makanan atau minuman yang bisa menghangatkan tubuh kan." jelas anna sekali lagi.


"iya." jawab alin yang menatap serius anna.


"jadi kan bener kalo misalkan hujan itu membawa kehangatan, kalo misalkan nggak hujan lo nggak akan butuh semua itu kan." jelas anna soal perkataanya tadi sambil mengangkat kedua alisnya.


"iya juga sih." jawab alin yang mengiyakan tetapi masih kebingungan.


"nah itu." kata anna sambio memetikkan jari tangan kanannya.


"ahhhhh tau ahhh bisa-bisa gue ikut-ikutan gebelek nanti kayak lo." kata alin yang kesal sama sahabatnya itu.


"gebelek geblek kali maksud lo." anna membenarkan kata yang di ucapkan sama alin.


"iya deh iya nyonya besar yang serba bener." alin yang semakin kesal dengan temannya itu.


Saat mereka sedang asik mengobrol mereka baru menyadari bahwa beno belum datang kekelas.


"lah ni jomblo yang baru putus mana nih kok dari tadi gue belum lihat lobang hidungnya ya." kata alinyang jelingak jelinguk mencari beno.


"iya ya kok tumben banget sih jam segini kok belun datang kesekolah, biasanya datangnya awal banget demi ngasih berita baru." kata anna yang juga heran kenapa si beno belum datang juga.


"mungkin dia lagi tidur kali karena hujan kayak kata lo tadi kalo hujan itu membawa kehangatan." kata alin yang menebak keadaan beno dan mengaitkannya dengan perkataan anna soal hujan.


Saat mereka sedang mengobrol dan obrolan tersebut membuat alin bete dan sedikit kesal.


Tiba-tiba beno masuk kedalam kelas dengan keadaan baju yang basah kuyup seluruh seragam sekolah yang dia kenakan basah kuyup dari atas kepala sampai ujung kaki.


"man teman." beno memanggil anna dan alin dengan merengek.


Anna dan alin lalu menoleh kearah beno yang masih berdiri didepan pintu kelasnya.


"lo kenapa ben basah kuyup gini abis nadangin air hujan lo." anna berjalan kearah beno yang basah kuyup dan bertanya apa yang sedang terjadi.


"iya lo kenapa basah kuyup gini hah." alin juga menghampiri beno dan bertanya apa yang terjadi kepada beno.


"gue tadi tu abis nolongin orang tapi gue." beno ngejelasinnya sambil memanyun-manyunkan mulutnya seperti orang yang sedang merengek.


"yaudah deh nanti dulu aja jelasinnya mending lo sekarang gati baju dulu, lo ada baju kan di loker lo." kata alin yang menyuruh beno untuk mengganti bajunya yany basah kuyup.


"iya bener tu nanti kalo lo sakit kan yang repot kita, kuta jadinya ngeluarin duit buat jenguk lo sakit." kata anna yang khawatir jika beno tidak mengganti pakaiannya yang basah kuyup.


"iya deh gue ganti baju dulu abis itu gue baru jelasin ke kalian." beno pergi ke lokernya untuk mentambil baju dan menganti bajunya yang basah kuyup.


Sambil menunggu beno mengganti pakaiannya yang basah kuyuk anna dan alin membaca buku pembelajaran tentang macam-macam seni dan terapan. Karena mereka baru masuk di kelas 3 itu berarti mereka harus belajar lebih giat lagi agar mendapatkan nilai yang sempurna, saat mereka asik membaca buku dan membolak-balikkan halaman demi halaman buku beno yang sudah selesai mengganti pakaiannya dia masuk kedalam kelas dan menghampiri anna dan alin yang sedang membaca buku di mejanya.


"an, lin kalian lagi baca buku apa." beno menghampiri anna dan alin yang sedang membaca buku.


"kita lagi baca... Aduhhh buset lo pakai baju apaan ini." alin terkejut dengan apa yang di pakai sama beno.


"iya lo kenapa pakai sarung sama baju koko, lo mau ngisi ceramah dimana?" anna juga terkejut saat melihat beno yang menggunakan sarung dan baju koko.


"cuman ada baju ini di loker gue, ini baju juga bekas kemarin gue praktik sholat jenazah." jelas beno soal pakaian yang dia pakai.


"yaudah lah terserah sekarang lo duduk dan ceritain apa yang membuat lo bisa basah kuyup." alin menyuruh beno duduk dan bertanya apa yang sudah membuat dia badah kuyup dengan ekspresi wajah yang penuh tanya.


"iya apa yang sebenarnya terjadi sama lo." anna juga bertanya kepada beno.


"jadikan gue tadi pas dijalan mau pergi sekolah gue bawa motor kesayangan gue kan si asep, terus pas di jalan gue lihat ibu-ibu yang lagi nangis karena hati gue kayak hello kitty gue samperin ibu itu, terus gue nanya kan sama ibu itu katanya dia kehilangan anaknya sudah itu gue coba nenangin si ibu itu kan tapi tiba-tiba si asep ilang gitu aja dan gue bingung ibu itu juga ilang sama asep." jelas beno tentang kejadian yang sudah menimpanya itu


"yang sabar ya ben." alin menepuk-nepuk punggung beno agar dia tenang.


"tapi lo sudah lapor polisi kam ben." kata anna kepada beno.


"gue udah lapor kok tadi, kata pak polisi nanti kalo ada kabar langsung hubungin gue." kata beno yang menjawab perkataan dari anna.


"yang sabar ya ben gue yakin asep pasti ketemu." kata alin yang menenangkan beno


"iya, makasih ya kalian berdua memang bestie gue yang paling the best." beno merangkul anna dan alin.


Anna dan alin membalas rangkulan dari beno tersebut dan mereka berharap semoga asep motor kesayangan beno cepat ketemu biar beno nggak sedih lagi.