Falling In Love With My Coach

Falling In Love With My Coach
pembagian wali kelas



Anna yang sedang duduk dibangku panjang didepan kelasnya sambil bermain handphone sedang menscroll-scroll instagaram melihat update tan dari oppa-oppa korea. Saat sedang asik melihat-lihat status oppa-oppa korea alin tiba-tiba datang dan mengejutkan anna.


"an! Bengong aja nanti kesambet sama setan loh." alin mengejutkan anna dengan teriakannya.


"siapa yang lagi bengong orang gue lagi ngerefressin otak gue." kata anna kepada alin tentang apa yang sedang dia lakukan.


"masa, orang lagi liatin oppa-oppa korea gitu kok." kata alin sambil menunjuk layar handphone anna yang memperlihatkan roti sobek dari park jimin.


"ini ni yang ketingglan zaman kata psikiater ya kalau kita melihat wajah laki-laki tampan contohnya suami gue ini itu bisa menyegarkan otak kita." anna menunjukkan foto jimin member dari bts.


"hadeuhhhh serah lo lah yang penting lo bahagia gue juga ikut bahagia." alin yang menggalah dengan perkataan anna.


"bestie gue halu aja terus gimana mau dapat pacar dan mengenal cinta kalau kerjaannya tiap hari halu jadi istrinya sijimin itu." sambung alin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat kelakuan dari sahabatnya itu.


Saat anna dan alin sedang asik mengobrol beno yang berlari di koridor kelas menghampiri anna dan alin yang sedang duduk-duduk dibangku panjang depan kelas.


"bestie ada big news." teriak beno dari jauh sambil berlari.


"lah si beno hmmm sok-sok-an bawa big news bilang aja kalau misalkan mau ngajak ngerumpi." kata anna saat melihat beno yang berlari kencang sambip berteriak.


"guys ada big news." kata beno yang nenghampiri anna dan alin dan terlihat ngos-ngosan karena berlari.


"big news apaan, jangan bilang anjing lo yang namanya babi itu mati ya atau kucing lo yang namanya anjing hilang." kata alin kepada beno yang menebak apa big news yang dibawa sama beno.


"bukan itu kalau babi sama anjing gue aman, ini tu tentang pembagian wali kelas kita." beno mengatakan big news yang dibawa sambil duduk disebelah anna.


"ohhhh pembagian wali kelas." jawaban anna singkat atas berita yang dibawa sama beno sambil ngos-ngosan itu.


"oh doang, respon lo oh doang anna gue udah bawa berita ini sambil ngap-ngapan tapi lo cuman bilana oh doang." kata beno yang tidak terima dengan jawaban dan respon anna yang biasa aja.


"ya terus gue harus apa, gue harus ngumuminnya pakai toa gitu biar seisi sekolahan tau." kata anna yang menjelaskan respon apa yang harus dia berikan kepada berita yang dibawa beno.


"ya setidaknya lo excited gitu." beno menggerakkan kedua tangannya didepan anna.


"yaelah palingan juga pak togar yang jadi wali kelask kita kan sudah 2 tahun pak togar terus yang jadi wali kelas kita terus." anna menjelaskan didepan wajah beno.


"ya juga sih." kata beno sambil mengangkat kedua matanya keatas.


"udah udah malah ribut santai aja kali mau siapapun wali kelas kita yang pentingkan kita selalu bersama." alin berdiri dari duduknya dan menghampiri kedua sahabatnya lalu memeluk mereka.


"apaan sih lo jijik gue." kata beno sambil menangkis tangan alin yang ingin memeluknya.


"sok jijik lo padahal doyan kan gue peluk." alin menoyor kepala beno.


"idihhh doyan najis gue." beno pura-pura seperti membuang air ludah.


Teng.....teng.....teng......


Lonceng sekolahan berbunyi padahal belum waktunya masuk kedalam kelas.


"diberitahukan kepada seluruh siswa dan siswi setiap jurusan di smk cakrawala diharapkan untuk berkumpul di lapangan utama sekarang juga tanpa terkecuali." intruksi dari ketua osis smk cakrawala.


"wahhh kita disuruh kumpul tu kira-kira ada apa ya." kata anna yang bingung kenapa seluruh siswa dan siswi disuruh kumpul.


"sok tau lo." alin menoyor kepala beno lagi.


"udah ahh dari pada tebak-tebakan mendingan kita kelapangan aja." anna mengajak alin dan beno yang sedang berantem untuk segera pergi kelapangan.


Anna, alin, dan beno pergi kelapangan utama disekolahannya sesampainya dilapangan seluruh siswa dan siswi sudah memenuhi lapangan.


"wahhh banyak juga ya murid di sekolahan kita." beno kagum sambil mulutnya menganga.


Saat sudah kumpul semuanya ketua osis lalu memerintahkan seluruh murid untuk berbaris dengan rapi karena bapak kepala sekolah mau menyampaikan sesuatu.


"selamat pagi anak-anak." pak kepala menyapa seluruh murid.


"pagi pak." sahut saluruh murid.


"pagi hari ini kenapa saya mengumpulkan kalian semua dikarenakan saya mau mengumumkan pembagian wali kelas untuk setiap jurusan yang ada di sekolah kita ini." pak kepala sekolah memberitahu alasan kenapa dia mengumpulkan seluruh muridnya dilapangan.


"tuhkan bener tebakan gue." kata beno yang berdiri dibelakang barisan.


"baiklah saya tidakakan memperpanjang mukodimah saya, saya akan menyebutkan nama-nama wali kelas yang akan bertanggung jawab atas kelas jurusannya." kata pak beno kepada seluruh muridnya.


Saat pak kepala sekolwh membacakan nama-nama siapa yang akan menjadi wali kelas di setiap jurusan sekarang tinggal giliran jurusan seni yaitu jurusan anna, alin, dan beno.


"baiklah untuk jurusan terakhir yaitu jurusan seni lukis dan terapan yang akan menjadi walimelasnya adalah........" pak kepala sekolah memenggal kata-katanya agar terlihat lebih menegangkan.


Anna, alin, dan beno yang fokus mendengarkan terlihat deg-degan.


"yang akan menjadi wali kelasnya adalah ibua amel!" pak kepala sekolah menyebutkan namanya dengan nada yang tinggi.


Mendengar siapa wali kelasnya membuat anna, alin, dan beno terkejuf dan tidak percaya begitu juga dengan teman-teman satu jurusannya mereka juga terkejut tentang apa yang sudah mereka dengar.


"what the **** bu amel yang akan jadi wali kelas kita." kata salah satu siswi yang ada dijurusan seni.


"an, lin ni gue salah denger kan." beno bertanya sama anna dan alin tentang apa yang dia dengar.


"nggak ben lo nggak salah denger." kata alin meyakinkan beno kalau yang dia dengar itu benar.


"habis lah kita semua." kata beno dengan wajah pucat.


"iya." sahut anna dengan nada yang lemas.


"kita pasti akan dijadiin militer nih sama bu amel." kata beno dengan nada loyo.


"udah udah udah lo nggak usah suudzon gitu siapa tau kan nggak terjadi kayak gitu." kata alin yang mencoba menenangkan anna dan beno.


"ni yah alin uang gue dengar dari kakak gue kalau misalkan bu amel jadi wali kelas, bu amel akan ngasih kita aturan yang ketat banget bahkan lebih ketat dari aturan militer." beno menjelaskan tentang bu amel yang sudah dia dengar.


"masa iya sih." kata alin yang tidak percaya.


"iya itu benar ben, lin." anna membenarkan perkataan beno lalu menghela napasnya panjang.


Mereka semua terkejut karena yang akan menjadi wali kelasnya di kelas 3 ini adalah ibu amel, ibu amel dikenal sebagai guru yang killer setiap kelas yang menjadi tanggung jawabnya pasti akan memiliki aturan seperti militer.