Endra

Endra
Sama Busuknya



"Endra sudah mempunyai nomor ponselku, dia jadi bisa melihat status WhatsApp ku. Dan aku adalah orang yang malas untuk memprivasi akun. Jadi sekarang ayo kita berfoto dahulu, aku akan memberikan caption kalau aku akan pergi untuk menemani mama pergi ke salon"


"Memang kamu mau menemani mama?" tanya ibu Romlah yang belum juga paham dengan apa yang di inginkan oleh anaknya.


Intan lalu menjelaskan kalau ini semua hanya untuk postingan yang akan dia kirim di status WhatsApp miliknya. Ibu Romlah baru mengerti dan kembali tidak menyangka kalau anaknya adalah kadal betina. Intan lalu membela dirinya, dan mengatakan kalau ini semua dia pelajari dari mamanya. Mereka berdua lalu tertawa setelah selesai berfoto.


Setelah mengantarkan mamanya ke sebuah salon kecantikan yang cukup besar dan mewah, Intan lalu lalu segera menemui teman-temannya yang sudah menunggunya di sebuah restoran.


"Lama sekali, kamu pergi kemana dulu? aku pikir kamu tidak jadi datang, kata kamu meng upload sebuah foto yang mengatakan kalau kamu akan menemani mamamu ke salon" Atika bertanya sambil menghabiskan minumannya.


"Aku hanya mengantarkan saja, malas lah aku kalau harus menunggu mama, kecuali aku juga mau nyalon sendiri" jawab Intan, lalu memanggil pelayan, karena dia ingin memesan makanan.


Dua teman pria Intan datang dan langsung mengapit Intan, tanpa memperdulikan Atika yang sepertinya kesal melihatnya, tapi kedua teman pria Intan, tidak memperdulikannya.


"Alek, duduklah disamping Atika, sepertinya saat ini dia butuh teman pria" ujar Intan, tapi Atika terlihat tidak keberatan, dan saat salah satu teman Intan itu mendekatinya, Atika dengan tidak merasa sungkan, dan tidak pula memikirkan rasa malu, langsung saja menyosor bibir pria itu.


Intan tertawa melihatnya, tapi beberapa saat kemudian dia langsung terdiam, karena minuman pesanannya datang, tapi karena makanannya belum datang juga, Intan menjadi kesal dan memarahi pelayan yang membawakan pesanan minumannya.


Pelayan menjelaskan kalau makanan pesanan Intan harus dimasak terlebih dahulu, dan membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama.


"Dasar lelet, cepatlah sana periksa kembali!" Intan mengusir pelayan itu.


"Jangan terlalu gampang kesal, nanti pria yang kamu incar itu tidak menyukaimu" ujar Atika setelah dia selesai berciuman.


Restoran yang saat ini mereka datangi, adalah sebuah restoran private yang memiliki ruangan tersendiri bagi setiap tamu yang datang. Walaupun tetap saja terlihat oleh pelanggan lain yang berada diruangan bersebelahan, karena sebagian besar dinding pemisah nya terbuat dari bahan kaca.


"Tidak mungkin ada yang berani menolak diriku, aku adalah ratu di ranjang, itu yang paling utama. Ditambah dengan kecantikan dan bentuk tubuhku yang sempurna ini, mana ada pria yang sanggup memalingkan wajahnya dari ku" jawab Intan jumawa.


"Tapi buktinya pria yang sebelumnya kamu sukai, malah menikah diam-diam dengan orang lain, tapi aku juga tau kalau kalian masih berhubungan" ujar Atika membuka salah satu kartu Intan.


Tapi sepertinya Intan tidak terlalu memperdulikan hal itu, karena semua circle nya juga tau akan hal itu, tapi mereka tidak ada yang berani mengungkapkan pada umum. Intan juga yakin kalau Atika juga tidak mungkin sanggup untuk melakukannya.


Atika memalingkan wajahnya, supaya bisa menutupi rasa kesalnya, karena memang yang dikatakan oleh Intan sangatlah benar. Intan mempunyai orang yang selalu menjaganya, karena Intan memiliki banyak sugar daddy.


Selama ini, setiap hari Intan bertemu dengan banyak pria secara bergantian, selain mendapatkan uang, Intan juga dijamin tidak akan tersentuh oleh pemberitaan buruk. Tapi ternyata Intan masih tidak merasa cukup dengan para sugar daddy nya, karena seperti saat ini, Intan memilih bermain bersama dengan teman-temannya yang masih muda, yang berarti Intan lah yang harus mengeluarkan uang.


Dengan para sugar daddy nya yang kebanyakan sudah tua, Intan hanya mengharapkan imbalan uangnya saja, tapi untuk kepuasan, tentu saja dia tidak mendapatkannya. Dan kepuasan yang dia idamkan setiap saat, dia dapatkan dari teman-temannya.


"Kalau kamu sudah menikah nanti, berarti kamu tidak akan mempunyai banyak waktu untuk bermain dengan kami?" tanya Alek, gurat kesedihan tentu saja sangat terlihat. Tapi tidak diketahui kesedihan itu disebabkan karena masalah apa.


"Bukankah dari awal kita hanya bermain saja, jangan menunjukkan tampilan sedih seperti itu, aku sangat tau apa yang kamu pikirkan" jawab Intan, lalu kembali memanggil pelayan, karena makanannya belum juga datang.


Intan terlihat sangat marah, teman pria yang berada disebelahnya lalu mempunyai inisiatif untuk menenangkan Intan. Dengan gerakan cepat, jari teman pria Intan itu sudah masuk kedalam lubang kenikmatan milik Intan, hingga tanpa sadar Intan merintih, tapi dia tidak perduli dengan pandangan Alek dan Atika yang sepertinya tidak habis dengan apa yang dilakukan oleh Intan, karena bagaimanapun juga, ini adalah tempat umum.


"Tahan dulu, kita cari hotel terdekat setelah makan" bisik Alek, tapi Intan tidak perduli, dan tidak membiarkan tangan teman prianya berhenti memainkan lahan sempitnya.


Setelah Intan mengejang, beberapa menit kemudian, datanglah para pelayan yang membawakan makanan pesanan Intan. Ternyata makanan yang dipesan oleh Intan sangatlah banyak, jadi tentu saja membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk memasaknya.


Karena Intan sudah senang, dia tidak lagi marah, dan bahkan menyuapi makanan ke mulut temannya yang tadi membuatnya melayang ke langit untuk beberapa saat. Intan lalu meminta teman prianya dan juga Alek, untuk makan yang banyak, karena setelah mereka selesai makan nanti, ranjang panas mereka disebuah hotel sudah menanti.


"Aku ikut" ujar Atika memohon.


"Jangan, hari ini mereka khusus melayaniku, kalau kamu mau, buat saja janji di lain waktu" jawab Intan cuek.


"Kamu benar-benar mengerikan" ujar Atika.


"Jangan sok suci, aku bahkan mendengar kabar, bahwa kamu melakukan itu dengan beberapa satpam komplek yang perutnya sudah pada membuncit,, iyyuuhhhh, yang seperti itu pasti sudah loyo. Kamu ini tidak bermodal, dan mau-maunya sama mereka" jawab Intan, hingga membuat Atika terkejut, karena tidak menyangka kalau hal itu juga bisa diketahui oleh Intan.


"Sudah aku katakan kalau aku tidak akan pernah tersentuh oleh pemberitaan apapun, karena semua yang mengetahui rahasia ku. Aku mengetahui rahasia mereka yang lebih besar lagi, jadi jangan pernah macam-macam lagi denganku" Intan menatap tajam kearah Atika, yang diancam terlihat bergidik ngeri dan tidak berani menjawab apapun lagi.


"Aku berterima kasih padamu, karena kamu yang sudah menunjukkan keberadaan Endra pada malam itu. Dan asal kamu tau, aku masih mau berteman denganmu, walaupun aku tau kamu itu begitu busuk, hanya karena kasihan padamu yang tidak mempunyai teman lagi" ucap Intan tanpa memikirkan perasaan Atika sedikitpun.


"Padahal kamu juga sama busuknya" batin Atika.