
Beberapa bulan kemudian...
"Jiwon -iie, kau sudah selesai?" Tanya Sehun saat Jiwon memasuki mobilnya.
Ya, hari ini Sehun yang menjemputnya dari lokasi syuting. Jangan tanyakan ada hubungan apa mereka. Karena semua itu karena ide Chanyeol. Pria itu meminta Sehun selalu menyempatkan waktunya hanya untuk menjemput Jiwon atau menemani gadis itu keluar selama Chanyeol masih wamil.
Dan sudah pasti maknae itu selalu menuruti kemauan hyung kesayangannya itu.
"Oh Sehun, apa kau memang tidak ada jadwal apapun, kau baru saja mengirimiku pesan sekitar 15 menit yang lalu dan kau sudah sampai disini sekarang?" Tanya Jiwon setelah memasang seatbeltnya dan Sehun menjalankan mobilnya.
Sehun menggeleng dan memperhatikan gadis itu "Wae -yo?"
"Aniya, hanya saja kau tak perlu selalu menjemputku hanya karena Chanyeol memintamu menemaniku, aku tahu kau punya kegiatan sendiri"
"Jiwon -iie sudah kukatakan kan kalau aku menemuimu saat itu berarti aku sedang tidak sibuk, lagian kalau aku sibuk mana mau aku menjemputmu kau tau aku akan tidur seharian jika aku lelah" terang Sehun.
Gadis itu terkekeh mendengar penuturannya. Ya, ia sudah agak hafal kebiasaan Sehun yang sudah sekitar hampir satu tahun ini mengenalnya. Dan pria itu selalu konsisten dengan ucapannya jika ia ingin menjemput Jiwon maka ia pasti datang saat itu juga terlebih lagi jika ia sedang gabut dan tidak ada kerjaan apalagi setelah Chanyeol dan Baekhyun wamil kegiatan EXOpun tak sepadat saat grupnya masih genap ber sembilan.
"Kau mau kemana hari ini ? Apa langsung ke apartemen?"
Gadis itu agak berfikir,
"Bagaimana kalau kita makan malam dulu kebetulan aku belum makan?" Tawar Sehun.
"Geureu, kebetulan aku juga belum makan" kata Jiwon setelah sebelumnya melirik arlojinya.
Sehun mengangguk dan fokus menyetir sementara Jiwon menjatuhkan atensinya pada jalanan.
Tak berapa lama mobil Sehun tiba di restoran.
Keduanyapun segera memasuki Restoran itu.
"Kau mau pesan apa Jiwon -iie?" Tanya Sehun saat mereka duduk di salah satu meja vip restoran itu.
"Samain aja, selera kita tak jauh beda" kata Jiwon yang masih sibuk dengan ponselnya.
Sehunpun mengangguk dan mengatakan pesanannya pada pelayan.
Sampai deringan ponsel Jiwon mengalihkannya. Jiwon meminta ijin untuk mengangkat panggilannya dan Sehunpun mempersilahkan.
"Yeopseo"
"..."
"Mwo?"
"..."
"Aku tak mau oppa, sudah kukatakan dari awal aku tak mau menerima tawaran itu"
"..."
"Aku akan profesional untuk hal lain tapi tidak untuk itu. Oppa kau tahu kan apa yang pernah terjadi antara..."
"..."
"Aku tak ingin membahasnya sekarang, aku ingin istirahat"
"..."
"Jangan menganggu acara rest timeku juga oppa"
"..."
"Besok pagi aku akan ke kantor agensi, kau tenang saja aku sudah menyiapkan jawabannya"
"..."
"Tapi tidak untuk menerima tawaran itu"
"..."
"Percayakan saja padaku aku tak akan kenapa-kenapa"
"..."
"Sudahlah aku tutup"
Sambungan teleponpun diputus.
Sehun melihat perubahan di wajah Jiwon, "Ada masalah Jiwon -iie ?" Tanyanya.
"Ani, hanya masalah kerjaan" jawab gadis itu.
"Kau tak ingin cerita?"
"Hanya masalah kerjaan, biasalah kita tak usah membahasnya"
Sehun mengangguk sepertinya gadis itu berat untuk menceritakannya. Sehun menopang dagunya dengan tangan kirinya sambil menatap wajah gadis itu yang kini menatap keluar cafe. Sekarang ia sadar tak mudah menyelami pikiran gadis itu apalagi memasuki kehidupan pribadinya.
Aishh mikir apa kau ini Oh Sehun.
Kau hanya disuruh menjaganya, bukan berarti kau bisa dekat dengannya.
"Makanlah dulu Ji, kau harus memberi asupan untuk perutmu itu. Jangan sampai aku dimarahi Chanyeol hyung jika ia pulang nanti melihatmu semakin kurus" kata Sehun setelah makan mereka datang.
"Sehun -ahh, apa kau mengunjungi Chanyeol di kamp militer?" Tanya Jiwon.
Sehun agak terdiam, "Ani, ada beberapa aturan yang berubah juga tahun ini hingga sulit untuk melakukan kunjungan" jawabnya kemudian.
Jiwon hanya manggut-manggut.
"Ahh, begitu rupanya"
"Kau merindukannya?" Tanya Sehun yang kini membuat gadis itu menatapnya gugup.
"Tentu saja, kita semua merindukannya kan?" jawabnya lalu sibuk dengan makanannya.
Sehun memperhatikan gadis itu yang kini tak menatapnya.
Apa Jiwon memang tak memiliki perasaan dengan Chanyeol?
Atau...
Sehun menggeleng pelan mencoba menghalau rasa ingin tahunya itu.
...----------------...
Sesampainya di areal apartemen Jiwon, Sehun ikut turun.
"Yakk, kau tak perlu mengantarku sampai ke dalam Sehun -ahh" kata Jiwon saat melihat Sehun ikut turun.
"Apa aku tak boleh melihat apartemen barumu, aku kan juga harus melapor pada komandan Chanyeol seperti apa tempat tinggalmu sekarang"
Jiwon hanya terkekeh ia memang telah membeli apartemen baru yang letaknya lebih dekat dengan kantor agensi barunya alasannya ya karena jika ia pulang malam itu akan lebih mudah jika apartemennya lebih dekat.
"Geureu, kau boleh berkunjung tapi aku tak akan membuatkanmu apa-apa karena aku belum mengisi apapun diapartemenku" kata Jiwon lalu berjalan diikuti Sehun.
Setelah sampai dipintu apartemennya Jiwon memasukkan beberapa dial nomor pada lockscreen dipintu itu.
"Jangan kaget jika melihat apartemenku karena aku belum sempat membereskannya" kata Jiwon setelah itu ia berjalan masuk diekori Sehun.
"Jiwon -iie kau berani tinggal disini sendirian?" Tanya Sehun saat memasuki ruang tamu minimalis di apartemen Jiwon
"Aku hanya menginap beberapa malam, jika sedang cuti aku pulang ke rumah orang tuaku" kata Jiwon setelah meletakkan tas dan cardigannya.
Sehun hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Jiwon.
"Kau ingin minum apa Sehun -ahh aku punya teh dan susu tapi tak ada lain jika kau ingin yang lain?"
"Aniya aku sudah terlalu banyak minum tadi kita berbincang saja"
Jiwonpun mengangguk, "Tapi aku akan mandi dulu kau bisa menonton tv atau menunggu di balkon jika kau mau" kata Jiwon lalu berlalu menuju kamarnya setelah Sehun mengangguk.
Sekitar 30 menit Jiwon keluar dari kamar mandi ia agak melirik kearah ruang tamu yang gelap.
Kenapa gelap?
Apa Sehun sudah pulang?
Tapi kenapa tak pamit dan kenapa juga lampu harus dimatikan?
Setelah selesai iapun keluar dari kamarnya mencoba mencari saklar lampu namun sialnya ia malah menginjak sesuatu. Ia ingin mengumpat kenapa ia dulu tak meminta lampu otomatis pada pihak apartemennya itu.
Namun ia tersadar jika yang diinjaknya itu seperti kaki seseorang.
Apa itu Sehun?
Tapi kenapa diam saja?
"Sehun -ahh" panggilnya sambil meraba-raba dinding masih mencari saklar lampu yang ia belum hafal letaknya.
"Sehun -ahh eodi-ya?" Tanyanya seketika bulu kuduknya meremang.
Keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya, sampai ia berbalik dan menabrak seseorang...
"Saengil chukkae" dan lilin diatas kuepun menjadi fokusnya sekarang. Lalu ia beralih pada seseorang yang kini berada didepannya lebih tepatnya orang yang baru saja ditabraknya meski hanya terkena cahaya lilin dari kue itu ia tahu betul siapa itu.
Jiwon terdiam melihat apa yang ada di depannya tak percaya.
Apa ini mimpi?
"Selamat ulang tahun Jiwon -ahh" kata orang itu sambil tersenyum hangat.
Mata Jiwon berkaca-kaca masih tak mempercayai yang ia lihat, "Bagaimanamungkin kau..." ucapannya terputus saat orang itu tiba-tiba memeluknya.