
Sudah sekitar tiga bulan Jiwon tengah disibukkan dengan drama terbarunya. Dan selama itu pula ia tak bertemu Chanyeol ditambah akhir-akhir ini pria itu juga tengah disibukkan dengan acaranya sendiri. Setelah kejadian malam itu ia dan Chanyeol hanya bertemu sekali dan itupun hanya sebentar karena Jiwon juga tengah berada di lokasi syuting.
"Jiwon -iie hari ini syuting terakhir dan lusa rencananya rekan-rekan mengajak untuk dinner bersama apa kau bisa?" Tanya Ji chang wook lawan mainnya saat mereka tengah break syuting.
"Sebenarnya aku belum melihat jadwalku oppa, tapi mungkin aku bisa karena aku juga mendapat cuti setelah syuting ini selesai" jawab Jiwon.
"Baguslah kalau kau bisa datang, akan sangat seru jika kau bisa ikut"
"Jadi menurutmu..."
"Jangan berfikir macam-macam aku tahu otakmu itu sudah berjalan kemana-mana"
"Aishh, sekotor itukah pikiranmu padaku oppa" gadis itu berbicara dengan nada yang dibuat-buat.
"Heoh, aku perlu membersihkannya karena itu sangat kotor" Pria itupun mengikuti nada bicara Jiwon.
"Menyebalkan sekali kau ini, sudah pergi sana sebentar lagi kan giliranmu take oppa" seru Jiwon.
Ji chang wook hanya terkekeh, "Adegannya cukup romantis kau tak akan baper denganku 'kan?" Tanyanya yang membuat kedua mata gadis itu membulat.
"Mwo ? Kenapa aku harus baper denganmu,? Sudah kukatakan aku tak akan terbawa suasana meskipun hanya ada kau dan aku di pulau terpencil"
"Tapi, jika pria Park itu yang bersamamu apa kau tak akan terbawa suasana juga?"
Skakmatt,
Pria Park siapa yang di maksud oleh Ji chang wook kali ini.?
Bukannya tak ada yang tahu tentang hubungannya dengan Park Seojoon ?
"Siapa yang kau maksud ? Jangan membuat dispatch mencari tahu gossip yang kau buat"
Terlihat Ji chang wook menghela nafas, "Kau itu cantik Jiwon -iie, tapi kenapa kau sebodoh ini"
"Yakk, kau mengenalku belum genap setengah tahun dan kau mengataiku bodoh, kau mau tanganku ini menamparmu, Oppa" protes Jiwon.
Ji changwook kembali menghela nafas, "Aigoo, bahkan dia sampai rela beralibi mengirimiku foodtruck hanya untuk menanyakan kabarmu dan kau sama sekali tak peka" kata pria itu sambil menggelengkan kepalanya.
Sementara Jiwon mengerutkan keningnya tak mengerti maksud dari perkataan lawan mainnya itu.
Alibi ?
Foodtruck?
..."Sudahlah kau akan pusing jika memikirkannya"...
"Kau yang membuatku pusing"
"Tapi kau tetap tak peka"
"Yakk..."
"Aku pergi" belum sempat gadis itu melontarkan sumpah serapahnya pria itu sudah ngacir pergi untuk melakukan take sebenarnya hanya untuk menghindari omelan Jiwon yang pasti gadis itu kesal dengannya.
Sampai sebuah deringan ponsel mengalihkan atensi gadis itu.
1 pesan masuk
From : Channie
"Jiwon -iie, kau masih syuting?"
"Kebetulan lusa aku mendapat cuti, mau menemaniku?"
^^^To : Channie^^^
^^^"Hari ini terakhir"^^^
^^^"Kemana?"^^^
From : Channie
"Namsan tower, aku sudah lama ingin sekali kesana"
Gadis itu mengerutkan keningnya, lusa kan kru dan rekan-rekan dramanya mengajaknya makan malam tak enak juga jika ia tak datang. Tapi,
^^^To : Channie^^^
^^^"Lusa aku ada makan malam perpisahan dengan kru dan rekan-rekan di dramaku, bagaimana kalau kau ikut setelah itu kita bisa ke Namsan"^^^
From : Channie
"Apa tak apa ? Aku kan bukan anggota kalian."
^^^To : Channie^^^
^^^"Tenang saja ini bukan acara formal, pasti nanti ada juga yang mengajak keluarga/sahabatnya lagian ada Chang wook oppa juga bukankah kau juga mengenalnya"^^^
From : Channie
"Tentu saja dia sunbae terbaik, Okay"
Tunggu, Chanyeol dan Changwook oppa kan memang berteman.
"Jiwon -iie, sekarang giliranmu" teriak salah satu kru yang berhasil membuyarkan lamunannya.
...***...
@NamsanTower
"Kenapa tiba-tiba kau ingin kemari?" Tanya Jiwon saat mereka berjalan kaki mengitari kawasan Namsan Tower suasana malam itu tak begitu ramai hanya beberapa titik saja yang ramai oleh wisatawan.
"Aku ingin meletakkan gembokku ini disini" Jawab Chanyeol sambil menunjukkan gembok kunci berwarna gold sambil tersenyum kecil saat membuka maskernya sebentar.
"Aishh, jangan bilang kau juga percaya dengan mitos itu"
Chanyeol hanya tersenyum miring dari balik maskernya, "Aku akan mencoba peruntunganku tapi kali ini bukan seperti couple-couple yang disini yang ingin mengabadikan cinta mereka "
"Lalu?"
"Aku akan mengunci persahabatan kita disini" kata Chanyeol yang tengah mengaitkan gembok itu di tempat ribuan gembok juga terkunci disana.
...Gadis itu hanya menatap Chanyeol yang sibuk dengan gembok-gembok yang ada disana....
Setelah selesai menggantungkan gembok itu disana Chanyeolpun berdiri dan menghadap Jiwon.
"Jiwon -ahh apapun yang terjadi nanti sekalipun kita ada masalah yang besar apapun itu, aku ingin kita tetap bersahabat dan..." Chanyeol sedikit menjeda ucapannya.
Terlihat Jiwon menanti lanjutan ucapan Chanyeol.
"Aku ingin kau tetap menjadi Kim Jiwon sahabat terbaik Park Chanyeol. Selamanya, Ok?"
"Kau berkata seperti kau akan pergi jauh saja, wae geureu, kenapa tiba-tiba berkata seperti itu?"
Pria Park itu hanya menunduk dan melanjutkan jalan diikuti Jiwon disampingnya. Ada beberapa hal yang mengganggu pikirannya sekarang.
Ia tak menjawab sampai mereka sampai di salah satu cafe dan Chanyeol memesan ruangan vip dengan pemandangan Namsan Tower yang lebih jelas ia hanya malas mengenakan masker terlalu lama.
Itu menyesakkan.
Jiwon mencoba melihat wajah pria itu setelah mereka duduk di salah satu ruangan vip cafe tersebut.
Setelah pria itu melepas maskernya terlihat wajahnya agak murung, "Wajahmu tak pantas untuk murung seperti itu, katakan ada apa?" Tegur Jiwon.
"Ani, aku hanya sedang bosan sekali-sejali saja aku ingin begini" jawab pria itu asal sambil menunjukkan wajah murung yang kini dibuat berlebihan.
Jiwon hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Chanyeol yang menurutnya tak berkelas itu, "Jangan berbohong padaku, apa karena skandalmu itu?"
Pria itu menunduk, ada banyak hal dipikirannya sekarang termasuk yang ditanyakan Jiwon itu. Ia tak mau memikirkannya tapi setiap ia membuka sosial media berita itu masih saja muncul.
Baekhyun pernah memperingatkannya agar tak membuka sosial medianya agar tak menghancurkan mentalnya sendiri, tapi kenyataaannya tak bisa semudah itu
Kenapa ia harus dituduh melakukan hal yang bahkan ia tak pernah melakukannya?
Ia selalu bersikap seolah baik-baik saja tapi kenyataannya ia tak bisa selalu sekuat itu.
Chanyeol menundukkan kepalanya dalam, ia benar-benar sedang rapuh sekarang. Rasanya ia begitu lelah dengan semuanya.
Jiwon memegang bahu Chanyeol memberi kekuatan, "Menangislah jika itu bisa membuatmu agak tenang !" ia mengelus pundak pria itu.
"Aku ini laki-laki, bahkan seperti ini di depanmu saja sudah benar-benar membuatku malu" kata pria itu.
"Lantas, kalau kau laki-laki kau tak boleh menangis?"
Chanyeol terdiam masih menundukkan kepalanya.
"Tidak ada hukum yang melarang laki-laki untuk menangis, aku akan menutupinya" kata gadis itu lalu menutup mata Chanyeol dengan sebelah tangannya yang bebas.
Terdengar sesenggukan kecil dari pria itu.
Miris,
Seumur Jiwon mengenal pria itu jarang sekali ia melihat Chanyeol menangis selain terakhir kali ia menangis untuk penggemar setianya atas ketidak adilan dan kecurangan beberapa tahun yang lalu di sebuah acara awards. Karena saat itu Jiwon juga menjadi salah satu mc di acara itu.
"Aku tak akan membual apapun, aku hanya ingin kau menjalani semua ini sesuai kemampuanmu, tak apa jika kau lelah asal kau tidak menyerah pasti semua akan terlewati begitu saja"kata Jiwon saat pria itu menggenggam tangannya agar lebih menutupi matanya.
"Ini benar-benar memuakkan" lirih pria itu sambil menurunkan tangan Jiwon.
"Sejak awal dunia seperti ini kan yang menjadi mimpimu dan di dunia yang seperti ini kau harus siap dengan segala hal"
Pria itu mengangguk dan menoleh ke arah Jiwon, "Gomawo"
Terlihat Jiwon menghela nafas, "Aku tak menyangka kau kenal dekat Changwook oppa, aku kira hanya sebatas rekan kerja" Jiwon mencoba mengganti topik dan menyesap coklat hangat yang datang beberapa saat yang lalu.
Chanyeol mengangguk, "Aku mengenalnya saat aku menjadi salah satu cameo di dramanya dia orang yang humble dan enak diajak bercanda selera humor kita sama, bahkan sampai sejauh ini kita masih berteman, kami juga sering mengirim foodtruck satu sama lain"
"Benarkah, ? Ahh..."
Foodtruck, ?
Jadi Chanyeol dan Ji changwook sering bertukar foodtruck.
~"Bahkan dia sampai rela beralibi mengirimiku foodtruck hanya untuk menanyakan kabarmu..."~
Kembali Jiwon teringat ucapan Ji changwook waktu itu.
~"Tapi, jika pria Park itu yang bersamamu apa kau tak akan terbawa suasana juga?"~
"Tentu saja, bahkan kemarin dia mengirimiku juga saat... Jiwon -iie, gwenchana ?"
Chanyeol menghalau pandangan Jiwon dengan tangannya karena gadis itu hanya melamun.
"Jiwon -iie" panggilnya lagi.
"Ahh, wae ? Kau bilang apa tadi ?"
Pemuda itu hanya menghela nafas, "Ada apa lagi kali ini? " tanyanya seolah akhir-akhir ini saat ia bersama Jiwon, gadis itu sedang memiliki masalah.
"Ani" jawab gadis itu singkat.
"Kau tak sedang membohongiku 'kan?"
Gadis itu menatap Chanyeol, "Chanyeol -ahh, aku penasaran apa yang kau tulis didalam gembok itu? Apakah surat cinta?" Otaknya mencoba menghalau pemikiran-pemikirannya beberapa saat yang lalu.
"Wae? Kau ingin tahu sekali?"
"Yakk."
Pria itupun berpaling dan menjatuhkan atensinya pada Namsan tower yang begitu megah malam itu
..."Rencananya minggu depan aku akan berangkat wamil"...
Sontak Jiwon langsung menoleh ke arah pemuda itu.
"Secepat itu ? Kenapa mendadak sekali?" Tanya gadis itu.
"Ada beberapa jadwal yang tak bisa diatur ulang dan agensi sudah menyetujuinya, setelah Xiumin hyung dan Kyungsoo kembali, bulan ini menjadi giliranku dan Baekhyun untuk bulan depannya"
Gadis itu terdiam, ia kaget dengan apa yang Chanyeol katakan.
Entah kenapa ia merasa akan begitu jauh dengan pemuda itu.
"Kenapa kau baru mengatakan sekarang?" Lirihnya yang masih di dengar Chanyeol.
Pria jangkung itu agak menunduk untuk melihat wajah Jiwon.
"Mianhae Jiwon -iie"
"Untuk hal sebesar itu, kenapa kau baru memberi tahuku sekarang?" Kali ini gadis itu mendongak menatapnya.
"Aku tahu kau sedang sibuk dengan drama barumu, dan aku menunggu sampai kau selesai syuting"
"Bahkan semua orang sudah tahu ?"
"Mianhae, yang penting kan aku sudah memberi tahumu sekarang lagian aku juga mendapat dispensasi cuti selama masa wamilku aku bisa menemanimu ke sungai Han lagi jika kau mau"
Gadis itu berpaling semilir angin menerpa wajahnya.
Entah kenapa ia begitu kesal saat Chanyeol memberitahu tentang rencana wamilnya yang mendadak itu.
Minggu depan?
Yang benar saja bahkan mereka baru bertemu sekarang.
Kenapa ia begitu berat melepas pria itu.
Ini hanya sekitar satu tahunan itupun juga pasti mendapat cuti libur, ayolah Jiwon -iie kau ini kenapa?
"Ji..."
"Kau menangis ?" Chanyeol menatap Jiwon yang mulai berkaca-kaca.
Gadis itu tak menjawab, dan ya Chanyeol tahu ia memang menangis. Ia berusaha berpaling agar tak menatap wajah pria itu.
Apa gadis itu merasakan apa yang sekarang dirasakannya.
Jujur di sudut hatinya ia berat sekali untuk jauh dari gadis itu ia tahu selama ini mereka memang jarang sekali bertemu tapi kali ini berbeda ia harus meninggalkannya wamil yang pasti aturan disana begitu ketat hanya untuk sekedar keluar sebentar, tapi mau bagaimana jika itu sudah termasuk kewajibannya sebagai warga negara Korea selatan.
"Jangan menangis, aku sudah sering melihatnya akhir-akhir ini kau ingin membuatku tak tenang saat aku pergi?" tegurnya lagi, kali ini Jiwon menatapnya air mata sudah menumpuk di pelupuk matanya.
Meski berusaha menahannya tetap saja ingin tumpah.
"Haruskah secepat ini?" Tanya Jiwon, membuat Chanyeol menyentuh pipinya yang sudah mengalir sungai dan menghapusnya.
"Sudah kukatakan aku tak suka melihatmu menangis, jangan buat aku sedih lagi hem?"
Jiwon menghela nafas panjang dan menghembuskannya ia mencoba tersenyum.
"Kenapa aku jadi cengeng seperti ini ya? Aishh ini memalukan" gumamnya dengan menyampingi Chanyeol dan menghapus air matanya.
"Jangan membuatku malu karena mempunyai sahabat yang cengeng sepertimu"
"Bahkan kau menjadikanku orang yang terakhir tahu soal ini?"
Chanyeol menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia hanya bingung harus menyebutkan alasan apa pada gadis itu.
Jiwon tersenyum, "Berjanjilah kau akan segera pulang dan mengajakku jalan-jalan "
Chanyeol mengangguk mantap. Membuat Jiwon tersenyum meski matanya masih sembab karena air mata.
"Oh iya sebelum aku pergi aku juga minta maaf saat liburan kita di Jeju harusnya..."
"Kau tak perlu minta maaf" potong gadis Kim itu tanpa menatapnya.
"Tetap saja aku tak akan tenang saat aku pergi nanti"
Gadis itu hanya tersenyum simpul.
"Mianhae Jiwon -iie, seharusnya aku tak mengucapkan apa yang seharusnya tak perlu kau dengar, mianhae aku tak bisa menjadi sahabat yang baik untukmu Mianhae aku menghancurkan liburan kita, jeongmal Mianhae"
"Cukup, aku kan sudah tak marah denganmu dan aku juga tak seharusnya marah karena itu, kau berhak untuk semua itu" gadis itu menunduk.
Chanyeol tersenyum, "Gomawoyo"
"Tapi..."
Chanyeol menoleh mendengar Jiwon yang menggantung kalimatnya.
"Apa perasaanmu masih sama?" Tanya Jiwon gadis itu menatapnya sayu.a
Suasana hening sesaat.
Sampai Chanyeol menampilkan senyum konyolnya.
"Wae geureu? Kau berharap perasaanku masih sama?"
"Aku tanya kenapa balik tanya?" Gerutu Jiwon.
Terlihat pria itu berlagak seperti berfikir masih dengan ekspresi yang lucu.
"Tenanglah kau tak perlu memusingkan itu aku akan lebih baik dalam bersikap padamu" Jawaban Chanyeol membuat Jiwon mengerutkan keningnya tak mengerti dengan jawaban yang ambigu itu.
Entahlah kenapa ia begitu penasaran.
"Aigoo, kau membuat kerutan di wajah cengengmu ini" Chanyeol mengusap kerutan di dahi Jiwon agar kembali seperti semula.
"Aishh, berhentilah mengataiku cengeng" sergah Jiwon sambil melipat kedua tangannya di dada menyampingi pria itu.
Chanyeol hanya tersenyum jail lalu kembali menghadap seperti gadis itu, menatap kemegahan Namsan Tower malam itu.
"Jiwon -ahh"
"Kenapa akhir-akhir ini kau selalu memanggilku seperti itu"
"Seperti apa maksudmu?"
"Kau selalu memakai aksen ahh"
Chanyeol nampak berfikir, "Emm entahlah mungkin aku lebih suka menganga daripada meringis" Jawabnya yang membuat Jiwon memukul lengannya kesal sekaligus tertawa mendengar jawaban Chanyeol yang tak jelas itu.
Tanpa sadar hatinya menghangat.
Kenapa sih, dia ini.
"Chang wook -iie hyung itu menurutmu orang yang seperti apa?" Tanya Chanyeol tiba-tiba.
Jiwon agak berfikir ia belum terlalu mengenal pria yang Chanyeol tanyakan itu, "Sejauh aku mengenalnya di lokasi dia orang yang humble, mudah berteman, dia juga orang yang menyenangkan, dia juga selalu membuat suasana syuting jadi tidak tegang dan santai"
Terlihat Chanyeol menganggukkan kepalanya.
"Wae? Kenapa tiba-tiba menanyakannya?"
"Aniya, aku berniat menjodohkanmu dengannya kulihat dari penilaianmu dia itu tipemu sekali" Jawab Chanyeol ringan seolah jodoh menjodohkan bukan hal yang berat.
"Jangan sok tahu, kau pikir aku tak laku" gerutu Jiwon.
Chanyeol menampilkan smirknya, "Kasihan saja aku"
Gadis itu mendecih, "Yakk Park Chanyeol, seharusnya kau mengasihani dirimu sendiri bahkan kau belum juga memiliki kekasih"
"Aku kan laki-laki aku bisa menjaga diriku sendiri lagian siapa bilang aku tak memiliki kekasih" katanya yang membuat Jiwon menatapnya meminta penjelasan.
Chanyeol menunjukkan tatto L1485 ditangan kanannya sambil menaik turunkan alisnya.
Membuat Jiwon yang melihatnya muak, "Berkencanlah dengan fans-fansmu itu"
"Aku bisa mengambil salah satu dari mereka jika aku mau" sahut Chanyeol.
Gadis itu berdecak, "Ck, kau pernah bilang kau akan membedakan fans dengan orang yang akan mendampingimu"
"Emm, tapi sepertinya tidak ada salahnya mengambil salah satu dari orang yang menyukaiku, mungkin aku bisa menyukainya juga"
Membuat Jiwon membelalakkan matanya, "Mwo?"
Chanyeol menoleh kearah jiwon yang sudah menghadapnya sempurna, ia mendekatkan wajahnya pada gadis itu.
Aishh, dia ini mau apa?
Chanyeol dapat melihat keseluruhan wajah Jiwon dengan jarak yang sedekat itu.
Tak ada cela sedikitpun, bahkan mungkin jerawatpun tak akan mau menghampiri wajah yang menjadi favoritnya itu.
"Tunggu setelah aku pulang wamil, sampai aku bisa tahu siapa yang tak pernah meninggalkanku." Katanya dengan kerlingan nakal lalu menjauhkan diri dari gadis itu yang kini mencoba menetralkan detak jantungnya.