Deep

Deep
JEBAKAN



Pagi ini Jiwon baru saja kembali dari New York setelah masalahnya dengan Li Xian dan Chanyeol selesai waktu itu ia memang segera berangkat kesana. Memang sudah menjadi niatnya dari awal untuk mengunjungi omanya dan rehat sebentar dari dunia entertain.


Dan hari ini tepat empat bulan ia pun memutuskan kembali ke Korea. Ia melambaikan tangannya saat Lee Seon Ho yang menjemputnya datang dari arah yang berlawanan.


"Sepertinya kau makin kurus saja, apa kau tak makan di New York?" Gurau Lee seon ho.


"Aku hanya tetap menjaga tubuhku" tawanya jail.


Lee seon ho hanya mencibir dan menarik koper yang dibawa gadis itu.


"Chanyeol masih sibuk?"


"Ahh untung saja kau mengingatkan, aku lupa belum mengabarinya? Sepertinya dia masih ada konser hari ini di Jepang" Kata gadis itu lalu mengambil ponselnya di tas.


^^^To : Chanyeol^^^


^^^"Chan apa kau masih sibuk? Aku hanya ingin memberi kabar kalau aku sudah sampai di Korea hari ini"^^^


Setelah mengetikkan itu ia memasukkan ponselnya kembali.


"Emm Ji, kau dan Chanyeol sedang baik-baik saja kan?" Tanya Seon Ho ketika mereka berada di mobil manager Jiwon itu.


"Wae ? Memangnya ada apa dengan aku dan Chanyeol?" Gadis itu masih sibuk dengan ponselnya.


"Ani, aku hanya memastikan saja" jawaban pria itu membuat Jiwon menoleh menatap pria itu tak mengerti kenapa tiba-tiba bertanya itu.


"Oppa, apa kau menyembunyikan sesuatu?" Selidik Jiwon sementara managernya itu hanya menggeleng dan mengambil sesuatu dari jok belakang saat mereka berhenti di lampu merah.


Ia menyerahkan beberapa skrip drama  pada gadis itu.


"Itu tiga tawaran project baru yang aku katakan padamu waktu itu kau bisa mempelajarinya saat kau sudah luang"


Jiwon membuka-buka skrip drama itu, "Aku suka yang terakhir karakternya sepertinya menantang untuk ku coba tapi aku akan mempelajarinya lagi untuk detailnya"


Seon hopun mengangguk menyetujui ucapan keduanya larut dalam kesibukan masing-masing.


...***...


Sudah hampir satu bulan syuting drama terbaru Jiwon berlangsung. Dan akhirnya hari ini ia menyelesaikan proses syuting terakhirnya di pulau Jeju. Setelah makan malam bersama dengan seluruh kru drama itu Jiwon dan assistannya pulang kembali ke Seoul.


Hari ini Seon Ho tak ikut karena ia memiliki pekerjaan lain.


"Eonni gomawo, hati-hati di jalan." kata Jiwon saat ia turun dari mobil assistannya itu.


Ia melambaikan tangannya dan mobil itupun mulai menjauh darinya. Gadis itupun segera berjalan menuju apartemennya.


Lelah sekali hari ini.


Ia membuka ponselnya tak ada pesan masuk yang akhir-akhir ini selalu di harapkannya.


Apa dia masih sibuk ?


Tapi ini sudah hampir jam 11 malam?


Bukannya hari ini konser terakhir?


Atau dia sudah tidur?


Jiwon menghalau pertanyaan-pertanyaan itu dan memilih untuk segera membersihkan diri saja.


Perjalanannya cukup melelahkan. Sehingga ia ingin tidur cepat malam ini.


Saat hendak memejamkan mata tiba-tiba ponselnya berdenting notifikasi pesan masuk..


From : Nomor tak dikenal


"Kenapa kau terus menghubungi Chanyeol ?


Apa kau salah satu fansnya?"


Jiwon mengerutkan keningnya tak mengerti iapun memilih menghubungi nomor pribadi Chanyeol.


Kenapa lama sekali?


"..."


"Ehh" Jiwon melihat layar ponselnya benar itu nomor pribadi Chanyeol tapi kenapa suara perempuan yang mengangkatnya dan kenapa berisik sekali disana bahkan ia samar-samar mendengar suara berat Chanyeol.


"..."


Jiwon menggelengkan kepalanya, "Dimana Chanyeol?"


"..." Dadanya mencelos saat mendengar jawaban dari seberang sana ia pun memilih memutus panggilan secara sepihak.


Tubuhnya melemas, nafasnya tak teratur dan air mata jatuh begitu saja dari kelopak matanya.


...***...


Chanyeol berulang kali memencet bel apartemen Jiwon. Namun sama sekali tak ada jawaban.


Apa gadis itu tak ada di sana?


Tapi dimana lagi dia harus mencari Jiwon. Gadis itu tak memiliki tempat pribadi lain selain apartemen dan rumah orang tuanya bahkan tadi pagi saja ia sudah mencari gadis itu ke kediaman rumah orang tuanya yang ternyata nihil tak ada orang disana selain penjaga rumah ditambah lagi kedua orang tua Jiwon juga tengah berada di New York.


Ia mencoba memencet bel dua kali berturut-turut sungguh ia benar-benar ingin mendobrak pintu itu sekarang.


Sampai akhirnya pintu dibuka dari dalam terlihat gadis yang ia cari membukakan pintu untuknya.


Chanyeolpun langsung masuk dan menutup pintunya.


"Jiwon -iie" lirihnya saat berhadapan dengan gadisnya itu.


Dapat ia lihat matanya yang sembab.


Chanyeolpun langsung memeluk Jiwon.


Saat ini yang ia rasakan hanya ia begitu merindukannya setelah tur konser yang panjang tanpa jeda membuat mereka selama hampir lima bulan ini tak bisa bertemu barang sedetik. Selain itu Jiwon juga tengah disibukkan dengan urusannya di New York dan tiba di Koreapun ia langsung bekerja kembali di drama terbarunya komunikasinya jadi semakin sulit.


Hingga puncaknya beberapa hari ini bahkan ia tak bisa menghubungi gadis itu setelah terakhir nomor Jiwon menghubunginya malam itu. Nomornya selalu tak aktif bahkan Lee Seon ho managernyapun tak tahu Jiwon kemana sejak gadis itu meminta cuti setelah menyelesaikan syuting terakhirnya.


Sementara Chanyeol setelah tur konsernya selesai ia memang baru mendapat freeday hari ini dari agensi.


"Mianhae -yo, jeongmal mianhae -yo" lirihnya lagi.


Ia tahu pasti sekarang Jiwon mungkin tengah kecewa padanya. Hanya saja gadis itu memilih diam daripada mengungkapkannya. Ia akui ini kesalahannya, seharusnya ia bisa menjaga kepercayaan gadis itu tapi nyatanya.


Kau memang bodoh, Park Chanyeol.


Chanyeol mengurai pelukannya dan menangkup wajah Jiwon, "Kau boleh marah aku akan menerimanya, tapi aku mohon jangan diamkan aku seperti ini"


"Untuk apa aku marah padamu ?" ucap Jiwon lalu beralih meninggalkan Chanyeol.


Chanyeol mengacak rambutnya kasar lalu mengejar Jiwon yang kini duduk di sudut balkon apartemennya.


"Tentang gadis itu..."Chanyeol menghembuskan nafasnya.


Ya, dia tau salah satu rekan dancenya memang lancang mengangkat panggilan Jiwon malam itu. Beberapa orang sempat menjadi saksi mata jika wanita itu memegang ponsel rapper EXO itu.


Dengan bantuan member dan orang-orang yang ada disana Chanyeolpun mendapatkan bukti-buktinya hingga membawa dancer yang menjebaknya itu ke ranah hukum, dan ternyata wanita itu termasuk dari salah satu sassaeng fans yang berhasil memasuki agensinya dengan menyamar sebagai back dancer.


Setelah selesai dengan itu sayangnya wanita itu sudah mengatakan hal yang tidak-tidak pada Jiwon bahkan ia dengan keterlaluannya mengatakan kalau ia dan Chanyeol sedang bersenang-senang.


Tau kan apa yang dimaksud.


"Mianhae" Kali ini ia menunduk tak sanggup menatap Jiwon.


"Dia menyukaimu?" Tanya Jiwon.


Chanyeol tak menjawab tapi diamnya itu diartikan "iya" oleh Jiwon.


"Aku sudah menebaknya" lirihnya yang membuat Chanyeol menatapnya tak percaya iapun langsung mendekati gadis itu dan duduk disampingnya.


"Jangan mengucapkan omong kosong itu !" Ucap Chanyeol.


Jiwon hanya tersenyum kecut menanggapinya.


"Dengarkan aku, Kim Jiwon" Chanyeol menginterupsinya untuk mendengarkannya.


Gadis itupun melirik Chanyeol karena posisinya ia tengah menyampingi pria itu.


"Sebenarnya dia memang menyukaiku..."


"Kalian pantas" potong Jiwon lalu menatap lurus kembali.


Chanyeol menghela nafasnya mencoba bersabar, "Tapi aku tak pernah memiliki perasaan apapun padanya"


Jiwon tak menjawab, ia hanya ingin mendengar bagaimana pria itu menjelaskannya.


"Kita memang pernah party bersama saat itu tepatnya setelah selesai konser agensi di Jepang saat kau menghubungiku malam itu. Ada banyak minuman disana dan... aku agak mabuk waktu itu mianhamda, kata Sehun aku sempat meracau memanggil namamu tapi aku tak sadar saat itu dan aku melihatnya seolah aku sedang melihatmu. Aku tak mengerti kenapa bisa ada sassaeng fans yang berhasil memasuki agensiku." Terang Chanyeol.


Jiwon masih tak bergeming untuk menanggapi penjelasan Chanyeol itu. Dan itu membuat Chanyeol semakin tak bisa tenang. Bagaimanapun itu juga kesalahannya karena terlalu mabuk saat itu.


"Jiwon -iie, bicaralah marahi aku sepuas hatimu, aku tak bisa berbuat apapun jika kau diamkan aku seperti ini" pria itu mulai frustasi karena Jiwon sama sekali tak berucap apapun.


Gadis itu benar-benar terluka.


Dan itu karenamu, Park Chanyeol.


"Chan,"panggil Jiwon lalu beralih menghadap Chanyeol yang kini begitu antusias saat Jiwon mulai berbicara padanya.


"Apa kita memang benar-benar berkencan... maksudku apa kau benar-benar mencintaiku ?" Tanyanya.


"Aku tak pernah bisa untuk tak mencintaimu, kau tahu satu-satunya wanita yang membuatku tak bisa melihat wanita lain selama setengah dari umurku apa itu masih membuatmu meragukannya?"


Jiwon menunduk, "Mian"


Chanyeol menghirup nafas kasar ia bingung kenapa malah Jiwon yang minta maaf padanya.


"Kenapa kau yang minta maaf ini bukan salahmu kau tahu?" Ungkapnya sambil memegang kedua bahu Jiwon.


"Satu-satunya hal yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya, aku melihatmu nyaman dengan wanita lain mungkin itu hanya rekan atau partner dance atau partnermu bernyanyi. Selama ini aku mencoba untuk menghalau pikiran negatifku tapi kenyataannya untuk yang terakhir aku merasa aku sangat egois"


Chanyeol menggeleng, "Aniya"


"Tadinya aku berusaha baik-baik saja saat itu aku bisa mengerti dengan kesibukan kita, tapi akhir-akhir ini setelah aku mendengar bukan kau yang mengangkat ponselmu aku tak bisa menahan diriku sendiri untuk tak kesal denganmu, mian"


Chanyeol mengangguk, "Aku bisa mengerti, aku akan memperbaiki sikapku aku akn lebih berhati-hati pada orang lain"


"Aniya, kali ini aku yang akan berusaha. Selama ini kau sudah terlalu banyak mengorbankan perasaanmu. Jadi sekarang, aku yang akan berusaha"


Chanyeol tersenyum menatap Jiwon yang kini juga tengah mengulum senyumnya.


Pria itu menangkup wajah Jiwon. "Jangan menghindariku lagi !"


Jiwon mengangguk.


"Saranghae" lirih pria itu tanpa mengalihkan pandangannya dari mata Jiwon.


Ini kalimat yang selalu ingin ia katakan pada gadis itu dan hari ini untuk pertama kalinya ia benar-benar mengatakannya. Sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.


"Saranghae Kim Jiwon"


Jiwon tersenyum, "Nado"


Tanpa aba-aba ia merengkuh tubuh gadis itu kedalam pelukannya, menghirup sepuasnya aroma khas yang selalu menjadi favoritnya, menyalurkan semua kerinduan yang selama beberapa bulan ini memenuhi pikirannya. Sekarang ia sudah lega karena masalahnya dengan gadis itu sudah selesai.


Sungguh ia ingin menghentikan waktu agar tak berjalan, menghentikannya pada posisi ini saat ia benar-benar jatuh pada rasa yang benar-benar dalam.


...***...


Chanyeol POV


Aku mengerjapkan mataku, rasanya kepalaku masih begitu pusing setelah tadi malam sepertinya aku terlalu banyak minum bahkan aku tak ingat siapa yang membawaku ke kamar ini. Aku mendudukkan diriku dan memijat kepalaku yang masih pening lalu meraih ponsel yang sejak semalam aku anggurkan. Pasti Jiwon mencariku.


Tapi..yakk dimana benda mungil itu.


Aku berusaha mengingat dimana aku menyimpannya. Tapi nihil aku tetap tak mengingatnya. Sampai terdengar seseorang mengetuk pintu kamarku dan masuklah Sehun.


"Hyung, kau masih terkapar ternyata." katanya ringan.


"Oh Sehun di mana ponselku,?" Tanyaku padanya tanpa basa-basi.


Sehun terlihat mengerutkan keningnya, "Memangnya dimana kau menyimpannya?"


"Kalau aku tahu untuk apa aku menanyakannya."


Sehun menggeleng menjawab pertanyaanku namun tiba-tiba Baekhyun datang membuat perhatian kami beralih padanya.


"Kau mencari ini?" Tanya Baekhyun sambil menunjukkan ponselku lalu melemparnya akupun reflek menangkap benda mungil berharga itu.


"Sepertinya ada sassaeng fans di sini" ucap Baekhyun.


"Apa maksudmu?" Tanyaku.


"Aku mendapati salah satu back dancer kita ada yang memegang ponselmu malam itu, tadinya aku belum yakin itu milikmu tapi casenya benar-benar mirip dan yang semakin membuatku yakin itu ponselmu semalam aku sengaja menabraknya dan aku rasa dia mengatakan sesuatu saat ponselmu mendapat panggilan itu semakin membuatku yakin jika itu milikmu karena setelah itu dia mendekatimu sambil membawa beberapa gelas minuman, dia benar-benar mencurigakam" jelas Baekhyun akupun langsung memeriksa riwayat panggilan.


...


...


Dan benar Jiwon menelepon semalam dan berada dipanggilan masuk padahal semalam aku tak merasa mengangkat panggilannya.


"Aku sudah curiga sebelumnya, dia selalu mendekatimu saat party bahkan sepertinya dia juga yang menaruh alkohol dengan kadar yang tinggi di gelasmu"


"Aku akan membunuh sialan itu" kesalku saat aku mencoba memanggil Jiwon tapi kini nomornya tak aktif.


"Kau harus ingat reputasimu jika kau ingin membunuhnya, manamungkin seorang rapper boygrup besar terlibat pembunuhan dengan sassaeng fans yang benar saja" Baekhyun berucap.


"Baekhyun hyung benar sebaiknya kita mencari bukti-bukti dan membawa wanita jalang itu ke ranah hukum itu akan lebih menyiksanya" Sehun ikut memberi sarannya


Baekhyun terlihat mengangguk, "Aku sudah meminta manager untuk mengambil alih seluruh cctv di hotel dia tak mungkin bisa lolos begitu saja."


"Dimana wanita sialan itu sekarang?" Tanyaku.


"Sepertinya dia sudah kembali ke Korea tapi seluruh tim sudah di kerahkan untuk mencarinya." Ujar Baekhyun.


Aku mengangguk menanggapinya.


Benar-benar aku tak percaya bisa-bisanya sassaeng masuk ke agensi.


Sialan.


"Kau masih ada jadwal hari ini kan di Jepang, biar aku dan yang lain yang akan mengurus sisanya di Korea kau tenang saja." Ujarnya lagi lalu berlalu dariku dan Sehun.


"Sehun -ahh, kau pulang hari ini kan?" Tanyaku pada Sehun yang masih duduk tak jauh dariku.


Kulihat ia mengangguk, "Wae?"


"Bisa kau temui Jiwon, aku yakin dia pasti salah paham denganku karena ini"


"Hem, kau tenang saja biar aku yang mencoba menjelaskannya pada Jiwon"


"Gomawo"


"Kalau begitu aku akan bersiap, sebenarnya aku kemari hanya ingin melihatmu, ternyata masih terkapar hanya karena satu gelas " cecarnya lalu berlalu mengindar karena aku hendak menendangnya.


Dia tak tahu saja berapa kadar alkohol yang semalam ku minum.


...***...


Jiwon POV


Aku memegang kepalaku yang mulai berdenyut rasanya kesadaranku sudah mulai melayang.


Sampai kurasakan seseorang menepuk pundakku. Aku masih enggan melihat siapa itu yang ada di fikiranku hanyalah hal yang tidak-tidak tentang Chanyeol. Aku tak menyangka dia akan seperti itu.


"Ayo kita pulang kau bukan peminum yang handal"


Cihh bisa-bisanya dia mengataiku, dia tak sadar apa yang dilakukannya itu lebih brengsek.


"Jiwon -iie ,kajja" ajaknya lalu mencoba menarik tanganku namun aku menghempaskannya


"Pergi ! Aku tak ingin bertemu denganmu." Desisku padanya kudengar ia menghembuskan nafasnya.


Biar saja aku tak mau tahu jika sekarang ia tengah kesal karena sikapku.


"Tapi..."


"Sudah ku katakan pergi dari sini." Potongku padanya aku tak mau mendengarkan apapun dari mulutnya itu.


"DENGARKAN AKU !" Kali ini suaranya mulai meninggi.


"PERGI !" Bentakku aku benar-benar muak dengannya.


Kembali kudengar ia menghela nafas dan memegang kedua bahuku namun aku tak ingin melihatnya sekarang selain itu kepalaku juga sudah begitu pening.


"Ji aku bukan dia." Lirihnya.


Ngomong apalagi brengsek ini, "Kau bicara apa?"


"Sudah kukatakan aku bukan dia, lihat aku !" Dia mengguncangkan bahuku agar segera melihatnya dan akupun menatapnya.


Aku terperangah menatap siapa yang ada disana.


Tunggu tapi ini..


"Mwo ?"


"Oh sehun?"


Jadi sedari tadi ahh kenapa aku pusing sekali dan akhirnya..


Gelap.