
"Kau yakin akan menemuinya? " tanya Chanyeol menatap Jiwon tak yakin.
Saat ini mereka tengah berada di mobil Chanyeol yang sudah terparkir disalah satu tempat parkir vip cafe Moonlight, setelah petang ini dia mengajak Jiwon untuk ikut acara makan malam bersama Suho sunbae dan rekan EXO yang lainnya tapi gadis itu malah minta diantar dulu ke cafe itu untuk menemui mantan kekasihnya, Park Seojoon.
Gadis itu mengangguk dan mengenakan maskernya agar menutupi penampilannya.
Tentu saja ini Seoul dan bisa saja ada paparazzi yang mengenalnya.
Terlihat Chanyeol menghembuskan nafas, ia tak mengerti dengan jalan pikiran gadis itu. Kemarin-kemarin ia selalu menghindari pertemuan dengan mantan kekasihnya itu tapi sekarang, dengan sukarela ia malah datang ke cafe itu untuk bertemu langsung.
"Jiwon -ahh, apa sebenarnya yang kau rencanakan?" Tanya Chanyeol karena gadis itu sama sekali tak memberitahunya kenapa tiba-tiba ia ingin bertemu pria itu.
"Tunggulah disini, tidak akan sampai setengah jam" kata gadis itu membuat Chanyeol kembali mendengus.
"Aku turun dulu" pamit gadis itu lalu turun dari mobil Chanyeol.
Ia menatap punggung Jiwon yang berjalan memasuki cafe. Tak habis fikir dengan gadis itu kenapa ia ingin bertemu lagi dengan mantan kekasihnya itu.
...***...
Jiwon berjalan tergesa memasuki sebuah cafe minimalis di pusat kota Seoul. Ya, hari ini ia akan memenuhi permintaan mantan kekasihnya Park Seojoon. Setelah sebelumnya pria itu selalu berkunjung kerumahnya dan ia selalu menghindarinya hingga akhirnya ibu Jiwon meminta putrinya itu untuk menemui langsung pria itu. Menyelesaikan apa yang terjadi diantara mereka.
Dan disinilah mereka sekarang duduk berhadapan di salah satu ruang vip di cafe tersebut.
"Sudah lama menunggu, sunbae?" Tanya Jiwon ia sengaja menggunakan aksen "sunbae" pada ucapannya. Bukan apa-apa ia hanya agak canggung jika harus memanggil pria itu "oppa" seperti biasanya.
Setelah ia memutuskan untuk tak memiliki hubungan lagi dengannya.
"Aku tak menyukai panggilan itu" ucap Park Seojoon tanpa beralih dari fokusnya pada gadis itu.
Jiwon tersenyum masam, "Tapi, aku menyukainya sekarang"
Park Seo joon menghembuskan nafas, "Jiwon -iie, mianhae -yo jeongmal mianhae -yo"
"Aniya, kau tak perlu minta maaf lagian apa yang harus aku maafkan"
"Tapi aku harus"
"Geureu, dan aku sudah memaafkanmu, sunbae"
"Tentang skandalku dengan Par..."
"Aku mengerti, dan kita tak perlu membahasnya"
"Kau salah faham"
Jiwon mengangguk, "Arra, kau hanya mencoba profesional dan aku mengerti"
"Tapi kenapa kau memutuskan hubungan kita?"
Jiwon menyesap moccacinonya sebentar untuk menjeda percakapan yang cukup berat itu.
"Karena kalian sangat cocok jika benar-benar bersama"
"Jiwon -iie kenapa berkata seperti itu?"
"Wanita itu sepertinya sangat menyukaimu sunbae, aku bisa melihatnya" kata Jiwon yang kini menatap seorang wanita yang ia bicarakan tengah menatap mereka tepatnya ia berdiri dibelakang Park seojoon.
"Itu hanya di drama"
Jiwon menggeleng, "Ani, kau harus menjelaskannya sunbae, jangan membuatnya salah paham jika ia melihat kita "
"Bagaimana bisa kau mengatakan itu? Saat aku ingin memperbaiki hubungan kita"
"Hari ini aku meminta satu hal perbaikilah hubunganmu dengannya, dan jangan menatapku kembali." Kata Jiwon lalu berdiri dan tersenyum pada wanita tadi.
"Kemarilah, eonni !"
Park seojoon yang heran melihat arah pandang Jiwonpun berbalik dan mendapati Park Minyoung yang tengah berjalan kearah mereka.
"Minyoung -ahh" lirihnya.
Terlihat wanita itu berkaca-kaca, "Oppa,"
"Kenapa kau bisa ada disini,? kapan kau kembali dari Australie?"
Wanita itupun langsung memeluk Park Seojoon membuat pria itu agak kaget dengan pelukan yang tiba-tiba itu.
"Naega bogoshipeo" lirih gadis itu yang dapat didengarnya.
Sementara Jiwon terdiam ia rasa memang seharusnya seperti ini. Dan inilah akhir yang seharusnya.
Sampai datang seorang pria dan...
"BRENGSEKK" umpatnya setelah mendaratkan pukulan di muka Seo joon.
Seojoon yang tak siappun agak terhuyun kebelakang.
"Aku sudah memperingatkanmu, berhenti menyakitinya atau kau..." sebelum pria itu melayangkan bogem mentahnya lagi sesuatu menahannya.
"Chan cukup" lirih Jiwon sambil memeluk Chanyeol pria itu dari belakang menahan agar pria itu bisa menahan dirinya untuk tak melayangkan tinjunya lagi.
Semua yang disana terdiam termasuk Park Seojoon dan Park Minyoung. Seojoon menatap Jiwon tak percaya. Sementara mata Chanyeol menyala nafasnya naik turun menahan amarah ditambah kini Jiwon yang memeluknya.
"Aku mohon hentikan !" lirih gadis itu lagi.
Park seojoon menyentuh sudut bibirnya yang berdarah karena pukulan Chanyeol. Ia hendak meraih tangan Jiwon namun gadis itu berpaling Chanyeol sempat melihat itu lalu menarik Jiwon dan berlalu dari Seojoon yang masih berdiri ditempatnya.
Chanyeol membawa Jiwon memasuki mobilnya. Ia melepaskan maskernya asal.
...Lalu memasangkan seatbelt pada gadis itu dalam diam. Tak ada yang berucap sampai mobil Chanyeol sampai di depan rumah Jiwon....
"Mianhae Chanyeol -ahh" lirih Jiwon sambil menunduk setelah sebelumnya ia melepaskan setbeltnya.
Pria itu masih tak bergeming bahkan tak menatap Jiwon.
"Harusnya..." ucapan Jiwon terputus karena air mata sudah menumpuk dipelupuk matanya.
Chanyeol menghembuskan nafas, dan menarik Jiwon ke dalam pelukannya membiarkan gadis itu menangis dipelukannya.
"Kau tak pantas menangisi brengsek itu" kata Chanyeol.
"Ani" lirih Jiwon sambil menjauhkan dirinya.
"Lantas, kau ingin menangisi brengsek itu terus, seperti itu Jiwon -ahh?" Pria itu menunjukkan protesnya
"Aniya"
"Lalu ?"
"Jangan seperti itu lagi, kumohon"
"Jiwon -ahh..."
"Aku tak bisa melihatmu seperti itu, aku lebih menyukai Chanyeol yang menyenangkan daripada Chanyeol yang menyeramkan."
Chanyeol memegang kedua bahu Jiwon menatapnya meminta penjelasan, tak mengerti dengan ucapan gadis itu.
Menyenangkan apanya ?
Menyenangkan melihat gadis itu terluka lagi?
Aishh Jiwon ini berkata apa sih.
"Kalau kau kembali ke korea hanya untuk menangisi brengsek itu, lebih baik kamu tinggal selamanya di New York" sergah Chanyeol nafasnya naik turun menahan amarah saat menatap Jiwon yang berkaca-kaca.
Jiwon menggeleng,
"Aku tak menangisi Park seojoon, lagian untuk apa aku menangisinya. Aku tak mengapa kalau pria itu membohongiku lagi..."
"Aku belum selesai" potong Jiwon balik.
Pria itu kembali menghembuskan nafasnya.
"Tak mengapa kalau dia memintaku kembali meski pada kenyataannya dia tak pernah benar-benar serius dengan itu. Jinja gwenchana"
Chanyeol menatap Jiwon.
"Tapi aku tak bisa melihatmu begitu marah seperti itu dan memperlihatkan sisimu yang menyeramkan" lanjut Jiwon dan beralih menatap lurus.
"Aku sudah pernah bilang 'kan aku tak akan pernah membiarkan siapapun itu menyakitimu"
"Heoh, arra tapi, aku sama sekali tak sakit hati karenanya"
"Jinja?"
"Hem, Aku memang datang memenuhi permintaannya karena tadinya aku mengira gadis itu tak akan ada disana, aku datangpun juga bukan karena aku ingin menerimanya kembali. Tapi, eomma yang memintaku menemuinya untuk menyelesaikan semuanya, dia ingin kita berjalan masing-masing tanpa harus ada yang terluka"
"Lantas kenapa kau menangis?"
Jiwon menatap Chanyeol kembali.
"Sudah kukatakan aku hanya takut melihatmu seperti itu, seumur aku kenal Park Chanyeol aku tak pernah melihatmu menghajar orang seperti itu"
"Dia selalu memancingku, terlebih lagi dia malah berpelukan dengan wanita lain di depanmu saat aku tahu pria itu ingin kembali denganmu tapi kenyataannya brengsek itu menyakitimu lagi"
"Sudah kukatakan aku tak sakit hati karenanya, dan bukannya aku memintamu untuk menunggu di mobil"
Chanyeol hanya memutar bola matanya.
"Jangan berbohong, bagaimana aku bisa membiarkanmu sendirian melihat dua manusia laknat itu berpelukan di depanmu melihatnya saja aku benar-benar muak" Chanyeol menatap kearah lain.
"Chanyeol -ahh"
"Wae ?"
"Bagaimana tentang skandalmu itu? Apa sudah selesai?"
"Jangan mengalihkan pembicaraan"
"Aku melihatnya di media sosial hari ini, maaf aku baru mengetahuinya"
"Sudah ku katakan jangan mengalihkan pembicaraan !"
"Tinggal jawab saja !"
Chanyeol menghembuskan nafas dan beralih menatap ke depan sambil memegang stir kemudi.
"Aku tak bisa memberi konfirmasi apapun, agensi melarangku"
"Tapi kan mereka semua tahu kau tak melakukannya bahkan kau saja tak pernah berkencan dengan siapapun bagaimana mau selingkuh?"
Chanyeol menoleh "Yakk, kau mengejekku"
Jiwon terkekeh, "Berhentilah bertingkah, kau tahu kau itu seorang idol"
Chanyeol mendengus "Bahkan aku tak melakukan apapun"
Gadis itu tersenyum melihat Chanyeol yang mempoutkan bibirnya.
"Chanyeol -ahh,"
Chanyeolpun melirik gadis itu dengan ekor matanya, "Gomawo"
Pria itu mengerutkan keningnya mendengar ucapan terimakasih dari Jiwon, ia pun menghadap Jiwon sempurna.
"Kau selalu jadi pelindungku" lanjut gadis itu.
Sudut bibir pria itu terangkat seketika wajahnya memanas.
Gadis itu selalu saja bisa meredakan emosinya.
"Turunlah sudah malam, dan jangan menemui brengsek itu lagi jangan berhubungan lagi dengannyA, jangan membuatku ingin membunuhnya, arra?" Kata pria itu mencoba menghilangkan gugupnya.
Gadis itu mengangguk, "Kita tak jadi ke acara Suho sunbae?"
Chanyeol menggeleng, "Aniya, ini sudah terlambat dan aku sudah kehilangan selera makanku setelah melihat brengsek itu"
"Mianhae"
"Ini bukan salahmu, lagian lusa aku juga sudah kembali ke dorm dan pastinya akan bertemu mereka lagi mereka lagi"
"Bukankah mereka keluargamu juga"
Pria itu mengangguk, " Mereka kadang menyebalkan tapi kadang aku juga merindukannya"
Jiwon hanya tersenyum lalu membuka pintu mobil Chanyeol.
"Hati-hati di jalan" setelah keluar dari mobil jeep hitam itu.
Ia melambaikan tangannya lalu mobil itupun keluar dari areal rumahnya. Tanpa sadar senyum terukir di wajahnya.
Kenapa semakin hari, sahabatnya itu semakin manis.
Ahh, mikir apa sih kau itu Jiwon -iie.
Jangan terjebak dengan perasaan yang tak seharusnya.
...***...
"Dimana Chanyeol, dia tak datang?" Tanya Suho saat ia menyadari si happy virus tak berada diantara mereka.
Member yang lain saling berpandangan, dan pandangan tertuju pada Sehun dan Kyungsoo karena dua orang itu yang akhir-akhir ini dekat dengan Chanyeol.
Kyungsoo menghela nafas, "Dia ingin menjemput Jiwon dulu katanya, tak tahu kenapa sampai selama ini" terangnya.
"Kim Jiwon member IKON itu?" Tanya Jongin polos, maklum ia belum pernah bertemu dengan Jiwon sebelumnya.
Kyungsoo tak menjawab ia sedang malas menjelaskan pada Jongin.
"Aniya, ini Kim jiwon aktris dia sahabat Chanyeol sejak kecil mereka sudah seperti saudara" terang Suho yang melihat Kyungsoo tak menjelaskan apapun.
"Aigoo, aktris cantik itu ? Aku pernah melihatnya di drama bersama Krystal, aku baru tahu Chanyeol hyung bersahabat dengannya, dia harus mengenalkannya padaku" sumbar Kai.
"Jangan berulah ! Chanyeol akan menjadikanmu makan malamnya jika kau macam-macam dengan Jiwon" tegur Baekhyun sambil melahap tenderloin steaknya.
"Andwae ? Apa salahnya aku ingin dikenalkan dengan aktris itu, bukankah Kim jiwon memiliki fandom fans juga" protes Jongin.
"Apa kau pikir Kim jiwon mau mengenalmu?" Timpal Kyungsoo.
"Yaak, kau baru saja mengejekku hyung? Kau akan tahu apa yang disebut "Pesona Kai" itu" Jongin bergaya sok cool.
Sontak Suho dan yang lain tertawa saat mendengar kata "pesona Kai" yang baru saja diucapkan Jongin.
"Yakk, apa kau akan menari di depannya?" Tanya Sehun.
"Apa itu sebuah ide?" Tanya Jongin balik.
"Heoh, kau ingin mencoba?"
"Aishh, jangan membuatnya melakukan hal-hal gila Sehun -ahh" seru Xiumin yang tak berhenti tertawa.
"Aishh, itu salah satu kelebihanku hyung" protes Jongin yang tak terima.
"Geureu Jongin -ahh, kau bisa mencobanya dan jika itu berhasil kau harus membuat Girl grup bersama Kim Jiwon, Okay? " ejek Baekhyun yang membuat yang lain tertawa kembali melihat ekspresi kesal Kim Jongin.
Aishh, dasar hyung kurang ajar.