Deep

Deep
In Uncertainty



...Sebuah kesalahpahaman hanya akan menghancurkanmu jika kau tak pernah berusaha untuk memperbaikinya. Karena setiap kesalahan pasti dapat diperbaiki....


...***...


"Jadi benar kau akan menikah?" Tanya Chanyeol yang kini sudah duduk dihadapan Li Xian.


Ya, pria itu yang tempo hari mengirimkan pesan pada Jiwon.


Dan Li Xian memang sengaja untuk mengajak Chanyeol bertemu hari ini tanpa sepengetahuan Jiwon. Bukan apa-apa ia hanya ingin menyelesaikan masalah kecil yang masih mengganjal hatinya.


Ia ingin meminta maaf secara langsung pada Chanyeol atas kejadian beberapa tahun yang lalu di Sanghai, karena mereka memang belum sempat ketemu setelah kejadian itu. Dan hari ini akhirnya ia bisa terkabul bertemu dengan pria itu.


"Chanyeol -iie, aku senang bisa bertemu lagi denganmu dan aku ingin memanfaatkan moment ini untuk meminta maaf padamu tentang kejadian itu. Benar-benar aku tak bermaksud untuk merebut Jiwon darimu." Li Xian memulai pembicaraan.


"Kau tak perlu memikirkannya lagi aku bahkan sudah melupakannya. Lagipula kau juga sudah akan memiliki kehidupan baru."


"Bagaimanapun aku masih harus melakukannya, aku sadar mungkin saat itu perasaanku padanya hanya sebuah obsesi. Meski jujur aku sempat patah hati melihat kalian tapi akhirnya aku begitu mudah untuk memaafkannya, mianhamda."


Chanyeol tersenyum lega, "Sepertinya aku juga harus minta maaf padamu, aku sempat salah paham waktu itu. Jadi kita impas kan?"


Li Xian mengangguk rasanya hatinya begitu lega sekarang setelah pertemuan mereka hari ini. Siapa yang menyangka jika pagi itu Chanyeollah yang akan membalas pesannya untuk Jiwon.


Pagi itu ia memang datang ke kantor gadis itu untuk menyerahkan proposal lengkap untuk acara pernikahannya namun asisten Jiwon yang mengatakan jika bossnya itu tidak masuk karena sakit dan akhirnya ia mengirimkan pesan singkat itu untuk menanyakan keadaannya dan ternyata itulah yang bisa membuat mereka bertemu disini.


Sungguh, Tuhan pasti sudah merencanakan ini semua. Setidaknya ia sudah benar-benar tenang untuk memulai kehidupan barunya karena hal-hal yang mengganjal hatinya sudah selesai hari ini.


"Jadi apa setelah ini kau bisa membantuku?" Tanya Chanyeol.


"Dengan senang hati." Jawab Li Xian sepertinya ia akan mendapat tugas besa kali ini.


Chanyeol tersenyum penuh misteri.


...**...


"Jadi sampai saat ini dia masih belum mau kau ajak menikah?" Tanya Li Xian setelah meletakkan cangkir coffelate yang baru saja disesapnya.


Sambil tertawa dan memegangi perutnya saat mendengar ucapan Chanyeol beberapa saat yang lalu.


Chanyeol hanya memutar bola matanya ternyata meminta bantuan pria itu sama sekali tak menyelesaikan masalahnya.


"Kau pikir ini lucu?" Sarkas Chanyeol.


Sekali lagi Li Xian masih berusaha keras untuk menghentikan tawanya. Sungguh ia tak menyangka jika kekasih orang yang dulu sempat dicintainya itu akan terlihat seperti bucin yang ditolak berkali-kali.


"Yakk, aku benar-benar akan memukulmu jika kau tak berhenti tertawa." Ancam Chanyeol yang kini melipat tangannya di dada dan berkilat marah.


Pria Park itu terlihat begitu kesal karena orang itu masih menertawakannya.


Beberapa saat kemudian Li Xian pun mencoba mengatur nafasnya,


"Kau benar-benar seperti orang yang ngebet ingin menikah."


"Aishh..."


"Tapi tenang saja aku pasti akan membantumu, tapi kali ini kau harus menuruti apa yang aku katakan dan tak boleh protes, kau setuju?"


Chanyeol terlihat meneliti penampilan Li Xian tak yakin.


"Ini akan berhasil aku menjaminnya 100%." Kata Pria Li itu meyakinkan.


Chanyeolpun mengangguk dan Li Xian pun tersenyum.


Bagus, kau jadi penurut sekali Mr. Park.


...***...


"Ceklekkk."


Mata Jiwon terbelalak melihat apa yang ada di dalam rumahnya. Tangan kanannya menutup mulutnya tak percaya. Dan airmata yang sedari ditahannya kini mengalir begitu saja dipipi mulusnya.


Sungguh ia tak bisa mempercayai kenyataan ini sekarang.


Ada banyak orang disana termasuk kedua orang tuanya, beberapa kerabat dan teman dekat yang kini fokus utama mereka adalah Jiwon.


Sementara Jiwon menghapus air matanya kasar, seorang pria berjalan kearahnya Oh Sehun ?


Kapan pria itu datang ?


Dan tunggu Suho, Baekhyun, Kyungsoo, Kai, Chen, Xiumin, dan...


Lay pria China itu juga berada disana bukannya dia masih aktif di China sebelumnya tapi kenapa sekarang...


Ahh kenapa semua berada di rumahnya?


Apa mereka tengah menjadikan rimahnya tempat reunian?


Semua pertanyaan Jiwon tak ada jawabannya saat tiba-tiba Sehun mengulurkan tangannya dan mengalihkan atensinya dari tujuh pria penuh visual itu.


Tapi tunggu, tujuh, delapan? bukannya EXO...


Aishh, berhentilah memikirkan sialan itu, Kim Jiwon.


"Kau masih ingin mengabaikanku nona Kim Jiwon." Tegur Sehun karena Jiwon masih belum menyambut tangannya.


Jiwon menatap Sehun sekilas lalu menyambut tangan pria itu ragu. Dia diajak berjalan menuju kerumunan orang itu.


Tunggu, ada kotak kecil beludru berwarna merah darah di meja tepat di tengah kerumunan orang itu ini seperti acara engagement tapi siapa, dan kenapa ia tak tahu apapun tentang ini ?


apa mungkin sepupunya Kim Naeun yang baru saja datang dari Korea kemarin pagi?


Atau mungkin dirinya sendiri, tapi Chanyeol bahkan sudah memutuskannya dan pria itu bahkan tak terlihat batang hidungnya saat beberapa saat lalu ia mencarinya diantara anggota EXO yang ada disana.


Dan brengsek sialan itu bilang ia akan segera kembali ke Korea.


Aisshh kenapa mengingat pria itu ia jadi ingin mengumpatinya?


Tapi...


Gadis Kim itu melirik kearah Sehun yang kini tengah menatapnya, ia mencoba menanyakan apa maksud semua ini dengan ekspresi wajah yang seolah bertanya "Ada apa ini?" tapi pria Oh itu hanya tersenyum dan melanjutkan jalannya. Jiwon mendengus ia benci bertanya-tanya seperti ini.


Dan kini keduanya sampai ditengah-tengah kerumunan orang itu semua terlihat tersenyum bahagia.


Sepertinya semua orang memang tahu acara ini. Itu artinya hanya dia sendiri orang paling bodoh yang tak tahu acara ini.


"Ini acaramu Kim Jiwon." Seru Baekhyun dari barisan EXO membuat Jiwon menatapnya tak mengerti.


Ia beralih menatap Sehun yang kini juga tersenyum melihat teman-temannya.


Apa sekarang ia sedang dikerjai disini.


"Sehun -ahh, wae geureu?" Bisik Jiwon yang didengar Sehun.


Pria itupun menatapnya tanpa menghilangkan senyumnya.


"Kau akan dilamar Jiwon -iie."


"Kau jangan bercanda, kau dan aku..."


"Kau pikir aku yang akan melamarmu?" Potong Sehun yang mengundang gelak tawa orang-orang yang ada disana.


"Mwo?" Alis Jiwon bertaut ia benar-benar tak mengerti dengan semua.


Dia akan dilamar?


Oleh siapa?


Bahkan dia baru saja putus?


Apa anggota EXO tak tahu jika Chanyeol sudah memutuskannya?


"Jangan bercanda Oh Sehun !" Gadis itu mulai kesal karena tak ada penjelasan dari semua pertanyaan-pertanyaan di kepalanya.


Ia menatap kedua orang tuanya yang hanya tersenyum. Bisa-bisanya mereka tersenyum saat Jiwon sendiri sedang tak berada dalam mood yang baik setelah pulang dari cafe karena ulah si Park yang tiba-tiba memintanya mengakhiri hubungan.


Persetan dengan brengsek itu, sahabat kecilnya atau sekarang ia juga akan menyebutnya mantan sahabat juga.


Saat ia sudah semakin tak nyaman dengan suasana seperti ini iapun memilih untuk berlalu dari mereka semua. Namun usahanya itu sepertinya tak berhasil, belum sempat genap satu langkah sebuah tangan sudah menarik pinggangnya membuatnya reflek menoleh dan mendapat pria yang beberapa saat lalu diumpatinya dalam hati.


Alisnya berkerut melihat pria itu sudah berada disampingnya dan mereka sedekat ini.


"Yakk Park Chanyeol jangan macam-macam dengan putriku !" Seru appa Kim yang kini sudah melipat kedua tangannya di dada.


Chanyeol hanya menampilkan senyumnya lalu menunduk sekilas pada appa Kim untuk meminta maaf.


"Apa maksud semua ini?" Tanya Jiwon tanpa basa-basi.


Ia sudah kehabisan kesabaran sepertinya. Tatapan matanya menyiratkan kekesalan yang sudah memuncak karena pertanyaan yang tak kunjung mendapat jawaban yang jelas.


"Jiwon -iie..."


"Apa ini sebuah lelucon?" Potong Jiwon yang membuat semua yang ada disana terdiam.


Suasana hening.


"Mianhamda."


"Hal ini lucu untukmu?"


"Ini memang rencanaku memberimu kejutan untuk melamar di depan kedua orang tuamu dan teman-teman yang datang." Kata Chanyeol ia menunduk merasa bersalah.


"Setelah kau memutuskanku begitu saja?"


Chanyeol menghembuskan nafas dan semakin menundukkan kepalanya. Ia mulai menyadari kesalahannya tapi jujur ia tak menyangka Jiwon akan bereaksi seperti ini.


"Jeongmal Mianhamda, Jiwon -iie aku tak bermaksud..." Pria itu masih belum berani menatap Jiwon.


"Kau berfikir aku akan terkejut dengan semua yang kau lakukan padaku hari ini?" Sindir Jiwon dengan senyum miringnya gadis itu tertawa samar seolah menertawakan hal yang lucu namun tak benar-benar lucu.


"Mian." Lagi-lagi hanya kata itu yang Chanyeol ucapkan.


"Kenapa kalimat seperti perpisahan begitu mudah sekali kau ucapkan, setelah..." Jiwon menahan kalimatnya saat Chanyeol meraih tangan kanannya yang langsung ia tarik kembali.


Pria itu menatapnya sayu dapat dilihat penyesalan di matanya.


"Kau tahu kau baru saja menghancurkan hati seseorang ?"


"Jiwon -iie. " Chanyeol berusaha emraih tangan Jiwon namun gadis itu malah mengangkat tangannya.


"Cukup Chan..." terlihat gadis itu memejamkan matanya Chanyeol dapat melihat satu air mata gadis itu sudah menetes.


Ia berusaha ingin menghapusnya namun reflek si gadis Kim itu memang terlampau bagus sehingga mampu mendahului tangan Chanyeol agar tak sampai menyentuh wajahnya.


"Ji..."


"CUKUP !"