Deep

Deep
BERTEMU



"Selamat ulang tahun Jiwon -ahh" kata orang itu sambil tersenyum hangat.


Mata Jiwon berkaca-kaca masih tak mempercayai yang ia lihat, "Bagaimanamungkin kau..." ucapannya terputus saat orang itu tiba-tiba memeluknya.


"Naega bogoshipeo" bisiknya di tengah pelukan itu.


"Bagaimana kau bisa.. Chanyeol -ahh wae geureu?" Tanya Jiwon air matanya lolos begitu saja entahlah yang ia rasakan sekarang sulit untuk dijelaskan.


Sudah sekitar satu tahun lebih tidak bertemu bahkan tak bisa saling mengunjungi dan kini pria itu berada di sini diapartemen barunya, bagaimana mungkin?


"Yakk, udah dulu kangen-kangenannya pegel ini yang bawa kuenya" sontak keduanya segera menjauhkan diri saat mendengar protes itu yang tak lain adalah Sehun yang masih setia dengan kue ulang tahun ditangannya.


Jiwon dan Chanyeolpun berpandangan lalu tertawa.


"Kau harus membuat permintaan" kata Chanyeol sambil menunjuk kue itu dengan dagunya.


Jiwon tersenyum dan menyatukan dua tangannya lalu memejamkan mata sebentar.


"Tiup saja lilinnya Sehun -ahh !" Suruh Jiwon setelah ia membuka matanya kembali.


Sehun menautkan keningnya, "Bukannya kau yang ulang tahun Ji, kenapa malah menyuruh aku?" Protes Sehun.


"Kalau begitu kau saja Chan" kata Jiwon pada Chanyeol lalu duduk di sofa.


Pria itu hanya tersenyum kecil dan langsung meniup lilin itu membuat Sehun heran.


"Dia takkan mau meniup lilin, sekalipun presiden yang menyuruhnya" kata Chanyeol lalu duduk di samping Jiwon.


"Wae? Jiwon -iie apa kau takut pada lilin?" Tanya Sehun yang kini duduk di seberang.


Keduanya hanya tersenyum mendengar pertanyaan aneh Sehun itu bagaimana mungkin manusia takut pada lilin, ada-ada saja maknae ganteng itu (untung sayang).


Jiwon kemudian beralih pada kue ulang tahunnya yang diletakkan Sehun di meja lalu mulai memotong.


"Kali ini aku takkan memberikanmu potongan pertama" katanya sambil menoleh kearah Chanyeol yang kini mengerutkan keningnya.


Jiwon kembali beralih pada potongan kue itu, "Tapi aku akan memberikannya pada maknae kesayanganmu itu, karena ia selalu menjemputku saat aku harus pulang malam kau tahu dia lebih on time daripada kau sendiri Park Chanyeol" gerutu Jiwon yang mendapat cengiran khas pria Park itu.


Jiwonpun beralih menatap Sehun, "Sehun -ahh, gomawo selama ini kau sudah menjadi sahabat yang baik selama Chanyeol pergi. Dia berhutang banyak padamu"


Sehun tersenyum dan menerima kue itu, "Aku akan meminta bayarannya setelah ini"


"Aishh, siapa yang mengajarimu matre seperti itu" seru Chanyeol tak terima.


"Wae, ? Kan Jiwon-iie yang menyuruhku" timpal Sehun tak mau kalah.


"Sejak kapan kau perhitungan kau tahu aku setahun ini tak ada penghasilan dari EXO bahkan aku harus off dari kegiatan offair apalagi onfair"


"Tetap saja Vivi juga perlu makan hyung" kata Sehun yang membawa nama "Vivi" hewan peliharaan kesayangannya Sehun.


"Bahkan Toben saja aku tak tahu dia diberi makan apa tidak" kali ini Chanyeol yang membawa-bawa nama hewan peliharaannya.


"Yakk, kalian berdua kenapa jadi membahas anjing" seru Jiwon yang mulai kesal mendengar debat dua makhluk unik itu.


Keduanyapun terdiam, Sehun melahap kue yang diberikan Jiwon sementara Chanyeol hanya memutar bola matanya dan melipat tangannya di dada.


"Aku pulang sajalah, Jiwon -iie saengil cukkae dan berikan kue ini padanya aku rasa pria disampingmu itu tengah cemburu padaku" kata Sehun sambil memberikan kue itu pada Jiwon lalu melangkah pergi.


Jiwonpun memberikan kue itu pada Chanyeol yang masih melipat tangannya di dada.


"Kau juga tak mau? Kalau gitu aku saja yang makan" Tanya Jiwon karena pria itu tak kunjung menerimanya.


Tanpa pikir panjang Chanyeol mengambil kue itu dan memakannya. Yang membuat Jiwon tersenyum melihat tingkah kekanakan Chanyeol.


"Tunggu !" Kata Chanyeol ditengah ia sedang memakan kuenya.


Jiwonpun memperhatikannya.


"Bukannya Sehun tadi sudah memakan kuenya"


Chanyeol menatap Jiwon balik. Sementara Jiwon mengangkat kedua bahunya.


"YAKKK OH SEHUN KAU MEMBERIKU SISA" Teriak Chanyeol yang berhasil membuat Sehun yang masih berdiri di depan pintu tertawa puas.


Ternyata ia berhasil menipu hyungnya itu karena tadi ia memang sudah memakan kuenya itu.


Selamat memakan kue sisa Oh Sehun hyung hahaha.


"Ngomong-ngomong kapan kau kembali, kenapa tiba-tiba bisa sampai disini?" Tanya Jiwon setelah mereka duduk di Balkon apartemen Jiwon.


"Sore tadi, aku pulang dulu ke rumah lalu kesini, apa kau terkejut?" Chanyeol menaik turunkan alisnya.


"Hemm, kau mengambil cutimu?"


Pria itu mengangguk, "Special di hari ulang tahunmu" ia menampilkan smirknya.


"Aaa... kau merindukanku ya?" Goda gadis itu.


Chanyeol memutar bola matanya dan berlagak seolah berfikir.


"Mengaku saja, kau pikir aku tak tahu" goda Jiwon lagi sambil mengegelitiki pinggang pria itu.


"Yakk kau ingin menyiksaku" Chanyeol mencoba menghindar.


"Ngaku saja"


"Jiwon -iie hentikan, aishh"


"Aku akan berhenti jika kau mengaku, kau saja tadi sudah bilang."


Chanyeol mengerutkan keningnya sambil menggenggam kedua tangan Jiwon.


"Eonje?" Tanyanya.


"Kau tak ingat?"


Chanyeol menggeleng "Ani"


"Benar-benar tak ingat?"


Chanyeol tetap menggeleng.


"Naega bogoshipeo" Jiwon mengucakannya dengan berbisik seperti yang diucapkan Chanyeol tadi.


Chanyeol berpaling, "Aishh, aku tak mengatakannya"


"Masih tak mau ngaku?" Jiwon menarik tangannya dan menggelitiki Chanyeol lagi.


"Tidak sebelum kau mengaku" gadis itu masih menggelitikinya dengan semangat.


"Yakk aishh, geureu gereu hentikan dulu..." putus Chanyeol agar Jiwon berhenti.


"Naega.." Chanyeol menahan kalimatnya sementara Jiwon sudah berhenti menggelitiki.


Gadis itu mengangkat sebelah alisnya, "Mwo?"


"Naega... Naega bogoshipeo Jiwon -ahh, puas kau?" Tanya Chanyeol.


Gadis itu tersenyum dan mengangguk lalu memegang puncak kepala Chanyeol dengan tangan kanannya membuat Chanyeol heran.


"Wae?" Tanyanya.


"Semoga kau selalu sehat, dan Tuhan selalu memberkatimu melancarkan setiap urusanmu dan memudahkan kesulitanmu" kata Jiwon sambil tersenyum lalu menarik tangannya lagi.


Chanyeol tersenyum, "Jiwon -iie" panggilnya.


"Em?"


Chanyeol mengambil sesuatu dari saku jaketnya dan memberikan pada Jiwon. Gadis itu menautkan kedua alisnya melihat kotak berwarna hitam itu.


"Apa ini?" Tanya Jiwon lalu mengambil benda itu.


"Kado untukmu" kata Chanyeol lalu berjalan kearah pagar pembatas balkon.


Jiwonpun membuka kotak itu dan matanya membelalak.


"Chan?" Lirihnya.


Chanyeol berbalik menatap Jiwon yang masih menatap apa yang diberikannya tadi. Iapun tersenyum lalu berjongkok di depan gadis itu dan mengambil kalung yang di pegang Jiwon lalu memasangkannya di leher gadis itu.


Sementara Jiwon terdiam melihat tingkah sahabatnya itu. Lagi-lagi Chanyeol tersenyum memandang bandul kalung yang kini sudah terpasang di leher Jiwon.


"Cantik" katanya tanpa beralih dari bandul kalung berbentuk snowflake itu.


"Kau bahkan tak menanyaiku, apa aku menyukainya atau tidak?" Tanya Jiwon tak habis pikir dengan sikap Chanyeol yang malah memujinya sendiri.


Chanyeol menampilkan smirknya, "Bukannya kau menyukainya"


"Aku belum mengatakan apapun" timpal Jiwon.


"Benar juga, tapi kau terlihat begitu kagum saat pertama kali membuka kotaknya"


Jiwon tertawa kecil tak habis pikir dengan kepercayaan diri Chanyeol yang kadang menyebalkan itu.


"Yakk Park Chanyeol apa kau memang seperti ini?" Tanya Jiwon membuat Chanyeol yang masih berjongkok di depannya bingung.


"Seperti apa yang kau maksud?"


"Saat kau memberikan sesuatu pada seseorang, hal yang umum harusnya menanyakan apa dia menyukai atau tidak tapi... Aishh, aku tak habis pikir denganmu"


Chanyeol terkekeh menatap Jiwon yang kini melipat tangannya di dada kesal, begitu menyenangkan melihat Jiwon yang cerewet seperti itu.


Ia pun berdiri dan membelakangi Jiwon melihat suasana malam itu. Entahlah, ia hanya mengalihkan kecanggungannya karena begitu dekat dengan gadis itu.


"Jiwon -iie kau menyukainya?" tanyanya tanpa berbalik.


Jiwon hanya mendengus dan ikut berdiri disamping pria itu bedanya ia menghadap ke apartemennya.


"Hemm, naega joah" kata gadis itu


Chanyeolpun tersenyum, "Aku sudah tahu"


"Lalu kenapa kau menanyakannya?"


"Kau bilang aku harus menanyakannya"


Jiwon menarik nafasnya untuk tak mengumpati pria itu.


"Geureu, gomawo Park Chanyeol aku sangat menyukai kadomu, neomu neomu joah"


...Chanyeolpun terbahak melihat ekpresi Jiwon yang sepertinya jengkel itu. Sudah lama sekali rasanya ia tak membuat jengkel Jiwon....


"Emm Jiwon -iie" panggilnya.


"Mwo?"


"Bagaimana pekerjaanmu apakah lancar?"


Jiwon nampak berfikir sebentar lalu mengangguk.


"Kau yakin tak ada yang ingin kau ceritakan padaku?"


"Sebenarnya aku mendapat tawaran untuk main film bersama Seojoon oppa, tapi aku akan menolaknya "


"Hemm, sudah sepantasnya kau menolak itu"


"Tapi Chan, Pihak agensi terus memintaku untuk menerimanya mereka pikir itu baik untuk karirku mengingat kami pernah memenangkan penghargaan best couple waktu itu, Seon Ho oppa juga begitu dia ingin aku tetap profesional untuk pekerjaan "


Gadis itu menunduk menghembuskan nafasnya, sementara Chanyeol mengacak pelan puncak kepala Jiwon.


"Ikuti saja kata hatimu, dan aku setuju kau menolak tawaran itu " kata Chanyeol.


"Aku juga mendapat tawaran film di China kebetulan aku juga akan syuting iklan disana, apa aku harus menerimanya? Jujur saja aku ingin sekali pergi ke China"


"Berapa lama?"


"Mungkin sekitar dua bulan sampai tiga bulan kedepan"


Chanyeol manggut-manggut "Kau senang?"


"Terkadang aku senang"


Chanyeol mengerutkan dahinya, "Terkadang?"


"Hem, terkadang aku senang dengan pekerjaan ini tapi terkadang aku juga merasa lelah saat menjalaninya. Bukan aku ingin menyerah, hanya saja kadang aku muak dengan komentar jahat yang aku baca mereka tak tahu apa-apa tapi seolah mengerti segalanya"


Chanyeol menatap Jiwon khawatir, "Jangan terlalu sering membuka sosmed, kau hanya akan sakit hati jika terlalu lama disana !"


Jiwon tersenyum masam, "Aku bisa mengerti, orang yang terbaik diduniapun pasti ada yang tak suka, apalagi aku"


Chanyeol tersenyum diikuti Jiwon, "Good".


~Berartilah meski hanya sebesar biji strawberry, sederhananya saat kau ingin makan, bahkan nasi tak akan bisa masuk begitu saja kemulut jika tak ada tanganmu yang membantu. Sesimple itu, Cintai dirimu~