Deep

Deep
CANGGUNG



"Apa kabar, oppa?" Sapa Rosé saat Chanyeol kini berada di depannya.


Pemuda itu tersenyum dan mengulurkan tangannya Rosépun menyambutnya. Semenjak kejadian di Jeju dan Chanyeol pergi wamil mereka memang tak pernah bertemu dan baru hari ini mereka bertemu, seperti kebetulan yang disengaja pihak agensi keduanya meminta Rosé collab bersama Chanyeol EXO untuk lagu solo terbaru Rosé.


"Baik, kau sendiri apa kabar Rosé -ahh ?" Tanya Chanyeol balik.


"Aku juga baik tak menyangka kita akan dipertemukan lagi untuk proyek bersama"


Chanyeol menangguk, "Sepertinya kita berjodoh" ceplos Chanyeol spontan Rosé hanya tersipu menanggapinya.


Ucapan Chanyeol memang spontan mengalir begitu saja dari mulutnya tapi itu berarti beda untuk Rosé yang memang dari awal memiliki perasaan pada pria itu. Setelah sebelumnya beberapa waktu lalu ia mendengar sesuatu yang tak mengenakkan dari mulut pria itu. Tapi ucapan yang baru saja diungkapkan spontan oleh Chanyeol itu berhasil membuatnya berbunga-bunga.


"Yakk, kenapa jadi melamun? Ayo kita latihan" seru Chanyeol yang melihat Rosé masih terdiam di tempatnya.


Di tengah latihanpun gadis cantik itu sering mencuri-curi pandang pada seniornya itu. Ia selalu terpesona dengan suara pria itu entahlah apa ia memang menyukai semua yang ada pada pria itu.


Kenapa semakin hari pria itu semakin keren saja ?


Apa ia harus melupakan kenyataan itu sekarang?


...***...


Jiwon menghentikan mobilnya di depan dorm latihan EXO. Ia harus menyelesaikannya sekarang juga, tak bisa ia terus marahan seperti ini dengan Chanyeol. Ia menatap gedung megah itu sampai seseorang menepuk pundaknya.


"Jiwon -iie apa yang kau lakukan di sini ?" Kata orang itu yang tak lain adalah Sehun yang juga baru saja datang.


"Ahh Sehun -ahh kebetulan kau ada disini, bisa kau panggilkan Chanyeol aku perlu bicara dengannya"


Sehun nampak berfikir, "Tadi pagi-pagi sekali ia sudah pergi bersama managernya, aku tak yakin dia sudah kembali karena hari ini ia ada jadwal latihan dengan Rosé untuk lagu barunya "


Gadis itu sedikit kecewa, bahkan ia sudah mengosongkan jadwalnya hari ini untuk menemui Chanyeol.


"Kalau kau mau kau bisa menunggunya di dalam kita juga tak ada jadwal latihan hari ini" tawar Sehun.


"Aniya, aku akan menunggu di cafe itu saja bisa kau beri tahu aku jika dia sudah kembali" kata Jiwon sambil menunjuk cafe yang ada di seberang tempat mereka.


"Kalau begitu aku akan menemanimu" kata Sehun.


"Tidak usah bukannya kau akan masuk ke dorm?"


"Sudah kukatakan kita tak ada latihan apapun Jiwon -iie, kajja" pria itu berlalu mendahului Jiwon, gadis itu hanya menurut dan mengikuti Sehun dibelakangnya.


"Jadi dia masih tak mau mengangkat telfonmu?" Tanya Sehun setelah ia berbincang dengan Jiwon.


Sehun memang tahu permasalahan Jiwon dan Chanyeol hari itu karena memang Jiwon menghubungi Sehun menanyakan apa Chanyeol sudah kebali ke dorm atau belum karena Chanyeol sama sekali tak mengangkat telfonnya.


Terlihat gadis itu menunduk lesu, "Dia tak pernah selama ini marah denganku, tapi aku bisa mengerti mungkin dia kecewa denganku harusnya aku memang tak menerima tawaran itu"


"Jiwon -iie," panggil Sehun yang membuat gadis itu menatapnya.


"Dia pasti bisa mengerti, mungkin Chanyeol hyung belum bisa menerima itu tapi aku yakin dia tak akan mungkin mengabaikanmu lebih lama lagi, karena dia juga membutuhkanmu"


Jiwon mengerutkan keningnya, "Membutuhkanku?"


"Seorang pria tak akan baik-baik saja jika ia terlalu lama jauh dari gadis yang disukainya, aku rasa kau cukup paham maksudku ini"


Jiwon mencoba mencerna setiap kalimat Sehun itu.


Apa memang Chanyeol masih menyukainya?


Tapi, bagaimana jika tidak?


Apa ia masih akan tetap bersikap sama?


Tapi, kenapa...


Aishh kenapa ia harus memikirkan bagaimana perasaan pria itu.


Bukankah ia tahu jika Chanyeol akan tetap jadi sahabatnya.


"Tunggu bukankah itu Rosé dan Chanyeol hyung" kata Sehun saat matanya menatap ke seberang lebih tepatnya di depan dorm EXO.


Jiwon mengikuti arah pandang Sehun. Dilihatnya Chanyeol yang berjalan beriringan memasuki dorm bersama Rosé.


Pria itu tampak begitu akrab dengan gadis itu.


Entah kenapa hatinya mencelos, kenapa ia merasa tak nyaman melihat pria itu dekat dengan Rosé. Ia tak pernah seperti ini sebelumnya, kenapa ia harus tak rela melihat itu?


"Jiwon -iie, ayo kita kembali ke dorm Chanyeol hyung sudah datang" ajak Sehun namun gadis itu tak bergeming saat ia sudah berdiri.


"Ji.."panggilnya sambil melambaikan tangannya di depan Jiwon.


"Ahh, ya.."


Sehun menghela nafas, "Ayo ke dorm orang yang kau tunggu sudah datang"


Jiwon mengangguk lalu mengambil tasnya dan berjalan keluar cafe. Di tengah jalan ia terus berfikir.


Apa ia harus menemui Chanyeol sekarang?


Apa ia tak akan mengganggunya jika sekarang ia sedang bersama Rosé"


"Sehun -ahh" panggilnya pada Sehun saat mereka memasuki kawasan dorm.


"Wae?" Sehun menoleh.


"Sepertinya lain kali saja aku menemui Chanyeol aku tak enak jika nanti malah mengganggunya"


"Kenapa tiba-tiba berubah seperti ini?"


"Aku pikir lain kali saja, tak akan telat jika tak menemuinya sekarang 'kan? aku juga masih ada urusan hari ini, kalau begitu aku duluan Sehun -ahh, terimakasih sudah menemaniku" kata Jiwon lalu berlalu tanpa menunggu persetujuan Sehun ia langsung menuju mobilnya.


Urusan? Bukannya dia sudah mengosongkan jadwalnya hari ini?


Sehun hanya terdiam melihat punggung gadis itu yang kini sudah membuka pintu mobilnya.


"Sehun -ahh, sedang apa? kau tak masuk?" Tanya suara berat yang tak lain adalah Chanyeol yang baru saja keluar bersama Rosé


"Ada orang yang mencarimu tadi, tapi dia sudah pergi" kata Sehun yang menyapa Rosé dengan senyumnya dan dibalas senyum juga.


"Kalau begitu aku pamit dulu oppa, terimakasih sudah diajak mampir" kata Rosé


"Hati-hati, jangan sungkan " kata Chanyeol setelah itu Wanita itupun pergi.


"Aku baru tahu kau sedekat ini dengannya?" Tanya Sehun datar.


Chanyeol hanya tersenyum miring, "Kau ingin menjodohkanku dengannya juga?"


"Kalau kau mau, sepertinya kalian cocok"


"Berhentilah mengucapkan omong kosong itu, yang benar saja" kata Chanyeol sambil berpalong kearah lain.


"Hyung, apa kau masih menyukai Jiwon?" Tanya Sehun yang kini membuat Chanyeol menatapnya.


"Sehun -ahh, kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?"


"Ani dia tadi mencarimu, tapi langsung pergi begitu tahu kau pulang bersama Rosé" jelas Sehun yang membuat Chanyeol membulatkan matanya.


"Kau bercanda?"


"Untuk apa aku bercanda? Aku tak ada waktu untuk membualkan orang yang mencarimu"


"Jiwon itu tak pernah mau datang kesini sendiri dia selalu kesini bersamaku, bagaimana mungkin dia kemari?"


"Ya sudah kalau tak percaya, kau bisa mengejarnya mungkin ia masih di lampu merah di depan" kata Sehun lalu berlalu begitu saja.


Tanpa pikir panjang Chanyeol langsung bergegas menuju mobilnya. Seketika ia melupakan rasa kesalnya pada gadis itu.


Chanyeol melajukan mobilnya agak kencang namun masih dalam tahap wajar tak ia temukan mobil Jiwon, sambil menyetir ia membuka ponselnya dan menelpon gadis itu. Ia mengerang kesal saat tiga kali panggilannya tak tersambung. Sekarang tujuan utamanya adalah apartemen Jiwon semoga saja gadis itu pulang ke apartemennya karena apartemen gadis itu yang paling dekat dari dorm EXO.


Tak berapa lama Chanyeol sudah sampai di areal apartemen Jiwon, ia segera bergegas ke tujuan utamanya setelah sebelumnya ia melihat mobil Jiwon yang terparkir tak jauh dari miliknya itu berarti Jiwon ada di apartemennya.


Sampai di depan pintu ia mengatur nafasnya karena ia berjalan tergesa membuat nafasnya tersenggal. Setelah menetralkan nafas ia langsung memencet bel tak ada jawaban sampai ia memencet bel untuk yang kedua kalinya pintu itu di buka dan memyembullah wanita yang dicarinya.


Gadis itu menatapnya datar, lalu memberi Chanyeol jalan agar bisa masuk. Iapun berjalan mendahului pria itu.


"Aku tak ada apa-apa dengan Rosé, aku sedang ada project dengannya" kata Chanyeol dari belakang Jiwon yang kini berhenti namun tak berbalik.


"Aku juga minta maaf, aku hanya... Jujur saja aku masih kecewa denganmu" kata pria itu lagi.


"Arra, masuklah aku akan membuatkanmu minum" kata Jiwon lalu melanjutkan jalannya tanpa menoleh Chanyeol yang kini berkacak pinggang.


Kenapa jadi dia yang marah ?


Ia menghela nafas dan berjalan ke arah balkon lalu menempatkan dirinya disalah satu kursi yang ada di balkon itu.


"Di luar dingin, kau tak masuk?" Tanya Jiwon yang baru datang dengan segelas coklat hangat.


Gadis itu menempatkan dirinya di samping pria itu.


"Tadi kau datang ke dorm?" Tanya Chanyeol to the point.


"Lalu kenapa tak menemuiku ?"


"Aku lihat kau sedang sibuk, lagian Sehun sudah menemaniku" jawab Jiwon seadanya.


Chanyeol menatap Jiwon dalam, "Kenapa tak menemuiku?"


"Kau sibuk Chan"


"Ani"


"Bukannya kau sedang ada project baru dengan Rosé?"


"Dia hanya mampir"


"Oh"


"Oh?"


"Wae?" Jiwon menoleh sekilas lalu kembali menatap jalanan di bawah sana.


Chanyeol berpaling dan mengudarakan nafasnya suasana hening.


"Na bogoshipeo" lirih Chanyeol tiba-tiba yang membuat Jiwon menatapnya.


"Mianhamda" ucapnya lagi tanpa melihat Jiwon.


Suasana menjadi canggung sampai Chanyeol mengambil minumannya meminumnya sampai setengah dan berdiri ia benci suasana seperti ini.


"Aku akan kembali ke dorm, maaf sudah mengganggumu" katanya lalu berlalu dari Jiwon.


"Kau akan pergi begitu saja?" Tanya Jiwon yang berhasil menghentikan Chanyeol di pintu penghubung balkon.


Gadis itu menatap Chanyeol begitupula pria itu.


Entah kenapa ia begitu merindukan gadis itu matanya, suaranya, bahkan tawanya, ia sudah menepis semua perasaannya itu tapi selama ia pergi wamil perasaannya justru semakin membuncah.


"Maaf Chan, aku tahu kau kecewa padaku. Aku tahu kau kecewa aku mengambil tawaran itu bersamanya..."


"Kau tahu hal itu akan mengecewakanku, tapi kenyataaannya kau juga melakukannya kan?" Potong Chanyeol.


"Mianhae jeongmal mianhae, tapi aku ingin kau mengerti satu hal aku hanya ingin profesional dalam pekerjaanku. Aku harap kau mengerti"


"Geureu, aku mengerti kau tak akan bisa jauh darinya. Iya kan?"


"Kenapa kau terus berfikir seperti itu?"


Chanyeol mendekati Jiwon ia menatap gadis itu tepat di manik matanya yang selalu membuatnya jatuh padanya.


"Karena kau..." pria itu menahan kalimatnya.


"Kau masih belum bisa lepas dari bayang-bayangnya dan selama itu masih, kau tak akan bisa membuka perasaanmu untuk orang lain" putusnya lalu menoel dahi gadis itu lalu menampilkan smirknya.


"Aku pergi" kata Chanyeol lagi lalu berlalu.


"Kau memaafkanku?" Tanya Jiwon yang kembali menghentikan langkah pria itu.


"Aku selalu gagal untuk tak memaafkanmu, dan kau itu" katanya agak menoleh, lalu benar-benar pergi.


Jiwon hanya terkekeh melihat punggung pria itu yang kini sudah keluar dari pintu apartemennya.


1 pesan masuk


From : Channie


"Berhentilah menertawakanku !"


Bisa-bisanya ia tahu kalau Jiwon sedang menertawakannya.


^^^To : Channie^^^


^^^"Satu kotak Domino 's pizza, setelah itu aku berhenti"^^^


Jiwon terkikik saat mengetik balasan itu ia membayangkan wajah pria itu.


Sampai dering ponsel mengalihkannya.


"JCW OPPA" tampak di layar ponselnya ia mengerutkan keningnya saat melihat ternyata Changwook oppa menghubunginya.


"Yeopseo"


"..."


"Tak biasanya kau menanyakan kabarku oppa? Ada angin apakah ini?"


"..."


"Sayangnya aku tak merindukanmu"


"..."


"Sudah kukatakan aku tak akan terbawa perasaan meski hanya ada kau dan aku di pulau terpencil"


"..."


"Karena itu motto hidupku"


"..."


"Aku sedang cuti oppa, wae kau ingin mengirimiku makanan?"


"..."


"Chanyeol ya? Dia sudah kembali dan dia baru saja dari sini, wae?"


"..."


Sampai terdengar bel di apartemen Jiwon.


"Tunggu sebentar aku ada tamu" kata gadis itu lalu menuju pintu dan langsung membukanya sontak sebuah plastik berisi kotak pizza langsung berada di depan wajahnya.


Jiwon agak kaget karena itu, ia agak mengintip siapakah itu namun terhalang kantong plastik yang agak besar itu.


"Kau tak ingin menerimanya, pegel ini" seru orang itu yang tak lain adalah Chanyeol.


"Yakk," Jiwonpun langsung mengambil alih kantong plastik itu dari tangan Chanyeol.


"Oppa coba tebak siapa yang datang lagi, aku dapat pizza gratis nih" kata Jiwon sambil berjalan masuk diikuti Chanyeol.


"..."


Chanyeol mengerutkan kening heran.


Jiwon mengalihkan mode video call pada panggilan Ji changwook dan memperlihatkan Chanyeol dan dirinya.


"Yakk, oppa kau tak mau pizza gratis? " kata Jiwon sambil menunjukkan kantong plastik itu pada Ji changwook.


Chanyeolpun ikut tersenyum saat tahu siapa yang ada di layar ponsel Jiwon, "Hyung, kemarilah lama kita tak bertemu"


"Ingin, tapi kau tahu kan aktor papan atas sepertiku sekarang ini sedang sibuk" kata Changwook dari seberang sana.


"Kau selalu percaya diri sekali hyung"


Jiwon memberikan ponselnya pada Chanyeol dan beralih meletakkan pizzanya di meja makan membiarkan Chanyeol dan Changwook berbincang.


"Bagaimana wamilmu apakah lancar?" Tanya Changwook.


"Heo, mungkin aku makin berotot sekarang" Chanyeol tertawa diikuti Jiwon yang hanya mendesis mendengarkan perbincangan mereka.


"Yakkk, kalian berdua saja disana?"


"Hem, makanya kemarilah, domino 's pizza menantimu" kata Chanyeol sambil meraih pizza dan memakannya seolah memamerkannya pada hyungnya itu.


"Yakk kau tak mencuci tanganmu" protes Jiwon.


"Mana keburu, wastafel terlalu jauh untuk ku gapai" timpal Chanyeol.


"Dasar jorok ! Hentikan memakan itu dan cuci tanganmu !" perintah Jiwon.


Chanyeol mendengus, " Hyung aku harus cuci tangan dulu ibu negara sudah mengumpatiku"


"Hem, kalian benar-benar cocok jika bersama aku merestui, kalau begitu aku takkan mengganggu, bye bye"


"Yakk" teriak Chanyeol dan Jiwon bersamaan tepat saat panggilan terputus.


Keduanya berpandang sebentar dan berpaling canggung.


"Aku akan mencuci tanganku" kata Chanyeol lalu berlalu.


Aishh, kenapa aku jadi canggung seperti ini?