
Seorang gadis tengah tersenyum menatap pemandangan sungai Han malam itu dengan kondisi sekitar yang tidak terlalu ramai. Gemerlap lampu yang ada disekitar sungai tak membuatnya ingin beralih.
Ia benar-benar merindukan tempat itu. Sudah lama sekali sejak ia memutuskan untuk meninggalkan Seoul dan fokus dengan pekerjaannya di New york setahun ini.
"Sebegitu rindunya dengan tempat ini Jiwon -iie?" Tanya Chanyeol pria yang menemaninya malam ini sambil mengambil beberapa foto Jiwon dengan ponselnya.
"Sepertinya sudah lebih dari setahun aku tak kesini" katanya tanpa mengalihkan pandangannya.
"Kau merindukan sungai Han, tapi kau tak mengatakan kau merindukanku?" Tanya pria itu yang membuat jiwon menolehnya.
"Haruskah aku melakukannya?"
"Hem, setidaknya jika kau menganggapku sahabat" jawab pria itu lalu berdiri membelakangi Jiwon sambil bersandar pada pagar pembatas menatap sungai membelakangi Jiwon.
Jiwon tersenyum dan mengikuti Chanyeol.
"Aku jadi ingat saat kita masih sekolah dan sering kesini mengganggu orang pacaran"
Chanyeol ikut tersenyum, sepertinya ia juga mengingat sesuatu.
"Apa kau ingin melakukannya lagi?" Tanyanya.
"Jangan gila!"
"Aishh siapa juga yang gila" pria itu menampilkan smirknya.
"Kita sudah terlalu dewasa untuk melakukan hal-hal konyol itu"
Chanyeol kembali menampilkan smirknya dan kembali menatap sungai.
"Chanyeol -iie "
"Hem?"
Jiwon terdiam.
Kali ini Chanyeol menatap Jiwon yang sepertinya ingin menceritakan sesuatu.
"Ani"
"Katakan, jangan membuatku penasaran!"
Gadis itu menghela nafas, "Sebenarnya,.."
Chanyeol yang tak sabarpun meraih kedua bahu Jiwon agar gadis itu menghadapnya "Wae geureu?"
"Park Seojoon, dia..."
"Dia kenapa?"
"Dia ingin mengajakku kembali"
Chanyeol menghembuskan nafasnya dan melepaskan tangannya lalu menyampingi Jiwon "Kau ingin mempercayai brengsek itu lagi?"
Jiwon diam, ia sendiri tak tahu seperti apa perasaannya sekarang.
"Dia terus menghubungiku"
"Blokir saja nomornya !"
"Dia di rumahku sekarang, dan karena itu aku mengajakmu untuk keluar, aku belum siap bertemu dengannya"
Chanyeol menatap Jiwon yang sedikit menunduk.
"Bagaimana ia tahu kau pulang?"
"Sudah sekitar sebulan ini dia sering kerumahku kata ibuku"
Chanyeol menghembuskan nafasnya, "Kalau begitu kau tak usah pulang malam ini!"
"Lantas kau menyuruhku tidur disini semalaman, yang benar saja" Jiwon melipat kedua tangannya didada.
"Siapa juga yang mengatakan kau tidur disini"
Jiwon menatap Chanyeol heran.
"Kau bisa tidur di apartemenku"
"Gedung mahal itu?"
"Kau tak perlu menyebut mahalnya, karena memang mahal"
"Aishh, sombong sekali makhluk ini"
Chanyeol hanya terkekeh mendengar gerutuan Jiwon.
"Tapi aku serius, kau bisa tidur disana. Kim ahjuma pasti juga mengizinkan jika kau bersamaku" tawar Chanyeol.
"Kau yakin ? Aku tak yakin pria itu akan pergi begitu saja dari sekitar rumahmu"
Jiwonpun berdecak, benar juga kata Chanyeol pasti pria itu akan menunggu disekitar rumahnya.
"Sudahlah jangan banyak berfikir aku 'kan sudah berbaik hati menawarkan tempatku yang mahal itu untukmu"
"Aishh sombong sekali" Jiwon menggelengkan kepalanya melihat gaya Chanyeol yang menyebalkan.
"Kajja, aku tak mau ya bermalam disini kedinginan hanya untuk menemanimu" ajak Chanyeol lalu menarik tangan gadis itu.
"Tapi.."
"Aku tak mau ada alasan lagi, ara?"
Jiwonpun menghembuskan nafas dan mengikuti pria itu. Ya, setidaknya mungkin malam ini ia tak bertemu dengan pria yang begitu dihindarinya itu.
...●●●...
Tak butuh waktu lama mobil Chanyeol sudah terparkir sempurna di salah satu kawasan gedung elit di Seoul.
M
ereka berjalan berdampingan menuju gedung itu.
Jiwon masih terkagum ketika memasuki gedung elit milik Chanyeol, ia menatap ruangan pribadi Chanyeol yang begitu tertata rapi.
Ada balkon yang menampilkan gemerlapnya pemandangan kota Seoul sore itu.
"Aku tak menyangka kau mempunyai selera yang bagus" kata Jiwon saat mereka beristirahat di Balkon.
"Bukannya dari dulu seleraku selalu berkelas" cibir Chanyeol.
"Terserah, sepertinya aku akan betah disini karena aku bisa melihat Seoul yang seindah ini" Jiwon berdiri dan bersandar pada pagar pembatas.
Semilir angin malam mengenai wajahnya, membuat rambutnya sedijit berkibar.
Chanyeol tersenyum menatap pemandangan didepannya itu.
Malam, angin, Seoul, dan
Jiwon.
Ahh, Rasanya begitu lengkap.
Ia berdiri disamping Jiwon yang masih memandangi Kota Seoul malam itu.
"Ahh, sepertinya aku harus menghubungi eomma dulu" kata Jiwon hendak mengambil ponselnya dari saku.
"Aku sudah ijin dengan Eomma Kim, dan dia memperbolehkanmu tidur disini malam ini" tandas Chanyeol.
"Jinja? Kapan?"
"Kau terlalu mengagumi pemandangan Seoul sampai tak memperhatikanku"
Jiwon hanya menunjukkan barisan giginya dan menunjukkan huruf V dengan tangannya. Iapun duduk kembali di sofa sambil memeluk lututnya diikuti Chanyeol.
"Dia disana?" Tanya Jiwon dapat dilihat perubahan di raut wajahnya.
"Emm" jawab Chanyeol dia sudah paham siapa yang dimaksud Jiwon.
Terlihat gadis itu menghembuskan nafasnya.
"Sudah dari sore katanya" lanjut Chanyeol.
"Aku hanya tak tau harus bersikap seperti apa padanya" gadis itu menopang dagunya pada lututnya.
"Tak usah pikirkan dia" kata Chanyeol yang ikut menopang dagunya sambil beralih menatap pemandangan kota.
"Hemm, ara"
"Besok ayo kita berlibur ke Jeju, biar aku ajak Sehun dan Kyungsoo" usul Chanyeol
"Apa mereka mau?"
"Waktu itu Sehun pernah mengajakku ke Jeju tapi kami belum ada waktu, dan kebetulan sekarang ada kau jadi sekalian saja bagaimana?" Ajak Chanyeol sambil menoleh Jiwon.
"Boleh, aku juga sudah mengosongkan jadwalku beberapa hari ini"
"Geureu, besok pagi aku akan mengantarmu dan sore kita berangkat, okay" seru Chanyeol antusias.
Jiwon mengangguk semangat.
Dengan begitu semoga kau bisa sejenak melupakannya.